Tugas Bahasa Indonesia’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Sulthon Al Farisi-1402908183-bab 8 Oktober 23, 2008

Filed under: BAB VIII — pgsdunnes2008 @ 1:24 pm

Disusun oleh

Sulthon Al Farisi

NIM : 1402908183

Rombel : 5

BAB VIII

SEJARAH DAN ALIRAN LINGUISTIK

8.1 Linguistik tradisional

Dalam pendidikan formal istilah tata bahasa tradisional dan tata bahasa struktural. Tata bahasa tradisional menganalisis bahasa berdasarkan filsafat dan semantik, sedangkan tata bahasa struktural berdasarkan ciri-ciri formal bahasa tertentu.

8.1.1 Linguistik zaman yunani

Pada zaman ini terjadi pertentangan para linguis yaitu pertentangan antara fisis dan nomos, pertentangan antara analogi dan anomali.

8.1.1.1 Kaum sophis

Kaum yang terkenal dalam studi bahasanya karena melakukan kerja secara empiris, menggunakan ukuran tertentu,mementingkan bidang retorika dan membedakan isi kalimat berdasarkan isi atau maknanya.

8.1.1.2 Plato

Membuat buku yang isinya mengemukakan masalah bahasa alamiah dan bahasa konvensional, menyatakan bahwa pikiran manusia dengan perantaraan onomata dan rhemata, membedakan kata dalam onoma dan rhema.

8.1.1.3 Aristoteles

Seorang murid plato yang selalu bertolak dari logika. Dia memberikan pengertian, definisi, konsep, makna dan sebagainya selalu berdasarkan logika.

8.1.1.4 Kaum stoik

Kaum yang telah jauh lebih berhasil dari masa aristoteles karena telah berhasil membedakan tiga komponen utama dari studi bahasa yaitu (1) tanda, symbol, sign (2) semainomen atau lekton (3) hal-hal yang di luar bahasa.

8.1.1.5 Kaun Alexandrian

Mewariskan sebuah buku tata bahasa yang disebut tata bahasa “Dionysius thrax” yang kemudian diterjemahkan dalam bahasa latin yang kemudian dijadikan model dalam penyusunan buku tata bahasa eropa lainnya.

8.1.2 Zaman romawi

Zaman romawi adalah zaman lanjutan dari zaman yunani setelah runtuh, mereka mendapat pengalaman linguistic dari zaman yunani. Tokoh yang terkenal adalah varro dan priscia.

8.1.2.1 Varro

Varro terkenal dengan karyanya yaitu “de lingua Latina” yang berisikan tentang etiomologi dan morfologi.

8.1.2.2 Priscia

Priscia terkenal dengan karyanya yaitu “institutions grammaticae” karena merupakan buku tata bahasa latin yang paling lengkap dan teori bahasanya merupakan tonggak utama pembicaraan bahasa secara tradisional.

8.1.3 Zaman pertengahan

Pada zaman ini studi bahasa mendapat perhatian penuh dari para filsuf skolastik karena dipakai sebagai bahasa gereja, diplomasi, dan ilmu pengetahuan. Dari zaman pertengahan ini terdapat hal penting studi bahasa yaitu kaum modistae, tata bahasa spekulatifa, dan petrus hipanus.

8.1.4 Zaman renaisans

Zaman renaisans dianggap sebagai zaman pembukaan abad pemikiran modern. Ada dua hal pada zaman ini yang menonjol yaitu 1. Sarjana waktu itu menguasai bahasa yunani, ibrani dan bahasa arab. 2. Terdapat perhatian dalam bentuk pembahasan, penyusunan tata bahasa dan perbandingan.

8.2 Linguistik strukturalis

Linguistik strukturalis adalah tata bahasa yang berusaha mendiskripsikan suatu bahasa berdasarkan cirri atau sifat khas yang dimiliki bahasa tersebut.

8.2.1 Ferdinand de saussure

Beliau dianggap sebagai bapak linguistic modern karena pandangan yang dimuat dalam bukunya “course de linguistique generale”. Pandangan yang dimuat dalam buku itu antara lain:

1. telaah sinkronik dan diakronik

2. perbadaan langue dan parole

3. perbedaan significant dan signifie

4. hubungan sintagmatik dan paradigmatic

8.2.2 Aliran praha

Dalam bidang fonologi aliran praha inilah yang pertama membedakan dengan tegas akan fonetik dan fonologi. Fonetik mempelajari bunyi-bunyi itu sendiri sedangkan fonologi mempelajari fungsi bunyi dalam suatu system. Pada aliran praha juga memperkenalkan dan mengembangkan istilah morfologi yaitu bidang yang meneliti struktur fonologis morfem.

