Tugas Bahasa Indonesia’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Rifqi Fawzi;1402408221 Oktober 24, 2008

Filed under: BAB II — pgsdunnes2008 @ 4:19 pm

Nama : Rifqi Fawzi

NIM   : 1402408221

2. LINGUISTIK SEBAGAI ILMU

Lingustik adalah Ilmu yang mengambil bahan sebagai objek kajiannya. Martinet (1987:19) telaah ilmiah mengenai bahasa manusia.

2.1 KEILMIAHAN LINGUISTIK

Pada dasarnya setiap ilmu termasuk Linguistik, telah mengalami tiga tahap perkembangan sebagai berikut tahap pertama yakni Spekulasi artinya pengambilan kesimpulan tanpa didukung oleh bukti-bukti empiris dan tanpa menggunakan prosedur tertentu. Tahap kedua observasi dan klasifikasi yaitu tahap dimana baru mengumpulkan dan menggolongkan segala faktor bahasa dengan teliti tanpa memberi teori atau kesimpulan apapun. Tahap ketiga adalah perumusan teori pada tahap ini setiap disiplin ilmu berusaha memahami masalah-masalah dasar dan mengajukan pertanyaan mengenai masalah itu berdasarkan data empiris yang dikumpulkan.

Kegiatan empiris bisanya bekerja secaa induktif dan deduktif dengan beruntun artinya kegiatan itu dimulai dengan mengumpulkan data empiris lalu di analisis dan di klasifikasikan dan ditarik kesimpulan umum berdasarkan data empiris atau disebut kesimpulan induktif. Secara deduktif mula-mula dikumpulkan data khusus lalu dari data khusus itu ditarik kesimpulan umum. Namun kebenaran kesimpulan deduktif ini sangat tergantung pada kebenaran kesimpulan kebenaran umum. Linguistik berusdaha mencari keteraturan atau kaidah yang hakiki dari bahan yang ditelitinya yang disebut Ilmu Nomotetik

Ciri-ciri hakiki bahasa seperti pertama bahasa adalah bumi ujaran, maka linguistik melihat bahasa dari bumi. Kedua bahasa itu bersifat unik ketiga bahasa adalah suatu sistem sebagai kumpulan unsur yang erat dengan yang lain mempunyai jaringan hubungan keempat bahasa itu dapat berubah dari waktu ke waktu sejalan dengan perkembangan kelima sifat empirisnya linguistik mendekati bahasa secara deskriptif dan tidak secara preskriptif

.

2.2 SUBDISIPLIN LINGUISTIK

Setiap disiplin ilmu biasanya dibagi atas bidang-bidang bawahan (subdisipin) demikian pula dengan lingustik antaralain Linguistik Umum Linguistik Diskriptif, Linguistik Komperatif, Linguistik Structural, Linguistic Antropologis, dan sebagainya. Penamaan itu berdasarkan kriteria akan dikelompokan subdisiplin linguistik.

.

2.2.1Berdasarkan objek kajiannya,apakah bahasa pada umumnya atau bahasa pada tentunya dpat dibedakan adanya linguistik umum dan linguitik khusus.

Linguistik umum adalah linguistik yang berusaha mengkaji kaidah-kaidah bahasa secara umum.sedangkan linguistik khusus berusha mengkaji kaidah-kaidah bahasa yang berlaku pada bahasa tertentu seperti bahasa jawa.

2.2.2 Berdasarkan objek kajiannya, apakah bahasa pada masa tertentu atau bahasa panjang maa dapat dibedakan adanya linguistik sinkronik dan linguistik diakronik.

Linuistik sinkronik mengkaji bahasa pada masa yang terbatas atau disebut juga linguistk diskriptif. Linguistik dikronik berupaya mengkaji bahasa pada masa yang tak terbatas, biasanya bersifat historis dan komparatif dan juga dikenal sebagai linguistik historis komparatif.

2.2.3Berdasarkan objek kajiannya, apakah struktur internal bahasa atau bahasa itu dalam hubungannya dengan factor-faktor di luar bahasa dibedakan adanya linguistik mikro dan linguistik makro.

Linguistic makro mengarahkan kajiannya pada stuktur internal sutu bahasa tetentu atau stuktur internal suatu bahasa tertentu atau struktur internal pada umumnya.linguistik makro yang menyelidiki bahaa dalam kaitanya dengan faktor-faktor di luar bahasa. Sosiolinguistik adalah subdisiplin linguistik yang mempeljari bahasa dalam hubungan pemakaiannya di masyarakat.

