Tugas Bahasa Indonesia’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

UMI CHOLIFAH 1402408020 BAB 4 Oktober 20, 2008

Filed under: BAB IV — pgsdunnes2008 @ 7:18 pm

Nama : Umi Cholifah

NIM : 1402408020

BAB 4

TATARAN LINGUISTIK FONOLOGI

A. Pengertian Fonologi

Bagian linguistik yang mempelajari, manganalisa dan membicarkan runtutan bunyi-bunyi bahasa.

Secara Etimologi

Fon: bunyi dan Logi: ilmu

Menurut hierarki satuan bunyi yang menjadi objek studinya, Fonologi dibedakan menjadi dua yaitu: Fonetik dan Fonemik.

B. Bagian-bagin dari Fonologi.

  1. Fonetik:

Bidang linguistik yang mempelajari bunyi bahasa tanpa memperhatikan apakah bunyi tersebut mempunyai fungsi sebagai pembeda makna atau tidak.

Menurut urutan proes terjadinya bunyi bahasa dibedakan 3 jenis Fonetik:

a) Artikulasi :Bagaimana mekanisme alat-alat bicara.

b) Akustik :Mempelajari bunyi bahasa sebagai peristiwa fisis atau fenomena alam.

c) Auditoris :Penerimaan bunyi bahasa oleh telinga.

* Alat Ucap

Alat yang digunakan untuk menghasilkan bunyi bahasa ini, mempunyai fungsi utama lain yang bersifat biologis.(1)Paru-paru: bernafas ; (2)Lidah: mengecap : (3)Gigi: mengunyah.

* Proses Fonasi.

Jika terjadi hambatan terhadap udara atau arus udara yang keluar dari paru-paru itu dapat terjadi mulai dari tempat yang paling di dalam, yaitu pita suara, sampai pada tempat yang paling luar yaitu bibir atas dan bawah, maka akan timbul suara. Jika tidak, maka tidak akan mendengar bunyi apa-apa selain mungkin bunyi nafas.

* Tulisan Fonetik

Tulisan fonetik untuk studi fonetik (berdasarkan hu ruf-huruf latin)

Tulisan Fonemis untuk ejaan fonemis

Tulisan Ortografis untuk ejaan yang disempurnakan..

* Klasifikasi Bunyi

Vokal: Arus udara setelah melewati pita suara tidak mendapat hambatan apa-apa.

Konsonan: Arus udara seelah melewati pita suara mendapat hambatan/ gangguan.

1. Klasifikasi Vokal :Berdasarkan posisi lidah dan bentuk mulut.

2. Diftong/Vokal Rangkap :Posisi lidah ketika memproduksi bunyi, bagian awal dan akhir tidak sama.

3. Klasifikasi Konsonan

Berdasarkan (a)Posisi pita suara (b) tempat artikulasi (c) cara artikulasi.

* Unsur Suprasegmental

  1. Tekanan/ stress keras lunaknya bunyi.
  2. Nada/ pitch tinggi rendahnya suatu bunyi.
  3. Jeda/ Persendian hentian bunyi.

* Silabel/ suku kata.

Satuan ritmis terkecil daalm suatu arus ujaran/ runtutan bunyi ujaran.

1 silabel : (1 vokal) atau (1 vokal dan 1 konsonan atau lebih)

  1. Fonemik

Objek penelitian adalah fonem, yakni bunyi bahasa yang dapat/ berfungsi membedakan makna kata .

a). Identifikasi Fonem.

Dikatakan sebuah fonem apabila dia berfungsi membedakan makna.

b). alofon.

Bunyi-bunyi yang merupakan realisasi dari sebuah fonem alofon berlaku pada satu bahasa tertentu.

c). Klasifikasi Fonem

Fonem Segmental

Fonem Suprasegmental, terdapat unsure prosodi(tekanan, durasi, dan nada bersifat fungsional).

Bahasa Mandarin WEI nada datar berarti kayu kutu.

nada naik berarti bahaya.

d). Khazanah Fonem

Banyaknya fonem yang terdapat dalam satu bahasa.

e). Perubahan Fonem.

Tergantung pada lingkungan/ fonem-fonem lain yang berada disekitarnya.

Macam-macam perubahan fonem

* 1). Assimilasi dan Dissimilasi.

Assimilasi : berubahnya suatu bunyi menjadi bunyi lain (sabtu*saptu).

Dissimilasi: perubahan yang menyebbkan 2 buah fonem yang sama menjdi berbeda.

Citta(tt) : cipta (pt) cinta(nt)

* 2). Netralisasi dan Arkifonem

Netralisasi Oposisi bunyi antara bersuara dan tidak bersuara. (hard,hart)

Arkifonem Perlambangan suatu bunyi dari sebuah fonem (d~berwujud t/d)

* 3). Umlaut, Ublaut, Harmoni Vokal.

Umlaut Perubahan vocal menjadi lebih tinggi(handje(a) lebih tinggi dari pada (a) bahasa Belanda.

Ablaut Perubahan vokal dalam bahasa dengan cara pemanjangan, pemendekan/ penghilangan vokal. Sing(sang , sung)

Harmoni vokal Perubahan bunyi (dari tunggal ke jamak).

* 4). Kontraksi : Perubahan bentuk dari formal menjadi infofmal atau penyingkatan suatu fonem.

Contoh: tidak tahu~ndak tahu

Itu tadi~tu tadi

* 5). Metafisis dan Epentesis.

Metafisis : Mengubah urutan fonem yang terdapat disebuah kata (variasi).

Contoh: sapu, usap, apus ~ lajur, jalur.

Epentesis : sebuah fonem yang disisipkan pada sebuah kata.

Contoh: kampak, kapak.

* 6). Fonem dan Grafem

Fonem : Suatu bunyi terkecil yang dapat mrmbedakan makna kata.

Iklan
 

2 Responses to “UMI CHOLIFAH 1402408020 BAB 4”

  1. Kartika Suluh Pertiwi Says:

    Cukup lengkap dan mewakili seluruh isi bab.
    Pertanyaan : Tolong berikan contoh klasifikasi konsonan berdasarkan (a)Posisi pita suara (b) tempat artikulasi (c) cara artikulasi.

  2. Nunik Yuliana Says:

    rangkuman cukup menarik.namun,menurut saya akan lebih baik lagi jika keterangan dijabarkan lebih rinci agar mudah dipahami.dan apakah contoh-contoh yang anda berikan dalam rangkuman anda sudah bisa menjelaskan tentang materi yang anda rangkum?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s