Tugas Bahasa Indonesia’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Jayanti Werdi Nastiti; 1402408082 Oktober 22, 2008

Filed under: BAB VIII — pgsdunnes2008 @ 12:40 pm


Nama : Jayanti Werdi Nastiti

NIM : 1402408082

Bab 8

SEJARAH DAN ALIRAN LINGUISTIK

Studi Linguistik mengalami 3 tahap perkembangan yaitu spekulasi (tidak ada data empiris), observasi dan klasifikasi (pengamatan dan penggolongan) dan perumusan teori

1. Lingusitik Tradisional

Terjadi pertentangan istilah Tradisional (bahasa berasar filsafat dan sistematik) dan struktural (bahasa berdasar struktural dan ciri – ciri formal)

a. Linguistik pada zaman Yunani ( 55 M – 2 M) / + 600 TH

Ada 2 masalah pokok yang menjadi pertentangan :

1. Pertentangan antara fisis / alami / mempunyai asal – usul, sumber, dan tidak dapat diganti . aliran ini dianut kaum naturalis dengan nomos / konvensu / makna – makna kata itu diperoleh dari hasil tradisi yang bisa dirubah yang dianut oleh kaum konvesional

2. Pertentangan analogi / bahasa itu teratur (Aristoteles dan Plato) dan Anomali / bahasa itu tidak teratur

Dapat disimpulkan bahwa kaum Anomali sejalan dengan Naturalis dan kaum Analogi sejalan dengan Konvesional

Tokoh – tokoh yang berperan besar pada zaman Yunani :

1. Kaum Soptus (abad ke – 5 SM) terjadi pembagian kalimat

2. Plato (429 – 347 SM)

3. Aristoteles (384 – 322 SM)

4. Kaum Stoik (permulaan abad ke – 4 SM)

5. Kaum Alexandrian, berpaham Analogi diciptakan buku

Dionysius Thrax yaitu asal usul tata bahasa traditional

b. Zaman Romawi

Kelanjutan dari zaman Yunani. Tokoh yang terkenal ialah Varro (116-27 SM) dengan karya De Lingua Latina dan Priscia dengan karya Institutiones Grammaticae / Tata bahasa Priscia

1. Varro dan De Lingua Latina

Terdiri dari 25 jilid dibagi dalam bidang atimologi, marfologi, dan sintaksis. Buku ini memperdekatkan masalah analogi dan aromali. Dalam bidang monfologi Varro membagi romali. Dalam bidang manfologi Varro membagi 4 kelas kata latin yaitu kata benda termasuk kata sifat, kata kerja, partisipel / kata yang menghubungkan dalam sintaksis kata benda dan kata kerja, Adverblum / kata yang mendukung (anggota bawahan dari kata kerja) yang tidak berinfleksi. Kategori kata kerja dibedakan atas tense, time, dan aspect, serta genetivus (kepunyaan), dativus (menerima), akusativus (objek), vokativus (sapaan) dan Ablativus (asal)

2. Institutiones Grammaticae

Terdiri 18 jilid (16 jilid Morfologi dan 2 jilid sintaksis. Buku ini dianggap penting karena merupakan buku bahasa latin yang paling lengkap yang dituturkan oleh pembaca aslinya dengan tata bahasanya adalah tonggak utama pembicaraan secara tradisional. Sehingga menjadi model dalam penulisan buku tata bahasa lain di Eropa dan bagian dunia lain. Beberapa segi mengenai buku ini forologi, marfologi, sintaksis

c. Zaman Pertengahan

Mendapat perhatian penuh oleh filsuf skolastik dan bahasa latin menjadi Linguafranca. Ya patut dibicarakan pada zaman pertengah ialah peranan kaum Modistae, Tata Bahasa spekkulativa, dan petrus hispanus

d. Zaman Renaisans

Merupakan zaman pembukaan abad pemikiran abad modern. 2 hal yang menonjol pada zaman Renaisans :

1. Selain menguasai bahasa latin, sarjana-sarjana waktu itu juga menguasai bahasa yunani, ibrani, dan arab

2. Selain bahasa yunani, latin, ibrani dan arab bahasa eropa lainnya juga mendapat perhatian dalam bentuk pembahasan, penyusunan, tata bahasa dan malah juga perbandingan

e. Menjelang lahirnya Linguistik Modern

Pada masa antara lahirnya Lingusitik modern dengan masa berakhirnya zaman renaisans dinyatakan adanya hubungan kekerabatan antara bahasa sansekerta dengan bahasa – bahasa yunani, latin, dan bahasa – bahasa jerman lainnya oleh Sir William Jones dari East India company dihadapan The Royal Asiatic Society dikalkuta (1786) sehingga membuka babak baru sejarah linguistik yakni dengan berkembangnya studi terlepas dari masalah filsafat yunanu kuno.

