Tugas Bahasa Indonesia’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Ema Rahmawati_1402408015_BAb 8 Oktober 22, 2008

Filed under: BAB VIII,Uncategorized — pgsdunnes2008 @ 7:15 pm

Nama:Ema Rahmawati

NIM: 1402408015

Rombel 2

BAB 8

SEJARAH DAN ALIRAN LINGUISTIK

Studi linguistik mengalami tahap perkembangan :

  1. Tahap spekulasi

Pernyataan-pernyataan tentang bahasa tidak didasarkan pada data empiris, melainkan pada cerita rekaan belaka. Contohnya, pernyataan Andreas Kemke, ahli filologi dari Swedia abad ke-17 menyatakan bahwa Nabi Adam dulu di surga berbicara dalam bahasa Denmark. Sedangkan ular berbicara dalam bahasa Perancis. Hal itu tidak dapat dibuktikan karena tidak ada bukti empiris.

  1. Tahap klasifikasi dan observasi

Para ahli bahasa mengadakan pengamatan terhadap bahasa-bahasa yang diselidiki tetapi belum pada tahap merumuskan teori, maka dari itu tahap tersebut belu dikatakan bersifat ilmiah.

  1. Tahap perumusan teori

Bahasa yang diteliti bukan hanya diamati dan diklasifikasi, tapi telah dibuatkan teori-teorinya.

Linguistik Tradisional

Bahasa tradisional dan bahasa stuktural sering dipertentangkan, sebagai akibat dari pendekatan keduanya yang tidak sama terhadap hakikat bahasa. Tata bahasa tradisional menganalisis bahasa berdasarkan filsafat dan semantik, sedangkan tata bahasa stuktural berdasarkan struktur atau cirri-ciri formal yang ada dalam suatu bahasa tertentu. Tata bahasa tradisional mengatakan kata kerja adalah kata yang menyatakan tindakan, sedangkan tata bahasa structural menyatakan kata kerja adalah kata yang dapat berdistribusi dengan frase “dengan…”

Masalah pokok kebahasaan yang menjadi pertentangan para linguis pada Zaman Yunani adalah

1) Pertentangan antara fisis dan nomos

Bersifat fisis, maksudnya bahasa itu mempunyai hubungan asal-usul, sumber dalam prinsip-prinsip abadi dan tidak diganti diluar manusia itu sendiri. Yang menganut paham ini adalah kaum naturalis.

Kaum konvensional berpendapat bahwa bahasa bersifat konvensi (nomos), artinya makna-makna kata itu diperoleh dari hasil-hasil tradisi/ kebiasaan yang kemungkinan bias berubah.

2) Pertentangan antara analogi dan anomaly

Kaum analogi antara lain Plato dan Aristoteles, berpendapat bahwa bahasa bersifat teratur, sehingga orang dapat menyusun tata bahasa. Misalnya, boy>>boys, book>>books, dan lain-lain. Kelompok anomali berpendapat bahwa bahasa itu tidak teratur. Misalnya, child menjadi children, bukan childs.

Jadi, kaum anomaly sejalan dengan kaum naturalis dan kaum analogi sajalan dengan kaum konvensional.

Kaum yang berperan besar dalam studi bahasa pada Zaman Yunani, adalah

a. Kaum Sophis

Mereka melakukan kerja secara empiris, melakukan kerja secara pasti, mementingkan bidang retorika dalam studi bahasa, membedakan tipe-tipe kalimat berdasarkan isi dan makna. Tokohnya yaitu Protogoras, membagi kalimat menjadi kalimat narasi, Tanya, jawab, perintah, laporan, doa, dan undangan.

  1. Plato

Jasa Plato dalam studi bahasa adalah, dia memperdebatkan analogi dan anomaly serta mengemukakan masalah alamiah dan konvensional. Plato orang pertama yang membedakan kata dalam onoma dan rhema

  1. Aristoteles

Menurut Aristoteles ada 3 macam kelas kata, yaitu onoma, rhema, syndesmoi. Onoma dan rhema merupakan anggota logos, yaitu kalimat atau klausa. Sedangkan syndesmoi lebih kurang sama dengan kelas preposisi dan konjungsi yang kita kenal sekarang.

  1. Kaum Stoik

ü Mereka membedakan studi bahasa secara logika dan tata bahasa.

ü Menciptakan istilah-istilah khusus untuk studi bahasa.

ü Membedakan tiga komponen utama dari studi bahasa.

ü Membedakan legein dan propheretal.

ü Membagi jenis kata menjadi empat,

ü Membedakan kata kerja komplet, tak komplet, aktif dan pasif.

  1. Kaum Alexandrian

Cikal bakal tata bahasa tradisional berasal dari buku Dionysius Thrax yang lahir pada masa kaum Alexandrian.

Tokoh pada Zaman Romawi, antara lain:

· Varro dengan karyanya De Lingua Latina

Dalam buku ini terdiri dari 25 jilid. Buku ini dibagi-bagi dalam bidang:

ü Etimologi: cabang lingustik yang menyelidiki asal-usulkata beserta artinya.

ü Morfologi: cabang linguistic yang mempelajari kata dan pembentukannya.

· Priscia dengan karyanya Institutionses Grammaticae.

Buku tata bahasa Priscia ini terdiri dari 18 jilid ( 16 jilid mengenai morfologi dan 2 jilid mengenai sintaksis).

ü Fonologi, dalam bidang ini membicarakan litterae, yaitu bagian terkecil dari bunyi yang dapat dituliskan.

ü Morfologi, dalam bidang ini membicarakan mengenai dictio atau kata, yaitu bagian minimum sebuah ujaran dan diartikan terpasah dalam makna sebagai satu keseluruhan.

