Tugas Bahasa Indonesia’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Swastika Retno Edi_1402408078_BAB 3 Oktober 22, 2008

Filed under: BAB III — pgsdunnes2008 @ 7:37 pm

Nama : Swastika Retno Edi

Nim : 1402408078

TATARAN LINGUISTIK (3)

SINTAKSIS

Morfologi dan sintaksis adalah bidang tataran linguistik yang secara tradisional disebut tata bahasa / gramatika. Morfosintaksis yang merupakan gabungan dari morfologi dan sintaksis untuk menyebut kedua bidang sebagai satu bidang pembahasan. Morfologi membicarakan struktur internal kata,sedangkan sintaksis membicarakan kata dalam hubungannya dengan kata lain sebagai suatu satuan ujaran.

Pembahasan sintaksis yang biasa dibicarakan adalah :

1. Struktur sintaksis

2. Satuan – satuan sintaksis yang berupa kata, frase, klausa, kalimat dan wacana.

3. Hal hal lain yang berkenaan dengan sintaksis seperti masalah modus dan aspek.

A. STRUKTUR SINTAKSIS

Kelompok istilah pertama yaitu subjek, predikat, objek dan keterangan adalah

Peristilahan yang berkenaan dengan fungsi sintaksis, Kelompok kedua yaitu istilah nomina, verba, ajektifa dan numerelina adalah peristilahan yang berkenaan dengan kategori sintaksis.Kelompok ketiga yaitu istilah pelaku, penderita dan penerima adalah peristilahan yang berkenaan dengan peran sintaksis. Struktur sintaksis itu terdiri dari susunan subjek, predikat, objek dan keterangan.Chafe (1970) menyatakan bahwa yang paling penting dalam struktur sintaksis adalah fungsi predikat, para ahli tata bahasa tradisional berpendapat bahwa fungsi subjek harus diisi oleh kategori nomina,sedangkan fungsi predikat harus diisi oleh fungsi verba. Fungsi objek harus diisi oleh kategori nomina dan fungsi keterangan harus selalu diisi oleh kategori adverbial.

Kata adalah merupakan verba kopula yang sepadan dengan to be dalam bahasa inggris,maka gramatikal unsur-unsur leksikal yang mengisi fungsi-fungsi sintaksis sangat tergantung pada tipe / jenis kategori kata yang mengisi fungsi predikat dalam stuktur sintaksis itu,yang dimaksud dengan urutan kata ialah letak atau posisi kata yang satu dengan kata yang lain dalam suatu konstruksi sintaksis, perbedaan urutan kata dapat menimbulkan perbedaan makna. Dalam bahasa Indonesia urutan kata itu sangat penting tetapi dalam beberapa bahasa lain terutama bahasa-bahasa berfleksi seperti bahasa latin. Fungsi subjek dalam kalimat dahasa Indonesia lebih umum ditentukan oleh urutan kata / posisi kata itu dari pada bentuk katanya, batas antara sujek dan predikat dalam bahasa Indonesia biasanya ditandai dengan intonasi berupa nada naik dan tekanan. Konektor koordinatif adalah konektor yang menghubungkan dua buah konsistuen yang sama kedudukannya / yang sederajat. Konektor subordinatif

Adalah konektor yang menghubungkan dua buah konsistuen yang kedudukanya tidak sederajat.

B. KATA SEBAGAI SATUAN SINTAKSIS

Kata merupakan satuan terbesar, tetapi dalam tata sintaksis kata merupakan satuan terkacil. Dalam pembicaraan kata sebagai pengsi satuan sintaksis pertama-tama kita bedakan dua macam kata, yaitu pertama kata penuh adalah kata yang secara leksikal memiliki makna mempunyai kemungkinan untuk mengalami proses morfologi merupakan kelas terbuka dan dapat berdiri sendiri sebagai sebuah satuan tuturan.Sedangkan yang kedua adalah kata yang secara leksikal tidak mempunyai makna,tidak mengalami proses morfologi merupakan kelas tertutup dan di dalam pertuturan dia tidak dapat bersendiri. Pada bab morfologi terdahulu ada disebutkan bahwa kata adalah satuan gramatikal yang bebas dan terkecil dan hanya dapat disebut kata penuh saja yang dapat mengisi fungsi-fungsi sintaksis.

