Tugas Bahasa Indonesia’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

VERA RAHMA FAULATA_1402408302_BAB IV Oktober 20, 2008

Filed under: BAB IV — pgsdunnes2008 @ 7:21 pm

NAMA : VERA RAHMA FAULATA

NIM : 1402408302

TATARAN ILMU LINGUASTIK (1) :

FONOLOGI

Runtutan bunyi bahasa dapat dianalisis atau disegmentasikan berdasarkan tingkatan-tingkatan kesatuannya yang ditandai dengan hentian-hentian atau jeda yang terdapat dalam runtutan bunyi itu.

Silabel merupakan satuan bunyi yang ditandai dengan satu satuan bunyi yang paling nyaring, yang dapat disertai atau tidak oleh sebuah bunyi lain didepan, belakang, atau sekaligus di depan dan dibelakangnya.

Bidang linguistik yang mempelajari, menganalisis, dan membicarakan runtutan bunyi-bunyi bahasa disebut fonologi. Fonologi dibedakan menjadi fonetik dan fonemik.

  1. FONETIK

Adalah bidang linguistik yang mempelajari bunyi bahasa tanpa memperhatikan apakah bunyi tersebut mempunyai fumgsi sebagai pembeda makna atau tidak.

Menurut urutan proses terjadinya dibagi menjadi tiga jenis fonetik yaitu fonetik artikulatoris, fonetik akustik, dan fonetik auditoris.

  1. Alat Ucap

Alat-alat yang terlibat dalam produksi bunyi bahasa adalah sebagai berikut :

§ Paru-paru

§ Batang tenggorok

§ Pangkal tenggorok

§ Pita suara

§ Krikoid

§ Tiroid

§ Aritenoid

§ Dinding rongga kerongkongan

§ Epiglotis

§ Akar lidah

§ Pangkal lidah

§ Tenggah lidah

§ Daun lidah

§ Ujung lidah

§ Anak tekak

§ Langit-langit lunak

§ Langit-langit keras

§ Gusi, lengkung kaki gigi

§ Gigi atas

§ Gigi bawawh

§ Bibir atas

§ Bibir bawah

§ Mulut

§ Rongga mulut

§ Rongga hidung

Bunyi-bunyi yang terjadi pada alat ucap itu diberi nama sesuai dengan nama alat ucap itu.

  1. Proses Fonasi

Terjadinya bunyi bahasa dimulai dengan proses pemompaan uadara keluar dari paru-paru melalui pangakal tenggorok yang di dalamnya terdapat pita suara diteruskan ke udara bebas. Jika udara yang keluar tidak mendapat hambatan apa-apa, maka kita tidak akan mendengar bunyi apa-apa.

Ada empat macam posisi pita suara yaitu pita suara terbuka lebar, pita suara terbuka agak lebar, pita suara terbuka sedikit dan pita suara tertutup rapat-rapat.

Tempat bunyi bahasa dihasilkan disebut tempat artikulasi, proses terjadinya disebut proses rstikulasi dan alat-alat yang digunakan disebut alat artikulasi (artikulator).

  1. Tulisan Fonetik

Tulisan fonetik tiap huruf atau lambang hanya digunakan untuk melambangkan satu bunyi bahasa. Dalam tulisa fonetik, setiap bunyi, baik yang segmental maupun suprasegmental, dilambangkan secara akurat, artinya setiap bunyi mempunyai lambang sendiri.

  1. Klasifikasi bunyi

Bunyi bahasa dibedakan atas vokal dan konsona. Beda bunyi vokal dan konsonan adalah arus udara dalam pembentukan bunyu vokal setelah melewati pita suara tidak mendapat hambatan apa-apa. Sedangkan bunyi konsonan arus udara itu masih mendapat hambatan.

    1. Klasifikasi vokal

Bunyi vokal diklasifikasikan dan diberi nama berdasarka posisi lidah dan bentuk mulut. Posisi lidah dapat berposisi vertikal atau horisontal. Secara vertikal dibedakan adanya vokal tinggi, vokal tengah, dan vokal rendah. Secara horisontal ada vokal depan, vokal pusat, dan vokal belakang. Menurut bentuk mulut ada vokal bundar dan tak bundar.

