Tugas Bahasa Indonesia’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Silvia_Dyah_Puspita_Sari-1402408251-Bab_4 Oktober 24, 2008

Filed under: BAB IV — pgsdunnes2008 @ 8:34 pm

Silvia Dyah Puspita Sari

1402408251

Rombel 3

BAB 4

TATARAN LINGUISTIK (1) : FONOLOGI

Runtutan bunyi bahasa yang terus-menerus, kadang-kadang terdengar suara menaik dan menurun, kadang-kadang terdengar hentian sejenak atau hentian agak lama, kadang-kadang terdengar tekanan keras atau lembut, dan kadang-kadang terdengar pula suara pemanjangan dan suara biasa.

Kesatuan-kesatuan runtutan bunyi disebut silabel atau suku kata. Merupakan satuan runtutan bunyi yang ditandai dengan satu satuan bunyi yang paling nyaring, yang dapat disertai atau tidak oleh sebuah bunyi lain di depannya.

Bidang linguistik yang mempelajari, menganalisis, dan membicarakan runtutan bunyi-bunyi bahasa itu disebut fonologi, secara etimologi dari kata fon yaitu bunyi, dan logi yaitu ilmu, dibedakan menjadi fonetik dan fonemik.

4. 1. FONETIK

Fonetik adalah bidang linguistik yang mempelajari bunyi bahasa tanpa memperhatikan apakah bunyi tersebut mempunyai fungsi sebagai pembeda makna atau tidak. Fonetik artikulatoris disebut juga fonetik organis atau fonetik fisiologis, mempelajari bagaimana mekanisme alat-alat bicara manusia bekerja dalam menghasilkan bunyi bahasa, serta bagaimana bunyi-bunyi itu diklasifikasikan.

4. 1. 1. Alat Ucap

Bunyi-bunyi yang terjadi pada alat-alat ucap itu biasanya diberi nama sesuai dengan nama alat ucap itu, disebut bunyi dental dan bunyi labial. Apikodental yaitu gabungan antara ujung lidah dengan gigi atas, labiodental yaitu gabungan antara bibir bawah dengan gigi atas, dan laminopalatal yaitu gabungan antara daun lidah dengan langit-langit keras

4. 1. 2. Proses Fonasi

Terjadinya bunyi bahasa pada umumnya dimulai dengan pemompaan udara keluar dari paru-paru melalui pangkal tenggorok ke pangkal tenggorok, yang di dalamnya terdapat pita suara. Tempat bunyi bahasa terjadi atau dihasilkan disebut tempat artikulasi, proses terjadinya disebut proses artikulasi, dan alat-alat yang digunakan juga disebut alat artikulasi, atau lebih lazim disebut altikolator.

4. 1. 3. Tulisan Fonetik

Dalam tulisan fonetik setiap huruf atau lambang hanya digunakan untuk melambangkan satu bunyi bahasa.

4. 1. 4. Klasifikasi Bunyi

4. 1. 4. 1. Klasifikasi Vokal

Secara vertikal dibedakan adanya vokal tinggi, vokal tengah, dan vokal rendah. Sedangkan secara horizontal dibedakan adanya vokal pusat dan vokal belakang.

4. 1. 4. 2. Diftong atau Vokal Rangkap

Disebut diftong atau vokal rangkap karena posisi lidah ketika memproduksi bunyi ini pada awalnya dan bagian akhirnya tidak sama.

4. 1. 4. 3. Klasifikasi Konsonan

Berdasarkan tempat artikulasinya dibedakan atas bilabial, labiodental, laminoalvealar, dan dorsovelar. Sedangkan berdasarkan cara artikulasinya debedakan atas hambat (letupan, plotif, stop), geseran atau frikatif, paduan atau frikatif, sengauan atau nasal, getaran atau trill, sampingan atau lateral, dan hampiran atau aproksiman.

4. 1. 5. Unsur Suprasegmental

Dalam arus ujaran itu ada bunyi yang dapat disegmentasikan, sehingga disebut bunyi segmental, tetapi yang berkenaan dengan keras lembut, panjang pendek, dan jeda bunyi tidak dapat disegmentasikan. Bagian dari bunyi disebut bunyi suprasegmental atau prosodi.

4. 1. 5. 1. Tekanan atau Stress

Menyangkut masalah keras lunaknya bunyi.

4. 1. 5. 2. Nada atau Pitch

Berkenaan dengan tinggi rendahnya suatu bunyi.

4. 1. 5. 3. Jeda atau Persendian

Berkenaan dengan hentian bunyi dalam arus ujar.

4. 1. 6. Silabel

Adalah suatu ritmis terkecil dalam suatu ujaran atau runtutan bunyi ujaran. Satu silabel biasanya meliputi satu vokal, atau satu vokal dan konsonan atau lebih.

4. 2. FONEMIK

Objek penelitian fonemik adalah fonem, yakni bunyi bahasa yang dapat atau berfungsi membedakan makna kata.

4. 2. 1. Identitas Fonem

Identitas sebuah fonem hanya berlaku dalam satu bahasa tertentu.

