Tugas Bahasa Indonesia’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

WULANDARI(1402408326)BAB II Oktober 22, 2008

Filed under: BAB II — pgsdunnes2008 @ 7:01 pm

Disusun oleh : Wulandari

NIM : 1402408326

PENDAHULUAN

Linguistik adalah ilmu yang mengambil bahasa sebagai objek kajiannya.Atau menurut Martinet (1987:19) telaah ilmiah mengenai bahasa manusia.

Dalam Bahasa Perancis dikenal adanya istilah,yaitu: langue adalah suatu bahasa tertentu misal Bahasa Indonesia, langage adalah bahasa secara umum, dan parole adalah bahasa dalam wujud yang nyata yaitu berupa ujaran.

Ilmu linguistik disebut linguistic umum karena ilmu tersebut tidak hanya mengkaji sebuah bahasa saja,tetepi juga mengkaji seluk beluk bahasa pada umumnya; bahasa yang menjadi alat interaksi social milik manusia (langage).

Bahasa itu bersifat sistemis dan sistematis.Sistemis adalah bahasabukan system tunggal, melainkan terdiri dari beberapa subsistem, yaitu subsistem fonologi, subsistem morfologi, subsistem sintaksis, dan subsistem semantik.

LINGUISTIK SEBAGAI ILMU

  1. Keilmiahan Linguistik

Sebelum membahas keilmiahan linguistic, kita bahas dulu tentang tahap-tahap perkembangan disiplin ilmu.

    1. Tahap pertama adalah tahap spekulasi.

Dalam tahap ini pembicaraan mengenai sesuatu dan pengambilan kesimpulan dilakukan dengan sikap spekulatif.Artinya, kesimpulan dibuat tanpa didukung oleh bukti empiris dan dilaksanakan tanpa prosedur tertentu.

    1. Tahap kedua adalah tahap observasi dan klasifikasi.

Pada tahap ini para ahli bahasa baru mengumpulkan dan menggolongkan fakta bahasa dengan teliti tanpa teori atau kesimpulan apapun.

    1. Tahap ketiga adalah tahap perumusan teori.

Pada tahap ini setiap disiplin ilmu berusaha memehami masalah dasar dan mengajukan pertanyaan mengenai mesalah itu berdasar data empiris yang dikumpulkan. Kemudian disusun hipotesis yang berusaha menjawab pertanyaan itu dan menyusun tes untuk menguji hipotesis dengan fakta yang ada.

Dalam ilmu logika terdapat penalaran induktif dan penalaran deduktif.

a. Secara induktif.

Mula-mula dikumpulkan data-data khusus lalu ditarik kesimpulan umum.

b. Secara deduktif.

Pengambilan kesimpulan mengenai data khusus dilakukan berdasarkan kesimpulan umum yang telah ada.Contohnya adalah penarikan kesimpulan dari premis mayor terhadap premis minor.

Premis Mayor : Semua mahasiswa lulusan SMA.

Premis Minor : Nita seorang mahasiswa.

Kesimpulan : Nita lulusan SMA.

Kebenaran kesimpulan sangat bergantung pada kebenaran premis mayor.

Ciri-ciri bahasa yang merupakan kajian linguistik :

Ø Bahasa adalah bunyi ujaran,

Maka linguistik melihat bahasa sebagai bunyi.Bagi linguistic bahasa lisan adalah primer dan bahasa tulis adalah sekunder.

Ø Bahasa bersifat unik,

Maka linguistic tidak menggunakan kerangka suatu bahasa untuk dikenakan pada bahasa lain.

Ø Bahasa adalah suatu system,

Maka linguistic mendekati bahasa bukan sebagai kumpulan unsure yang terlepas, melainkan sebagai kumpulan unsure yang satu dengan yang lain mempunai jaringan hubungan.

Ø Bahasa dapat berubah dari waktu ke waktu,

Sejalan dengan perkembangan social budaya masyarakat pemakainya, maka linguistic memperlakukan bahasa sebagai sesuatu yang dinamis.

Ø Bahasa bersifat empiris,

Maka linguistic mendekati bahasa secara deskriptif dan tidak secara preskriptif.Artinya, yang penting dalam linguistic adalah apa yang sebenarnya diungkapkan oleh seseorang dan bukan apa yang menurut si peneliti seharusnya diungkapkan.

  1. Subdisiplin Linguistik

v Berdasar objek kajiannya, apakah bahasa pada umumnya atau bahasa tertentu:

· Linguistik umum adalah linguistic yang berusaha mengkaji kaidah-kaidah bahasa secara umum.

