Tugas Bahasa Indonesia’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Afrilia Fitriani_1402408150_BAB 6 Oktober 24, 2008

Filed under: BAB VI — pgsdunnes2008 @ 6:29 pm

Afrilia Fitriani

1402408150

Rombel 3

BAB 6

TATARAN LINGUISTIK

SINTAKSIS

Morfosintaksis merupakan gabungan dari morfologi dan sintaksis. Morfologi membicarakan struktur internal kata. Sedangkan sintaksis membicarakan kata hubungannya dengan kata lain.

6. 1. Struktur Sintaksis

Secara umum struktur sintaksis itu terdiri dari susunan Subjek (S) Predikat (P) Objek (O) dan Keterangan (K). Fungsi sintaksis tidak harus selalu berurutan S, P, O, K. Yang menentukan kegeneratifannya bukanlah bentuknya. Melainkan urutan letaknya.

6. 2. Kata sebagai Satuan Sintaksis

Kata sebagai satuan sintaksis yaitu dalam hubungannya dengan unsur-unsur pembentuk satuan sintaksis yang lebih besar yaitu frase, klausa, dan kalimat. Ada dua macam kata:

1. Kata penuh adalah kata-kata yang termasuk kategori nomina, verba, ajektifa, adverbia, dan numerelia.

2. Kata tugas adalah kata-kata yang berkategori preposisi dan konjungsi.

Sedangkan kata itu sendiri adalah satuan gramatikal yang bebas dan terkecil.

6. 3. Frase

Istilah frase digunakan sebagai satuan sintaksis yang satu tingkat berada di bawah satuan klausa, atau satu tingkat berada di atas satuan kata.

6. 3. 1. Pengertian Frase

Adalah gabungan kata yang mengisi salah satu fungsi sintaksis di dalam kalimat.

6. 3. 2. Jenis Frase

1. Frase Eksosentrik

Komponennya tidak mempunyai perilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhannya. Fraase ini dibedakan atas frase eksosentris yang direktif dan non direktif.

2. Frase Endosentrik/frase modifikatif

Salah komponennya itu dapat menggantikan kedudukan keduanya. Dilihat dari kategori intinya dapat dibedakan adanya frase nominal, frase verbal, frase ajektival dan frase numeral.

3. Frase Koordinatif

Komponen pembentuknya terdiri dari dua komponen atau lebih yang sama dan sederajat dan dihubungkan oleh konjungsi koordinatif.

4. Frase Apositif

Frase koordinatif yang kedua komponennya saling merujuk sesamanya.

6. 3. 3. Perluasan Frase

Frase itu dapat diberi tambahan komponen baru sesuai dengan konsep yang akan ditampilkan. Perluasan frase ini tampaknya sangat produktif antara lain karena:

1. Untuk menyatakan konsep khusus. Perluasan ini dilakukan secara bertahap.

2. Pengungkapan konsep kala, modalitas, aspek, jenis, jumlah, ingkar dan pembatas. Dinyatakan dengan unsur leksikal.

Faktor lain yang menyebabkan produktifnya perluasan frase adalah keperluan untuk memberi deskripsi secara terperinci terhadap suatu konsep.

6. 4. Klausa

6. 4. 1. Pengertian Klausa

Klausa adalah satuan sintaksis berupa runtutan kata berkonstruksi predikatif, artinya di dalam konstruksi itu komponen berupa kata atau frase yang berfungsi sebagai predikat, subjek, objek dan keterangan. Klausa berpotensi untuk menjadi kalimat tunggal. Tempat klausa terletak di dalam kalimat.

6. 4. 2. Jenis Klausa

Berdasarkan predikatnya dapat dibedakan menjadi:

1. Klausa bebas adalah klausa yang mempunyai unsur-unsur lengkap, sekurang-kurangnya mempunyai subjek dan predikat.

2. Klausa terikat, memiliki struktur yang tidak lengkap.

Berdasarkan kategori unsur segmental yang menjadi predikatnya dapat dibedakan menjadi:

a. Klausa normal yang predikatnya berupa frase numerial,

b. Klausa verbal adalah klausa yang predikatnya berkategori verbal

c. Klausa ejektifal adalah klausa yang predikatnya berkategori ajektifa baik berupa kata maupun frase.

d. Klausa nominal adalah klausa yang predikatnya berupa nomina.

e. Klausa adverbal adalah klausa yang predikatnya berupa adverbia.

f. Klausa preposisional adalah klausa yang predikatnya berupa frase yang preposisi.

6. 5. Kalimat

6. 5. 1. Pengertian Kalimat

Merupakan susunan kata-kata yang teratur yang berisis pikiran yang lengkap. Dasar kalimat adalah konstituen dasar dan intonasi final. Intonasi final yang memberi ciri kalimat:

a. Intonasi deklaratif

Dilambangkan dengan tanda titik.

b. Intonasi interogatif

Dilambangkan dengan tanda tanya

c. Intonasi seru

Dilambangkan dengan tanda seru.

