Tugas Bahasa Indonesia’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Fenthi Ayu Mustika_1402408233_bab 3 Oktober 24, 2008

Filed under: BAB III — pgsdunnes2008 @ 7:18 pm

Nama : Fenthi Ayu Mustika

NIM : 1402408233

BAB 3

OBJEK LINGUISTIK BAHASA

1. Pengertian Bahasa

Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbiter yang digunakan oleh para anggota kelompok sosial untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan mengidentifikasi diri.

2. Hakikat Bahasa

a. Bahasa sebagai sistem

Yaitu bahasa terdiri dari unsur-unsur/komponen-komponen yang teratur tersusun menurut pola tertentu dan membentuk suatu kesatuan.

Bersifat sistematis adalah bahasa bukan merupakan sistem tunggal tapi terdiri dari subsitem/sistem bawahan.

Tataran pragmatik adalah kajian mempelajari penggunaan bahasa dengan berbagai aspeknya sebagai sarana komunikasi verbal bagi manusia.

b. Bahasa sebagai lambang

Ilmu semantika/semiologi adalah ilmu yang mempelajari tanda-tanda yang ada dalam kehidupan manusia termasuk bahasa.

Lambang menandai sesuatu yang lain secara konvensional, tidak secara alamiah/langsung.

Tanda adalah suatu/sesuatu yang dapat menandai/mewakili ide, pikiran, perasaan, benda dan tindakan secara langsung dan alamiah.

Tanda :

1. Sinyal / isyarat adalah tanda yang disengaja dibuat oleh pemberi sinyal agar si penerima sinya melakukan sesuatu.

2. Gerak isyarat/gesture adalah tanda yang dilakukan dengan gerakan anggota badan, tidak besifat imperatif seperti sinyal.

3. Gejala/sympton adalah tanda yang tidak disengaja, yang dihasilkan tanpa maksud tanpa alamiah menunjukkan/mengungkapkan sesuatu akan terjadi.

4. Ikon adalah tanda/gambar dari wujud yang diwakilinya.

5. Indeks adalah tanda yang menunjukkan adanya sesuatu yang lain, seperti asap yang menunjukkan adanya api.

Ciri kode sebagai tanda adalah adanya sistem, baik berupa simbol, sinyal, maupun gerak isyarat yang dapat mewakili pikiran, perasaan, ide, benda, dan tindakan yang disepakati untuk maksud tertentu.

c. Bahasa adalah bunyi

Bahasa merupakan lambang yang wujudnya berupa bunyi

Bunyi bahasa adalah bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia.

Bahasa yang primer adalah yang diucapkan sedangkan bahasa yang sekunder adalah bahasa tulisan.

d. Bahasa mempunyai makna

Bahasa mempunyai makna sebab mempunyai fungsi yaitu menyampaikan pesan, konsep, ide atau pikiran.

Berdasar perbedaan tingkatnya, makna bahasa dibedakan menjadi

Ÿ Makna leksikal : makna yang berkenaan dengan morfem atau kata.

Ÿ Makna gramatikal : makna yang berkenaan dengan frase, klausa dan kalimat.

Ÿ Makna pramatik : makna berkenaan dengan wacana.

e. Bahasa itu arbiter

Adalah tidak ada huungan wajib antara lambang bahasa dengan konsep/pengertian yang dimaksud oleh lambang tersebut.

f. Bahasa itu konvensional

Artinya tidak ada hubungan wajib antara lambang bahasa dengan konsep/ pengertian yang dimaksud oleh lambang tersebut.

g. Bahasa itu produktif

Maksudnya meski unsur bahasa itu terbatas tapi dengan jumlah unsur yang terbatas dapat dibuat satuan bahasa yang jumlahnya tidak terbatas, meskipun secara relatif sesuai dengan sistem yang berlaku dalam bahasa.

h. Bahasa itu unik

Artinya setiap bahasa mempunyai ciri khas sendiri yang tidak dimiliki oleh bahasa lain. Ciri khas meliputi sistem bunyi, sistem pembentukan kata, sistem pembentukan kalimat/sistem-sistem lain.

i. Bahasa itu universal

Artinya ada ciri-ciri yang sama yang dimiliki oleh setiap bahasa yang ada di dunia. Ciri universal bahasa : bahasa mempunyai bunyi bahasa yang terdiri dari vokal dan konsonan.

j. Bahasa itu dinamis

Artinya bahasa ikut berubah sesuai dengan kehidupan dalam masyarakat yang tidak tetap dan selalu berubah.

k. Bahasa itu bervariasi

Bahasa menjadi bervariasi sebab latar belakang dan lingkungannya tidak sama.

