Tugas Bahasa Indonesia’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

suprobo aryani 1402408186 bab 7 Oktober 24, 2008

Filed under: BAB VII — pgsdunnes2008 @ 7:07 pm

BAB 7.

TATARAN LINGUISTIK

Semantik adalah subsistem bahasa yang bersifat periferal, karena makna yang menjadi objek semantik tidak dapat diamati secara empiris.

Hakikat makna

Menurut pandangan Ferdinand de Saussure dengan teori tanda linguistik, makna berarti pengertian atau konsep yang terdapat dalam tanda linguistik.

Jenis makna

a. Makna leksikal adalah makna yang ada pada leksem meski tanpa konteks apapun.

b. Makna gramatikal adalah makna yang terjadi apabila ada proses gramatikal, seperti afiksasi, reduplikasi, komposisi atau kalimatisasi.

c. Makna kontekstual adalah makna sebuah leksem atau kata yang berada di dalam satu konteks.

d. Makna referensial disebut bermakna referensial kalau ada referensinya atau acuan.

e. Makna denotatif adalah makna asli, makna asal atau makna sebenarnya.

f. Makna konotatif adalah makna lain yang ditambahkan pada makna denotatif yang berhubungan dengan nilai rasa seseorang.

g. Makna konseptual menurut Leech (1976) makna konseptual adalah makna yang dimiliki sebuah leksem yang terlepas dari asosiasi apapun.

h. Makna asosiatif adalah makna sebuah leksem atau kata berkenaan dengan adanya hubungan kata itu dengan sesuatu yang berada di luar bahasa.

Misal : melati – suci

i. Makna kata

Makna kata ini baru menjadi jelas apabila sudah berada dalam konteks kalimat.

j. Makna istilah

Makna ini jelas walaupun tidak berada dalam konteks kalimat.

k. Makna idiom adalah satu ujaran yang maknanya tidak dapat diramalkan dan makna-makna unsur-unsurnya, baik secara leksikal maupun gramatikal.

l. Makna peribahasa adalah makna yang bisa diramalkan secara leksikal atau gramatikal.

Relasi Makna

Adalah hubungan semantik yang terdapat antara satuan bahasa yang satu dengan satuan bahasa yang lain.

a. Sinonim

Adalah hubungan semantik yang menyatakan adanya kesamaan makna kata satu dengan kata lainnya. Contoh melihat sinonimnya menonton.

b. Antonim

Adalah hubungan semantik antara dua buah satuan yang maknanya berkebalikan. Contoh : menjual antonimnya membeli.

c. Polisemi

Adalah sebuah kata yang mempunyai makna lebih dari satu.

Contoh: kepala, mempunyai banyak arti, antara lain : bagian tubuh manusia, pemimpin, dan bagian yang penting.

d. Homonim

Adalah dua kata yang sama tulisannya, sama bunyinya, tapi memiliki makna berbeda.

Contoh: kata bisa berarti racun, bisa juga berarti dapat/mampu.

e. Homograf

Adalah dua buah kata yang tulisannya sama, bunyi dan maknanya berbeda.

Contoh: kata teras berarti teras rumah, dan pejabat teras.

f. Homofon

Adalah dua kata yang ujarannya sama, tetapi tulisan dan maknanya berbeda.

Misal: masa dan massa

g. Hiponim

Adalah hubungan semantik antara sebuah bentuk ujaran yang maknanya tercakup dalam makna bentuk ujaran yang lain.

Misal: merpati berhiponim dengan burung.

Ambiquiti atau Ketaksaan

Adalah gejala dapat terjadinya kegandaan makna akibat tafsiran gramatikal yang berbeda.

Ambiquiti biasa terjadi dalam bahasa tulis, dan dapat terjadi karena homonim.

Contoh kata : paus berarti ikan besar dan pemimpin agama khatolik di Roma.

Contoh kalimat berikut “mereka bertemu paus”

Redudansi

Adalah penggunaan unsur segmental dalam bentuk ujaran secara berlebihan.

Contoh: bola itu ditendang oleh Dika

Seharusnya: bola itu ditendang Dika

Perubahan Makna

Faktor penyebab:

a. Perkembangan IPTEK

Contoh: dulu kata sastra bermakna tulisan huruf, sekarang sastra bermakna karya bahasa yang bersifat imajinatif dan kreatif.

b. Perkembangan sosial budaya

Contoh: dulu Sarjana bermakna orang cerdik, sekarang sarjana bermakna orang yang telah lulus dari perguruan tinggi (gelar strata, dll)

c. Perkembangan pemakaian kata

Contoh: dulu kata menggarap dipakai hanya menggarap sawah, sekarang bisa menggarap skripsi.

d. Pertukaran tanggapan India (sinestesia)

Contoh: wajahnya manis

e. Asosiasi

Contoh: amplop berarti uang sogok

“Beri dia amplop”

f. Meluas

g. Menyempit

h. Eufemia (menghaluskan)

Medan Makna dan Komponen Makna

a. Medan Makna

Yang dimaksud medan makna (semantik domain, semantik field) atau medan leksikal adalah seperangkat unsur leksikal yang saling berhubungan karena menggambarkan bagian dari bidang kebudayaan adau realitas dalam alam semesta tertentu.

Contoh: nama-nama warna, perabot rumah tangga.

b. Komponen Makna

Jumlah makna yang dimiliki oleh suatu kata

Contoh kata : ayah memiliki komponen makna

a. Manusia c. Jantan dan e. punya anak

b. Dewasa d. Kawin

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s