Tugas Bahasa Indonesia’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

PEBY NOKA PRASETYA; 1402408283 Oktober 24, 2008

Filed under: BAB II — pgsdunnes2008 @ 8:18 pm

NAMA : PEBY NOKA PRASETYA
NIM : 1402408283

2. LINGUISTIK SEBAGAI ILMU
Linguistik adalah ilmu yang mengambil bahasa sebagai objek kajiaannya. Atau lebih tepat seperti dikatakan Martinet (1987:19) linguistik adalah telaah ilmiah mengenai bahasa

2.1. KEILMIAHAN LINGUISTIK
Tahap-tahap perkembangan yang pernah terjadi dalam setiap
disiplin ilmu. Tahap pertama,yakni tahap spekulasi. Dalam tahap ini pembicaraan mengenai sesuatu dan cara mengambil kesimpulan dilakukan dengan sikap spekulatif. Tahap kedua, tahap observasi dan klasifikasi. Pada tahap ini para ahli di bidang bahasa baru mengumpulkan dan menggolongkan segala fakta bahasa dengan tekiti tanpa memberi teori atau kesimpulan apapun. Tahap ketiga adalah tahap adanya perumusan teori. Pada tahap ini setiap disiplin ilmu berusaha memahamimasalah-masalah dasar dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan berdasarkna data empiris yang di kumpulkan, kemudian dirumuskan hipotesis-hipotesis untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Kemudian menyusun tes untuk menguji hipotesis terhadap fakta-fakta yang ada.
Disiplin ilmu sudah mengalami tiga tahap tersebut. Sehingga linguistik sudah bisa dikatakan sebagai kegiatan ilmiah. Selain itu dalam pengambilan kesimpulan tidak bersifat spekulatif, dan didasarkan pada data yang empiris yakni data yang nyata, ada, yang didapat dari alam wujudanya dapat diobservasi. Kegiatan empiris bekerja secara induktif dan dedukatif. Artinya kegiaatan dimulai dengan mengumpulkan data, lalu dianalisa, dan diklasifikasi, kemudian ditarik kesimpulan. Kesimpulan biasanya disebut kesimpulan induktif

2.2. SUBDISIPLIN LUNGUISTIK
Objek kajian linguistik adalah bahasa yang menjadi fenomena yang tidak bias dilepaskan dalam kehidupan bermasyarakat. Sedangkan kegiatan itu sangat luas maka subdisiplin linguistik menjadi banyak sehingga pelu dikelompokkan bedasarkan kriteria atau dasar tertentu,
2.2.1 Berdasarkan objek kajiannya, apakah bahasa pada umumnya atau bahasa tertentu.
a. Linguistik umum adalah linguistik yang berusaha mengkaji kaidah- kaidah secara umum.
b. Linguistik khusus adalah linguistik yang berusaha mengkaji kaidah bahasa yang berlaku pada bahsa tertentu
2.2.2 Berdasarkan objek kajiannya, apakah bahas pada masa tertentu atau bahasa sepanjang masa
a. Linguistik sinkronik (lingistik deskriptif) yaitu linguistik yang mengkaji bahasa pada masa terbatas.
b. Linguistik diakronik yaitu linguistik yang mengkaji bahasa pada masa tidak terbatas/ histories, komparatif

2.2.3 Berdasarkan objek kajiannya, apakah struktur internal bahasa tertentu atau bahas itu dalam hubungan dengan factor-faktor luar biasa
a. Linguistik mikro yaitu linguistik yang mengarahkan kajiannya pada struktur internal suatu bahasa pada umumnya. Subdisiplinnya yaitu fonologi, morfologi, sintaksis, semantic, leksikologi, morfosintaksis, leksikosemantik.
b. Linguistik makro yaitu linguistik yang menyelediki bahasa dalam kaitannya dengan factor-faktor diluar bahasa. Subdisplinnya yaitu sosiolinguistik, psikolinguistik, antropologilinguitik, etnologilinguistik.
2.2.4. Berdasarkan tujuannya, apakah penyelidikan linguistik linguistik itu semata-mata untuk merumuskan teori ataukah untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari
a. Linguistik teoris, linguistik teoris berusaha mengadakan penyelidikan terhadap bangsa atau bahasa-bahasa atau juga terhadap hubungan bahasa dengan factor-faktor yang berada diluar bahasa hanya untuk menemukan kaidah-kaidah yang berlaku dalam objek kajian itu. Jadi kegiatannya hanya untuk kepentingan teori belaka.
b. Linguistik terapan, linguistik terapan berusaha mengadakanpenyelidikan terhadap bahasa atau hubungan bahsa dengan factor-faktor diluar bahasa untuk kepentingan memecahkan masalah-masalah praktis yang ada dalam kehidupan masyarakat.
2.2.5. Berdasarkan aliran atau teori yang digunakan dalam penyelidikan bahasa
a. Linguistik tradisional
b. linguistik struktiral
c. linguistik transformasional
d. linguistik generatif semantik
e. linguistik relasional
f. linguistik sistematik

