Tugas Bahasa Indonesia’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

SINGGIH WIJAYANTO_1402408104_BAB2 Oktober 20, 2008

Filed under: BAB II — pgsdunnes2008 @ 7:11 pm

Nama : Singgih Wijayanto

NIM : 1402408104

BAB I

PENDAHULUAN

Dalam tugas sehari-hari, khususnya yang berkenaan dengan bahasa, tentu kita akan berhadapan dengan masalah-masalah linguistik ini, kita akan sulit dalam menyelesaikan tugas itu. Oleh karena itu, patutnya kiranya jika kita paham terhadap linguistic karena ini akan menjelaskan kepada kita hakikat bahasa sebagai satu-satunya alat komunikasi terbaik manusia.

Linguistik sering dinyatakan sebagai ilmu tentang bahasa. Sedangkan orang yang ahli dalam ilmu linguistik disebut linguis. Ilmu linguistik sering juga disebut linguistik umum, artinya ilmu ini tidak hanya mengkaji sebuah bahasa saja, tetapi seluk bahasa pada umumnya yang menjadi alat interaksi manusia.

Selain linguistik, dalam dunia keilmuan ternyata ada ilmu lain yang ”mengambil” bahasa sebagai objeknya, misalnya ilmu susastra, psikologi, fisika, dan ilmu sosial. Akan tetapi, tiap ilmu memiliki perbedaan dalam menangani objek kajiannya itu. Misalnya saja ilmu susastra memandang bahasa sebagai bahasa.

Sebagai pemula dalam linguistik, kita cukup mempelajari struktur internal bahasa itu saja yang meliputi subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Hal ini kita lakukan karena dewasa ini penelitian tentang bahasa sangatlah intensif, sehingga linguistik berkembang dengan pesat dan mendalam.

Nama : Singgih Wijayanto

NIM : 1402408104

BAB II

LINGUISTIK SEBAGAI ILMU

2.1 KEILMIAHAN LINGUSTIK

Ilmu linguistik yang telah mengalami tiga tahap perkembangan, yaitu;

i. Tahap pertama, yakni tahap spekulasi. Dalam tahap ini pembicaraan tentang sesuatu dan pengambilan kesimpulan dilakukan dengan spekulatif, artinya; kesimpulan itu dibuat tanpa didukung bukti-bukti empiris dan dilaksanakan tanpa prosedur yang jelas.

Contoh:

Ø Dahulu, orang berpendapat bahwa bumi berbentuk datar.

Ø Jika kita duduk dalam mobil yang berjalan, pohon-pohon yang diluar akan tampak berjalan.

ii. Tahap kedua adalah tahap observasi dan klasifikasi. Pada tahap ini, para ahli bahasa mengumpulkan dan mengelompokkan fakta bahasa dengan teliti tanpa memberi teori atau kesimpulan apapun.

iii. Tahap ketiga adalah perumusan teori. Pada tahap ini, tiap disiplin ilmu, memahami masalah, mengajukan pertanyaan dan merumuskan hipotesis.

Disiplin linguistik saat ini telah melalui ketiga tahap di atas, sehingga dapat dikatakan merupakan kegiatan ilmiah. Kegiatan ilmiah ini, berarti harus didasarkan pada data empiris. Sedangkan kegiatan empiris biasanya bekerja secara deduktif dan induktif.

Sebagai ilmu empiris, linguistik berusaha mencari keteraturan atau kaidah yang hakiki dari bahasa yang ditelitinya. Oleh karena itu, ilmu ini disebut sebagai ilmu homotetik.

Telah disebutkan bahwa linguistik memandang bahasa sebagai bahasa, hal ini sejalan dengan ciri-ciri hakiki bahasa;

Ø Pertama, karena bahasa adalah bunyi ujaran, maka linguistik melihat bahasa sebagai bunyi, artinya bagi linguistik bahasa lisan adalah primer dan bahasa tulis adalah sekunder.

Ø Kedua, karena bahasa bersifat unik, maka linguistik tidak berusaha menggunakan kerangka suatu bahasa untuk bahasa lain.

Ø Ketiga, karena bahasa adalah suatu sistem, maka linguistik memandang bahasa sebagai kumpulan unsur yang terhubung. Hal ini disebut pendekatan struktural.

Ø Keempat, karena bahasa berubah sewaktu-waktu, maka linguistik meperlakukan bahasa sebagai suatu dinamis.

Ø Kelima, karena bersifat empiris, maka linguistik mendekati secara deskritif dan tidak secara preskriptif.