Variasi bahasa meliputi:

1. Idiolek : variasi bahasa yang bersifat perseorangan

2. Dialek : variasi bahasa yang digunakan oleh sekelompok anggota masyarakat pada suatu tempat/waktu.

3. Ragam : variasi bahasa yang digunakan dalam situasi, keadaan / keperluan tertentu.

l. Bahasa itu manusiawi

Artinya alat komunikasi manusia yang artinya bahasa tersebut hanya milik manusia dan hanya dapat digunakan manusia.

3. Bahasa dan Faktor Luar Bahasa

a. Masyarakat bahasa

Adalah sekelompok orang yang merasa menggunakan bahasa yang sama.

b. Variasi dan status sosial bahasa

Bahasa bervariasi karena anggota masyarakat penutur bahasa sangat beragam dan bahasa digunakan untuk keperluan yang beragam.

Diaglosia : perbedaan variasi bahasa T dan bahasa R, masyarakat yang mengadakan perbedaan disebut masyarakat diglosis.

c. Penggunaan Bahasa

Dalam penggunaan bahasa tidak hanya mematuhi kaidah gramatikal, karena bahasa yang digunakan mungkin tidak diterima dalam masyarakat. Unsur yang diperhatikan dalam suatu komunikasi menggunakan bahasa:

Menurut Hymes :

1. Setting / scene : berkenaan dengan tempat dan waktu terjadinya percakapan.

2. Participans : orang yang terlibat dalam percakapan.

3. Ends : maksud dan hasil percakapan.

4. Acs Sequences : hal yang menunjuk pada bentuk dan isi percakapan.

5. Key : menunjuk pada cara/semangat dalam melaksanakan percakapan.

6. Instrumentalities : menunjuk pada jalur percakapan (lisan/bukan)

7. Norms : menunjuk pada norma perilaku peserta percakapan.

8. Genres : menunjuk pada kategori/ragam bahasa yang digunakan.

d. Kontak bahasa

Adalah anggota dari masyarakat dapat menerima kedatangan anggota masyarakat lain. Akibat adanya kontak bahasa :

1. Interferensi : terbawa masuknya unsur bahasa lain ke dalam bahasa yang sedang digunakan sehingga tampak adanya penyimpangan kaidah bahasa yang sedang digunakan.

2. Integrasi : unsur bahasa lain terbawa masuk, sudah dianggap, diperlukan, dan dipakai sebagai bagian bahasa yang menerimanya.

3. Alih kode : beralihnya penggunaan suatu kode dalam kode yang lain.

4. Campur kode : 2 kode / lebih digunakan bersama tanpa alasan, terjadi dalam situasi santai.

e. Bahasa dan budaya

Menurut Edward Sapir dan Benjamin Lee Whorf (hipotesis Sapir Whorf) bahasa mempengaruhi kebudayaan atau bahasa itu mempengaruhi cara berpikir dan bertindak dalam anggota masyarakat penuturnya.

4. Klasifikasi Bahasa

Menurut Greenberg klasifikasi mempunyai syarat yaitu non arbiter (tidak boleh semaunya/harus ada satu kriteria), ekshaustik (tidak ada sisanya), dan unik.

Jenis klasifikasi:

a. Klasifikasi genetis/geneologis

Dilakukan berdasarkan garis keturunan bahasa-bahasa itu yaitu diturunkan dari bahasa yang lebih tua.

Klasifikasi ini menunjukkan perkembangan bahasa di dunia bersifat divergensif : memecah dan menyebar menjadi banyak, tapi pada masa mendatang situasi politik dan perkembangan teknologi komunikasi yang semakin canggih dapat terjadi perkembangan yang konvergensif.

b. Klasifikasi tipologis

Dilakukan berdasarkan kesamaan tipe pada sejumlah bahasa. Tipe tersebut timbul berulang yang melipui bunyi, morfem, kata, frase, kalimat, dll. Klasifikasi ini dapat dilakukan pada semua tataran bahasa.

Klasifikasi ini bersifat arbiter tapi tetap ekshaustik dan unik.

c. Klasifikasi areal

Dilakukan berdasarkan adanya hubungan timbal balik antara bahasa yang satu dengan bahasa yang lain dalam suatu areal/wilayah tanpa memperhatikan bahasa berkerabat secara genetik/tidak.

