Tugas Bahasa Indonesia’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Sevin Arseno_BAB 3 Oktober 20, 2008

Filed under: BAB III — pgsdunnes2008 @ 8:42 pm

Nama : Sevin Arseno

BAB 3

OBJEK LINGUISTIK BAHASA

3.1 PENGERTIAN BAHASA

Bahasa dalam bahasa Indonesia mempunyai pengertian system lambing bunyi arbiter yang digunakan oleh para anggota kelompok social untuk bekerja sama,berkomunikasi dan mengidentifikaei diri.

Dua buah tuturan bisa bisa disebut sebagai dua bahasa yang berbeda berdasarkan dua buah patokan,yaitu patokan linguistik dan patokan politis.

3.2 HAKIKAT BAHASA

Dari definisi bahasa di dapati beberapa sifat yang hakiki dari bahasa (1) bahasa adalah sistem (2) bahasa berwujud lambang (3) bahasa berupa bunyi (4) bahasa berupa arbirter (5) bahasa itu bermakna (6) bahasa itu bersifat konvensional (7) bahasa bersifat unik (8) bahasa bersifat universal (9) bahasa bersifat produktif (10) bahasa itu berfariasi (11) bahasa bersifat dinamis (12) bahasa itu berfungsi sebagai alat interaksi sosial (13) bahasa itu merupakan identitas penuturnya.

3.3 BAHASA DAN FAKTOR LUAR BAHASA

Objek kajian linguistik mikro adalah struktur intern bahasa atau sosok bahasa itu sendiri Sedangkan kajian linguistik makro adalah bahasa dalam hubunganya dengan faktor diluar bahasa.

Objek kajian linguistik makro sangat luas dan beragam Masalah yang erat kaitannya dengan bahasa adalah masalah bahasa dalam kaitannya dengan kegiatan sosial di dalam masyarakat, lebih jelasnya hubungan bahasa dengan masyarakat itu.

3.3.1. MASYARAKAT BAHASA

Masyarakat bahasa adalah sekelompok orang yang merasa menggunakan bahasa yang sama. Tetapi dari pengertian tersebut maka konsep masyarakat bisa menjadi luas dan. Secara linguistik bahasa Indonesia dan Malaysia adalah bahasa yang sama. Tetapi antara orang Indonesia dan Malaysia tidak merasa menggunakan bahasa yang sama.

3.3.2. VARIASI DAN STATUS SOSIAL BAHASA

Perbedaan 2 macam variasi bahasa berdasarkan status pemakainya,yaitu:

1) Variasi bahasa tinggi (T)

2) Variasi bahasa rendah (R)

3.3.3. PENGGUNAAN BAHASA

Suatu komunikasi dengan menggunakan bahasa harus memperhatikan 8 unsur,yang diakronimkan menjadi SPEAKING,yakni:

1. Setting and scene,berkenaan dengan tempat dan waktu terjadinya suatu percakapan.

2. Participants,orang-orang yang terlibat dalam percakapan.

3. Ends,maksut dan hasil percakapan.

4. Act squeces,hal yang menunjuk pada bentuk dan isi parcakapan.

4. Jnstrumentalities,menunjuk pada jalur percakapan.

5. Norms,menunjuk pada norma perilaku peserta percakapan.

6. Genres,menunjuk pada kategori atau ragam bahasa yang digunakan.

3.3.4. KONTAK BAHASA

Dalam masyarakat yang terbuka,artinya para anggotanya dapat

Menerima kedatangan anggota dari masyarakat lain,baik dari satu atau lebih dari satu masyarakat,akan terjadilah apa yang disebut kontak bahasa.Hal paling multilingualisme dengan kasus interferensi,integrasi,alih kode dan campur kode. Adanya unsur bahasa lain dalam bahasa yang digunakan,namun konsep masalahnya tidak sama.

Kefasihan seseorang untuk menggunakan dua buah bahasa

sangat tergantung pada adanya kesempatan untuk menggunakan

kedua bahasa itu.

3.3.5. BAHASA DAN BUDAYA

Dalam sejarah linguistik ada suatu hipotesis terkenal mengenai

Hubungan bahasa dan kebudayaan “bahasa itu mempengaruhi cara berpikir

dan bertindak anggota masyarakat penuturnya”.