4. 2. 2. Alofon

Yaitu bunyi-bunyi yang merupakan realisasi dari sebuah fonem. Yang dimaksud dengan distribusi komplementer, atau biasa juga disebut distribusi saling melengkapi, adalah distribusi yang tempatnya tidak bisa dipertukarkan, meskipun dipertukarkan juga tidak akan menimbulkan perbedaan makna. Yang dimaksud dengan distribusi bebas adalah bahwa alofon-alofon itu boleh digunakan tanpa persyaratan lingkungan bunyi tertentu.

4. 2. 3. Klasifikasi Fonem

Fonem-fonem yang berupa bunyi, yang didapat sebagai hasil segmentasi terhadap arus ujaran disebut fonem segmental. Fonem yang berupa unsur suprasegmental disebut fonem suprasegmental atau fonem nonsegmental. Jadi, pada tingkat fonemik, ciri-ciri prosodi itu, seperti tekanan, durasi, dan nada bersifat fungsional, alias dapat membedakan makna.

4. 2. 4. Khazanah Fonem

Adalah banyaknya fonem yang terdapat dalam satu bahasa.

4. 2. 5. Perubahan Fonem

4. 2. 5. 1. Asimilasi dan Disimilasi

Asimilasi adalah peristiwa berubahnya sebuah bunyi menjadi bunyi yang lain sebagai akibat dari bunyi yang ada di lingkungannya, sehingga bunyi itu menjadi sama atau mempunyai ciri-ciri yang sama dengan bunyi yang mempengaruhinya. Sebaliknya, proses disimilasi adalah perubahan yang menyebabkan dua buah fonem yang sama menjadi berbeda atau berlainan.

4. 2. 5. 2. Netralisasi dan Arkifonem

Adanya bunyi /t/ pada posisi akhir kata yang dieja hard adalah hasil netralisasi. Fonem /d/ pada kata hard yang bisa berwujud /t/ atau /d/ dalam peristilahan linguistik disebut arkifonem.

4. 2. 5. 3. Umlaut, Ablaut, dan Harmoni Vokal

Umlaut berasal dari bahasa Jerman, mempunyai pengertian: perubahan vokal sedemikian rupa sehingga vokal itu diubah menjadi vokal yang lebih tinggi sebagai akibat dari vokal yang berikutnya yang tinggi. Ablaut adalah perubahan vokal yang kita temukan dalam bahasa-bahasa Indo Jerman untuk menandai pelbagai fungsi gramatikal. Ablaut berbeda dengan umlaut. Kalau umlaut terbatas pada peninggian vokal akibat pengaruh bunyi berikutnya, maka ablaut bukan pengeruh bunyi berikutnya, dan bukan pula terbatas pada peninggian bunyi, bisa juga pada pemanjangan, pemendekan, atau penghilangan vokal. Perubahan bunyi yang disebut harmoni vokal atau keselarasan vokal terdapat dalam bahasa Turki.

4. 2. 5. 4. Kontraksi

Dalam percakapan yang cepat atau dalam situasi yang informal seringkali penutur menyingkat atau memperpendek ujarannya. Umpamanya, tidak tahu diucapkan ndak tahu.

4. 2. 5. 5. Metatesis dan Epentesis

Proses metatesis mengubah urutan fonem yang terdapat dalam suatu kata. Lazimnya, bentuk asli dan bentuk metatesisnya sama-sama terdapat dalam bahasa tersebut sebagai variasi. Dalam proses epentesis sebuah fonem tertentu, biasanya yang homorgan dengan lingkungannya, disisipkan ke dalam sebuah kata.

4. 2. 5. 6. Fonem dan grafem

Fonem adalah satuan bunyi bahasa terkecil yang fungsional atau dapat membedakan makna kata. Yang paling tidak akurat adalah transkripsi ortografis, yakni penulisan fonem-fonem suatu bahasa menurut sistem ejaan yang berlaku pada suatu bahasa.

 

3 Responses to “Silvia_Dyah_Puspita_Sari-1402408251-Bab_4”

  1. Nanang Sholikhin Says:

    alaw tnya dunk mengapa setiap peneliti memiliki pendapat beda jumlah fonem suatu bahasa?

  2. Silvia Dyah Puspita Sari Says:

    Menurut saya, setiap peneliti mempunyai pemikiran yang berbeda-beda dalam mencari penemuan. Sebenarnya, jumlah jumlah fonem suatu bahasa mempunyai jumlah fonem yang berbeda-beda. Mohon maaf apabila jawaban kurang memuaskan. (Tolong pergunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Setahu saya, kita bukan satu rombel kan? Akan tetapi, terimakasih akan pertanyaan Saudara)

  3. nur zuafah Says:

    terima kasih atas pertanyan yang Anda berikan.
    setiap bunyi bahasa sekecil apapun mempunyai perbedaan dengan bunyi lain akan juga dilambangkan dengan satu huruf atau lambang. huruf atau lambang tersebut dijadikan sebagai penanda arti akan bunyi bahasa yang dimaksud.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s