Tugas Bahasa Indonesia’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Perdana Wira S_1402408137_BAB 8 Oktober 20, 2008

Filed under: BAB VIII — pgsdunnes2008 @ 7:47 pm

Nama : Perdana Wira S

NIM : 1402408137

BAB 8

SEJARAH DAN ALIRAN LINGUISTIK

v Linguistik Tradisonal

Karena linguistik tradisional menganalisis bahasa berdasarkan filsafat dan semantic,

sedangkan tata bahasa structural berdasarkan struktur atau ciri-ciri formal yang ada dalam

bahasa.Adapun tahapan perkembangan linguistik ada tiga tahapan yaitu tahap spekulasi,

observasi, dan perumusan teori.

ü Linguistik Zaman Yunani

Pada zaman ini para linguis mempertentangkan antara fisis dan nomos, analogi

dan anomali

· Fisis (alami) = punya prinsip abadi dan tidak dapat diubah dan ditolak

· Nomos (konvensi) = diperoleh dari hasil tradisi atau kebiasaan dan mungkin bisa

diubah

· Analogi = tata bahasa bersifat teratur

· Anomaly = tata bahasa tidak bersifat teratur

Ø Kaum Sophis

Mereka muncul pada abad ke-5 sebelum masehi. Mereka melakukan kerja empiris,

menggunakan ukuran tertentu, mementingkan retorika dalam studi, dan membedakan

kalimat berdasarkan isi dan makna.Adapun tokoh pada masa masa ini adalah Protogoras

dan georgias

Ø Plato (429-347 s,m)

Dalam studinya :

1. Memperdebatkan analogi dan anomaly

2. Membuat batasan bahasa, bahwa bahasa adalah pernyataan pikiran

manusia dengan perantara onomata dan rhemata.

· Onoma : nama (bhsa shari-hari), nomina/nominal (dlm tata bhsa),

subjek.

· Rhema : Ucapan (bhsa shari-hari), verba (tata bahasa), predikat.

Ø Aristoteles (384 -322 s.m)

Aristoteles dia lebih menekankan pada logika. Membagi tiga macam kelas kata :

Onoma, Rhema, dan Syndesmoy (preposisi dan konjungsi). Adapun menggolongkan

gender yaitu maskulin, feminim, dan neutron

Ø Kaum Stoik

– membedakan studi bahasa secara logika dan tata bahasa

– menciptakan istilah khusus dalam tata bahasa

– membagi 3 komponen studi bahasa : tanda (symbol,sign, semonion), makna, hal –

diluar bahasa (benda /situasi)MODERN

– Legein (bunyi fonologi yang bermakna), propheral (bunyi bahasa yang bermakna).

– Membagi kata : benda, kerja, syndesmoy, arthoron.

– Kata kerja komplet, tak komplet, aktif dan pasif

Ø Kaum Alexandrian

Kaum ini berpahaman analogi.Mereka menciptakan buku Dionysius Thrax yang

menjadi cikal bakal tata bahasa tradisional.

ü Zaman Romawi

Ø Varro dan”De Lingua Latina”

Dalam bukunya itu Varro membicarakan :

a. Etimologi : mempelajari asal usul kata beserta artinya

b. Morfologi : mempelajari kata dan pembentukannya

c. Sintaksis

Vorro membagi kelas kata latin menjadi :

1. Kata benda dan kata sifat → infleksi kasus

2. Kata kerja → membua pernyataan (infleksi tense)

3. Partisipel → konjungsi (infleksi kasus dan tense)

4. Aduerbium → pendukung (tak berinfleksi)

Kasus dalam bahasa latin yunani :

1. Nominativus (Primer) 4. Akusativus (objek)

2. Genetivus (kepunyaan) 5. Vokativus (sapaan)

3. Dativus (menerima) 6. Ablativus (asal)

Ø Institutiones Grammaticae (tata bahasa Priscia)

– merupakan buku paling lengkap

– teori dasarnya menjadi tonggak pembicaraan bahasa tradisional.

Dalam buku ini membahas tentang beberapa hal antara lain

a. Fonologi membicarakan istilah Litterae : bagian terkecil bunyi yang dapat

diartikan.

ü Zaman Pertengahan

Membicarakan tentang beberapa hal :

1. Kaum Modistae, pada masa kaum ini berkembang etimologi

2. Tata Bahasa Spekulativa, menurut tata bahasa ini, kata tidak secara langsung

mewakili alam dan benda yang ditunjuk, tetapi hanya mewakili dalam pelbagai cara

modus, substansi, aksi, kualitas, dsb.

