Tugas Bahasa Indonesia’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

weni,1402408152,BAB 6 Oktober 22, 2008

Filed under: BAB VI — pgsdunnes2008 @ 7:43 pm

Bab 6

Tataran Linguistik (3)

SINTAKSIS

6.1 SRUKTUR SINTAKSIS

Secara umum struktur sintaksis itu terdiri dari susunan subjek (S) , predikat (P), objek (O) dan keterangan (K). Susunan fungsi sintaksis tidak harus selalu berurutan S,P, O dan K. Urutan yang harus selalu tetap adalah fungsi P dan O sebab kalau tidak kalimatnya tidak berterima.

Ekstensi struktur sintaksis terkecil ditopang oleh :

  1. Urutan kata c. Intonasi
  2. Bentuk kata d. Konektor

6.2 KATA SEBAGAI SATUAN SINTAKSIS

Kata sebagai satuan terkecil dalam sintaksis yaitu dalam hubungannya dengan unsur – unsur pembentuk satuan sintaksis yang lebih besar yaitu frase, klausa dan kalimat. Dalam pembicaraan kata sebagai pengisi satuan sintaksis, harus dibedakan dulu kata penuh dan kata tugas.

6.3 FRASE

Frase adalah satuan gramatikal yang berupa gabungan kata yang bersifat nonpredikatif atau disebut juga gabungan kata yang mengisi salah satu fungsi sintaksis di dalam kalimat.

Jenis frase :

a. Frase Eksosentrik

Dibedakan menjadi : 1. Frase eksosentrik yang direktif

2. Frase eksosentrik yang nondirektif

b. Frase Endosentrik

Dilihat dari kategori intinya dibedakan menjadi 4 :

1. frase nominal 3. frase ajektiva

2. frase verbal 4. frase numeralia

c. Frase Koordinatif

d. Frase Apositif

Salah satu ciri frase adalah frase itu dapat diperluas.

Dalam bahasa Indonesia perluasan frase sangat produktif, karena :

  1. Untuk menyatakan konsep – konsep khusus atau sangat khusus.
  2. Pengungkapan konsep kala, modalitas , aspek, jenis, jumlah ,ingkar dan pembatas.
  3. Keperluan untuk memberi deskripsi secara terperinci terhadap suatu konsep , terutama untuk konsep nomina.

6.4 KLAUSA

Klausa adalah suatu sintaksis berupa runtunan kata – kata berkonstruksi prediktif , artinya di dalam konstruksi itu ada komponen berupa kata atau frase.

Jenis klausa :

Berdasarkan strukturnya dibedakan menjadi :

  1. Klausa bebas
  2. Klausa terikat

Berdasarkan ketegori unsur segmental yang menjadi predikatnya dibedakan menjadi :

a.Klausa verbal

Dibedakan menjadi : 1. klausa transitif 3. klausa reflektif

2. klausa intrasitif 4. klausa resiprokal

b. Klausa nominal

c. Klausa ajektival

d. Klausa adverbial

e. Klausa preposisional

f. Klausa numeral

6.5 KALIMAT

Kalimat adalah susunan sintaksis yang disusun dari konstituen dasar yang biasanya berupa klausa , dilengkapi dengan konjugasi bila diperlukan serta disertai dengan intonasi final.

Jenis kalimat :

  1. Kalimat inti dan kalimat non inti
  2. Kalimat tunggal dan kalimat majemuk

Kalimat majemuk berdasarkan sifat hubungan klausa dibedakan :

    1. Kalimat majemuk koordinatif
    2. Kalimat majemuk subordinatif
  1. Kalimat mayor dan kalimat minor
  2. Kalimat verbal dan kalimat non verbal
  3. Kalimat bebas dan kalimat terikat

6.6 WACANA

Wacana adalah satuan bahasa yang lengkap .

Dalam wacana terdapat konsep , gagasan , pikiran atau ide yang utuh yang bisa dipahami oleh pembaca atau pendengar tanpa keraguan .

Jenis wacana :

  1. wacana lisan
  2. wacana prosa dan puisi
  3. wacana narasi dan wacana eksposisi, persuasi , argumentasi

CATATAN MENGENAI HERARKI SATUAN

Satuan linguistik ditentukan dari satuan yang satu tingkat lebih kecil akan membentuk satuan yang lebih besar.

Iklan
 

One Response to “weni,1402408152,BAB 6”

  1. Shelvianita Mugi Dewanti 1402408253 Says:

    Apa yang dimaksud dengan proses morfologi?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s