Tugas Bahasa Indonesia’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Yuni listyoningrum;1402408006 Oktober 20, 2008

Filed under: BAB II — pgsdunnes2008 @ 9:07 pm

BAB 2

LINGUISTIK SEGAGAI ILMU

Linguistik adalah ilmu yang mengambil bahasa sebagai objek kajiannya.

KEILMUAN LINGUISTIK

Ilmu linguistik telah mengalami 3 tahap perkembangan :

a. Tahap pertama

Tahap spekulasi artinya pengambilan kesimpulan tanpa didukung oleh bukti-bukti empiris dan dilaksanakan tanpa menggunakan prosedur-prosedur tertentu.

b. Tahap kedua

Tahap observasi dan klasifikasi artinya tahap mengumpulkan dan menggolongkan segala fakta bahasa dengan teliti tanpa memberi teori atau kesimpulan apapun.

c. Tahap ketiga

Tahap perumusan teori. Tahap ini setiap disiplin ilmu berusaha memahami masalah-masalah dasar dan mengajukan pertanyaan mengenai masalah itu berdasarkan data empiris yang dikumpulkan. Kemudian dirumuskan hipotesis yang berusaha menjawab pertanyaan dan menyusun tes untuk menguji hipotesis terhadap fakta yang ada.

· Linguistik mementingkan data empiris dalam penelitiannya. Kegiatan empiris bekerja secara induktif dan deduktif. Kegiatan dimulai dengan mengumpulkan data empiris, dianalisis, dan diklasifikasikan kemudian ditarik kesimpulan umum. Biasa disebut kesimpulan induktif.

Dalam ilmu logika terdapat penalaran induktif dan penalaran deduktif.

Penalaran induktif yaitu data-data khusus yang dikumpulkan lalu ditarik kesimpulan umum. Penalaran deduktif yaitu kesimpulan mengenai data khusus dilakukan berdasarkan kesimpulan umum yang ada.

Kesimpulan deduktif dari premis mayor terhadap data khusus (premis Minor).

· Ciri-ciri hakiki bahasa :

1. Bahasa adalah bunyi ujaran, bahas lisan (primer) dan bahasa tulis (sekunder).

2. Bahasa bersifat unik, setiap bahasa memiliki ciri khas masing-masing meski terdapat beberapa kesamaan.

3. Bahasa adalah suatu sistem, bahasa sebagai kumpulan unsur yang saling berhubungan.

4. Bahasa bersifat dinamis (berubah dari waktu ke waktu). Secara sinkronik : mempelajari bahasa dengan berbagai aspeknya pada masa waktu tertentu atau terbatas. Studi sinkronik bersifat deskreptif, memberikan gambaran keadaan bahasa itu apa adanya. Secara diakronik : mempelajari bahasa dengan berbagai aspeknya dan perkembangan sepanjang kehidupan bahasa itu. Studi diakronik disebut studi historis komparatif.

5. Bersifat empiris, mendekati bahasa secara deskriptif tidak preskriptif.

SUBDISIPLIN LINGUISTIK

a. Berdasarkjan objek kajiannya, apakah bahasa pada umumnya / bahasa tertentu.

ü Linguistik umum : mengkaji kaidah-kaidah bahasa secara umum.

ü Linguistik khusus : mengkaji kaidah bahasa yang berlaku pada bahasa tertentu.

b. Berdasarkan objek kajiannya, apakah bahasa pada masa tertentu atau bahasa sepanjang masa.

ü Linguistik sinkronik : mengkaji bahasa pada masa terbatas (linguistik deskriptif).

ü Linguistik diakronik : mengkaji bahasa pada masa tidak terbatas (bersifat historis dan komparatif)

Tujuannya untuk mengetahui sejarah struktural dengan segala perubahan dan perkembangannnya.

c. Berdasarkan objek kajiannya, struktur internal bahasa (hubungannya dengan faktor di luar bahasa)

ü Linguistik mikro : Kajiannya pada struktur internal bahasa.

ü Linguistik makro : menyelidiki bahasa yang berkaitan dengan faktor di luar bahasa.

Sub disiplin linguistik makro :

a. sosiolinguistik : mempelajari bahasa dalam hubungan pemakaiannya di masyarakat.

b. Antropolinguistik : mempelajari hubungan bahasa dengan budaya dan pranata budaya manusia.

c. Stilistika : mempelajari bahasa yang digunakan dalam bentuk karya sastra.

d. Filologi : mempelajari bahasa, kebudayaan, pranata, dan sejarah suatu bangsa terdapat dalam bahan tertulis.

e. Dialektologi : mempelajari batas-batas dialek dan bahasa dalam suatu wilayah tertentu.

d. Berdasarkan tujuannya

ü Linguistik teoretis : beruasaha untuk menemukan kaidah-kaidah yang berlaku dalam objek kajiannya itu.

ü Linguistik terwapan :beruasaha memecahkan masalah-masal praktis yang terdapat di dalam masyarakar.

e. Berdasarkan aliran atau teori

ü Linguistik tradisional

ü Linguistik struktural

ü Linguistik transformasional

ü Linguistik generatif semantik

ü Linguisti relasional

ü Linguistik sistemik

ANALISIS LINGUISTIK

Analisis linguistik dilakukan terhadap bahasa (semua tataran tingkat bahasa) yaitu fonetik, fenemik, morfologi, sintaksis, dan semantik.

a. Struktur, Sistem dan Distribusi

Bapak linguistik modern, Ferdinand de Saussure (1857 – 1913) dalam buku Course de Linguistique General. Membedakan dua jenis hubungan antara satuan-satuan bahasa relasi sintagmatik adalah hubungan yang terdapat antara satuan bahasa di dalam kalimat yang konkrit. Relasi asosiatif adalah hubungan yang terdapat dalam bahasa namun tidak tampak dalam susunan kalimat.

b. Analisis bawahan langsung

Sering disebut juga analisis unsur langsung yaitu suatu teknik dalam menganalisis unsur-unsur yang membangun suatu satuan bahasa, kata, frase, klausa, kalimat. Manfaatnya menghindari keambiguan karena satuan-satuan bahasa yang terikat pada wacana.

c. Analisis rangkaian unsur : bahwa setiap satuan bahasa ditata dari unsur-unsur laijn.

Analisi persis unsur : merupakan hasil dan proses pembentukan.

MANFAAT LINGUISTIK

Linguistik akan memberi manfaat langsung bagi mereka yang berkecimpung dalam kegiatan yang berhubungan dengan bahasa (linguis, guru bahasa, penyusun buku dan lain-lain).

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s