· Linguistik khusus adalah linguistic yang berusaha mengkaji kaidah-kaidah bahasa yang berlaku pada bahasa tertentu, seperti Bahasa Jawa, Bahasa Indonesia, dan lain-lain.

v Berdasarkan objek kajiannya, apakah bahasa pada masa tertentu atau bahasa pada sepanjang masa:

· Linguistik sinkronik mengkaji bahasa pada masa yang terbatas. Disebut juga linguistic deskriptif, karena berupaya mendiskripsikan bahasa secara apa adanya pada suatu masa tertentu.

· Linguistik diakronik berupaya mengkaji bahasa pada masa yang tidak terbatas. Kajiannya biasanya bersifat histories dan komparatif.

v Berdasarkan objek kajiannya, apakah struktur internal bahasa atau bahasa itu dalam hubungannya dengan factor di luar bahasa:

· Linguistik mikro mengarahkan kajiannya pada struktur internal suatu bahasa tertentu atau umumnya. Dalam linguistic mikro ada subdisuplin linguistic fonologi, morfologi, sintaksis, semantic, dan leksikologi.

· Linguistik makro menyelidiki bahasa dalam kaitannya dengan factor di luar bahasa. Dalam linguistic makro ada subdisiplin seperti sosiolinguistik, psikolinguistik, antropolinguistik, etnolinguistik, stilistika, filologi, dialegtologi, filsafat bahasa dan neurolinguistik.

v Berdasarkan tujuannya:

· Linguistik teoretis mengadakan penyelidikan terhadap bahasa atau terhadap hubungan bahasa dengan faktor yang berada di luar bahasa hanya untuk menemukan kaidah yang berlaku dalam objek kajiannya.

· Linguistik terapan berusaha mengadakan penyelidikan terhadap bahasa atau hubungan bahasa dengan faktor di luar bahasa untuk kepentingan memecahkan masalah praktis yang terdapat di dalam masyarakat.

v Berdasarkan aliran atau teori yang digunakan dalam penyelidikan bahasa:

· Linguistik tradisional

· Linguistik structural

· Linguistik transformasional

· Linguistik generatif

· Linguistik semantik

· Linguistik relasional

· Linguistik sistemik

  1. Analisis Linguistik
    1. Struktur, Sistem, dan Distribusi

Relasi sintagmatik adalah hubungan yang terdapat antara satuan bahasa di dalam kalimat yang konkret tertentu.

Relasi asosiatif adalah hubungan yang terdapat dalam bahasa, namun tidak tampak dalam susunan satuan kalimat atau disebut dengan istilah paradigmatik.

Hubungan yang bersifat sintagmatik disebut dengan istilah struktur.

Hubungan paradigmatik disebut dengan istilah sistem.

Distributif adalah menyangkut masalah dapat tidaknya penggantian suatu konstituen tertentu dalm kalimat tertentu dengan konstituen lain.

    1. Analisis Bawahan Langsung

Analisis bawahan langsung adalah suatu teknik dalam menganalisis unsur-unsur atau konstituen-konstituen yang membangun suatu satuan bahasa, entah satuan kata, satuan frase, satuan klausa, maupun satuan kalimat.

    1. Analisis Rangkaian Unsur dan Analisis Proses Unsur

Analisis unsur mengajarkan bahwa setiap satuan bahasa dibentuk dari unsur-unsur lain.

Analisis proses unsur menganggap setiap satuan bahasa adalah merupakan hasil dari suatu proses pembentukan.

  1. Manfaat Linguistik

Linguistik akan memberi manfaat langsung kepada mereka yang berkecimpung dalam kegiatan yang berhubungan dengan bahasa.

Karena linguistic memberi pengetahuan mengenai hakikat dan seluk beluk bahasa sebagai satu-satunya alat komunikasi terbaik yang hanya dimiliki manusia, serta bagaimana bahasa itu menjalankan perannya dalam kehidupan manusia bermasyarakat.

Iklan
 

One Response to “WULANDARI(1402408326)BAB II”

  1. yuyun amalia Says:

    terimakasih atas komen dan pertanyaan yang telah anda berikan kepada saya. berikut jawaban saya :
    bagi mahasiswa linguistik berfungsi untuk melatih kita supaya dapat berkomunikasi dengan baik dan benar karena dalam kenyataannya seorang mahasiswa harus bisa berargumentasi di depan banyak orang. maka dari itu ilmu linguistik sangat penting untuk kita terapkan. Sekian


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s