Tugas Bahasa Indonesia’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

MONICA PRATNYA N_1402408069_BAB 8_ROMBEL 5 Oktober 23, 2008

Filed under: BAB VIII — pgsdunnes2008 @ 1:35 pm

Disusun oleh :

Monica Pratnya N (1402408069)

SEJARAH DAN ALIRAN LINGUISTIK

Dalam sejarah perkembangannya linguistik dipenuhi dengan berbagai aliran , paham , pendekatannya dan teknik penyelidikan yang dari luar tampaknya sangan ruwet . salins berlawanan . Beberapa aliran linguistik perba sampai zaman mutahir secara singkat dan bersifat umum .

8.1 LINGUISTIK TRADISIONAL

Istilah tradisional dalam linguistik sering dipertentangkan dengan istilah struktual, sehingga dalam pendidikan formal ada istilah tata bahasa tradisional dan struktual bahasanya merupakan dua hal yang bertentangan sebagai akibat dari pendekatan yang tidak sama terhadap hakikat bahasa.

8.1.1 Linguistik zaman yunani

Masalah pokok yang menjadi pertentangan adalah;

1. pertentangan antar fisis

bahasanya mempunyai hubungan dengan asal-usul, sumberdalam prinsip-prinsip dan tidak dapat diganti

bersifat nomos dengan maksud makna-makna kata itu diperoleh dari hasil tradisi yang mempunyai kemungkinan bisa berubah.

2. bertentangan antara analogi dan aromali

analogi bahasa ini bersifat teratur karena dengan ini orang dapat menyusun tata bahasa.

8.1.1.1 Kaum sophis(abad ke-5 SM)

a. Melakukan kerja secara empiris

b. melakukan kerja secara pasti

c. mementingkan bidang retarika dalam studi bahasa.

d. membedakan tipe-tipe kalimat yang berdasarkan isi dan makna.

8.1.1.2 Plato(429-347 SM)

a. memperdebatkan analogi dan anomali.

b. menyadarkan batasan bahasa.

c. orang yang pertama kali membedakan kata aroma dan rhema.

8.1.1.3 Aristoteles(384-322 SM)

a. menambahkan satu kelas kata atas pembagian yang dibuat gurunya.

b. membedakan jenis kelamin kata (gender) menjadi tiga, yaitu maskulin, feminim, dan neutum.

8.1.1.4 kaum Staik abad-4 SM

a. membedakan studu bahasa secara logika dan tata bahasa.

b. menciptakan istilah khusus untuk studi bahasa.

c. membedakan komponen utama dari studi bahasa.

d.membedakan legein yaitu bunyi bagian fanologi tapitak bermakna dan properetal.

e. membagi jenis kata menjadi empat .

f. membedakan adanya kata kerja komplit dan tidak komplit

8.7.7.5 Kaum Alexandria

Kaum ini menganut paham anologi dalam studi bahasa.

8.1.2 Zaman Romawi

8.1.2.1 Varro dan “De Lingualatina”

a. Etimologi= cabang linguistik yang menyelidiki asal usul kata berupa artinya .

b. Morfologi= cabang lingistik yang mempelajari kata dan bentuknya.

8.1.2.2 Institusiones Granaticae atau tata bahasa Piscia

a. Merupakan buku tata bahasa latin yang paling lengkap yang dituturkan oleh pembicara lainnya.

b. teori tata bahasanya merupakan tonggak – tonggak utama pembicaraan bahasa secara tradisional.

Sesuai yangn patut dibicakan mengenai buku ini yaitu :

a. Fanalogi : hal yang dibicarakan pertama masalah huruf yang disebut literrae yaitu bagian bunyi yang dapat ditulis .

b. Morfologi : mengenai dictio / kata .dictio adalah bagian yang minimum arti sebuah ujaran dan diartikan terpisah dalam makna sebagai satu keseluruhan.

c. Sintaktis : menbicarakan hal yang disebut oratio yaitutata susun tata yang berselaras dan menunjukan kalimat itu selesai .