C. FRASE

Frase lzim didefinisikan sebagai satuan gramatikal yang berupa gabungan kata yang bersifat non predikatif atau lazim juga disebut gabungan katayang mengisi salah satu fungsi sintaksis di dalam kalimat. Frase itu mengisi salah satu fungsi sintaksis maka salah satu unsure frase itu tidak dapat dipindahkan sendirian.

JENIS FRASE

1. Frase eksosentrik adalah frase yang komponen-komponennya tidak mempunyai perilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhanya.

2. Frase endosentrik adalah frase yang salah satu unsure atau komponenya memiliki perilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhanya.

3. Frase koordinatif adalah frase yang komponen pembentuknya terdiri dari dua komponen atau lebih yang sama dan sederajat dan secara potensial dapat dihubungkan oleh konjungsi koordinatif baik yang tungal maupun terbagi.

4. Frase apositif adalah frase koordinatif yang kedua komponen saling merujuk sesamanya dan oleh karena itu urutan komponennya dapat dipertularkan.

D. PERLUASAN FRASE

Sudah disebutkan dahwa salah satu ciri frase adalah bahwa frase itu dapat diperluas. Dalam bahasa Indonesia perluasan frase ini tampaknya sangat produktif,faktor-faktor yang dapat menyebabkan perluasan frase pertama untuk menyatakan konsep khusus atau sangat khusus atau sangat khusus sekali biasanya diterangkan secara leksikal. Kedua adalah pengungkapan konsep kala modalitas, aspek, jenis, jumlahingkar dan pembatasan tidak dinyatakan dengan unsure leksikal. Faktor lain adalah keperluan untuk memberi deskripsi secara terperinci tehadap suatu konsep, terutama untuk konsep nomina.

E. KLAUSA

Klausa adalah satuan sintaksis berupa runtunan kata-kata berkonstruksi predikatif, artinya didalam konstruksi itu ada komponen berupa frase yang berfungsi sebagai predikat dan yang lain berfungsi sebagai subjek, sebagai objek dan keterangan. Kita telah mengenal istilah-istilah fungsi sintaksis yaitu subjek, predikat, objek dan keterangan.

JENIS KLAUSA

Jenis klausa dapat diperbedakan berdasarkanstrukturnya dan berdasarkan kategori segmental yang menjadi predikatnya. Berdasarkan strukturnya dapat di bedakan adanya klausa bebas dan klausa terikat. Klausa bebas adalah klausa yang mempunyai unsure-unsur lengkap sekurang-kurangnya mempunyai subjek dan predikat dank arena itu mempunyai potensi untuk menjadi kalimat mayor. Berdasarkan kategori unsure segmental yang menjadi predikatnya dapat di bedakan adanya klausa verbal, nominal, ajektifa, adverbial dan perposissional.

Klauasa verbal adalah klauasa yang predikatnya berkategori verba.

Kemudian sesuai dengan adanya berbagai tipe verba maka dikenal adanya,

1. Klausa transitif

2. Klausa intransitive

3. Klausa refleksif

4. Klausa resiprokal

Klausa nominal adalah klausa yang predikatnya berupa nominal atau frase nominal.

Klausa adjektifa adalah klausa yang predikatnya berkategori adjektifa baik berupa kata maupun frase.

Klausa adverbial adalah klausa yang predikatnya berupa adverbial.

Klausa numeral adalah klausa yang predikatnya berupa kata atau frase nimeralia.

Akhirnya perlu dicatat adanya istilah klausa berpusat dan klauasa tak berpusat.klausa berpusat adalah klausa yang subjeknya terikat di dalam predikatnya,meskipun ditempat lain ada nomina atau frase nominal yang juga berlaku sebagai subjek

F. KALIMAT

Kalimat adalah susunan kata-kata yang teratur yang berisi pikiran yang lengk

Ap merupakan definisi umumyang biasa kita jumpai. Dalam bahasa arab kalimat adalah lafal yang tersusun dari dua buah kata atau lebih yang mengandung arti, dan disengaja serta berbahasa arab. Dasar kalimat adalah konstituen dasar dan intonasi final sebab konjungsi baru ada jika di perlukan. Intonasi final yang ada yang memberikan ciri kalimat ada tiga buah yaitu intonasi deklaratif ( ; ), intonasi interogatif ( ? ), intonasi seru ( ! ).

JENIS KALIMAT

Disini kita coba membedakan dan membicarakannya berdasarkan beberapa dikatomi pembagian yang juga biasa dilakukan orang,

1. Kalimat inti dan non inti

Kalimat inti atau kalimat dasar adalah kalimata yang di bentuk dari klausa inti yang lengkap bersifat deklaratif aktif atau netral dan afirmatif.

