Tugas Bahasa Indonesia’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Sri Wahyuni_1402408282_BAB 5 Oktober 22, 2008

Filed under: BAB V — pgsdunnes2008 @ 7:59 pm

Nama : Sri Wahyuni

NIM : 1402408282

BAB 5

TATARAN LINGUISTIK (2)

MORFOLOGI

Satuan bunyi terkecil dari arus ujaran disebut fonem. Diatas satuan tersebut disebut silabel/suku kata. Diatas silabel ada satuan yang fungsional yaitu morfem yang merupakan satuan gramatikal terkecil yang mempunyai makna. Tata bahasa tradisional tidak mengenal konsep morfem. Konsep morfem baru diperkenalkan oleh kaum strukturalis pada awal abad ke-20.

IDENTIFIKASI MORFEM

Suatu satuan bentuk dikatakan sebuah morfem apabila bentuk tersebut dapat hadir secara berulang-ulang dengan bentuk lain. Contoh:1.kedua (ke mempunyai makna menyatakan tingkat) 2.kepasar (ke mempunyai makna menyatakan tujuan) Makna ke pada kedua contoh diatas bukanlah morfem yang sama tetapi berbeda meskipuN bentuknya sama. Jadi,kesamaan arti dan kesamaan bentuk merupakan ciri/identitas sebuah morfem. Suatu satuan bentuk berstatus sebagai morfem dengan lambang mengapitnya diantara kurung kurawal. Misal: kedua menjadi {ke} +{dua}.

MORF dan ALOMORF

Morfem adalah bentuk yang sama,yang terdapat berulanh-ulang dalam satuan bentuk yang lain. Bentuk-bentuk realisasi yang berlainan dari morfem yang sama disebut alomorf. Morf dan alomorf adalah dua nama untuk sebuah bentuk yang sama. Morf,nama untuk semua bentuk yang belum diketahui statusnya sedangkan alomorf sudah diketahui statusnya. Contoh:alomorf dari me-,mem-,men-,meny-,meng-,menge- disebut meN- (me-nasal).

KLASIFIKASI MORFEM

Morfem Bebas dan Morfem Terikat

Morfem bebas yaitu morfem yang tanpa kehadiran morfem lain dapat muncul dalam pertuturan. Contoh: pulang,makan. Sedangkan morfem terikat yaitu morfem yang tanpa digabung dulu dengan morfem lain tidak dapat muncul dalam pertuturan. Contoh: semua afiks. Hal yang perlu dikemukakan berkenaan morfem terikat : Bentuk juang,henti,gaul termasuk morfem terikat dan disebut prakategorial (Verhaar 1978)karena tidak dapat muncul dalam pertuturan tanpa mengalami proses morfologi. Bentuk baca,tulis juga termasuk prakategorial walaupun dapat muncul dalam kalimat imperatif. Morfem unik yaitu hanya bisa muncul dalm pasangan tertentu (morfem terikat).Contoh:renta hanya muncul dalam tua renta. Preposisi dan konjungsi,secar morfologis termasuk morfem bebas tetapi secara sintaksis merupakan bentuk terikat. Klitika yaitu bentuk singakat terdiri satu silabel,muncul dalam pertuturan melekat pada bentuk lain,tetapi dapat dipisahkan. Klitika terbagi menjadi proklitika (Contoh: ku pada kubawa) dan enklitika (Contoh:-lah pada dialah). Klitika adalah morfem yang agak sukar ditentukan apakah terikat atau bebas.

Morfem Utuh dan Morfem Terbagi

Semua morfem bebas dan sebagian morfem terikat termasuk morfem utuh. Sedangkan morfem terbagi adalah morfem yang terdiri dari dua buah bagian yang terpisah. Contoh : kesatuan terdiri dari satu morfem utuh {satu} dan satu morfem terbagi {ke-/-an}. Hal yang diperhatikan dalam morfem terbagi : Semua afiks yang disebut konfiks {ke-/-an},{ber-/-an},{per-/-an},{pe-/-an} termasuk nmorfem terbagi. b. Infiks yaitu afiks yang disisipkan ditengah mengubah morfem utuh menjadi morfem terbagi. Contoh : {gigi} + {er-} à gerigi {g-/-igi}.

Morfem Segmental dan Suprasegmental

Morfem segmental adalah merfem yang terbentuk oleh fonem segmental (semua morfem berwujud bunyi) contoh: {lihat},{lah},{sikat}. Sedangkan morfem suprasegmental adalah morfem yangdibentukunsur-unsur suprasegmental seperti tekanan,nada,durasi

Morfem Beralomorf Zero/nol Ø

Morfem beralomorf Zero adalah morfem yang salah satu alomorfnya tidak berwujud bunyi segmental maupun berupa prosodi (unsur suprasegmental) melainkan berupaa kekosongan.

Contoh :bentuk jamak sheep à {sheep} + { }

Morfem Bermakna Leksikal dan Morfem tidak Bermakna Leksikal.