    1. Diftong atau Vokal Rangkap

Disebut diftong karena posisi lidah ketika memproduksi bunyi ini pad abagian awal dan akhrnya tidak sama.

Diftong dibedakan berdasarkan letak atau posisi unsur-unsurnya, ada diftong naik dan diftong turun.

    1. Klasifikasi Konsonan

Bunyi konsonan dibedakan berdasarkan tiga kriteria yaitu posisi pita suara, tempat artikulasi dan cara artikulasi.

Berdasarkan tempat artikulasi kita mengenal, antara lain, konsonan:

§ Bilabial

§ Labiodental

§ Laminoalveolar

§ Dorsovelar

` Berdasarkan cara artikulasi dapat dibedakan adanya konsonan :

§ Hambat

§ Geseran

§ Paduan

§ Sengauan atau nasal

§ Getaran atau trill

§ Sampingan atau lateral

§ Hampiran atau aproksiman

§

  1. Unsur Suprasegmental

Arus ujaran merupakan suatu runtutan bunyi yang sambung bersambung terus menerus diselang-seling oleh jeda singkat atau agak singkat, disertai dengan keras lembut bunyi, tinggi rendah bunyi, panjang pendek bunyi, dsb. Dalam arus bunyi tersebut ada yang dapat disegmentasikan dan ada yang tidak,bagian dari bunyi tersebut disebut bunyi suprasegmental atau prosodi.

    1. Tekanan atau stres

Tekanan menyangkut masalah keras lunaknya bunyi.

    1. Nada atau pitch

Nada berkenaan dengan tinggi rendahnya suatu bunyi. Nada dalam bahasa tertentu bisa bersifat fonemis maupun morfemis.

Dala bahasa tonal dikenal lima macam nada, yaitu :

§ Nada naik

§ Nada turun

§ Nada turun naik

§ Nada naik turun

    1. Jeda atau persendian

Jeda atau persendian berkenaan dengan hentian bunyi dalam arus ujar. Dibedakan menjadi sendi dalam (internal juncture) dan sendi luar (open juncture)

  1. Silabel

Adalah satuan ritmis terkecil dalam suatu arus ujaran atau runtunan bunyi ujaran.

  1. FONEMIK

Objek penelitian fonetik adalah fon, dan objek penelitian fonemik adalah fonem.

  1. Identifikasi fonem

Untuk mengetahui suatu bunyi merupakan fonem atau bukan harus mencari sebuah satuan bahasa biasanya kata kemudian dibandingkan dengan satuan bahasa lain yang mirip.

  1. Alofon

Alofon-alofon dari sebuah fonem mempunyai kemiripan fonetis. Artinya banyak mempunyai kesamaan dalam pengucapannya.

  1. Klasifikasi fonem

Fonem yang berupa bunyi yang didapat sebagai hasil segmentasi terhadap arus ujaran disebut fonem segmental. Fonem yang sebaliknya yang berupa unsur supra segmental disebut fonem suprasegmental atau fonem non segmental.

  1. Khasanah Fonem

Adalah banyaknya fonem yang terdapat dalam satu bahasa

  1. Perubahan Fonem
    1. Asimilasi dan disimilasi
    2. Netralisasi dan arkifonem
    3. Umlaut, ablaut, dan harmoni vokal.
    4. Kontraksi
    5. Metatesis dan epentesis
  1. Fonem dan Grafem

Fonem adalah suatu bunyi bahasa terkecil yang fungsional atau dapat membedakan makna kata.

 

3 Responses to “VERA RAHMA FAULATA_1402408302_BAB IV”

  1. maoidatul dwi kurniati (1402408303) Says:

    1. Jelaskan mengenai silabel, grafen, fonem, dan alofon!
    2. Anda menuliskan bahwa objek penelitian fonetik adalah fon, dan objek penelitian fonemik adalah fonem. Apa perbedaan antara fon dan fonem?

  2. maoidatul dwi kurniati (1402408303) Says:

    jelaskan tentang metatesis dan epentesis!

  3. Galih Nur Asih Says:

    Dari : Galih Nur Asih / 1402408223
    Untuk : Vera Rahma Faulata / 1402408302
    Pertanyaan : Apakah perbedaan asimilasi progresif dan asimilasi regresif serta asimilasai respiroka dalam perubahan fonem?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s