2.2 SUBDISIPLIN LINGUISTIK

Berdasarkan objek kajiannya,

Ø Linguistik umum adalah linguistik yang berusaha mengkaji kaidah-kaidah bahasa secara umum.

Ø Linguistik khusus berusaha mengkaji kaidah yang berlaku pada bahasa tertentu.

Ø Linguistik sinkronik (deskriptif) mengkaji bahasa pada masa yang terbatas.

Ø Linguistik diakronik berupaya mengkaji bahasa pada masa yang terbatas.

Ø Linuistik mikro mengarahkan kajiannya pada struktur internal bahasa tertentu atau pada umumnya.

Ø Linguistik makro berusaha menyelidiki bahasa dalam kaitannya dengan faktor luar bahasa. Biasanya terbagi dalam berbagai subdisiplin ilmu, yaitu; sosiolinguistik, psikolinguistik, antropolinguistik, stilistika, filologi, dialektologi, dan filsafat bahasa.

Berdasarkan tujuannya,

Ø Linguistik teoretis kegiatannya untuk keprntingan teori.

Ø Linguistik terapan untuk memecahkan masalah praktis dalam masyarakat.

2.3 ANALISIS LINGUISTIK

2.3.1 Struktur, sistem, dan distribusi

Menurut bapak linguistik modern, Ferdinand d Saussure, yang dimaksud relasi sintagmatik adalah hubungan yang terdapat antara satuan bahasa dlam kalimat konkret. Sedangkan relasi asosiatif adalah bahasa, tetapi tidak tampak dalam kalimat

” Dia mengikut ibunya”

Hubungan yang terjadi antarsatuan bahasa dalam kalimat di atas disebut sintagmatik. Jika kata mengikut diganti dengan terikut, mengikuti, atau diikuti, maka hubungan ini disebut asosiatif. Louis Hjelmslev mengganti istilah asosiatif dengan paradigmatik serta memberinya pengertian yang lebih luas. Menurutnya, kata ” mengikat” dalam kalimat ”Dia mengikat kudanya” memiliki hubungan paradigmatik dengan kata ” mengikat”

Selain itu Firth menyebut hubungan sintagmatik itu dengan istilah struktur dan paradigmatik dengan istilah sistem pada dasarnya menyangkut masalah distribusi. Distribusi menurut Leonard Bloomfield adalah menyangkut tepat tidaknya penggantian suatu konstituen dalam kalimat.

2.3.2 Analisis bawahan langsung

Sering juga disebut analisis unsur langsung atau analisis bawahan terdekat ( Immediate Constituent Analysis ) adalah tehnik dalam menganalisis unsure-unsur yang membangun suatu satuan bahasa ( kata, frase, klausa, atau kalimat ). Setiap satuan bahasa terdiri dari dua buah kontituen (unsur) yang langsung membangun satuan itu.

Misalnya;

Ø Guru baru datang

Ø Guru baru datang

Dari contoh c dan d terdapat ambiguitas. Kita dapat memahami dan menentukan apakah unsur ” baru” bergabung dengan ” guru” atau ” datang” hana dengan memahami konteks wacananya dalam paragraf.

2.3.3 Analisis rangkaian unsur dan analisis proses unsur

Analisis rangkaian unsure menjelaskan bahwa satuan bahasa dibentuk dari unsure-unsur lain. Misalnya; terlepas terdiri dari ter + lepas, kepanasan terdiri dari panas + ke-/-an. Jadi, dalam analisis rangkaian unsure ini tiap satuan bahasa “terdiri dari…” bukan “ dibentuk dari..” sebagai hasil proses pembentukan.

Analisis proses unsur menganggap satuan bahasa sebagai hasil suatu pembentukan hasil prefiksasi ter- dengan dasar lepas.

2.3.4 Manfaat linguistik

Ø Bagi Linguis; membantu menyelesaikan dan melaksanakan tugasnya.

Ø Bagi guru bahasa; membantu melatih ketrampilan berbahasa/ linguistik yang kelak akan diberikan kepada muridnya.

Ø Bagi negarawan; dengan memahami linguistik dan sosiolinguistik, khususnya tentang kemasyarakatan, tentu dapat meredam konflik yang timbul akibat perbedaan dan pertentangan bahasa.

Nama : Singgih Wijayanto

NIM : 1402408104

Rombel : 4

 

One Response to “SINGGIH WIJAYANTO_1402408104_BAB2”

  1. Husnita Rahmani Says:

    Cukup menarik, diberi pendahuluan,tetapi terlalu singkat sehinnga kurang begitu jelas.
    Pertanyaan : Tolong beri penjelasan tentang pembagian subdisiplin linguistik!
    Terima kasih atas jawaban yang diberikan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s