Tugas Bahasa Indonesia’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

WIDYANITA(1402408166)BAB III Oktober 22, 2008

Filed under: BAB III — pgsdunnes2008 @ 6:51 pm

NAMA : WIDYANITA (KELOMPOK 1)

NIM : 1402408166

BAB III

OBJEK LINGUISTIK: BAHASA

PENGERTIAN BAHASA

Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbiter yang digunakan oleh para anggota kelompok sosial untuk bekerja sama, berkomunikasi dan mengidentifikasikan diri.

HAKIKAT BAHASA

Ciri atau sifat yang hakiki pada bahasa :

  1. Bahasa sebagai system

Maksud dari bahasa adalah system adalah bahasa terdiri dari komponen-komponen yang secara teratur tersusun menurut pola tertentu,dan membentuk suatu kesatuan.

  1. Bahasa sebagai lambang

Bahasa sebagai lambang artinya bahasa merupakan sesuatu yang dapat menandai/mewakili ide, pikiran, perasaan, benda dan tindakan tetapi tidak bersifat langsung dan alamiah.

  1. Bahasa adalah bunyi

Yang dimaksud bunyi pada bahasa ialah satuan-satuan bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia yang di dalam fonetik diamati sebagai “fon” dan dalam fonemik sebagai “fonem”

  1. Bahasa itu bermakna
  2. Bahasa itu arbiter

Yang dimaksud arbiter adalah tidak adanya hubungan langsung yang bersifat wajib antara lambang dengan yang dilambangkan. Misalnya, antara [air] dengan yang dilambangkannya, yaitu “benda cair yang biasa dipakai untuk minum, mandi, atau masak, yang rumus kimianya H2O”. Mengapa bukan dilambangkan dengan bunyi [ria] atau [ari]. Kita tidak dapat menjelaskan hal tersebut karena sifat arbiter itu.

  1. Bahasa itu konvensional

Artinya semua anggota masyarakat bahasa itu mematuhi konvensi bahwa lambang tertentu itu digunakan untuk mewakili konsep yang diwakilinya. Misalnya, dalam bahasa Indonesia binatang berkaki empat yang biasa dikendarai itu dilambangkan dengan bunyi [kuda], maka semua anggota masyarakat Indonesia harus mematuhinya.

  1. Bahasa itu produktif

Artinya meskipun unsure-unsur bahasa itu terbatas, tetapi dengan unsure-unsur itu dapat dibuat satuan-satuan bahasa yang jumlahnya tidak terbatas.

  1. Bahasa itu unik

Artinya setiap bahasa itu memiliki cirri khas sendiri yang tidak dimiliki oleh bahasa lain.

  1. Bahasa itu universal

Maksudnya selain memiliki cirri masing-masing bahasa juga memiliki cirri yang sama yang dimilki oleh setiap bahasa yang ada di dunia.

  1. Bahasa itu dinamis

Dalam kegiatannya di dalam masyarakat kegiatan manusia itu tidak tetap dan selalu berubah, sehingga bahasa itu juga ikut berubah dan tidak tetap sesuai dengan kebutuhan manusia.

  1. Bahasa itu bervariasi

Ada tiga istilah tentang variasi bahasa :

a. Idiolek adalah variasi bahasa yang bersifat perseorangan.

b. Dialek adalah variasi bahasa yang digunakan oleh sekelompok masyarakat.

c. Ragam adalah variasi bahasa yang digunakan dalam keadaan, situasi atau keperluan tertentu.

  1. Bahasa itu manusiawi

Bahasa itu manusiawi, dalam artihanya milik manusia dan hanya dapat digunakan oleh manusia.