2. Linguistik Strukturalis

Tokoh – tokoh Linguistik strukturalis

a. Ferdinand de Saussure (1857 – 1913)

Dianggap bapak linguistik modern berdasar pandangan yang dimuat dalam bukunya course de linguistique generale (1915) pandangan – pandangan yang dimuat mengenai konsep :

1. Tejaah sinkronik dan diakronik / waktu pembelajaran

2. Perbedaan langue dan parale / sistem tanda komunikasi dan pemakain langue

3. Perbedaan signifiant dan signifie / kesan psikologis bunyi dan kesan makna yang ada dalam pikiran kita

4. Hubungan sintagmatik dan paradigmatik / hubungan antara unsur – unsur dalam tuturan dan hubungan antara unsur – unsur dalam tuturan dengan unsur – unsur sejenis.

b. Aliran Praha (1926)

Tokoh : Vilem Mathesius

Membedakan fonctik dan fonologi fonetik mempelajari bunyi dan fonologi memelajari fungsi bunyi tersebut

c. Aliran Glosematik

Lahir di Denmark, tokohnya Louis Hjemlslev (1899 – 1965) membuat ilmu bahasa menjadi ilmu yang berdiri sendiri bahasa mengandung 2 segi, yaitu segi ekspresi dan segi isi masing – masing mengandung forma dan subs tansi ekspresi, forma isi dan sustansi isi

d. Aliran Firthuan

Tokoh : John R. Firth (1890 – 1960) terkenal karenal teorinya mengenal fonologi prosedi (aliran prosodi / aran firth / firthian / london). Fonologi prosodi adalah suatu cara untuk menentukan arti pada tataran fonetis. Fonologi prosodi terdiri dari satuan – satuan fonetis (unsur – unsur segmental) dan satuan prosodi ( ciri – ciri / sifat struktur) ada 3 macam pokok prosodi yaitu prosodi yang menyangkut gabungan fonem, prosodi yang terbentuk oleh sendi / jeda dan prosodi yang realisasi fonetisnya melampaui satuan yang lebih besar dari pada fonem – fonem prasegmental

e. Linguistik Sistemik

Tokoh : M. A. K Halliday mengembangkan teori firth dalam segi kemasyarakatan bahasa dikenal dengan nama Neo – Firthian Linguistics / scale dan category Linguistics yang kemudian diberi nama baru systemic linguistics

f. Leonard Bloomfield & Struktur Amerika (1877 – 1949)

Dengan bukunya “Language” tahun 1933 yang selalu dikaitkan dengan aliran struktural american. Ciri aliran strukturalis adalah cara kerja mereka yang sangat menekankan pentingnya data objektif untuk memerikan suatu bahasa. sering juga disebut kaum distribusionalis

g. Aliran Tagmemik

Dipelopori Kenncth L. Pike tokoh dari Summer Institule of Linguistics. Menurut Aliran satuan dasar sintaksis adalah tagmem (yunani : susunan) yaitu dapat saling dipertukarkan untuk mengisi slot tersebut. Satuan dasar sintaksis diungkapkan bersamaan dalam rentetan rumus:

S: FN + P : FV + O : FM

Satuan dasar sintaksis yaitu tagmem (sel – empat – kisi)