Morfem bermakna leksikal adalh morfem yang secara inheren memiliki makna pada dirinya sendiri tanpa perlu berproses dulu dengan morfem lain. Contoh :{kuda{,{lari}. Sebaliknya morfem tak bermakna leksikal tidak mempunyai makna apa-apa pada dirinya sendiri keculi melalui proses morfologi. Contoh : morfem afiks {ber-},{me-},{ter-}

ISTILAH KAJIAN MORFOLOGI

Istilah Morfem dasar,biasa digunakn sebagai dikotomi dengan morfem afiks. Morfem dasar ada yang morfem terikat dan ada yang morfem bebas. Morfem dasar dapat menjadi bentuk dasar (base) dalam suatu morfologo. Istilah bentuk dasar (base) digunakan untuk menyebut sebuah bentuk yang menjadi dasar dalam suatu proses morfologi. Contioh :keanekaragaman bentuk dasarnya aneka ragam.

Istilah pangkal (stem) digunakan untuk menyebut bentuk dasar dalam proses infleksi. Contoh :kata books pangkalnya book. Akar (root) digunakan menyebut bentuk yang tidak dapat dianalisis lebih jauh/bentuk yang tersisa setelah semua afiksnya. Contoh : untouchables akarnya touch.

KATA

Hakikat Kata

Kata adalah satuan bahasa yang memilii satu pengertian,deretan huruf yang diapit dua buah spasi dan mempunyai satu arti. Tata bahasawan strktural penganut aliran Blomfield membicarakan kata sebagai morfeb bukan sebagai satuan lingual. Kata adalah satuan bebas terkecil (a minimal free form) tidak pernah diulas seolah-olah sudah bersifat final.

Klasifikasi Kata (penggolongan/penjenisan kata/part of speech)

Proses klasifikasi tidak pernah tertuntaskan karena setiap bahasa mempunyai cirinya masing-masing dan criteria yang digunakan untuk membuat kata bermacam-macam. Klasifikasi memang perlu karena dapat mengetahui pengidentifikasian cirri-ciri sebuah kata dan dapat memprediksikan penggunaan kata itu dalam ujaran.

Pembentukan Kata

Untuk dapat diguanakan dalam kalimat,maka setiap bentak dasar harus dibentuk menjadi sebuah kata gramatikal baik melalui afiksasi,reduplikasi maupun komposisi. Pembentukan kata mempunyai dua sifat :

Inflektif

Perubahan/penyesuain bentuk pada verba disebut konyugasi dan perbahan pada nomini/adjektiva disebut deklinasi. Paradigma infleksinal adalah sebuah kata yang memiliki identitas leksikal sama hanya bentuknya yang berbeda yang disesuaikan dengan kategori garamatikalnya. Inflektif tidak membentuk kata baru.

Derivatif

Pembentukan kata derivative/dervasional membentuk kata baru,kata yang identitas leksikalnya tidak sam dengan kata dasarnya. Contoh : sing(v)menyanyi menjadi singer(n)penyanyi.

PROSES MORFOLOGI

Afiksasi

Afiksasi adalah proses pembubuhan afiks pada sebuah bentuk dasar dengan melibatkan unsur dasar,afiks dan makna gramatikal yang dihasilkan. Sedangkan afiks adalah sebuah bentuk berupa morfem terikat yang diimbuhkan pada sebuah dasar dalam proses pembentukan kata. Macam-macam afiks :

Prefiks yaitu afiks yang diimbuhkan dimuka bentuk dasar. Contoh:me- pada menari Infiks yaitu afiks yang diimbuhkan ditengah bentuk dasar. Contoh: -el- pada telunjuk Sufiks yaitu afiks yang diimbuhkan pada posisi akhir. Contoh:-an pada bagian

Konfiks yaitu afiks yang berupa morfem terbagi.Contoh: per-/-an

Sirkumfiks yaitu sebutan afiks yang bukan konfiks/afiks Nasal seperti ngopi,nembak Interfiks yaitu infiks/elemen penyambung yang muncul dalam proses penggabungan dua buah unsur (bahasa Indo German) Tranfiks yaitu afiks yang berwujud vokal-vokal yang dimbuhkan pada keseluruhan dasar (bahasa Semit/Arab/Ibrani).

Reduplikasi

Reduplikasi adalah proses morfemis yang mengulang bentuk dasar,baik secara keseluruhan,sebagian/parsial maupun perubahan bunyi. Menurut Sutan Takdir Alisjahbana terdapat reduplikasi semu yaitu hasil reduplikasi tetapi tidak jelas bentuk dasar yang diulang. Contoh:mondar-mandir.

Reduplikasi dalam bahasa Jawa dan bahasa Sunda yaitu :

Dwilingga yakni pengulangan morfem dasar (meja-meja)

Dwilingga salin swara (bolak-balik)

Dwipurwa yakni pengulangan silabel pertama (lelaki)

Dwiwasana yakni pengulangan pada akhir kata (cengengesan)

Trilingga yakni pengulangan morfem dasar sampai dua kali (dag-dig-dug)

Proses reduplikasi dapat bersifat paradigmatis/infleksional contoh: kecil-kecil dan dapat bersifat derivasional contoh : laba-laba dari kata laba.