ü Sintaksis, membicarakan oratio, yaitu tata susun kata yang berselaras dan menunjukan kalimat itu selesai.

Studi bahasa pada Zaman Pertengahan, antara lain,

  1. Peranan Kaum Modistae, membicarakan pertentangan antara fisis dan nomos, dan pertentangan antara analogi dan anomali.
  2. Tata bahasa spekulativa, kata tidak secara langsung mewakili alam dari benda yang ditunjuk.
  3. Petrus Hispanus, membedakan pengertian pada bentuk akar dan pengertian yang dikandung oleh imbuhan-imbuhan. Da juga membedakan nomen atas 2 macam, membedakan partes orationes atas categorematik dan syntategorematik.

Linguistik Arab pada Zaman Renaisans berkembang pesat karena kedudukan bahasa Arab sebagai batasan kitab suci agama islam (Al Quran).

Linguistik Strukturalis

Ferdinand de Saussure merupakan Bapak Linguistik Modern. Bukunya yang berjudul Course de Linguistique Generale, memuat pandangan mengenai konsep: telaah sinkronik, perbedaan langue dan parole, perbedaan significant dan signifie, hubungan sintagmatik dan paradigmatik.

Hubungan sintagmatik adalah hubungan antara unsure-unsur yang terdapat dalam suatu tuturan, yang tersusun secara berurutan, bersifat linear.

Hubungan paradigmatik adalah hubungan antara unsur-unsur yang terdapat dalam suatu tuturan dengan unsur-unsur sejenis yang tidak terdapat dalam tuturan yang bersangkutan.

Dalam bidang fonologi aliran Praha membedakan dengan tegas akan fonetik dan fonologi. Fonetik mempelajari bunyi-bunyi itu sendiri, sedangkan fonologi mempelajari fungsi bunyi tersebut dalam suatu sistem.

Yang dimaksud tema dan rema dalam analisis sintaksis menurut aliran Praha , yaitu tema adalah apa yang dibicarakan, sedangkan rema adalah apa yang dikatakan mengenai tema.

Tokoh aliran Glosematik antara lain, Louis Hjemslev, analisis bahasa dimulai dari wacana kemudian ujaran itu dianalisis atas konstituen yang mempunyai hubungan para digmatis dalam rangka forma, ungkapan, dan isi.

Aliran Firthian dengan tokohnya John R Firth terkenal dengan studi fonologi prosodi, yaitu suatu cara untuk menentukan arti pada tataran fonetis.

Pokok-pkok pandangan Linguistik Sistematik (SL) yang dikembangkan oleh M.A.K Halliday, yaitu

1. SL memberikan perhatian penuh pada segi kemasyarakatan bahasa.

2. SL memandang bahasa sebagai pelaksana.

3. SL mengutamakan pemerian ciri-ciri bahasa tertentu beserta variasi-variasinya.

4. SL mengenal adanya gradasi atau kontinum.

5. SL menggambarkan tiga tataran utama bahasa.

Aliran strukturalis yang dikembangkan Bloomfield sering disebut aliran taksonomi, karena aliran ini menganalisis dan mengklasifikasikan unsur-unsur bahasa berdasarkan hubungan hierarkinya.

Menurut Aliran tagmemik, satuan dasar dari sintaksis adalah tagmem, yaitu korelasi antara fungsi slotl dengan sekelompok bentuk kata yang dapat saling dipertukarkan untuk mengisi slot tersebut.

Linguistik Transformasional dan Aliran-aliran Sesudahnya

Setiap tata bahasa dari suatu , menurut Chomsky adalah merupakan teori dari bahasa itu sendiri dan tata bahasa harus memenuhi dua syarat, yaitu

  1. Kalimat yang dihasilkan harus dapat diterima pemakai bahasa, sebagai kalimat yang wajar.
  2. Tata bahasa harus berbentuk sedemikian rupa.

Tentang Linguistik di Indonesia

Pada awalnya penelitian bahasa di Indonesia dilakukan oleh para ahli Belanda dan Eropa lainnya, dengan tujuan untuk kepentingan pemerintahan klonial. Analisis bahasa dalam studi linguistik di Indonesia pada masa itu masih bersifat sederhana. Konsep-konsep linguistik modern yang dikembangkan oleh Ferdinand de Saussure sudah bergema sejak awal abad XX. Namun, gema konsep linguistik modern itu baru tiba di Indonesia akhir sekali tahun lima puluhan.

Atas prakarsa sejumlah linguis senior, berdirilah organisasikelinguistikan yang diberi nama Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI).

Bahasa Indonesia tampaknya menduduki tempat sentral dalam kajian linguistik dewasa ni, baik dalam negeri maupun luar negeri.

Iklan
 

3 Responses to “Ema Rahmawati_1402408015_BAb 8”

  1. Hayyu widya P_1402408190 Says:

    Mengapa pada zaman renaisans linguistik arab berkembang pesat?

  2. pudyastuti kusuma wardhani Says:

    saya ingin bertanya, pokok-pokok pandangan linguistik sistematik {SL} dalam rangkuman anda menggambarkan 3 tataran utama bahasa, bisa disebutkan 3 tataran utama bahasa itu apa saja?, jelaskan

  3. pudyastuti kusuma wardhani Says:

    Dari : Pudyastuti Kusuma Wardhani / 1402408019
    Untuk : Ema Rahmawati / 1402408015
    Jawaban : Yang dimaksud dngan telaah bahasa secara sinkronik adalah mempelajari suatu bhs pada suatu kurun wktu tertentu saja.
    Telaah bahasa secara diakronikadalah jauh lebih sukar dari pada telaah bahasa secara sinkronik.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s