3.4 KLASIFIKASI BAHASA

Dengan berkembangnya studi linguistik historis komparatif,studi

Yang mengkhususkan pada telaah perbandingan bahasa,maka orang mulai

Membuat klasifikasi terhadap bahasa-bahasa yang ada didunia.Klasifikasi

dilakukan dengan melihat kesamaan ciri yang ada pada setiap bahasa.

Bahasa yang mempunyai kesamaan cirri dimasukan kedalam satu kelompok.

Klasifikasi yang baik harus memenuhi persyaratan nonarbitrer,eksnaustik,

dan unik.Kriteria klasifikasi itu tidak boleh semaunya,hanya harus ada satu

criteria.Ternyata dalam prakteknya tiga persyaratan itu tidak bisa dilaksanakan

sebab banyak sekali cirri-ciri bahasa yang dapat digunakan untuk membuat

klasifikasi itu.

3.3.1.KLASIFIKASI GENETIS

Dilakukan berdasarkan garis keturunan bahasa itu.Dikarenakan asal

Tiap bahasa itu menyebar dan kemudian berubah.Sejauh ini dari hasil klasifikasi

yang dilakukan dan diterima secara umum bahasa didunia terbagi dalam sebelas

rumpun bahasa yqitu rumpun dravida,rumpun austronesia,rumpun kaukasoid,

rumpun finougria,rumpun paleoasiatis,rumpun ural-altai,rumpun sino-tibet,

rumpun bahasa-bahasa Indian.

3.4.2.KLASIFIKASI TIPOLOGIS

Klasifikasi dini dilakukan berdasarkan kesamaan tipe hasil klasifikasinya

Menjadi bersifat arbitrer,karena terikat oleh tipe tipe tertentu tapi hasilnya tetap

Ekshaustik dan unik.

Klasifikasi pada tataran morfologi yang telah dilakukan pada abad XIX

Dibagi menjadi tiga kelompok:

1.Yang semata-mata menggunakan bentuk bahasa sebagai dasar klasifikasi

(bahasa berafiks dan bahasa berfieksi,bahasa tanpa struktur gramatieal)

2.Menggunakan akar kata sebagai sebagai dasar klasifikasi dibagi menjadi

(1)akar kata yang monosilabis

(2)akar kata yang mampu mengadakan komposisi

(3)akar kata yang disilabis dengan tiga konsonan.

3.Menggunakan bentuk sintaksis sebagai dasar klasifikasi:

(1)bahasa yang terbentuk

(2)bahasa yang tidak terbentuk (bahasa kolokatif,bahasa derivatif dengan

Juksposisi)

(3)bahasa derivatif dengan perubahan akar kata.

Edward sapir mrnggunakan tiga parameter untuk mengklasifikasi

bahasa-bahasa yang ada didunia:

(1)konsep-konsep gratical.

(2)proses-proses gratical.

(3)tingkat penggabungan morfem dan kata.

3.4.3.KLASIFIKASI AREAL

Berdasarkan adanya hubungan timbal balik antara bahasa yang Satu

dengan bahasa yang lain dalam suatu areal atau wilayah tanpa memperhatikan

apakah bahasa itu berkerabat secara genetika atau tidak.

3.4.4.KLASIFIKASI SOSIALINGUISTIK

Dilakukan berdasarkan hubungan antara bahasa dengan factor-faktor

yang berlaku dalam masyarakat,tepatnya berdasarkan status,fungsi,penilaian yang

diberikan masyarakat terhadap bahasa itu.

3.5 BAHASA TULIS DAN SISTEM AKSARA

Bahasa adalah sebuah sistem bunyi jadi bahasa itu adalah apa yang

dilaksanakan.Namun linguistic tidak menutup diri terhadap bahasa tulis,karena

bahasa tulis dekat sekali hubunganya dengan bahasa.Dalam linguistik

bahasa lisan itu primer,bahasa tulis itu sekunder.

Hubungan antara fonem dengan huruf atau grafem ternyata juga

bermacam-macam dalam bahasa tidak sama dengan jumlah huruf yang

tersedia.

Iklan
 

One Response to “Sevin Arseno_BAB 3”

  1. nugraheni pustokoweny Says:

    Bahasa itu produktif,lalu apakah keproduktifan bahasa dapat mempengaruhi bahasa di masa mendatang ?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s