3. Petrus Hispanus, dalam bukunya Summutae Logicales :

a. Memasukkan psikologi dalam bahasa.

b. Menbedakan nomen menjadi substantivum dan adjectivum.

c. Membedakan partes orationes menjadi categorimatek (semua bentuk yang dapat

menjadi subjek atau predikat) dan syntategorematik (semua bentuk tutur lainnya).

ü Zaman Renaisans

Dianggap sebagai abad pembukaan pemikiran abad modern.Dan berkembangnya

berbagai macam bahasa.

Bahasa Ibrani

Ada beberapa tokoh antara lain Royer Bacon, Reuchlin, N. Clenard. Reuchlin

menggolongkan kata sama dengan lingustik arab

Bahasa Arab,

Ulama Islam melarang penerjemahan bahasa arab, tapi memperbolehkan

menafsirkannya. Dua aliran linguistik arab, Basra dan Kufah. Basra (menganut konsep

analogi dari yunan), sehingga mengacu pada kereguleran dan kesistatisan bahasa.

sedangkan Kufah (menganut konsep anomali), mengacu pada keanekaragaman bahasa.

Toloh arab Sibawaihi, dalam bukunya Al Ayn, membagi kata menjadi : ismun (nomen),

fi’lun (verbum), harfun (partikel)

Bahasa Eropa, serta bahasa diluar eropa, lingua franca (bahasa antarbangsa) digunakan

untuk kegiatan politik, perdagangan, dsb.

ü Menjelang Lahirnya Linguistik Modern

Dengan berkembangnya studi linguistik bandingan atau linguistik historis komparatif

serta studi mengenai hakikat bahasa secara linguistik, maka dimulailah babak baru

sejarah linguistik

v Linguistik Strukturali

Tokoh dan aliran yang mengisi linguistic struktualitas

ü Ferdinand de Saussure

Dianggap sebagai Bapak Linguistik Modern, karena dalam bukunya Course de

Linguistique Generate,dia mendiskripsikan bahasa berdasarkanisi dan sifat dari bahasa

itu yang memuat tentang telaah bahasa secara sinkronik {mempelajari waktu tertentu}

dan diakronik {sepanjang masa}, pembahasan tentang tanda linguistik yang di bentuk

dari dua komponen yang berbeda, dan perbedaan langue dan parole, serta hubungan

sinmatik dan paradikmatik.

ü Aliran Praha

Dengan tokohnya Vilem Mathesius, Nikolai S. Trubetskoỷ, Roman Jakobson, dan Morris

Halle, membedakan fonologi (mempelajari bunyi dalam suatu sistem) dan fonetik

(mempelajari bunyi itu sendiri). Struktur bunyi dijelaskan dengan kontras atau oposisi.

ü Aliran Glosematik

Aliran ini lahir di Denmark, dengan tokohnya Louis Hjemslev. Hjemslev menganggap

bahasa mengandung segi ekspresi (Signifiant) dan segi isi(signifie). Masing2 segi

mengandung forma dan substansi : forma ekspresi, substansi ekspresi, forma isi, dan

substansi isi.

ü Aliran Firthian

dengan tokohnya Joh R. Firth (London, 1890-1960). Dikenal dengan teori fonologi

prosodi, yaitu cara menentukan arti pada tataran fonetis.Selain itu dia juga terkenal

dengan pandanganya tentang bahasa. Ada tiga macam pokok prosodi

Ada tiga pokok macam pokok prosodi antara lain:

a. Prosodi yang mentangkut bagian struktur kata, suku kata, gabungan

konsonsn dan vocal

b. Prosodi yang terbentuk dari sendi atau jeda

c. Prosodi yang realitasnya fonetisnya melampaui satuan yang lebih besar

ü Linguistik Sistemik (M.A.K Haliday)

Pokok pandangan Linguistik sistematik adalah :

1. Memberi perhatian penuh pada segi kemasyarakatan bahasa, terutama pada fungsi

dan penerapannya dalam bahasa.

2. Memandang bahasa sebagai “pelaksana”. Pembedaan langue (jajaran pikiran

tergantung penutur bahasa) dan parole (perilaku kebahasaan sebenarnya).

3. Mengutamakan ciri bahasa tertentu dan variasinya.

4. Mengenal gradasi atau kontinum.

5. Menggambarkan tiga tataran utama bahasa :

a. Substansi : bunyi yang diucapkan waktu berbicara (fonis), dan lambang yang

digunakan saat menulis (grafis).

b. Forma : susunan substansi pada pola bermakna.

