Tugas Bahasa Indonesia’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Safarina, 1402408168, bab 3 Oktober 23, 2008

Filed under: BAB III — pgsdunnes2008 @ 1:52 pm

NAMA : Safarina

NIM : 1402408168

ROMBEL : 04

BAB 3

OBJEK LINGUISTIK

BAHASA

  1. Prenertian Bahasa

Bahasa memiliki lebih dari satu makna, diantaranya adalah sebagai PAROLE,LANGUE,dan LANGAGE. Sebagai objek kajian linguistic , PAROLE merupakan onjek konkret, karena parole berwujud ujaran nyata yang di gunakan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. LANGUE merupakan objek yang abstrak , karena langue berwujud system suatu bahasa tertentu bahasa tertentu secara keseluruhan. Sedangkan LANGAGE merupakan objek yang paling abstrak, karena dia berwujud system bahasa secara unwersal.

Kajian terhadap PAROLE dilakukan untuk mendapatkan kaidah suatu LANGUE, dan dari kajian terhadap LANGUE akan diperoleh kaidah LANGAGE.

Madsalah lain yang berkenaan dengan pengertian bahasa adalah bila mana tuturan tersebut bahasa, yang berbeda dengan bahasa lainya. Dua buah patokan, yaitu patokan linguistik dan patokan politis. Secara LINGUISTIK, dua buah tuturan di anggap sebagai dua bahasa yang berbeda kalau anggota dari dua masyarakat tuturan itu tidak saling mengerti : Misalnya penduduk asli jawa tengah . Sedangkan secara POLITIS misalnya adalah bahasa Indonesia dan bahasa Malaysia, walaupun sama-sama dari bahasa melayu , bahasa Indonesa dan bahasa Malaysia adalah dua bahasa yang berbeda. Bahasa Indonesia dan bahasa nasional bangsa Indonesia , sedangkan bahasa Malaysia adalah bahasa Nasional bangsa Malaysia.

  1. Hakikat Bahasa

Sifat atau cirri-ciri bahasa antara lain :

    1. Bahasa adalah sebuah system

Sistem adalah susunan teratur berpola yang membentuk suatu kesatuan yang bermakna atau berfungsi sebagai sebuah system bahasa bersifat soistematis dan sistemis. SISTEMATIS artinyaBahasa tersebut tersususn menurut pola atau tidak sembarang sedangkan SISTEMIS artinya bahasa bukan merupakan system tunggal tetapi terdiri dari sub- subsistem atau system bawahan , antara lain subsistemfonologi, subsistem morfologi, subsistem sintaksis, dan subsistem semantic.

b. Bahasa sebagai lambing

Lambang dikaji orang kegiatan ilmiah dalam bidang kajian yang di sebut ILMU SEMIOTIKA atau SEMIOLOGI yaitu ilmu yang mempelajari tanda yang ada dalam kehidupan manusia, termasuk bahasa. Dalam SMIOTIKA dibedakan adanya beberapa jenis tanta, antara lain :

· Tanda , adalah sesuatu yang dapat menandai atau memakili ide, pikiran, perasaan, benda, dan tindakan secara langsung dan alamiah.

· Lambang, tidak bersifat langsung dan alamiah, lambing menandai sesuatu yang lain secara konversional.

· Sinyal atau isyarat, adalah tanda yang sengaja di buat oleh pemberi sinyal, agar si penerima sinyal melakukan sesuatu.

· Gerak isyarat (gesture), adalah tanda yang di lakukan dengan gerakan anggota badan.

· Gejala (symplom), adalah suatu tanda yang tidak disengaja , yang di hasilkan tanpa maksud ,tetapi alamiah untuk menunjukan atau mengungkapkan bahwa sesuatu yang diwakilinya.

· Ikon, adalah tanda yang paling mudah pahami karena kemiripanya dengan sesuatu yang di wakilinya.

· Indeks , adalah tanda yang menunjukan adanya sesuatu yang lain, seperti asap yang menunjukan adanya api.