2.3. ANALISIS LINGUISTIK
2.3.1 Struktur, system dan distribusi
Bapak linguistik modern,reidian de saussure (1851-1913) dalam bukunya saurse de linguistik generale (1946) membedakan dua jenis hubungan atau relasi yang terdapat antara satuan bahasa didalam kalimat konkret tertentu. Kedua, relasi asosiatif yaitu hubungan yang terdapat dalam bahasa, namun tidak tampak dalam susunan satuan kalimat. Hubungan kalimat baru tampak apabila suatu kalimat dibandingkan dengan kalimat lainnya. Hubungan-hubungan yang terjadi itu disebut bersifat sintagmatis. Jadi hubungan sintagmatis bersifat linear, atau horizontal antara satuan yang satu dengan yang lain yang berada dikiri dan kanannya. Firth, sorang ilmuan Inggris, menyebut hubungan yang bersifat sintagmatik itu adlah struktur. Dan hubungan yang paradigmatik itu dengan istilah system. Jadi struktur adalah susunan bagian-bagian kalimat atau konstituen kalimat secara linear. Struktur dapat dibedakan menurut tataran sistematik bahasanya yaitu menurut susunan fonetis, menurut susunan alofonis, menurut susunan sintaksis.
Sistem pada dasarnya menyangkut masalah distribusi. Menurut Beonard ( tokoh linguis Amerika dengan bukunya Languange, tertib 1933 ), distribusi yaitu hal yang menyangkut dapat tidaknya pergantian suatu konstituen tertentu dalam kalimat tertentu dan konstituen lainnya.
2.3.2 Analisis bawahan langsung
Analis bawahan langsung, sering disebut juga analis unsur langsung, atau analis bawahan terdekat ( Immediate Constituent Analysis ) adalah suatu tehnik dalam menganalisa unsure-unsur atau konstituen-konstituen yang yang membangun suatu satuan bahasa. Mungkin satuan kata, satuan frase, satuan klausa, maupun satuan kalimat. Setiap satuan bahasa secara apriori diamsusikan terdiri dari dua buah konstituen yang langsung menbangun satuan itu.
2.3.3. Analis rangkaian dan analisis prose unsur
Satuan bahasa dapat pula dianalisis menurut tehnik analisi rangkaian unsure dan analisi proses unsur. Satuan bahasa yang dianalisis biasanya terbatas hanya pada satuan morfologi. Analisis rangkaian unsur ( item-and-arrangement ) mengajarkan bahwa setiap satuan bahasa dibentuk atau ditata dari unsure yang lain, misalnya, satuan kedinginan terdiri dari dingin dan dan ke-i-an.
2.4. MANFAAT LINGUISTIK
Setiap ilmu pasti memiliki manfaat setiap praktis bagi kehidupan manusia.begitu juga dengan linguistik .Berikut ini manfaat linguistik.
a. Bagi linguis, Membantu menyelesaikan dan melaksanakan
tugasnya.
b. Bagi penelitian, kritikus dan peminat sastra, membatu dalam
memahami karya-karya sastra dengan lebih baik.
c. Bagi Guru, melatih keterampilan berbahasa, menulis (mengarang) dan dapat dengan mudah menyampaikan mapelnya (guru bidang studi lain).
d. Bagi Penerjemah, untuk memilih terjemahan.
e. Bagi penyusun kamus (leksikografer), membantu menyelesaikan
tugas dalam hal menyusun kamus.
f. Bagi penyusun buku pelajaran atau buku teks, memberi tuntunan
dalam yang tepat dan memilih kosa kata yang sesuai dengan
jenjang usia yamg membacabuku tersebut.
g. Bagi negarawan / politikus, membatu dalam memperjuangkan
ideologi-ideologi kenegaraan atau pemerintah dan membatu
meredakan dan menyelesaikan gejolak sosial dalam masyarakat
akibat dari perbedaan dan pertentangan bahasa.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s