Leksis : butir lepas bahasa dan tempat butir terletak

Gramatika : kelas butir bahasa dan pola tempat terletaknya.

c. Situasi, meliputi : tesis (apa yang dibicarakan), situasi langsung (waktu tuturan

itu diucapkan), situasi luas (tuturan pengalaman pembicara atau penulis yang

mempengaruhi tuturan yang diucapkan atau ditulisnya.

ü Leonard Bloomfield dan Strukturalis Amerika

Faktor yang menyebabkan berkembangnya aliran ini :

1. Mereka memerikan bahasa indian dengan cara sinkronik.

2. Bloomfield memerikan bahasa aliran strukturalisme berdasarkan fakta objektif sesuai

dengan kenyataanyang diamati.

3. Hubungan baik antar linguis. Sehingga menerbitkan majalah Language, sebagai

wadah melaporkan hasil karya mereka.

Aliran ini sering juga disebut aliran taksonomi, karena aliran ini menganalisis dan

mengklasifikasikan unsur bahasa berdasarkan hubungan hierarkinya.

ü Aliran Tagmemik

Dipelopori oleh Kenneth L. Pike. Seorang tokoh yang mewarisi sebuah pandangan yang

Bloomfield.Yang dimaksud tagmem adalah korelasi entara fungsi gramatikal (slot)

dengan kelompok bentuk kata yang dapat dipertukarkan utnuk mengisi slot tsb.

v Linguistik Transformasional Dan Aliran-Aliran Sesudahnya

ü Tata Bahasa Transformasi

Dengan tokohnya Noam Chomsky, menciptakan buku Syntactic Structure, yang memuat

pengertian bahwa tata bahasa merupakan teori bahasa itu sendiri. Dan tata bahasa harus

memenuhi dua syarat :

1. Kalimat yang dihasilkan harus dapat diterima oleh pemakai bahasa, wajar dan tidak

dibuat-buat.

2. Berbentuk sedemikian rupa, artinya semua satuan dan istilah harus sejajar dengan

teori linguistik tertentu.

Teori ini membedakan antara kemampuan dan perbuatan berbahasa.

– Kemampuan : pengetahuan yang dimiliki pemakai bahasa mengenai bahasanya.

– Perbuatan berbahasa : pemakaian bahasa itu sendiri dalam keadaan yang

sebenarnya.

Tata bahasa dari setiap bahasa terdiri dari 3 komponen :

1. Sintaksis

Merupakan sentral tata bahasa karena menentukan arti kalimat dan menggambarkan

aspek kreativitas bahasa.

2. Semantik

Arti kalimat ditentukan oleh komponen ini. Arti sebuah morfem digambarkan dengan

memberi unsur makna atau ciri semantik yang membentuk arti morfem itu.

Ex : kata “Adik” mempunyai ciri semantik /+makhluk/ sedangkan kata “Rumah”

punya ciri /-makhluk/, sehingga dalam kalimat : “Adik menendang bola” dapat kita

terima, sedangkan kalimat “Rumah menendang bola” tidak bisa kita terima karena

kata kerja “menendang” hanya bisa dilakukan oleh benda yang punya ciri semantik

/+makhluk/.

3. Fonologis

Memberi interpretasi pada kaidah transformasi.

ü Semantik Generatif

Struktur ini serupa dengan struktur logika, berupa ikatan tak berkala antara predikat

dengan argumen dalam suatu proposisi.

Ex : dalam kalimat “Nenek minum kopi” (preposisi)→ mempunyai predikat berargumen

dua yakni : nenek dan kopi atau dpt dirumuskan: MINUM(nenek,kopi). Dalam kalimat

“Nenek marah” predikatnya punya satu argumen yakni : nenek. / MARAH(nenek).

ü Tata Bahasa Kasus

Dengan tokohnya Charles J. Fillmore, dalam bukunya “The Case for Case” Fillmore

membagi kalimat atas modalitas (berupa unsur negasi, kala, aspek,dan adverbia), dan

proposisi (verba + sejumlah kasus). Tata bahasa ini mempunyai persamaan dengan

Semantik generatif yaitu sama-sama menumpukkan teorinya pada predikat atau verba.

Fillmore membatasi kasus atas agen (pelaku), experiencer (yang mengalami peristiwa),

object (yang dikenai perbuatan), means, source (keadaan, tempat, waktu yang lalu), goal

(keadaan, tempat, waktu yang kemudian), referential (acuan).

