Tugas Bahasa Indonesia’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

NOVITA KHAIRUNISA 1402408128 BAB VII TATARAN LINGUISTIK = SEMANTIK Oktober 24, 2008

Filed under: BAB VII — pgsdunnes2008 @ 8:22 pm

DISUSUN OLEH :

NAMA : NOVITA KHAIRUNISA

NIM : 1402408128

ROMBEL : 3

BAB VII

TATARAN LINGUISTIK (4) :

SEMANTIK

Dalam berbagai kesempatan semantik disebutkan sebagai bidang studi linguistik yang obyek penelitiannya makna bahasa,semantik juga merupakan satu tataran linguistik,kalau istilah ini tetap dipakai harus diingat bahwa status tataran semantik dengan tataran fonologi,morfologi dan sintaksis adalah tidak sama,sebab secara hierarkial satuan bahasa disebut wacana.Chomsky,bapak linguistik transformasi dalam bukunya yang ke-2 menyatakan bahwa semantik merupakan salah satu komponen dari tata bahasa (dua komponen lain adalah sintaksis dan fonologi) dan makna kalimat sangat ditentukan oleh komponen semantik ini.

7.1 Hakikat Makna

Menurut Ferdinant de Saussure setiap tanda linguistik atau tanda tanda bahasa terdiri dari dua komponen yaitu signifian atau yang mengartikan dan signifie atau yang diartikan.Wujudnya berupa pengertian atau konsep yang dimiliki oleh signifian.

7.2 Jenis Makna

Bahasa di gunakan untuk berbagai kegiatan dan keperluan dalam kehidupan bermasyarakat maka makna bahasa pun sangat bermacam-macam bila dilihat dari segi atau pandangan yang berbeda.

  1. Makna Lesikal,Gramatikal dan Kontektual

· Makna Lesikal adalah makna yang ada pada leksemmeski tanpa konteks apapun atau dapat dikatakanmakna yang sebenarnya sesuai hasil observasi indra manusia.

· Makna Gramatikal adalah makna yang bentuk dan proses gramatikalseperti afkrasi,reduplikasi,komposisi atau kalinasasi.Misal dalam proses afiksasi prefiks ber- dengan dasar baju melahirkan makna gramatikal “mengenakan baju”.

· Makna Kontektual adalah makna sebuah leksem (kata) yang berada dalam satu kontek.Makna kontek bisa juga berkenaan dengan situasi,yakni eakyu,tempat dan lingkungan penggunaan bahasa itu.

  1. Makna Referensial dan Makna Non Referensial

Kata dapat bermakna referensial jika terdapat referen atau acuannya.Kata-kata seperti kuda,ger,dan merak termasuk kata-kata referensial karena memiliki acuan dalam dunia nyata.Sebaliknya kata-kata seperti dan,atau,karena termasuk kata-kata yang tidak referensial.Kata-kata yang termasuk prononim seperti dia,saya dan kamu.Kata-kata yang menyatakan waktu ,seperti siang,besuk,dan nanti,kata-kata yang menyatakan ruang seperti dari sini,dari sana,dari situ dan kata-kata penunjuk seperti ini,iti termasuk kata-kata deiktik,yaitu kata yang acuannya tidak menetap pada satu maksud.

3. Makna Denotatif dan Makna Konotatif

Makna denotatif adalah makna asli atau makna sebenarnya yang dimiliki oleh kata.Sedangkan makna konotatif adalah makna lain yang ditambahkan pada makna denotative yang berhubungan dengan nilai rasa dari orang atau kelompok orang yang menggunakan kata tersebut.

4. Makna Konseptual dan Makna Asosiatif

Leech (1916) membagi makna menjadi makna konseptual dan makna asosiatif.Makna konseptual adalah makna yang dimiliki oleh sebuah leksem terlepas dari konteks atau asosiasi apapun.Sedangkan makna asosiatif adalah makna yang dimiliki sebuah leksem atau kata yang berkenaan dengan sesuatu yang berada di luar bahasa.

5. Makna Kata dan Makna Istilah

Setiap kata mempunyai makna.Pada awalnya,makna yang dimiliki sebuah kata adalah makna leksikal,denotative,dan konseptual.Namun dalam penggunaannya makna kata baru menjadi jelas kalau kata itu sudah berada di dalam konteks kalimat atau situasinya.Berbeda dengan kata,istilah mempunyai makna yang pasti,jelas,tidak meragukan,meski tanpa konteks kalimat.Istilah digunakan dalam bidang keilmuan namun pada perkembangan bahasa ada sejumlah istilah yang menjadi kosa kata umum karena sering digunakan.

6. Makna Idiom dan Makna Istilah

Idiom adalah satuan ujaran yang maknanya tidak dapat diramalkan dari makna unsure-unsurnya baik secara leksikal maupun gramatikal.Idiom di bedakan menjadi dua,idiom penuh dan idiom sebagian.Idiom penuh adalah idiom yang semua unsure-unsurnya sudah sudah menjadi satu-kesatuan sehingga makna yang dimiliki berasal dari seluruh kesatuan itu.Sedangkan idiom sebagian adalah idiom yang salah satu unsurnya masih memiliki makna leksikal sendiri.Peribahasa mempunyai makna yang masih dapat ditelusuri dari makna unsur-unsurnya karena adanya asosian antara makna asli dengan maknanya sebagai peribahasa.