Fungsi

Kategori

Peran

Kohesi

Contoh Analisis secara Tagmemik

: Saya menulis dengan pensil “

S KS P KKT O KB K FD

Pel ak tug al

Saya menulis surat dengan pensil

3. Lingusitik Transformasional dan aliran – aliran sesudahnya

Model – model Linguistik Transformasional :

a. Tata Bahasa Transformasi

Latur dengan terbitnya buku Noam Chomsky dengan judul Syntactic structure (1957) dan Aspect of the Theory of Syntax (1965) nama yang dikembangkan Transformational Generative Grammar. Tata bahasa harus memenuhi 2 syarat : kalimat hasil harus dapat diterima oleh pemakai bahasa sebagai kalimat yang wajar, kalimat harus berbentuk sedemikian rupa sehingga satuan yang digunakan tidak berdasar pada gejala bahasa tertentu saja dan harus sejajar dengan teori linguistik tertentu

b. Sematik Generatif

Dikenal dengan kaum semantik genet\ratif. Menurut teori generatif semantik, struktur sintaksis bersifat homogen dan untuk menghubungkan ke 2 struktur itu cukup hanya dengan kaidah transformasi saja. Strukutur semantik seruipa dengan struktur logika, suatu ikatan tidak berkala antara predikat dengan seperangkat argumen dalam suatu proposisi. Struktur logika :

Proposisi

Predikat Argumen1……… Argumen

c. Tata Bahasa Kasus

Diperkenalkan oleh Charles J. Fillmore dalam karangannya “The case for case” (1968) yang dimuat dalam buku Bach, E. dan R. Harms Universal in Linguistik Theory. Kalimat dibagi atas Modalitas yang bisa berupa unsur negasi, kala, aspek, dan adverbia, Proposisi, yang tidur dari sebi\uah verba disertai dengan sejumlah kasus

Kalimat

Modalitas Proposis

Negasi

Kala verba kasus1 kasus2 kasusn

Aspek

Adverbia

Persamaan antara teori semantik generativ dengan teori kasus yaitu sama – sama menumpukkan teorinya pada predikat / verba

d. Tata Bahasa Relasional (1970 – an)

Tokoh : David M. Perlmutter dan Paul M. Postal

Karangan : Lectures on Relational Grammar (1974), Relation Grammar dalam syntaxand and semantics vol. 13 (1980), dan status in relational grammar 1 (1983)

Menurut teori tata bahasa relational setiap struktur klausa terdiri dari jaringan relational yang melibatkab 3 macam maujud :

a. Seperangkat simpal (nodes) yang menampilkan elemen – elemen di dalam suatu struktur

b. Seperangkat tanda relasional (relational sign ) yaitu nama relasi gramatikal

c. Seperangkat “Coordinates” yang dipakai untuk menunjukkan pada tataran yang manakah elemen – elemen itu menyandang ralasi gramtikal tertentu

4. Tentang Linguistik di Indonesia

Awalnya peneltian bahasa di Indonesia dilakukan oleh para ahli belanda dan eropa lainnya, untuk kepentingan kolonial di Indonesia dan penyebaran agama Nasrani. Penelitian tersebut kebanyakan hanya bersifat observasi dan klasifikasi. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti terdahulu masih berlanjut sampai th 70 dan 80 an. Konsep – konsep linguistik modern baru tiba di Indonesia pada akhir sekali tahun lima puluhan. Pendidikan formal linguistik di Indonesia sampai akhir 50 an masih terpaku pada konsep-konsep tasta bahasa traditional sejak kepulangan sejumlah linguis indonesia dari amerika baru dikenalkan konsep fonem, morfem, frase dan klausa. Namun pengenalan konsep linguistik modern mengalami pertentangan karena konsep linguistik tradisional tidak begitu saja dapat digantikan. Akhirnya perkembangan waktu jualah yang menyebabkan konsep – konsep linguistik modern dapat diterima dengan diterbitkannya buku tata bahasa indonesia karangan Gorys keraf. Selain itu sejumlah buku Ramlan menjadikan kedudukan Linguistik modern dalam pendidikan Formal semakin kuat. Datangnya Prof. Verhaar guru besar lingustik semakin semakin marak sehingga berbagai aliran dan paham sudah bukan hal yang asing bagi kebanyakan pakar linguistik Indonesia. Maka dirasa perlu suatu wadah untuk berdiskusi, bertukar pengalaman dan publikasi hingga pada tanggal 15 Nov 1975 berdirilah organisasi masyarakat linguistik Indonesia (MLI). Penyelidikan terhadap bahasa daerah Indonesia dan bahasa nasional Indonesia banyak pula dilakukan oleh orang diluar Indonesia sesuai dengan funfsinya sebagai bahasa Nasional, bahasa persatuan, dan negara maka Indonesia tampaknya menduduki tempat sentral dalam kajian linguistik dewasa ini baik dalam negri / luar.

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s