Tugas Bahasa Indonesia’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Nadzifa Ulfah_bab 3 Oktober 24, 2008

Filed under: BAB III — pgsdunnes2008 @ 9:18 pm

BAB 3.

OBJEK LINGUISTIK BAHASA

Sebelum kita bahas sebagai objek linguistik kita harus mengetahui dulu apa yang dimaksud dengan bahasa itu sendiri, maka dari itu kita akan menampilkan pengertian bahasa. Menurut Kridalaksana (1985, dan Djoko Kentjono, 1982) bahasa adalah sistem lambang bunyi arbiter yang digunakan oleh para anggota kelompok sosial untuk bekerjasama, berkomunikasi dan mengidentifikasi diri.

Berbeda dengan pengertian bahasa menurut Kridalaksana, maka yang dimaksud dengan bahasa sebagai objek linguistik yaitu:

1. Bahasa sebagai langue

Yaitu suatu objek yang abstrak karena langue itu merupakan sistem suatu bahasa tertentu secara keseluruhan.

2. Bahasa sebagai languge

Merupakan objek yang paling abstrak karena dia berwujud sistem bahasa secara universal.

3. Bahasa sebagai parole yaitu merupakan ujaran yang nyata yang diucapkan oleh para bahasa dari suatu masyarakat bahasa.

Hakikat Bahasa

Berdasarkan definisi bahasa dari Kridalaksana dan dari beberapa pakar lain maka dapat disebutkan ciri-ciri atau sifat yang hakiki dari suatu bahasa, ciri dan sifat itu antara lain sebagai berikut:

1. Bahasa itu adalah sebuah sistem

Yaitu bahasa itu tersusun menurut suatu pola/aturan serta terdiri dari sub-sub sistem atau sistem bawahan.

2. Bahawa berwujud lambang

Yaitu bahasa itu dilambangkan atau disampaikan dalam bentuk bunyi bahasa bukan dalam wujud yang lain yaitu berupa bunyi-bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia.

3. Bahasa berupa bunyi

Yang dimaksud disini adalah satuan bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia yang di dalam fonetik diamati sebagai “fon” dan di dalam fonemik sebagai “fonem”

4. Bahasa itu bersifat arbitrer

Yaitu tidak ada hubungan wajib antara lambang bahasa yang berwujud bunyi itu dengan konsep atau pengertian yang dimaksud oleh lambang tersebut.

5. Bahasa itu bermakna

Ditinjau dari fungsinya yaitu menyampaikan pesan, konsep, ide atau pemikiran. Jadi bentuk-bentuk bunyi yang tidak bermakna yang disampaikan dalam bahasa apapun tidak bisa disebut sebagai bahasa.

6. Bahasa itu bersifat unik

Setiap bahasa di dunia itu mempunyai ciri khas yang spesifik yang tidak dimiliki oleh bahasa lain.

7. Bahasa itu bersifat produktif

Unsur-unsur yang terkandung di dalam bahasa itu dapat dikembangkan menjadi satuan-satuan bahasa yang jumlahnya tidak terbatas sesuai dengan sistem yang berlaku di dalam bahasa tersebut.

8. Bahasa itu bersifat universal

Pada suatu bahasa yang ada di dunia ada ciri-ciri yang sama yang dimiliki oleh setiap bahasa dan tentunya ciri-ciri itu adalah unsur bahasa yang paling umum.

9. Bahasa itu variasi

Bahasa di dunia ini beragam dan bermacam-macam.

10. Bahasa itu bersifat dinamis

Karena bahasa itu selalu berkaitan dengan semua kegiatan manusia dan kegiatan manusia itu selalu berubah hingga akhirnya bahasa juga ikut berubah menjadi tidak tetap, dan menjadi tidak statis tetapi dinamis.

11. Bahasa sebagai alat interaksi sosial

Hal ini sesuai dengan fungsi bahasa itu sendiri sebagai alat komunikasi.

12. Bahasa itu merupakan identitas penuturnya.

BAHASA DAN FAKTOR LUAR BAHASA

Dalam sub bab ini akan dibicarakan tentang masalah bahasa dalam kaitannya dengan kegiatan sosial di dalam masyarakat atau tentang hubungan bahasa dengan masyarakat itu, yang antara lain meliputi:

1. Masyarakat Bahasa

Yang dimaksud masyarakat bahasa yaitu sekelompok orang yang merasa menggunakan bahasa yang sama.

