Tugas Bahasa Indonesia’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Saodah;1402408127;bab 5 Oktober 20, 2008

Filed under: BAB V — pgsdunnes2008 @ 7:08 pm

Nama : Saodah

NIM : 1402408127

Rombel : 2

BAB 5

TATARAN LINGUISTIK(2)MORFOLOGI

5.4 MORFEM

Tata bahasa tradisional tidak mengenal konsep maupun istilah morfem, sebab morfem bukan merupakan satuan dalam sintaksis dan tidak semua morfem mempunyai makna secara filosofis.

5.1.1 Untuk menentukan sebuah satuan bentuk adalah morfem atau bukan, kita harus membandingkan bentuk tersebut didalam kehadirannya dengan bentuk-bentuk lain. Jika bentuk tersebut bisa hadir secara berulang-ulang dengan bentuk lain,maka bentuk tersebut adalah sebuah morfem.

Contoh:

1.Kedua,ketiga,kelima,…..,bentuk ke adalah sebuah morfem yang menyatakan tingkat atau derajat.

2.Ke kampus,ke pasar,ke dapur,…..,bentuk ke juga sebuah morfem yang menyatakan arah/ tujuan.

Akan tetapi bentuk ke pada contoh 1 dan 2 adalah dua morfem yang berbeda meskipun bentuknya sama.

Jadi,kasamaan arti dan bentuk merupakan ciri sebuah morfem.

3.Meninggalkan ,ditinggalkan, tertinggal

Bentuk tinggal adalah sebuah morfem karena bentuknya sama dan maknanya juga sama.

Jadi,untuk menentukan sebuah bentuk morfem atau buka kita juga harus tahu maknanya.

5.1.2 MORF dan ALOMORF

Contoh 4:melihat,membawa,mendengar,menyanyi,menggoda,mengelas.

Keenam awalan tersebut adalah sebuah morfem, sebab bentuknya tidak persis sama, tetapi perbedaannya dapat dijelaska secara fonologis.

Bentuk-bentuk realisasi yang berlainan dari morfem yang sama disebut alomorf.Dengan perkataan lain alomorf adalah perwujudan konkret (di dalam pertuturan ) dari sebuah morfem. Bisa juga dikatakan morf dan alomorf adalah dua bilah nama untuk sebuah bentuk yang sama.Morf adalah nama untuk semua bentuk yang belum diketahui ststusnya : sedanagkan alomorf adalah nama untuk bentuk tersebut kalau sudah diketahui status morfemnya.

5.1.3 Klasifikasi Morfem

Morfem dikelompokkan berdasarkan kriteria, antara lain berdasarkan kebebasannya, keutuhannya,maknanya, dan sebagainya.

5.1.3.1 Morfem bebas dan morfem terikat

Morfem bebas adalah morfem yang tanpa kehadiran morfem lain dapat muncul dalam pertukaran.

Contoh :Pulang,makan,rumah.Sedangkan morfem terikat adalah morfem yang tanpa digabung duldu dimorfem lain dapat muncul dalam penuturan.Semua afiks dalam bahasa Indonesia adalaha morfem terikat,termasuk juga morfem penanda jamak dalam bahasa inggris:[-s],[-z],[iz].

Berkenaan dengan morfem terikat ini dalam bahasa Indonesia, ada beberapa hal yang perlu dikemukakan :

  1. Bentuk-bentuk seperti juang, henti dan baur termasuk morfem terikat, karena meskipun bukan afiks, tidak dapat muncul dalam penuturan tanpa proses morfologi.
  2. Bentuk-bentuk seperti baca, tulis juga baru bisa muncul setelah proses morfologi.
  3. Bentuk-bentuk seperti renta, kerontangjuga termasuk morfem terikat/ morfem unik karena bisa muncul dalam pasangan tertentu.
  4. Bentuk-bentuk yang termasuk preposisi dan konjungsi termasuk morfem bebas,tetepi secara sintaksis merupakan bentuk-bentuk terikat.
  5. Klitika, merupakan morfem yang agak sukar dijelaskan statusnya, apakah bebas atau terikat.

5.1.3.2 Morfem Utuh dan Morfem Terbagi

Pembedaan morfem utuh dan morfem terbagi berdasarka bentuk formal yang dimiliki morfem tersebut, apakah merupakan satu kesatuan yang utuh atau merupakan dua bagian yang terpisah atau terbagi karena disisipi morfem lain .Semua morfem dasar bebas (meja,kursi,pensil,dll) dan sebagian morfem terikat (ter-, ber-,…) adalah termasuk morfem utuh.Sedangkan morfem terbagi adalah sebuah morfem yang terdiri dari dua buah bagian terpisah.Misalnya pada kata kesatuan terdapat morfem utuh, yaitu (satu) dan satu morfem terbagi yaitu (ke-/-an)

Sehubungan dengan morfem terbagi,ada catatan yang perlu diperhatikan:

Pertama semua afiks yang disebutkan konfiks (ke-/-an,ber-/-an, dan pe-/-an) termasuk morfem terbagi.