8.2.3 Aliran glosematik

Aliran glosematik lahir di Denmark dan meneruskan ajaran Ferdinand de saussure dan dikembangkan ilmu bahasa menjadi ilmu yang berdiri sendiri, bebas dari ilmu lainnya.

8.2.4 Aliran firthian

Teori yang terkenal pada saat ini teori fonologi persodi yaitu suatu cara untuk menentukan arti pada tatanan fonetis.

8.2.5 Linguistik sistemik

Pokok pandangan linguistic sistemik adalah memberikan perhatian penuh segi kemasyarakatan bahasa, memandang bahasa sebagai pelaksana, mengutamakan pemberian cirri, dan mengenal adanya gradasi dan kontinum.

8.2.6 Strukturalis Amerika

Aliran ini berkembang pesat di amerika karena beberapa factor antara lain para linguis amerika mengalami masalah banyaknya bahasa Indian, penolakan mentalistik,sejalan dengan iklim filsafat dimasa itu, dan adanya hubungan baik antar linguis.

8.3 Linguistik transformasional dan aliran sesudahnya

Perubahan total terjadi dengan lahirnya linguistic transformal yang mempunyai pendekatan dan cara yang berbeda dengan linguistic structural.

8.3.1 Tata bahasa transformasi

Setiap tata bahasa dari suatu bahasa adalah merupakan teori dari bahasa itu sendiri dan harus memenuhi du syarat yaitu:

1. kalimat yang dihasilkan harus dapat diterima oleh pemakai bahasa tersebut sebagai bahasa yang wajar.

2. harus berbentuk sedemikian rupa sehingga istilah yang digunakan tidak berdasarkan pada gejala bahasa tertentu saja.

8.3.2 Semantik generatif

Kaum semantic generatif adalah sekekompok orang yang memisahkan diri mereka dari kelompok sebelumnya karena ketidakpuasan terhadap teori Chomsky. Menurut mereka struktur semantic dan sintaksis bersifat homogen dan untuk menghubungkan kedua struktur itu cukup hanya dengan kaidah transformasi saja.

8.3.3 Tata bahasa kasus

Tata bahasa kasus pertama kali diperkenalkan oleh Charles J. Fillmore dalam karangannya yang berjudul “the case of case” . Yang dimaksud dengan kasus dalam teori ini adalah hubungan antara verba dan nomia, verba disni sama dengan predikat sedangkan nomia sama dengan argument.

8.3.4 Tata bahasa relasional

Tata bahasa yang muncul sebagai tantangan langsung terhadap beberapa asumsi mendasar dari teori sintaksis. Tata bahasa relasional juga berusaha mencari kaidah kesemestaan bahasa. Disini setiap struktur klausa terdiri dari jaringan relasional yang melibatkan tiga macam wujud yaitu:

1. nodes

2. relational sign

3. coordinates

8.4 Tentang linguistik di Indonesia

Sebagai negeri yang luas yang dihuni oleh berbagai suku bangsa dan berbagai bahasa daerah yang beda pula, maka Indonesia menjadi medan penelitian linguistic. Awalnya penelitian bahasa di Indonesia dilakukan oleh para ahli belanda dan eropa dengan tujuan kepentingan pemerintahan colonial dan penyebaran agama nasrani. Konsep de saussure kemudian disusul oleh teori dan aliran seperti strukturalisme bloomfield dan transformasi. Perkembangan waktu jualah yang kemudian menyebabkan konsep linguistic modern dapat diterima dan konsep linguistic tradisional mulai agak tersisih. Selain buku keraf sejumlah buku ramlan yang juga menyajikan analisis bahasa secara structural, menyebabkan kedudukan linguistic modern dalam pendidikan formal sangat kuat.

Iklan
 

One Response to “Sulthon Al Farisi-1402908183-bab 8”

  1. Dinar dwie santoso Says:

    Dari: Dinar dwie santoso / 1402408092
    Untuk : Sulthon al farisi / 1402408183
    Pertanyaan : Pada zaman yunani terdapat pertentangan antara fisis dan nomos . jelaskan !


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s