ü Tata Bahasa Relasional

Tokohnya : David M. Perlmutter dan Paul M. Postal. Tata bahasa ini juga berusaha

mencari kaidah kesemestaan bahasa.

Menurut teori ini klausa terdiri dari tiga wujud :

1. Simpai (nodes), menmpilakn elemen dalam struktur.

2. Tanda relasional (relational sign) menunjukkan nama relasi gramatikal dalam

hubungan antar elemen.

3. “coordinates” menunjukkan tataran elemen yang menyandang relasi gramatikal thdp

elemen lain.

Ex : klausa “Ali memberi buku itu kepada saya” → punya 3 nomina dan 1 verba.

– Nomina ali berelasi “subjek dari”

– Nomina buku itu berelasi “objek langsung dari”

– Nomina saya berelasi “objek tak langsung dari”

– Verba beri berelasi “predikat dari”

Konstruksi yang terlibat pada klausa diatas adalah :

1. Konstruksi kalimat inti (Ali memberi buku itu kepada saya)

2. Konstruksi hasil transformasi datif (Ali memberikan saya buku itu)

3. Konstruksi hasil trnasormasi pasif dari datif (Saya diberikan buku itu oleh Ali)

v Tentang Linguistik Di Indonesia

Sebagai negeri yang sangat luas Indonesia sudah lama menjadi kajian penelitian linguis.

Para pemerintah kolonial mempelajari bahasa untuk menguasai pemerintahan dan sebagai media

penyebaran agama nasrani. Pada zaman itu penelitian tentang bahasa masih bersifat observasi dan

klasifikasi. Buku yang dibuat Biblipgraphical Series dari Institut voor Taal, Land, en

Volkenkunde Belanda, oleh (Teeuw;1961, Uhlenbeck;1964, dll)

Sejak kepulangan sejumlah linguis Indonesia dari Amerika, seperti Anton M. Moeliono

dan T.W. Kamil, mulai diperkenalkan konsep fonem, morfem, frase dan klausa.

Konsep linguistik modern yang melihat bahasa secara deskriptif sukar diterima para guru

besar dan pakar bahasa.

Ex : konsep modern menganggap bentuk merubah = mengubah karena hal itu terdapat dalam

bahasa masyarakat sehari-hari. Padalah bentuk merubah adalah bentuk yang salah.

Kridalaksana dalam bukunya Pembentukan Kata Bahasa Indonesia (1989),

mempertanyakan akhiran –in seperti pd kata abisin dan awalan –nge (ngebantu) termasuk afiks

bahasa Indonesia ? ?. Padahal itu adalah bentuk yang salah, sehingga seharusnya tidak dimuat

dalam buku.

Datangnya guru besar Prof. Verhaar dari Belanda menjadikan studi linguistik terhadap

bahasa daerah dan nasional Indonesia semakin marak.

Sejalan dengan perkembangan studi linguistik, pada tanggal 15 November 1975 dibentuk

MLI (Masyarakat Linguistik Indonesia), sebagai wadah berdiskusi, bertukar pengalaman, dan

publikasi penelitian. MLI mengadakan Musyawarah Nasional tiap tiga tahun sekali untuk

membicarakan masalah organisasi dan linguistik. MLI menerbitkan jurnal Linguistik Indonesia

mulai tahun 1983 untuk laporan dan publikasi penelitian.

Penyelidikan terhadap bahasa daerah banyak dilakukan oleh orang luar Indonesia. Kajian

terhadap bahasa Jawa dipelajari Uhlenbeck. Voorhove, Teeuw, Rlvink, dan Grijns dengan kajian

bahasa Jakarta. Serta Robins (London) dengan kajian bahasa Sunda.

Sesuai dengan fungsinya sbg bahasa nasional, bahasa Indonesia menduduki sentral dalam

kajian linguistik dewasa ini. Dalam kajian bahasa Indonesia tercatat nama-nama seperti

Kridalaksana, Kaswanti Purwo, Darjdowidjojo, dan Soedarjanto yang telah menghasilkan tulisan

pelbagai segi dan aspek bahasa Indonesia.

Iklan
 

2 Responses to “Perdana Wira S_1402408137_BAB 8”

  1. pgsdunnes2008 Says:

    dan

  2. Ahmad Syaiful Says:

    Dari perkembangan linguistik indonesia dari zaman apakah yang sangat punya pengaruh besar pada perkembangan di indonesia ?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s