Kedua,dalam bahasa Indonesia ada afiks yang disebut infiks,yaitu afiks yang disisipkan ditengah morfem dasar.Misalnya,afiks (-er-) pada kata gerigi,(-em) pada kata gemetar, dll.

Morfem Segmental dan Suprasegmental

Morfem segmental adalah morfem yang dibentuk oleh fonem-fonem segmental, seperti morfem (lihat),(lah), (sukat) dan 9ber).Sedankan morfem suprasegmental adalah morfem yang dibentuk oleh unsur-unsur suprasegmental,seperti tekana,nada,durasi, dsb.

Morfem Beralomorf Zero

Dalam linguistik deskriptif ada konsep mengenai morfem beralomorf zero/nol (lambangnya o).Yaitu morfem yang salah satu alomorf tidak berwujud bunyi segmental,melainkan berupa “kekosongan”.

Morfem bermakna leksikal dan morfem tidak bermakna leksikal

Morfem bermakna leksikal adalah morfem-morfem yang secara inheren telah memiliki makna pada dirinya sendiri,tanpa perlu berproses dulu dengan morfem lain.Contoh :pergi,maka dll.Sebaliknya morfem tak berwarna leksikal tidak mempunyai makna pada dirinya sendiri.Contohnya adalah pada morfem-morfem afiks:(ber,me,ter)

5.1.4 Morfem dasar,bentuk dasar,pangkal(stem) dan akar (roof)

– Istilah morfem dasar biasanya digunakan sebagai dikotomi dengan morfem afiks.

– Istilah bentuk dasar/dasar (base) saja biasanya digunakan untuk menyebut sebuah bentuk yang menjadi dasar dalam sebuah dasar dalam suatu proses morfologi

– Istilah pangkal/stem digunakan untuk menyebutkan bentuk dasar dalam proses infleksi/proses gramatikalyang dapat terjadi pada morfem dasar.

5.2 KATA

5.2.1 Hakikat kata

Menurut bahasawan tradisional kata adalah deretan huruf yang diapit oleh dua buah spasi dan mempunyai satu arti/kata adalah satuan bahasa yang mempunyai satu pengertian.

Bahasa kata yang umam kita jumpai dalam berbagai buku linguistik eropa adalah bahwa kata merupaka bentuk yang,kedalam mempunyai susunan fonologis yang stabil dan tidak berubah dan keluar mempunyai kemungkinan mobilitas didalam kalimat.

5.2.2 Klasifikasi kata

Para tata bahasawan strukturalis membuat klasifikasi kata berdasarkan distribusi kata itu dalam satu struktur/konstruksi.Ada juga kelompok linguis yang menggunakan kriteria fungsi sintaksis sebagai patokan untuk menentukan kelas kata

5.2.3 Pembentuk kata

Pembentuk kata ini mempunyai dua sifat ,membentuk kata-kata.

5.2.3.1 Pembentukan Inflektif

Adalah pembentukan kata yang tidak membentuk kata baru kata lain yang berbeda identitas leksikalnya dengan bentuk dasarnya.

5.2.3.2 Derivatif

Pembentukan kata yang membentuk kata bar/kata yang identitas leksikalnya tidak sama dengan kata dasarnya.

5.3PROSES MORFEMIS

5.3.1 Afiksasi

Proses pembubuhan afiks pada sebuah dasar/bentuk dasar.

5.3.2 Reduplikasi

Proses morfermis yang mengulang beentuk dasar secara keseluruhan,maupun dengan perubahan bunyi.

5.3.3 Komposisi

Hasil dan proses penggabunagn morfe dasar dengan morfem dasar.

5.3.4 Konversi,Modifikasi Internal dan Suplesi

Konversi adalah pembentukan kata dari sebuah kata menjadi kata lain tanpa perubahan unsur segmental.

Modifikasi Internal :Proses pembentukan kata dengan penambahan unsur-unsur kedalam morfem yang berkerangka tetap.

Suplesi sejenis denagn modifikasi internal.

5.3.5 Pemendekan

Proses penaggalan bagian-bagian leksem/gabungan leksem sehingga menjadi sebuah bentuk singkat tetapi maknanya tetap sama dengan makna bentuk utuhnya

5.3.6 Produktifitas proses morfermis

Dapat tidaknya pembentukan kata itu ,terutama afiksasi,reduplikasi dan komposisi.

5.2Morfofonemik

Peristiwa berubahnya wujud morfermis dalam suatu proses morfologis.Terdiri dari:

-Pemunculan fonem

-peluluhan fonem

-Perubahan fonem

Pelepasan fonem

Pergeseran fonem

Iklan
 

One Response to “Saodah;1402408127;bab 5”

  1. Khikmatul Azizah Says:

    Dari : Khikmatul Azizah (1402408030)
    Untuk : Saodah (1402408127)
    Pertanyaan :
    Anda menyebutkan bahwa Suplesi sejenis dengan modifikasi internal. apa maksud dari kalimat tersebut ?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s