8.1.3 Zaman Pertengahan

1. Kaum Modistai

Membicarakan tentang fisis dan nomos , analogi dan anomali

2. tata bahasa spekulatif

Merupakan hasil interaksi deskripsi gramatikal bahasa latin kedalam filsafat skalastik

3. Petrus Hispanus

a. dia telah memaksukkan psikologi dalam analisi bahasa

b. dia telah membedakan nomer

c. Dia juga membedakan partes orationes

8.1.4 Zaman renaisance

Zaman ini dianggap sebagai zaman pembukaan abat pemikiran abad modern

8.1.5 Menjelang Lahirnya linguistik modern

Linguistik tradisional bahwa:

a. bahasa tradisional ini tidak dikenal adanya perbedaan antara ujaran tulisan

b. tata bahasanya dideskripsikan denganmengambil patokan dari bahasa lain

c. kaidah bahasa dibuat secara deskriptif

d. persoalan kebahasaanya sering dideskripsikan dengan logika

e. pertemuan terdahulu cenderung untuk selalu dipartahankan

8.2 LINGUISTIK STRUKTURAL

8.2.1 Ferdinand de saussure (1857-1913)

1. telah sinkranik dan diakronik

2. perbedaan langue dan parole

3. perbedaan signifiant dan signifie

4. hubungan sintaggmating dan paradigmatik

Sintogmatik yaitu hubungan antara unsur-unsur yang terdapat dalam suatu tuturan, secara berurutan bersifat linear. Masal:

k↔i↔t↔a

k↔i↔a↔t

k↔a↔i↔t

Hubungan paradigmatik adalah hubungan antara unsur-unsur yang terdapatdalam suatu tuturan dengan yang bersangkutan.

8.2.2 Aliran Praha

Misal: Paku X Buku

Tepas X Tepos

Tari X dari

Adad X Abat

8..2.3 Aliran Glasematik

Analisis bahasa dimulai dari wacana kemudian ujaran itu dianalisis atas Konstituen yang mempunyai hubungan paradikmatis dalam rangka forma.

8.2.4 Aliran Firthilan

Fonologi Prosadi yaitu cara untuk menentukan arti pada tataran fanetis

8.2.5 Linguistik Sistemik

1. SL (Sistematik Linguistik ) memberikan perhatian dalam segi Kemasyarakatan .

2. SL memandang bahasa sebagai “Pelaksana”

3.SL lebih mengutamakan pemberian ciri – ciri bahasa tertentu beserta varialinya.

4. SL mengenal adanya gradasi / Kontinum

5. Menggambarkan 3 tataran utama bahasa

8.2.5 Leonard bloom Field dan Strukturalis Amerika

1. Mendapatkan masalah yang sama

2. Bloom Field yang menolak Mentalistik .

3. Adanya Hubungan yang baik .

8.2.7 Aliran tagmetik

Menurut aliran ini satuan dasar dari Sintaksis adalah tagmen yaitu korelasi antara fungsi Gramatikal dengan sekelompok bentuk- bentuk kata yang dapat saling dipertukarkan mengisi stat tersebut.

8.3 LINGUISTIK TRASFORMASIONAL DAN ALIRAN – ALIRAN SESUDAHNYA

8.3.1 Tata Bahasa Tradisional

1. Kalimat yang dihasilkan harus dapat diterima oleh pemakai bahasa tersebut .

2. Tata Bahasanya Harus dibentuk sedemikian rupa.

8.3.2 Simantik Generatif

8.3.3 Tata bahasa Kasus

Misal OPEN +(…A,I,O)

A: Agen , Pelaku

I :Instrumen , Alat

O: Obyek , Tujuan

8.3.4 Tata Bahasa Relasional

a. Seperangkat Simpal (nodes) yang menampilkan elemen dalam suatu struktur.

b. Seperangkat tanda Relasional

c. Seperangkat “coordinates “

8.4 TENTANG LINGUISTIK DI INDONESIA

8.4.1 Sesuai dengan hasilnya peneliti bahasa – bahasa daerah baru sampai pada tahap deskripsi sederhana mengenai morfologi , sitaksis , serta pencatatan butir – butir lesikal serta pencatatan butir – butir lesikal.

8.4.2 Perkembangan waktujualah yang kemudian mentebabkan kosep – konsep linguistik modern dapat diterima.

8.4.3 Sejalan dengan perkembangan dan makin semaraknya studi lingistik yang tentu saja dibenahi dengan bermunculnya linguistik – linguistik di Indonesia.

8.4.4 Penyelidikan terdapat bahasa darah indonesia dan bahasa nasional Indonesia.

8.4.5 Dalam kajian nahasa nasional Indonesia tercatat nam kridalaksana , kaswanti purwo, Djarwowijdojo.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s