· Kode, citri kode sebagai tanda adalah adanya system,baik yang berupa symbol,sinyal , maupun gerak isyarat yang dapat memakili pikiran, perasaan, ide, benda, dan tindakan yang disepakati untuk maksud tertentu.

c. Bahasa Adalah Bunyi

Bunyi bahasa atau bunyi ujaran adalah satuan bunyi yang dihasilkan oleh ucap manusia. Tetapi tidak semua bunyi yang dihasilakan oleh ucap manusia termasuk bunyi bahasa. Bunyi teriak, bersin, batuk-batuk, dan arokan bukan termasuk bunyi.bahasa ,meskipun dihasilakan oleh ucap manusia, karena semuanya itu tidak termasuk ke dalam system bunyi bahasa.

d. Bahas Itu Bermakna

Karena lambing-lambang itu mengacu pada suatu konsep, ede, atau pikiran , maka dapat dikatakan bahwa bahasa itu mempunyai makna,. Lambang bunyi yang bermakna itu didalam bahasa berupa morfem ,kata ,frase, klausa, kalimat, dan wacana. Mkana yang berkenaan dengan frase, klausa, dan kalimat disebut makna GRAMATIKAL dan yang berkenaan dengan wacana disebut makna PARADIGMA atau makna KONTEKS.

e. Bahasa Itu Arbitrer

Arbitrer adalah tidak adanya hubungan wajib antara lambing bahasa dengan konsep atau pengertian yang dimaksud oleh lambing tersebut. Ferdinana de saussure membedakan aoa yang di sebut significant dan signifie. SIGNIFIANT adalah lambing bunyi itu, sedangkan SIGNIFIE adalah konsep yang di kandung oleh significant. Hubungan antar significant (petanda) yang di sebut bersifat arbitrer, sewenang-wenang,atau tidak ada hubungan wajib diantara keduanya.

f. Bahasa Itu Konfensional

Penggunaan lembaga untuk suatu konsep tertentu bersifat konversional, artinya semua anggota masyarakat bahasa itu mematuhi konvensi bahwa lambing tertentu itu digunakan untuk memakili konsep yang diwakilinya

g. Bahasa Itu Produktif

Bahasa dikatakan produktif, maksudnya, meskipun unsure-unsur bahasa itu terbatas ,tetapi dengan unsur-unsur yang jumlahnyatidak terbatas , sesui denhgan system yang berlaku dalam bahasa itu. Keterbatasan ada dua macam, yaitu keterbatasan pada tingkat PAROLE dan keterbatasan pada tingkat LANGUE, keterbatasan padatingkat PAROLE adalah pada kertidaklaziman atau kebelulaziman bentukyang di hasilkan. Pada tingkat LANGUE keprodutipan itu dibatasi karena kaidah atau system yang berlaku.

h. Bahasa Itu Unik

Bahasa dikatakan bersifat unik, artinya setiap bahasa memiliki cirikas sendiri yang tidak alimiliki oleh bahasa lainnya. Salah satu keunikan bahasa Indonesia adalah bahwa tekanan kata tidak bersifat morfemis. Melainkan siktensis, maksudnya kalau pada kata tertentu didalam kalimat kita berikan tekanan, maka makna kata itu tetap, yang berubah adalah makna keseluruhan kalimat.

i Bahasa itu universal

Bahasa itu bersifat universal,artinya ada ciri-ciri yang sama yang dimiliki oleh setiap bahasa yang ada di dunia. Cirri universal bahasa yang paling umum adalah bahwa bahasa itu mempunyai bunyi bahasa yang terdiri dari vokal dan konsonan juga bahwa setiap bahasa satuan-satuan bahasa yang bermakna, entah satuan yangbernama kata, frase, klausa, kalimat, dan wacana yang dimiliki oleh sejumlah bahasadalam satu rumpun atau satu golongan bahasa.

G Bahasa itu dinamis

Di dalam masyarakat, kegiatan manusia itu tidak tetap dan slalu berbah maka bahasa itu juga menjadi ikut berubah,tidak tetap, dan yidak status, karena itulah bahasa itu disebut dinamis.

k Bahasa itu berfariasi

Ada tiga istilah mengenai variasi bahasa yaitu IDIOLEK, DIALEK, dan, RAGAM. Idiolek adalah variasi atau ragam yang bersifat perseorangan. DIALEK adalah variasi bahasa yang digunakan oleh sekelompok anggota masyarakat pada suatu temapy atau suatu waktu. RAGAM atau RAGAM BAHASA adalah variasi bahasa yang digunakan dalam situasi keadaan, atau untuk keperluan tertentu.

L Bahasa itu manusiawi

Alat komunikasi manusia yang namanya bahasa adalah bersifat manusiawi, dalam arti hanya milik manusua, dan hanya digunakan oleh manusia.

  1. Bahasa dan faktor luar bahasa

a. Masyarakat bahasa

Adalah sekelompok orang yang merasa mengenakan bahasa yang sama.

b. Variasi dan status social bahasa

Ada dua macam variasi bahasa berdasarkan status sosialnya yaitu VARIASI BAHASA TINGGI (T) digunakan dalam situasi resmi dan VARIASI BAHASA RENDAH (R) digunakan dalam situasi tidak formal.

c. Penggunaan Bahasa

Hymes, seorng pakar sosiolinguistik menyatakan bahwa suatu komunikasi dengan menggunakan bahasa harus memperhatikan 8 unsur yang diakronim menjadi “SPEAKING” yakni

· SETTING and SCENE yaitu unsure yang berkenaan dengan dengan tempat dan waktu terjadinya percakapan.

