Tugas Bahasa Indonesia’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Anisa Aulia_(1402408290)_BAB 2 Oktober 23, 2008

Filed under: BAB II — pgsdunnes2008 @ 12:40 pm

Nama : Anisa Aulia

N I M : (1402408290)

BAB 2

LINGUISTIK SEBAGAI ILMU

Disusun oleh :

(1402408)

  • Lingusitik adalah ilmu yang mengambil bahasa sebagai obyek kajiannya.

A. Keilmiahan linguistik

Pada dasarnya setiap ilmu telah mengalami 3 tahap perkembangan,yaitu :

1. Tahap Spekulasi

Dalam tahap ini pembicaraan mengenai sesuatu dan cara mengambil kesimpulan dilakukan dengan sikap spekulatif .

Artinya : kesimpulan itu dibuat tanpa didukung oleh bukti-bukti empiris dan

dilaksanakan tanpa prosedur-prosedur tertentu .

2. Tahap observasi dan klarifikasi

Dalam tahap ini para ahli dibidang bahasa dan menggolongkan segala fakta

bahasa dengan teliti tanpa memberi teori atau kesimpulan apapun .

3. Tahap adanya perumusan teori

Dalam tahap ini setiap disiplin ilmu berusaha mendalami / memahami masalahmasalah dasar dan mengjukan pertanyaan – pertanyaan mengenai masalah itu

berdasarkan data empiris yang dikumpulkan . Kemudian dalam disiplin ilmu itu

dirumuskan hipotesis / hipotesis-hipotesis yang berusaha menjawab pertanyanaanpertanyaan itu dan menyusun tes untuk menguji hipotesis-hipotesis terhadap fakta-fakta yang ada .

B. Metode yang digunakan dalam Linguistik

1. Metode Secara Induktif

Mula-mula dikumpulkan data khusus lalu dari data-data khusus ditarik

kesimpulan umum .

2. Metode secara deduktif

Mula – mula dikumpulkan data-data umum lalu dari data – data umum ditarik

kesimpulan khusus.

Linguistik sangat mementingkan data empiris dalam melaksanakan penelitiannya itulah sebabnya bidang semantik tidak / kurang mendapatkan perhatian dalam linguistik strukturalis dulu karena makna yang menjadi obyek simantik yidak dapat diamati secara empiris .

Linguistik berusaha mencari keteraturan / kaidah – kaidah yang hakiki dari bahasa yang ditelitinya karena itu linguistik linguistik sering disebut ilmu sebagai ilmu Nomotenik .

Pendekatan dan pandangan linguistik terhadap objek kajiannya yaitu bahasa .

Pendekatan bahasa sebagai bahasa ini sejalan dengan ciri – ciri hakiki bahasa .

Pertama karenabahasa adalah bunyi ajaran ,kedua karena bahasa itu bersifat unik ,

ketiga karena bahasa adalah suatu sistem , keempat karena bahasa berubah dari

waktu kewaktu ,kelima karena sifat empirisnya .

C. Subdisiplin Linguistik

Setiap disiplin ilmu biasanya dibagi atas bidang – bidang bawahan / cabang –

cabang berkenanan dengan masalah- masalah lain pembagian itu dilakukankarena

obyek menjadikan disiplin ilmu itu sangant luas / menjadi luas karena perkembangan

dunia ilmu.

Bahasa sepanjang masa dapat dibedakan adanya Linguisik sinkronik dan

linguistik diakronik .

1. Linguistik Sinkronik mengkaji bahasa pada masa yang terbatas . Studi Linguistik

Sinkronik ini disebut juga linguistik Deskriptif .

2. Linguistik Diakronik berupaya mengkaji bahasa paa masa yang tidak terbatas .

Kajian linguistik Diakronik ini biasanya bersifat historis dan komparatif .

Bahasa itu dalam hubungan dengan faktor – faktor luar bahasa itu dalam hubunganya dengan faktor – faktor diluar bahasa dibedakan adanya linguistik mikro dan Linguistik Makro .

