Tugas Bahasa Indonesia’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Windarti_ 1402408201_Bab II Oktober 22, 2008

Filed under: BAB II — pgsdunnes2008 @ 9:46 pm


Nama : Windarti
NIM : 1402408201

LINGUISTIK SEBAGAI ILMU
Linguistik adalah ilmu yang mengambil bahasa sebagai objek kajiannya.

Keilmiahan Linguistik
. Pada dasarnya setiap ilmu, termasuk juga ilmu linguistik, telah mengalami tiga tahap perkembagan sebagai berikut.
Tahap pertama, yakni tahap spekulasi. Artinya kesimpulan itu dibuat tanpa didukung oleh bukti-bukti empiris dan dilaksanakan tanpa prosedur-prosedur tertentu. Tindakan spekulatif seperti ini kita lihat misalnya, dalam bidang geografi dulu orang berpendapat bahwa bumi ini berbentuk datar seperti meja.
Tahap kedua, adalah tahap observasi dan klasifikasi. Pada tahap ini para ahli dibidang bahasa baru mengumpulkan dan menggolong-golongkan segala fakta bahasa dengan teliti tanpa memberi teori atau kesimpulan apapun. Bahasa-bahasa di Nusantara didaftarkan, ditelaah ciri-cirinya, lalu dikelompokkan berdasarkan kesamaan-kesamaan ciri yang dimiliki bahasa-bahasa tersebut. .
Tahap ketiga, adalah tahap adanya perumusan teori. Pada tahap ini setiap disiplin ilmu berusaha memahami masalah-masalah dasar dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan mengenai masalah-masalah itu berdasarkan data empiris yang dikumpulkan.
Disiplin linguistik itu sekarang sudah bisa dikatakan merupakan kegiatan ilmiah. Tindakan tidak spekulatif dalam kegiatan ilmiah berarti tindakan itu dalam menarik kesimpulan atau teori harus didasarkan pada data empiris, yakni data yang nyata ada, yang terdapat dari alam yang wujudnya dapat diobservasi.
Linguistik sangat mementingkan data empiris dalam melaksanakan penelitiannya. Itulah sebabnya, bidang semantik tidak atau kurang mendapat perhatian dalam linguistik strukturalis dulu karena makna, yang menjadi objek semantik, tidak dapat diamati secara empiris.
Kegiatan empiris biasanya bekerja secara induktif dan deduktif dengan beruntun. Artinya, kegiatan itu dimulai dengan mengumpulkan data empiris. Data empiris itu dianalisis dan diklasifikasikan. Lalu ditarik suatu kesimpulan umum berdasarkan data empiris itu. Kesimpulan ini biasanya disebut kesimpulan induktif.. Dalam tata bahasa Indonesia selama ini banyak orang menggunakan kesimpulan umum bahwa kata yang berkelas ajektifa dapat diawali oleh kata sangat. Ini tentunya merupakan kesimpulan umum karena kata-kata seperti jauh, dekat, panjang, pendek, kuat, lemah, tua, dan hitam dapat diawali kata sangat itu.
Dalam ilmu logika atau ilmu menalar selain adanya penalaran secara induktif ada juga penalaran secara deduktif. Secara induktif, mula-mula dikumpulkan data-data khusus, lalu dari data-data khusus ditarik kesimpulan umum. Secara deduktif adalah kebalikannya. Artinya, suatu kesimpulan mengenai data khusus dilakukan berdasarkan kesimpulan umum yang telah ada.

Premis Mayor : Semua mahasiswa lulusan SMA
Premis Minor (data khusus) : Nita seorang mahasiswa
Kesimpulan deduktif : Nita adalah lulusan SMA

Jelas, kesimpulan deduktif “Nita adalah lulusan SMA” adalah tidak benar, meskipun cara penarikan kesimpulanya benar dan sah. Mengapa? Sebab dalam kenyataannya tidak semua mahasiswa adalah lulusan SMA. Jadi kesimpulan itu tidak benar karena premis mayornya tidak benar. Pendekatan bahasa sebagai bahasa ini sejalan dengan ciri-ciri hakiki bahasa dapat dijabarkan dalam sejumlah konsep sebagai berikut:
Pertama, karena bahasa adalah bunyi ujaran, maka linguistik melihat bahasa sebagai bunyi. Artinya bagi linguistik, bahasa lisan adalah primer, sedangkan bahasa tulis adalah sekunder.
Kedua, karena bahasa bersifat unik, maka linguistik tidak berusaha menggunakan kerangka suatu bahasa untuk dikenakan pada bahasa lain.
Ketiga, karena bahasa adalah suatu sistem, maka linguistik mendekati bahasa bukan sebagai kumpulan yang terlepas, melainkan sebagai kumpulan unsur yang satu dengan yang lainnya mempunyai jaringan hubungan.
Keempat, karena bahasa dapat berubah dari waktu ke waktu, sejalan dengan perkembangan sosial budaya masyarakat pemakainya, maka linguistik memperlakukan bahasa sebagai sesuatu yang dinamis. Lalu, karena itu pula, linguistik mempelajari bahasa secara sinkronik dan diakronik. Secara sinkronik artinya, mempelajari bahasa dengan berbagai aspeknya pada kurun yang waktu tertentu atau terbatas. Secara diakronik, artinya mempelajari bahasa dengan berbagai aspek dan perkembangannya dari waktu ke waktu, sepanjang kehidupan bahasa itu. Secara diakronik sering juga disebut studi histori komparatif.
Kelima, karena sifat empirisnya, maka linguistik mendekati bahasa secara deskripstif dan tidak secara prespektif. Artinya, yang penting dalam linguistik adalah apa yang sebenarnya diungkapkan seseorang (sebagai data empiris) dan bukan apa yang menurut si peneliti seharusnya diungkapkan.

Subdisiplin Linguistik
Setiap disiplin ilmu biasanya dibagi atas bidang-bidang bawahan (subdisiplin) atau cabang-cabang berkenaan dengan adanya hubungan disiplin itu dengan masalah-masalah lain. Misalnya ilmu kimia dibagi atas kimia organik dan kimia anorganik; psikologi dibagi atas, antara lain, psikologi klinik dan psikologi sosial.
Mengingat bahwa objek linguistik, yaitu bahasa, merupakan fenomena yang tidak dapat dilepaskan dari segala kegiatan manusia bermasyarakat, sedangkan kegiatan itu sangat luas, maka cabang linguistik menjadi sangat banyak
Berdasarkan objek kajiannya, apakah bahasa pada umumnya atau bahasa tertentu dapat dibedakan adanya linguistik umum dan linguistik khusus.
Linguistik umum: linguistik yang berusaha mengkaji kaidah-kaidah bahasa secara umum. Sedangkan linguistik khusus berusaha mengkaji kaidah-kaidah bahasa yang berlaku pada bahasa tertentu, seperti bahasa Inggris, Indonesia, Jawa.
. Kajian umum dan khusus ini dapat dilakukan terhadap keseluruhan sistem bahasa atau juga hanya pada satu tataran dari sistem bahasa itu.

Berdasarkan objek kajiannya, apakah bahasa pada masa tertentu atau bahasa pada sepanjang masa dapat dibedakan adanya linguistik sinkronik dan diakronik.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s