7.3 Relasi Makna

Relasi makna adalah hubungan semantik yang terdapat antara satuan bahasa yang satu dengan satuan bahasa yang lainnya.Relasi dapat menyatakan kesamaan makna,pertentangan makna,ketercakapan atau kelebihan makna.

1. Sinonim

Sinonim adalah hubungan semantik yang menyatakan adanya kesamaan makna antara satu ujaran dengan ujaran yang lain.Relasi ini bersifat dua arah,maksudnya kalau A bersinonim dengan B,maka B itu bersinonim dengan A.Dua buah ujaran yang bersinonim maknanya tidak akan persis sama karena dipengaruhi oleh faktor waktu,tempat,dan wilayah,keformalan,social,bidang kegiatan,dan factor nuansa sama.

2. Antonim

Antonim adalah hubungan semantik antara dua buah satuan ujaran yang maknanya menyatakan kebalikan,pertentangan atau kontras antara yang satu dengan yang lain.Hubungan antara dua satuan ujaran yang berantonim juga bersifat dua arah.Antonim dapat dibagi menjadi beberapa jenis,antara lain :

· Antonim yang bersifat mutlak,contoh : hidup >< mati

· Antonim yang bersifat relatif,contoh : besar >< kecil

· Antonim yang bersifat relasional,contoh : suami >< istri

· Antonim yang bersifat hierarkial,contoh : gram >< kilogram

· Antonim yang bersifat majemuk,contoh : berdiri >< duduk,tidur,tiarap

3. Polisemi

Sebuah kata disebut polisemi bila kata tersebut mempunyai makna lebih dari satu,missal kata kepala yang mempunyai makna : bagian tubuh manusia,ketua atau pemimpin,sesuatu yang berada di sebelah atas,atau bagian yang penting.

4. Homonimi

Homonimi yaitu dua buah kata atau ujaran yang bentuknya “kebetulan” sama tapi maknanya berbeda.Sebagai contoh kata bisa,bisa yang berarti racun ular dengan kata bisa yang berarti sanggup.Pada kasus homonimi,istilah lain yang biasa dibicarakan yaitu homofoni dan homografi.Homofoni adalah kesamaan bunyi antara dua kata,tanpa memperhatikan ejaannya.Contoh homofoni yaitu kata “bank” dan “bang”.Istilah homografi mengaju pada bentuk ujaran yang sama ejaannya tetapi ucapan dan maknanya berbeda.Misalnya kata “teras” yang berarti inti dan kata “teras” yang berarti serambi.

5. Hiponimi

Hiponimi adalah semantik antara sebuah kata yang maknanya tercakup dalam makna kata lain dan mempunyai relasi searah.

6. Ambiguiti dan Ketaksaan

Ambiguiti dan ketaksaan adalah gejala terjadinya kegandaan makna karena tafsiran gramatikal yang berbeda.Misalnya bentuk buku sejarah baru yang dapat ditafsirkan menjadi buku sejarah yang baru terbit atau buku yang memuat tentang sejarah zaman baru.

7. Redundansi

Redundansi yaitu berlebih-lebihan dalam menggunakan unsur segmental dalam suatu bentuk ujaran.Misal kalimat bola itu ditendang oleh Dika tidak akan berbeda dengan bola itu ditendang Dika.Jadi penggunaan kata oleh dianggap redundansi.

7.4 Perubahan Makna

Secara diakronis makna suatu kata bisa berubah maksudnya dalam waktu yang relative lama.Hal ini disebabkan oleh faktor perkembangan bidang ilmu dan teknologi,perkembangan pemakaian kata,pertukaran tanggapan indera dan adanya asosiasi yaitu hubungan antara sebuah kata dengan sesuatu yang lain yang berkuenaan dengan bentuk kata itu.Kata mengalami penyempitan makna atau perluasan makna.

7.5 Medan Makna dan Komponen Makna

Kata-kata yang berada dalam satu kelompok disebut kata-kata yang berada dalam satu medan makna(leksikal).Sedangkan usaha untuk menganalisis kata atas unsur-unsur makna yang dimilikinya disebut analisis komponen makna.

Medan Makna

Medan makna adalah seperangkat unsur leksikal yang maknanya saling berhubungan karena menggambarkan bagian dari realitas dalam alam semesta tertentu.Misal nama warna-warna.Kata yang mengelompok dalam satu medan makna dibedakan atas kelompok medan makna kolokasi dan kelompok medan makna medanset.kelompok kolokasi menunjukkan adanya hubungan tempat atau lingkungan yang sama sedangkan kelompok set menunjukkan adanya paradigmatic karena dapat saling di substitusikan.

Komponen Makna

Setiap kata mempunyai komponen yang membentuk keseluruhan makna kata itu komponen makna dapat dianalisis sebagai berikut :

Komponen Makna Ayah Ibu

1. manusia + +

2. dewasa + +

3. jantan +

4. kawin + +

5. punya anak + +

Kesesuaian Semantik dan Sintaksis

Masalah gramatikal dan semantic dapat mempengaruhi diterima atau tidaknya suatu kalimat.Misalnya kalimat kambing yang Pak Udin terlepas lagi bisa menjadi benar kalau dikatakan kambing Pak Udin terlepas lagi.Sebagai catatan konjungsi yang tidak dapat menggabungkan nominan dengan nomina,tetapi dapat menggabungkan nomina dengan obyektifa.

Menurut Chafe (1970) inti sebuah kalimat adalah predikat atau verba.Jadi,verbalah yang menentukan kehadiran konstituen lain dalam sebuah kalimat.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s