· PARTICIPANT, yaitu orang-orang yang terlibat dalam percakapan.

· ENDS, yaitu maksud dan hasil percakapan.

· ACT SQUENCES, yaitu hal yang menunjuk pada bentuk dan isi percakapan.

· KEY, menujuk pada cara / semangat dalam melaksanakan percakapan.

· INSTRUMENTALITIES, menujuk pada jalur percakapan, lisan atau bukan.

· NORMS, menujukan pada norma perilaku peserta percakapan.

· GENRES ,menujuk pada kategori atau ragam bahasa yang digunakan.

d. Kontak Bahasa

Orang yang hanya menguasai satu bahasa disebut MONOLINGUAL, UNILINGUAL, atau MONOGLOT, yang menguasai dua bahasa disebut BILINGUAL, yang menguasai lebih dari dua bahasa MULTILINGUAL, PLURILIGUAL, atau POLIGLOT. Akibatnya adanya kontak bahasa, dapat terjadi peristiwa atau kasus, salah satunya adalah INTERFERENSI, yaitu adanya unsur bahasa dalam bahasa yang digunakaan, sehingga tampak adanya penyimpangan kaldan dari bahasa yang digunakan itu.

e. Bahasa dan budaya

Bahasa dan budaya memiliki hubungan yang sangtat erat, ada dua pendapat yang berbeda mengenai bahasa dan budaya, yaitu menurut hipotensis sapir-whorf menyatakan bahwa, bahasa mempengaruhi kebudayaan dan pendapat yang berlawanan dari hipotesis sapir-whorf yaitu bahwa kebudayaan mempengaruhi bahasa. Oleh karenanya ada pakar yang menyebut bahwa dan budaya sebagai kembar siam.

  1. Klasifikasi Bhasa
    1. Klasifikasi genetis / geneologis

Dilakukan berdasarkan garis keturunan bahasa itu. Artinya suatu bahasa yang berasal dari bahasa yang lebih tua. Klasifikasi bahasa bersifat DIVERGENSIF yakni memecah dan menyebar menjadi banyak.

    1. Klasifikasi Tripologis

Dilakukan berdasarkan persamaan / tipe-tipe yang terdapat pada sejumlah bahasa.

    1. Klasifikasi Areal

Dilakukan berdasarkan adanya hubungan timbal balik antara bahasa yang satu dengan bahasa yang lain didalam suatu areal atau wilayah, tanpa memperhatikan apakah bahasa itu berkerabat secara genetick atau tidak.

    1. Klisifikasi Sosiolinguistik

Dilakukan berdasarkan hubungan antara bahasa dengan faktor-faktor yang belaku dalam masyarakat, tepatnya berdasarkan status , fubgsi, pendaian yang diberkan masyarakat terhadap bahasa itu.

  1. Bahasa Tulis dan Sistem Akasana

Kelebihan bahasa tulis antara lain, bahasa tulis mampu menembus ruang dan waktu, bahasa tulis dapat disimpan lama sampai waktu yang tak terbatas. Aksana sendiri, awalnya tidak untuk menyatakan gambar, gagasan atau kata,melainkan untuk mmenyatakan suku kata. Salah satu aksara adalah aksara arab,aksara arab tersebar bersama datang nya agama islam. Adanya beberapa istilah antara lain : HURUF adalah istilah umum untuk graf dan grafem. ABJAD atau ALFABET adalah urutan huruf-huruf dalam suatu aksana. AKSARA adalah keseluruhan sistem tulisan. GRAF adalah satuan terkecil dalam aksara yang menggambarkan fonem, suku kata, atau morfem yang tergantung dari sistem aksara yang bersangkutan. ALOGRAF adalah varian dari graham.KALIGRAFI adalah dalam bentuk karya seni. GRAFITI adalah tulisan corat-coret di dinding atau tembok dengan huruf tertentu.

 

3 Responses to “Safarina, 1402408168, bab 3”

  1. surakhmat 1402408327 Says:

    Apakah yang dimaksud sifat sentral dan periferal pada sistem bahasa ?

  2. uswatul hasanah_1402408183 Says:

    Rangkuman yang dituliskan sudah baik karena sudah mencakup keseluruhan materi yang ada.

  3. wahyu Prihatini Says:

    Apa kaitanya bahasa sebagai bunyi dan sebagai lambang? berikan contohnya !


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s