Tugas Bahasa Indonesia’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Eko Sulistiyo;1402408074 Oktober 22, 2008

Filed under: BAB II — pgsdunnes2008 @ 1:07 pm

Nama : Eko Sulistiyo

NIM : 1402408074

2. Linguistik sebagai Ilmu

Linguistik adalah ilmu yang mengambil bahasa sebagai objek kajiannya. Martinet (1987: 1 9). Telaah ilmiah mengenai bahasa manusia.

2.1. Keilmiahan Linguistik

Pada dasarnya setiap ilmu termasuk juga ilmu linguistik telah mengalami tiga tahap perkembangan sebagai berikut:

Tahap pertama,yakni tahap spekulasi artinya pengambilan keputusan tanpa didukung oleh bukti-bukti empiris dan tanpa mengubah prosedur tertentu.

Tahap kedua adalah observasi dan klasiftkasi yaitu dimana saat mengumpulkan dan menggolongkan segaal fakta bahasa dengan teliti tanpa memberi teori/kesimpulan apapun.

Tahap ketiga adalah perumusan teori, pada tahap ini setiap disiplin ilmu berusaha memahami masalah-masalah dasar dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan mengenai masalah-masalah itu berdasarkan data empiris yang dikumpulkan.

Kegiatan empiris biasanya bekerja secara induktif dan deduktif dengan beruntun, artinya kegiatan itu dilaksanakan dengan mengumpulkan data empiris lalu dianalisis dan diklasifikasikan lalu ditarik kesimpulan umum berdasarkan data empiris tersebut atau bisa juga disebut kesimpulan induktif. Secara deduktif mula-mula dikumpulkan data khusus lalu dari data khusus itu ditarik kesimpulan umum, namun kesimpulan deduktif ini sangat tergantung pada kebenaran kesimpulan umum.

Linguistik berusaha mencari keteraturan/kaidah yang hakiki dari bahasa yang ditelitinya disebut homotetik.

Ciri-ciri hakiki bahasa seperti:

¬ Pertama; bahasa adalah bunyi ujaran, maka linguistik melihat bahasa dari bunyi.

¬ Kedua; bahasa itu bersifat unik.

¬ Ketiga; bahasa adalah suatu sistem.

¬ Keempat; bahasa berubah dari waktu-kewaktu.

¬ Kelima; karena sifat empirisnya, maka linguistik mendekati bahasa secara deskriptif dan tidak secara prespiktif

2.2. Subdisiplin Linguistik

Setiap disiplin ilmu biasanya dibagi atas bidang-bidang bawahan (subdisiplin) demikian pula pada linguistik seperti linguistik umum, linguistik komparatif, linguistik truktural, linguistik antropologis, dan sebagainya. Penamaan itu berdasarkan kriteria dikelompokkan subdisiplin linguistik, yaitu :

2.2.1. Berdasarkan objek kajiannya, apakah bahasa pada umumnya atau bahasa tertentu dapat dibedakan adanya linguistik umum dan linguistik khusus.

Linguistik umum adalah linguistik yang berusaha mengkaji kaidah-kaidah bahasa secara umum. Sedangkan linguistik khusus berusaha mengkaji kaidah-kaidah yang berlaku pada bahasa tertentu seperti bahasa jawa.

2.2.2. Berdasarkan objek kajiannya apakah bahasa pada masa tertentu dapat dibedakan adanya linguistik sinkronik dan linguistik diakronik.

2.2.3. Berdasarkan objek kajiannya, apakah struktur internal bahasa atau bahasa itu dalam hubungan faktor-faktor di luar bahasa dibedakan adanya linguistik makro dan linguistik mikro.

2.2.4. Berdasarkan tujuannya apakah penyelidikan linguistik itu semata-mata untuk merumuskan teori ataukah untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bisa dibedakan adanya linguistik teoritis dan linguistik terapan.

2.2.5 Berdasarkan aliran/teori yang digunakan dalam penyelidikan bahasa dikenal adanya linguistik tradisional, linguistik transformasional, linguistik semantik, linguistik readsional, dan linguistik sistemik.

2.3. Analisis Linguistik

Analisis linguistik dilakukan terhadap bahasa, atau lebih tepat terhadap semua tataran tingkat bahasa.

2.3.1. Struktur, sistem, dan distribusi

Bapak linguistik modern Ferdinand de saussure (1857-1913) membedakan dua jenis hubungan yaitu relasi sintagmatik dan relasi asosiatif. Relasi sintagmatik adalah hubungan yang terdapat antara satuan bahasa dalam kalimat yang konkret tertentu, sedangkan relasi asosiatif adalah hubungan yang terdapat dalam bahasa, namun tidak tampak dalam satuan kalimat.

Louis Hjemselv menggantikan istilah asosiatif dengan paradigma dan berlaku pada semua bahasa.

Struktur adalah susunan bagian-bagian kalimat/konstituen secara linear, sedangkan hubungan antar bagian-bagian kalimat dengan kalimat lainnya kita sebut system. System pada asalnya menyangkut masalah distribusi. Menurut Leonard Bloom Field distribusi adalah menyangkut masalah dapat tidaknya penggantian suatu konstituen tertentu dalam kalimat tertentu dalam konstituen lain.

2.3.2. Analisis bawahan langsung

Adalah suatu teknik dalam menganalisis unsur-unsur / konstituen. Konstituen yang membangun suatu satuan bahasa entah satuan kata, frase, satuan klausa maupun satuan kalimat.

Manfaat analisis bawahan langsung adalah untuk menghindari kebingungan karena satuan-satuan bahasa yang terikat pada konteks wacananya.

2.3.3. Analisis rangkaian unsur dan analisis proses unsur

Analisis rangkaian unsur mengajarkan bahwa setiap satuan bahasa dibentuk atau ditata dari unsur-unsur lain berbeda dengan analisis proses unsur yang menganggap setiap satuan bahasa adalah merupakan hasil dari suatu proses pembentukan.

2.4. Manfaat Linguistik

Linguistik dapat membantu dalam menyelesaikan dan melaksanakan tugas.

Linguistik sangat penting bagi guru bahasa dan guru studi.

Untuk menerjemahkan suatu bahasa ke bahasa lain.

Untuk menyusun kamus.

Untuk menuntun buku pelajaran.

Selain hal-hal tersebut di atas linguistik juga bermanfaat bagi para politikus dan negarawan antara lain :

Sebagai negarawan/politikus yang harus memperjuangkan ideologi dan konsep-konsep kenegaraan/pemerintahan.

Jika politikus atau negarawan menguasai masalah linguistik dan sosiolinguistik khususnya dalam kaitannya dengan kemasyarakatan maka tentunya dia akan dapat meredam dan menyelesaikan masalah dan gejolak sosial.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s