2. Kalimat tunggal dan kalimat majemuk

Kalimat tunggal adalah apabila klausanya hanya satu dan kalimat majemuk adalah apabila klausanya cuma satu. Kalimat majemuk di bedakan menjadi tiga yaitu majemuk koordinatif, subordinatif dan kalimat majemuk kompleks.

3. Kalimat mayor dan kalimat minor

Kalimat Mayor adalah kalimat yang apabila klausanya lengkap sekurang-kurangnya memiliki unsur subjek dan predikat, sedang kalimat Minor adalah Apabila dalam kalimat itu tidak lengkap, entah hanya terdiri dari subjek saja, predikat saja, objaek saja, ataukah keterangan saja.

4. Kalimat Verbal dan Kalimat Non-Verbal

Kalimat Verba adalah kalimat yang dibentuk dari klausa verbal, atau kalimat yang predikatnya berupa kata / frase yang berkategori verba. kalimat non – verbal adalah yang kalimat predikatnya bukan kata atau frase verbal. Kalimat verba maka biasanya dibedakan pula adanya kalimat transitif, kalimat intransitive, kalimat aktif, kalimat pasif, kalimat dinamis, kalimat statis, kalimat refleksif, kalimat resiprokal dan kalimat ekuatif.

5. Kalimat Bebas dan Kalimat Terikat

Kalimat Bebas adalah kalimat yang mempunyai potensi atau menjadi ujaran lengkap atau dapat memulai sebuah paragraph atau wacana tanpa bantuan kalimat atau konteks lain yang menjelaskan. Kalimat terikat adalah kalimat yang tidak dapat berdiri sendiri sebagai ujaran lengkap, atau menjadi pembuka paragraph atau wacana tanpa bantuan konteks

G. INTONASI KALIMAT

Intonasi merupakan salah satu alat sintaksis yang sangat penting. Intonasi

Merupakan ciri utama yang membedakan kalimat dari sebuah klausa, intonasi dapat diuaraikan atas ciri-cirinya yang berupa tekanan, tempo, dan nada.

H MODUS, ASPEK, KALA, MODALITAS, FOKUS dan DIATESIS

Keenam istilah tersebut biasa muncul dalam pembicaraan mengenai sintaksis.

a. Modus adalah pengungkapan atau pengambaran suasana psikologis pembuatan menurut tafsiran sipembicara atau sikap si pembicara tentang apa yang di ucapkanya.Macam-macam modus yaitu Modus indikatif, Modus optatif, Modus imperative, Modus interogatif, Modus obligatif, Modus desideratif, dan Modus kondisional.

b. Aspek adalah cara untuk memandang pembentukan waktu secara internal di dalam suatu situasi, keadaan, kejadian, atau proses. Macam-macam aspek adalah Aspek kontinuatif, Aspek inseptif, Aspek progresif, Aspek perfektif dan Aspek sesatif.

c. Kala atau tenses adalah informasi dalam kalimat yang menyatakan waktu terjadi pembuatan, kejadian,tindakan atau pengalaman yang disebut di dalam predikat.

d. Modalitas adalah keterangan dalam kalimat yang menyatakan sikap pembicara terhadap hal yang di bicarakan yaitu mengenai perbuatan keadaan dan peristiwa atau juga sikap terhadap lawan bicaranya.

e. Fokus adalah unsure yang menonjolkan bagian kalimat sehingga perhatian pendengar atau pembaca tertuju pada bagian itu.

f. Diatesis adalah gambaran hubungan antara pelaku atau peserta dalam kalimat dengan perbuatan yang dikemukakan dalam kalimat itu.

I. WACANA

Wacana adalah Satuan bahasa yang legkap sehingga dalam hierarki gramatikal merupakan satuan gramatikal tertinggi atau terbesar.

a. Alat wacana : Konjungsi, kata ganti dan ellipsis.

b. Jenis wacana : Lesan dan Tertulis.

c. Sub satuan wacana, dari pembicaraan diatas dapat di katakana bahwa wacana adalah satuan bahasa yang utuh dan lengkap.

 

One Response to “Swastika Retno Edi_1402408078_BAB 3”

  1. afriliafitriani Says:

    Dari : Afrilia Fitriani

    Apa bedanya antara bentuk kata bahasa indonesia dan bahasa latin? Jelaskan?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s