2. Variasi dan status sosial bahasa

Dalam suatu masyarakat tertentu telah membedakan adanya 2 macam variasi bahasa yang dibedakan berdasarkan status pemakainya yaitu:

a) Variasi bahasa tinggi (T)

Variasi bahasa tinggi (T) biasa digunakan dalam situasi-situasi resmi. Misalnya pada pidato kenegaraan, bahasa pengantar dalam pendidikan, khotbah, surat-surat resmi dan buku-buku pelajaran.

b) Variasi bahasa tingkat rendah (R)

Variasi bahasa tingkat rendah (R) biasa digunakan dalam situasi yang tidak formal, seperti di rumah, di warung, di jalan dalam surat-surat pribadi dan dalam catatan-catatan pribadi.

3. Pengguna bahasa

Menurut Hymnes (1974) seorang pakar sosiolinguistik mengatakan bahwa suatu komunikasi dengan menggunakan bahasa harus memperhatikan 8 unsur yang diakronimkan menjadi speaking, yaitu:

Ÿ Setting and scene yaitu dalam berkomunikasi kita harus memperhatikan tempat dan waktu terjadinya percakapan.

Ÿ Participant : orang yang diajak berkomunikasi

Ÿ Ends : maksud dan hasil percakapan

Ÿ Act sequences : maksud (isi) dan bentuk percakapan

Ÿ Key : cara/semangat dalam melakukan percakapan

Ÿ Instrumentalities: jalur percakapan, apakah secara lisan atau bukan

Ÿ Norms : norma perilaku peserta percakapan

Ÿ Genres : ragam bahasa yang digunakan

4. Kontak Bahasa

Kontak bahasa hanya akan terjadi pada masyarakat yang terbuka maksudnya yaitu para anggota masyarakat yang dapat menerima kedatangan anggota baru dari masyarakat lain, dari sinilah akan terjadi yang namanya kontak bahasa sebab bahasa dari masyarakat penerima akan saling mempengaruhi dengan bahasa masyarakat pendatang.

5. Bahasa dan budaya

Sapir-Whorf dalam hipotesisnya menyatakan bahwa bahasa mem-pengaruhi kebudayaan. Jadi segala sesuatu yang dilakukan oleh manusia itu selalu dipengaruhi oleh sifat-sifat bahasanya. Akan tetapi hipotesis ini tidak diikuti banyak orang sehingga muncul suatu pendapat yang merupakan kebalikan dari hipotesis Sapir-Whorf yaitu bahwa kebudayaanlah yang mempengaruhi bahasa. Hal ini dibuktikan bahwa masyarakat yang kegiatannya terbatas seperti masyarakat suku bangsa yang terpencil hanya mempunyai suku kata yang terbatas jumlahnya dibandingkan dengan masyarakat yang terbuka yang kegiatannya sangat luas.

Karena hubungannya yang sangat erat maka kedua hal tersebut dapat dikatakan sebagai sekeping mata uang; sisi yang satu adalah bahasa dan sisi yang lain adalah kebudayaan.

KLASIFIKASI BAHASA

Klasifikasi bahasa itu dibedakan menjadi 4, yaitu:

1. Klasifikasi genetis (geneologis)

Klasifikasi ini didasarkan pada garis keturunan suatu bahasa, artinya suatu bahasa berasal atau diturunkan dari bahasa yang lebih tua. Menurut teori ini suatu bahasa Proto (bahasa tua, bahasa semula) akan pecah dan menurunkan dua bahasa baru atau lebih, lalu bahasa pecahan ini pun akan menurunkan pula bahasa-bahasa yang lain. Yang apabila digambarkan akan seperti batang pohon terbalik (A. Schleicher).

Kelompok bahasa yang termasuk ke dalam klasifikasi genetis, yaitu:

1) Rumpun Indo Eropa (bahasa-bahasa German, Indo-Iran, Armenia, Baltik, Slavik, Roaman).