2.2.4Berdasarkan tujuannya, apakah penyelidikan linguistik itu semata-mata untuk perumusan teori ataukah untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari bisa dibedakan adanya linguitik teoritis dan linguistik terapan.

Linguistik teoritis berusaha mengdakan penyelidikan terhadap bahasa atau bahasa-bahasa, atau juga terhadap hubungan bahasa dengan factor-faktor yang barada di luar bahasa hanya untuk menemukan kaidah-kaidah yang berlaku dalam objek kajiannya itu. Sedangkan linguistik terapan berusaha mengadakan penyelidikan terhadap bahasa atau bahasa atau hubungan bahasa dengan faktor-faktor di luar bahasa untuk kepentingan memecahkan masalah prakti s yang terdapat dalam masyarakat.

2.25 berdasarkan teori atau aliran yang digukan dalam penyelidikan bahasa dikenal Linguistik Tradisional, Linguistik Structural, Linguistik Transformasional, Linguistik Generatif, Linguistik Semantic, Linguistik Relational, Linguistik Sistemik.

Di luar bidang yang sudah dibicarakan ada bidang lain yaitu linguistik sejarah yang barusaha menyelidiki parkembangan seluk beluk ilmu lingustik itu sendiri dari masa ke masa.

2.3 ANALISIS LINGUISTIK

Analisis linguistik dilakukan terhadap bahasa, atau terhadap semua tataran tingkat bahasa.

2.3.1 Stuktur, Sistem, Distribusi

Bapak linguistik modern, Ferdinand De saussure(1857-1913) membedakan dua jenis hubungan yaitu relasi sintagmatik dan relasi asosiatif. Relasi sintagmatik adalah hubungan yang terdapat antara satuan bahasa di dalam kalimat yang kongkrit tertentu, sedangkan relasi ososiatif adalah hubungan yang terdapat dalam bahasa, namun tidak tanpak dalam susunan, satuan kalimat. Oleh Louis Hjelmsleu istilah asositif diganti dengan paradigmatik dan berlaku pada semua.

Stuktur adalah sunan bagian-bagian kalmat atau konstituen kalimat secara linea. Sedangkan hubungan antara bagian-bagian kalimat tertentu dengan kalimat yang lainnya kita sebut sistem. Sistem pada dasarnya menyangkut masalah distribusi. Menurut Leonard Bloomffield distribusi adalah menyangkut masalah dapat tidaknya penggantian suatu kontituen tertentu dalam kalimat tertenteu dengan konstituen lain.

2.3.2 Analisis Bawahan Langsung

Analisis bawahan langsung adalah suatu tehknik dalam menganalisis unsur-unsur atau konstituen-konstituen yang membangun suatu satuan bahasa, enteh satuan kata, satuan frase, satuan klausa maupun satuan kalimat. Manfaat analisis bawahan lasung adalah untuk menghindari keambiguan karena satuan-satuan bahasa yang terkait pada konteks wacananya dapat di pahami dengan analisis tersebut.

2.3.3 Analisis Rangkaian Unsur dan Analisis Proses Unsur

Analisis rangkaian unsur mengajarkan bahwa setip satuan bahasa dibentuk atau ditata dari unsur-unsur lain. Beda dengan analisis proses unsur menganggap satuan bahasa adalah murupakan hasil dari suatu proses pembentukan.

2.4 MANFAAT LINGUISTIK

a. Llinguistik dapat membantu dalam menyelesaikan dan melaksakan tugas.

b. Pengetahuan linguistik sangat penting bagi guru bahasa dan guru bidang.

c. Untuk menerjemahkan bahasa yang satu ke bahasa yang lain.

d. Untuk menyusun kamus

Untuk menyusun buku pelajaran atau teks selain itu linguistik bermenfaat bagi para negarawan atau politikus antalain:

1. Sebagai bangsawan atau politikus yang harus memperjuangkan ideologi dan konsep-konsep kengaraan atau pemerintahan secara lisan dia harus bahasa dengan baik.

2. kalau politikus atau negrwan itu menguasai masalah linguistik dan sosiollinguistik, khususnya dalam kaitannya dengan kemasyarakatannya, maka tentu dia akan dapat meredam dan penyesaian masalah gejolak social yang terjadi dalam masysarakat akibat dari perbedaan dan pertentangan bahasa.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s