Komposisi

Komposisi adalah hasil dan proses penggabungan morfem dasar dengan morfem dasar,baik yang bebas maupun terikat sehingga terbentuk sebuah konstruksi yang memiliki identitas leksikal yang berbeda. Contoh :merah darah berarti merah seperti warna darah,lemari besi berarti lemari yang dibuat dari besi.

Konversi,Modifikasi internal dan Suplemasi

Konversi/derivasi zero/transmutasi/transposisi adalah proses pembentukan kata dari sebuah kata menjadi kata lain tanpa perubahan unsur segmental.

Contoh : Ayah membeli cangkul àcangkul(n)

Cangkul dulu baru ditanami à cangkul(v)

Modifikasi Internal adalah pembentukan kata dengan penambahan unsure-unsur (vocal) kedalam morfem yang berkerangka tetap (konsonan)

Suplemasi adalah proses perubahan yang ekstrem karena cirri-ciri bentuk dasar tidak tampak lagi. Contoh :go menjadi went.

Pemendekan

Pemendekan adalah proses penanggalan bagian leksem/gabungan leksem sehingga menjadi sebuah bentuk singkat,tetapi maknanya tetap sama dengan makna bentuk utuhnya. Macam-macam Pemendekan :

Penggalan adalah pengekalan satu/dua suku pertama dari bentuk yang dipendekan. Contoh : dok dari dokter

Singkatan adalah hasil proses pemendekan yang berupa :

Pengekalan awal dari sebuah leksem,contoh : R (Radius)

Pengekalan beberapa huruf dari sebuah leksem,contoh : hlm(halaman)

Pengekalan huruf pertama dikombinasi dengan penggunaan angka untyuk pengganti huruf yang sama,contoh : P3(Partai Persatuan Pembangunan)

Pengekalan dua,tiga,empat huruf pertama dari sebuah leksem,contoh : Ny(Nyonya) Pengekalan huruf pertama dan huruf terakhir dari sebuah leksem,contoh : Fa (Firma) Akronim adalah hasil pemendekan yang berupa kata,dapat dilafalkan sebagai kata. Contoh : ABRI(Angkatan Bersenjata Republik Indonesia)

Produktivitas Proses Morfemis

Produktivitas adalah dapat tidaknya proses pembentukan kata itu digunakan berulang-ulang secara relative tak terbatas (ada kemungkinan menambah bentuk baru dari proses tersebut). Proses Inflektif bersifat tertutup sehingga tidak produktif sedangkan proses derivasi bersifat terbuka sehingga produktif. Bloking adalah tidak adanya sebuah bentuk yang seharusnya ada karena adanya bentuk lain (Aronoff 1976:43,Bauer 1983:87) Contoh :ada kata bad dan small yang menyebabkan tidak ada kata ungood dan unbig.

MORFOFONEMIK

Morfofonemik/morfofonologi/morfonologi adalh berubahnya wujud morfemis dalam suatu proses morfologis baik afiksasi,reduplikasi maupun komposisi.

Contoh : me- berubah menjadi mem-,men-,meny-,meng-,menge-,me-.

me- + /b/,/p/ à mem- (membeli)

me- + /d/,/t/ à men- (mendengar)

me- + /s/ àmeny- (menyikat)

me- + /g/,/k/à meng (menghitung)

me- +/l/,/r/ àme- (melatih)

me- + satu suku kata à menge- (mengebom)

Perubahan fonem dalam proses morfofonemis :

Pemunculan fonem, contoh : me- + baca membaca (muncul konsonan sengau /m/)

Pelesapan fonem, contoh : sejarah + wan sejarawan (fonem /h/ menjadi hilang)

Peluluhan fonem, contoh : me- + sikat menyikat(/s/ diluluhkan dan berganti bunyi nasal /ny/) Perubahan fonem, contoh : ber- + ajar belajar(fonem /r/ berubah menjadi /l/) Pergeseran fonem yaitu pindahnya sebuah fonem dari silabel yang satu kesilabel yang lain, contoh : jawab + an jawaban(fonem /b/ yang semula pada /wab/ pindah ke /ban).

 

2 Responses to “Sri Wahyuni_1402408282_BAB 5”

  1. Siti Mu'awanah Says:

    Dari : Siti mu’awanah (1402408022)
    Untuk : Sri wahyuni

    Menurut saya rangkuman sudah baik ,masing-masing penjelasan sudah disertai dengan contoh.
    Bagaimana penjelasan mengenai pembentukan kata yang inflektif dan derivatif ?

  2. Lulut Ulfatin (1402408085) Says:

    menurut saya resum anda sudah bagus,kata-katanya jelas dan mudah dipahami.Namun saya ingin bertanya kepada anda tolong jelaskan mengenai morfem anda dan beri contoh lain selain yang anda tulis pada resum anda.terimakasih….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s