Klasifikasi ini bersifat arbiter karena kontak sejarah bahasa-bahasa memberikan pengaruh timbal balik dalam hal terbatas. Juga bersifat non ekshaustik, masih bersifat tertutup, belum menerima unsur luar, bersifat non unik kemungkinan sebuah bahasa dapat masuk dalam kelompok tertentu.

d. Klasifikasi sosiolinguistik

Dilakukan berdasarkan hubungan antara bahasa dengan faktor yang berlaku dalam masyarakat, berdasar status, fungsi, penilaian yang diberikan masyarakat terhadap tersebut.

Klasifikasi ini dibedakan menjadi 4 ciri, yaitu:

Ÿ Historisitas : berhubungan dengan sejarah perkembangan/pemakaian bahasa.

Ÿ Standarisasi : berhubungan dengan statusnya sebagai bahasa baku/tidak baku atau status pemakaiannya formal/non formal.

Ÿ Vitalitas : berhubungan dengan bahasa mempunyai penutur yang menggunakannya dalam kegiatan sehari-hari secara aktif/tidak.

Ÿ Homogenesitas : berhubungan dengan apakah leksikon dan tata bahasa dari bahasa itu diturunkan.

Dari 4 ciri tersebut klasifikasi menjadi ekshaustik (bahasa di dunia dapat dikelompokkan dalam kelompok tertentu. Hasilnya tidak unik, sebab sebuah bahasa mempunyai status yang berbeda klasifikasi ini bersifat arbiter.

5. Bahasa Tulis dan Sistem Aksara

Dalam linguistik bahasa lisan adalah bahasa primer sedangkan bahasa tulisan adalah sekunder, tapi dalam peranannya dalam kehidupan modern sangat besar sekali. Bahasa tulis bisa menembus waktu dan ruang serta dapat disimpan lama sampai waktu yang tidak terbatas.

Piktogram : gambar-gambar dengan bentuk sederhana yang secara langsung menyatakan maksud/konsep yang disampaikan sebagai sistem tulisan disebut piktograf.

Aksara silabus : aksara paku yang tidak untuk menyatakan gambar, gagasan/ kata melainkan untuk menyatakan suku kata.

Aksara fenesia : setiap aksara melambangkan satu konsonan yang diikuti satu vokal terdiri dari 22 suku kata.

Tulisan silabis orang feneshia diambil oleh orang Yunani dan mengembangkan tulisan yang bersifat alfabetis : menggambarkan setiap konsonan dan vokal dalam satu huruf.

Aksara Yunani diambil orang Romawi/Latin disebarkan dan tiba di Indonesia dikenal dengan bahasa Jawa, bahasa sunda, dll.

Datangnya agama Islam di Indonesia menyebarkan aksara Arab yang digunakan di Malaysia disebut aksara Jawi, di Indonesia (dulu) disebut Arab Melayu/Arab Indonesia, dipakai bahasa Jawa disebut aksara pegon.

Ÿ Huruf : istilah umum graf dan grafem

Ÿ Abjad/alfabet : urutan huruf dalam suatu sistem aksara

Ÿ Graf : satuan terkecil dalam aksara yang belum ditentukan statusnya.

Ÿ Grafem : satuan terkecil dalam aksara yang menggambarkan fonem, suku kata/morfem.

Ÿ Alograf : variasi dari grafem

Ÿ Kaligrafi : seni menulis indah

Ÿ Grafiti : corat-coret di dinding, tembok, pagar, dan lainnya dengan huruf / kata-kata tertentu.

 

2 Responses to “Fenthi Ayu Mustika_1402408233_bab 3”

  1. Siti Asrofah Says:

    Menurut saya resume Anda terlalu berbelit-belit.
    Pertanyaan saya untuk Anda:
    “Berikan contohnya syarat klasifikasi menurut Greenberg?”

  2. laila nurul wahidah Says:

    Menurut saya, resume tentang objek linguistik bahasa yang ditulis oleh saudari fenthi sudah baik, namun dalam penyampaian materi tersebut belum disertakan contoh -contoh mengenai subbab yang dibahas sehingga pembaca kurang memahami materi yang anda sampaikan.

    Terima kasih, mohon maaf apabila ada perkataan yang kurang berkenan dihati anda.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s