2) Rumpun Hamito Semit atau Afro – Asiatik

3) Rumpun Chari-Nil

4) Rumpun Dravida

5) Rumpun Austronesia

6) Rumpun Kaukasus

7) Rumpun Finno-Ugris

8) Rumpun Paleo Asiatis atau Hiperbolis

9) Rumpun Ural-Altai

10) Rumpun Sino-Tibet

11) Rumpun bahasa-bahasa Indian

Dari klasifikasi genetis ini dapat diketahui bahwa perkembangan bahasa-bahasa di dunia ini bersifat divergensif yaitu memerah dan menyebar menjadi banyak.

2. Klasifikasi Tipologis

Klasifikasi tipologis ini didasarkan pada kesamaan tipe atau tipe-tipe yang terdapat pada sejumlah bahasa. Tipe ini merupakan unsur tertentu yang dapat timbul berulang-ulang dalam suatu bahasa, unsur itu dapat mengenai bunyi, morfem, kata, frase, kalimat, dsb.

Klasifikasi pada tataran morfologi dapat dibagi menjadi 3 kelompok yaitu:

1) Kelompok I : yang menggunakan bentuk bahasa sebagai dasar klasifikasi nya.

2) Kelompok II : yang menggunakan akar kata sebagai dasar klasifikasi.

3) Kelompok III: yang menggunakan bentuk sintaksis sebagai dasar klasifikasi.

3. Klasifikasi Areal

Klasifikasi areal ini pernah dilakukan oleh Wilhelm Schmidt (1868 – 1954) yang dilakukan berdasarkan adanya hubungan timbal balik antara bahasa yang satu dengan bahasa yang lain di dalam suatu areal atau wilayah tanpa memperhatikan apakah bahasa itu berkerabat secara genetik atau tidak. Yang terpenting yaitu adanya data pinjam-meminjam yang meliputi pinjaman bentuk apa saja dan arti apa saja.

4. Klasifikasi Sosiolinguistik

Klasifikasi sosiolinguistik ini pernah dilakukan oleh William A. Stuart tahun 1962 yang didasarkan pada hubungan antara bahasa dengan faktor-faktor yang berlaku dalam masyarakat, tepatnya berdasarkan status, fungsi, penilaian yang diberikan masyarakat terhadap bahasa itu. Klasifikasi ini dilakukan berdasarkan 4 ciri atau kriteria yaitu:

1. Historisitas : sejarah pemakaian/perkembangan suatu bahasa

2. Standardisasi : statusnya sebagai bahasa baku/tidak baku atau dalam pemakaiannya yaitu formal/tidak formal.

3. Vitalitas : apakah merupakan bahasa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari secara aktif atau tidak.

4. Homogenesitas: berkenaan dengan leksikan dan tata bahasa dari bahasa itu diturunkan.

BAHASA TULIS DAN SISTEM AKSARA

Dalam linguistik bahasa tulis adalah bahasa sekunder. Bahasa tulis bukanlah bahasa lisan yang dituliskan seperti yang terjadi dengan kalau kita merekam bahasa lisan itu ke dalam pita rekaman akan tetapi bahasa tulis sudah dibuat orang dengan pertimbangan dan pemikiran, sebab kalau tidak hati-hati, tanpa pertimbangan dan pemikiran, peluang untuk terjadinya kesalahan dan kesalahpahaman dalam bahasa tulis sangat besar.

Para ahli memperkirakan tulisan itu berawal dan tumbuh dari gambar-gambar yang terdapat di gua-gua di Altamira di Spanyol utara, dan di beberapa tempat lain. Gambar-gambar itu berbentuk sederhana yang secara tidak langsung menyampaikan maksud atau konsep yang ingin disampaikan. Gambar-gambar seperti itu disebut piktogram dan sebagai sistem tulisan disebut pictograf.

Dalam kehidupan manusia aksara ternyata tidak hanya dipakai untuk keperluan menulis saja, tetapi telah berkembang menjadi suatu karya seni yang disebut kaligrafi atau bisa diartikan sebagai seni menulis indah.

Jenis-jenis aksara antara lain:

1) Aksara Piktografis

2) Aksara Ideografis

3) Aksara Syabis

4) Aksara Fonemis

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s