6. 5. 2. Jenis Kalimat

Jenis kalimat berdasarkan beberapa dikotomi pembagian yang biasa dilakukan orang:

6. 5. 2. 1. Kalimat inti dan kalimat non inti

6. 5. 2. 2. Kalimat tunggal dan majemuk

Klausanya hanya satu maka disebut kalimat tunggal sedangkan kalimat majemuk terdapat lebih dari satu makna kalimat.

6. 5. 2. 3. Kalimat mayor dan minor

Kalimat mayor adalah kalimat yang klausanya lengkap. Sekurang-kurangnya memiliki unsur subjek dan predikat. Kalimat minor adalah kalimat yang klausanya tidak lengkap, hanya terdiri dari subjek saja, objek saja, atau predikat saja.

6. 5. 2. 4. Kalimat verbal dan non verbal

Kalimat verbal adalah kalimat yang dibentuk dari klausa verbal. kalimat non verbal adalah kalimat yang predikatnya bukan kata/frase verbal. Tipe verba:

1. Kalimat transitif

2. Kalimat intransitif

3. Kalimat dinamis

6. 5. 2. 5. Kalimat bebas dan terikat

Kalimat bebas adalah kalimat yang mempunyai potensi untuk menjadi ujaran lengkap. Kalimat terikat adalah kalimat yang tidak dapat berdiri sendiri sebagai ujaran lengkap.

6. 5. 3. Intonasi Kalimat

Intonasi dapat berwujud tekanan, nada, tempo. Ciri-ciri intonasi:

a. Tekanan menyertai bunyi ujaran

b. Tempo yaitu waktu melafalkan suatu arus ujaran

c. Nada yaitu kenyaringan suatu arus ujaran.

6. 5. 4. Modus dan Aspek

6. 5. 4. 1. Modus

Modus adalah pengungkapan suasana psikologis, perbuatan menurut tafsiran si pembicara. Macam-macam modus:

1. Modus indikatif/deklaratif menunjukkan sikap objektif

2. Modus optatif menunjukkan harapan/keinginan

3. Modus impatif menyataka perintah, larangan, cegahan.

4. Modus interogatif menyatakan pertanyaan.

5. Modus obligatif menyatakan keinginan.

6. Modus desideratif menyatakan keinginan.

7. Modus kondisional menyatakan persyaratan.

6. 5. 4. 2. Aspek

Aspek adalah cara memandang pembentukan waktu secara internal dalam suatu situasi. Macam aspek:

1. Aspek kontinuatif menyatakan perbuatan yang terus berlangsung.

2. Aspek inseptif menyatakan peristiwa yang baru mulai.

3. Aspek progresif menyatakan perbuatan sedang berlangsung.

4. Aspek repetitif menyatakan perbuatan berulang-ulang.

5. Aspek perfektif menyatakan perbuatan-perbuatan sudah selesai.

6. Aspek imperfektif menyatakan perbuatan berlangsung sebentar.

7. Aspek sesatif menyatakan berbuatan berakhir.

6. 5. 4. 3. Kala

Kala atau tenses adalah informasi dalam kalimat yang menyatakan waktu terjadinya perbuatan.

6. 5. 4. 4. Modalitas

Modalitas adalah keterangan yang menyatakan sikap pembicara terhadap hal yang dibicarakan. Jenis modalitas:

a. Modalitas internasional menyatakan keinginan, harapan, permintaan.

b. Modalitas epistemik menyatakan kemungkinan, kepastian dan keharusan.

c. Modalitas deontik menyatakan keizinan atau keperkenaan.

d. Modalitas dinamik menyatakan kemampuan.

6. 5. 4. 5. Fokus

Fokus adalah unsur yang menonjolkan bagian kalimat.

6. 5. 4. 6. Diatesis

Diatisis adalah gambaran hubungan antara pelaku dalam kalimat dengan perbuatan yang dikemukakan.

6. 6. Wacana

6. 6. 1. Wacana adalah satuan bahasa yang lengkap. Dalam wacana terdapat konsep, gagasan, pikiran atau ide yang utuh, yang bisa dipahami oleh pembaca atau pendengar, tanpa keraguan.

6. 6. 2. Alat Wacana

Alat wacaan yang digunakan agar menjadi kohesif:

a. Konjungsi/penghubung

b. Kata ganti

c. Elipsis yaitu penghilangan bagian kalimat yang sama, yang terdapat dalam kalimat.

Aspek yang membuat sebuah wacana kohesif:

1. Menggunakan hubungan pertentangan.

2. Menggunakan hubungan generik-spesifik atau sebaliknya.

3. Menggunakan hubungan perbandingan.

4. Menggunakan hubungan sebab akibat.

6. 6. 3. Jenis Wacana

Jenis wacana sesuai dengan sudut pandang:

a. Wacana lisan.

b. Wacana prosa dan wacana puisi.

c. Wacana narasi dan wacana eksposisi, persuasi, argumentasi.

6. 6. 4. Subsatuan Wacana

Satuan “ide” atau “pesan” yang disampaikan, dapat dipahami pendengar atau pembaca tanpa keraguan.

6. 7. Catatan Mengenai Hierarki Satuan

Satuan linguistik ditentukan dari satuan yang satu tingkat lebih kecil akan membentuk satuan yang lebih besar.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s