BAHASA DAN FAKTOR LUAR BAHASA

  1. Masyarakat bahasa, yaitu sekelompok orang yang merasa menggunakan bahasa yang sama.

2. Variasi dan status sosial bahasa

Ada dua macam variasi bahasa menurut status pemakaiannya :

a. Variasi bahasa tinggi, digunakan dalam situasi resmi, seperti pidato kenegaraan, bahasa pengantar dalam pendidikan, dan buku pelajaran Variasi ini harus dipelajari melalui pendidikan formal.

b. Variasi bahasa rendah, digunakan dalam situasi tidak forma, dipelajari secara langsung dan tidak melalui pendidikan formal

3. Penggunaan bahasa

Dalam penggunaan bahasa harus memperhatikan delapan unsur, yaitu :

a. Tempat dan waktu percakapan.

b. Orang-orang yang terlibat dalam percakapan.

c. Hasil percakapan.

d. Bentuk dan isi percakapan.

e. Cara/semangat dalam melakukan percakapan.

f. Jalur percakapan, lisan atau bukan.

g. Norma perilaku peserta percakapan.

h. Kategori/ragam bahasa yang digunakan.

4. Kontak bahasa

Bahasa satu dengan bahasa yang lain itu saling mempengaruhi.

5. Bahasa dan budaya

Edward Sapir dan Benjamin Lee Whorf mempunyai hipotesis bahwa bahasa mempengaruhi kebudayaan. Dalam hal ini berarti kebudayaan seseorang dapat dilihat dari bahasanya.

KLASIFIKASI BAHASA

1.Klasifikasi genetis, berdasarkan garis keturunan bahasa-bahasa itu, dilakukan berdasarkan criteria bunyi asli dan arti.

2.Klasifikasi tipologis, berdasarkan kesamaan tipe yang terdapat dalam sejumlah bahasa.

3.Klasifikasi Areal, berdasarkan adanya hubungan timbal balik antara bahasa satu dengan yang lain dalam suatu areal tanpa memperhatikan apakah bahasa itu berkerabat secara genetic atau tidak.

4.Klasifikasi Sosiolinguistik, berdasarkan hubungan antara bahasa dengan factor-faktor yang berlaku dalam masyarakat.

BAHASA TULIS DAN SISTEM AKSARA

Ada beberapa jenis system aksara, yaitu:

1. Aksara piktografis, yaitu berupa gambar-gambar sederhana yang langsung menggambarkan benda yang dimaksud. Contohnya, gambar N berarti maksudnya mata.

2. Aksara ideografis, yaitu berupa gambar-gambar yang digunakan untuk menyatakan sifat benda atau konsep yang berhubungan dengan benda itu. Berarti gambar N maksudnya bukan mata melainkan melihat.

3. Aksara silabis, aksara ini tidak lagi menyatakan gambar atau ide, melainkan untuk menyatakan suku kata.

4. Aksara fonemis, yaitu aksara yang menggambarkan setiap konsonan dan vokal dengan satu huruf.

 

3 Responses to “WIDYANITA(1402408166)BAB III”

  1. Ratna Kusumawati Says:

    Dari : Ratna Kusumawati (Nim : 1402408224)
    Untuk : Widyanita (Nim: 1402408166)
    Pertanyaan :
    Apakah pengaruh budaya terhadap bahasa?Berikan contohnya!

  2. nugraheni pustokoweny Says:

    Apakah perbedaan bahasa sebagai lambang dan bahasa sebagai bunyi dilihat dari pengertian secara linguistik?

  3. widyanita Says:

    Menjawab pertanyaan dari Ratna tentang apa pengaruh budaya terhadap bahasa. Bahasa dan budaya saling mempengaruhi. Budaya seseorang dapat dilihat dari budayanya. Misal, orang batak mempunyai budaya yang tegas dan keras. Hal tersebut dapat dilihat dari cara mereka berbicara yang cenderung keras dan ceplas-ceplos, sedangkan orang Jawa cenderung lebih berhati-hati saat berbicara agar tidak menyinggung perasaan lawan bicaranya. Dari sini dapat dilihat bahwa orang Jawa memiliki budaya yang halus dan lemah lembut.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s