Tugas Bahasa Indonesia’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Ali Rodli_1402908215_BAB 5 Oktober 23, 2008

Filed under: BAB V — pgsdunnes2008 @ 12:34 pm

Ali Rodli

NIM : 1402908215

Rombel : 5

BAB V

TATARAN LINGUISTIK (2)

MORFOLOGI)

5.1. Morfem

Morfem adalah satuan gramatikal terkecil yang mempunyai makna sama.

5.1.1. Identitas Morfem

Untuk mengetahuinya dibandingka dengan bentuk-bentuk lain sehingga tahu artinya. Contoh: Morfem =ke, tinggal (ninggal)

Tidak Morfem = lantar (terlantar)

5.1.2. Morf dan Alomorf

Morf adalah realisasi morfem yang belum diketahui status morfemnya.

Alomorf adalah realisasi morfem yang sudah diketahui status morfemnya.

5.1.3. Klasifikasi Morfem

5.1.3.1. Morfem Bebas dan Morfem Terikat

Morfem beebas adalah morfem yang bias hadir tanpa morfem lain. Contoh: pulang, rumah, bagus.

Morfem terikat adalah morfem yang harus digabung dulu baru bisa muncul dalam pertautan. Contoh: juang, henti, gaul.

5.1.3.2. Morfem Utuh dan Morfem Terbagi

Morfem utuh bentuk formalnya merupakan satuan yang utuh. Contoh: meja, kursi

Morfem Terbagi bentuk formalnya adalah satuan yang terpisah. Contoh: kesatuan = satu (ke-an)

5.1.3.3. Morfem Segmental dan Suprasugmental

Morfem Segmental adalah morfem yang berbentuk bunyi.

Morfem Suprasegmental adalah morfem yang dibentuk dari tekanan nada.

5.1.3.4. Morfem Beralomorf Zero

Morfem Beralomorf Zero yaitu morfem yang salah satu alomorfnya berupa kekosongan. Contoh: call kala lampau call

5.1.3.5. Morfem Bernakna Leksikal dan Morfem Tidak Bemakna Leksikal

Morfem Leksikal adalah morfem yang bermakna sendiri tanpa proses morfem lain. Contoh: bangun, jatuh.

Morfem Tidak Leksikal adalah morfem yang harus melalui proses dengan morfem lain. Contoh: ber, me, ter.

5.1.4. Morfem Dasar , Bentuk Dasar, Pangkal (Stem), dan Akar (Root)

Morfem Dasar Bebas yaitu morfem yang langsung menjadi kata. Contoh: meja, kursi.

Morfem dasar diragukan kebebasannya. Contoh: ajar, tulis.

Morfem dasar terikat. Juang, henti, gaul.

5.2. Kata

5.2.1. Hakikat Kata

Hakikat akta yaitu susunan fonem yang urutannya tetap dan tidak dapat diselingi oleh fonem lain serta mempunyai arti yang jelas.

5.2.2. Klasifikasi Kata

Menurut maknanya yaitu verbal, nomina, dan edjektifa.

Menurut fungsinya yaitu konjungsi, adverbial, dan pronominal.

5.2.3. Pembentukan Kata

Menurut Prosesnya yaitu afikasi, reduplikasi, komposisi.

Menurut sifatnya yaitu inflektif dan derifatif.

5.2.3.1. Inflektif

Inflektif adalah perubahan kata yang disesuaikan dengan konjungsi berhubungan dengan kala waktu dan subjek pelakunya. Dalam Bahasa Indonesia tidak berlaku.

5.2.3.2. Derifatif

Derivatif adalah pembentukan yang akan membentuk kata beru yang tidak sama dengan kata dasarnya. Adapun proses pembentukannya: a. Dua tahap. Contoh: ber-atur-an, b. tiga tahap, Contoh ke/-an-tidak-ikut-serta

5.3. Proses Morfemis

5.3.1. Afikasi

Menurut proses pembentukannya yaitu inflektif dan derivative

Menurut posisi melekatnya yaitu prefiks, infiks, sufiks, konfiks, interfiks, dan transfiks.

5.3.2. Reduplikasi

Reduplikasi adalah proses morfemis yang mengulang bentuk dasar baik utuh maupun sebagian.

Proses Reduplikasi infleksional, contoh: meja-meja, kecil,kecil.

Proses Reduplikasi derifasional, contoh: laba-laba yang berarti untung dan hewan.

5.3.3. Komposisi

Komposisi adalah penggabungan morfem dasar dengan morfem dasar baik bebas maupun terikat sampai terbentuk konstruksi baru. Contoh : sapi kecil=anak sapi=pedet.

Komposisi berkembang jadi kata majemuk. Contoh: kumis kucing , mata hati.

5.3.4. Konfersi, Modifikasi, Internal, dan Suplesi.

Konfersi adalah proses pembentukan kata dari sebuah kata menjadi kata lain. Contoh: ayah beli cangkul menjadi cangkul tanah itu (kata kerja)

Modifikasi Internal disebut juga perubahan internal. Contoh: katab= dia laki-laki penulis.

Suplesi disebut juga modifikasi internal yang lain. Contoh: go, went, gone

5.3.5. Pemendekan

Pemendekan yaitu penaggalan bagian-bagian laksem menjadi bentuk singkat. Contoh: DPR= Dewan Perwakilan Rakyat.

5.3.6. Produktivitas Proses Morfemis

Contoh: pahat menjadi memahat.

5.4. Morfofonemik

Morfofonemik adalah peristiwa berubahnya wujud morfemis dalam suatu proses morfologis. Contoh: ber + ajar = belajar

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s