1. Linguistik Mikro mengarahkan kajiannya pada struktur Internalsuatu bahan

tertentu .

2. Linguistik Makro menyelidiki bahasa dalam kajiannya dengan faktor – faktor dari

luar .

  • Berdasarkan tujuannya penyelidikan Linguistik dapat dibedakan menjadi dua :

1. Linguistik Teoritis berusaha mengadakan penyelidikan terhadap bahasa / bahasa

– bahasa juga terhadap hubungan bahasa dengan faktor – faktor yang berada

diluar bahasa hanya untuk menemukan kaidah – kaidah yang berlaku dalam

obyek kajiannya itu .

2. Linguistik Terapan berusaha mengadakan penyelidikan terhadap bahasa /

hubungan bahasa dengan faktor – faktor yang berada diluar bahasa untuk

kepentingan memecahkan masalah – masalah praktis yang terdapat di

masyarakat.

D. Struktur , Sistem, dan Distribusi

Bapak Linguistik modern “ Ferdinand de Saurseire (1857 – 1913) dalam bukunya

Course de Linguistik General (1916) membedakan adanya dua jenis hubungan / relasi

yang terapan antara satuan – satuan bahasa yaitu relasi sintagmatik dan relasi

asosiasif.

1. Relasi Sintagmatik adalah hubungan yang terdapat antara satuan bahasa didalam

kalimat yang konkret tertentu . Hubungan Sintagmatik bersifat Linear / Horizontal

antara satuan yang satu dengan yang lain yang berada di kiri dan kanannya.

2. Relasi Asosiasif Adalah Hubungan yang terdapat dalam bahasa namun tidak

tampak dalam susunan satuan kalimat. Hubungan asosiasif baru tampak bila suatu

kalimat dibandingkan dengan kalimat yang lain.

Louis Hjmelm ,linguis denmark menganti istilah asosiasif menjadi Paradikmatik.

Sruktur dapat dibedakan menurut tatanan sistematik bahasanya , sistem pada dasarnya

menyangkut masalah distribusi , Distribusi merupakan masalah dapat tidaknya

pergantian suatu konsituen tertentu dalam kalimat tertentu dengan konsituen yang

lain.

E. Analisis Bawahan Langsung

Adalah suatu teknik dalam menganalisis unsur – unsur / konsituen – konsituen

yang membangun satu satuan bahasa , entah suatu kata , satuan frase , satuan klusa

maupun satuan kalimat.

F. Analisis Rangkaian Unsur dan Analisis dan Analisis Proses Unsur

Suatu bagasa dapat pula dianalisis menurut teknik analisis rangkaian unsur dan

analisis proses unsur.

1. Analisis rangkaian unsur mengajarkan bahwa setiap satuan bahasa dibentuk / ditata

dari unsur – unsur lain.

2. Analisis proses unsur menganggap setiap satuan bahasa adalah merupakan hasil

dari proses pembentukan.

G. Manfaat Linguistik

Setiap Ilmu pasti mempunyi manfaat praktis bagi kehidupan manusia begitu

juga dengan Linguistik . Bagi guru pengetahuan Linguistik sangatlah penting mulai

supdisiplin fonologi , morfologi , sampai dengan pengetahuan mengenai hubungan

bahasa dengan kemasyarakatan dan kebudayaan . Guru akan dapat merumuskan

kaidah – kaidah preskriptif dari kaidah – kaidah deskriptif sehingga pelajaran dapat

berhasil dengan baik . Manfaat Linguistik bukan hanya untuk atau bagi guru,

penerjemah , penyusun kamus , dan politikus juga sangat bermanfaat.

Iklan
 

One Response to “Anisa Aulia_(1402408290)_BAB 2”

  1. Apa maksud dari kaidah preskriptif dan kaidah deskriptif?
    Dan bagaimana penerapannya dalam kegiatan belajar mengajardi Sekolah Dasar?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s