Tugas Bahasa Indonesia’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Sri Sulistyono;1402408139 Oktober 19, 2008

Filed under: BAB II — pgsdunnes2008 @ 3:56 pm

Nama : Sri Sulistyono

NIM : 1402408139

Rombel : 4

BAB 2

LINGUSTIK SEBAGAI ILMU

2 PENGERTIAN

Linguistik adalah ilmu yang mengambil bahasa sebagai objek kajiannya.Atau lebih tepatnya seperti dikatakan Martinet (1987:19) telaah ilmiah mengenai bahasa manusia

2.1 KEILMIAHAN LINGUISTIK

Sebelum membicarakan keilmiahan lingustik ada baiknya dibicarakan dulu tahap-tahap perkembangan yang pernah terjadi dalam setiap disiplin ilmu, telah mengalami tiga tahap sebagai berikut.

Tahap pertama, yakni tahap spekulasi. Dalam tahap ini pembicaraan mengenai sesuatu dan cara mengambil kesimpulan dilakukan dengan sikap spekulatif. Artinya, kesimpulan itu dibuat tanpa didukung oleh bukti-bukti empiris dan dilaksanakan tanpa menggunakan prosedur-prosedur tertentu. Misalnya dalam bidang geografi dulu orang berpendapat bahwa bumi ini berbentuk datar seperti meja kalau ditanya apa buktinya atau bagaimana cara membuktikan tentu tidak dapat di jawab atau jika dijawab akan secara spekulatif pula.

Tahap kedua yakni tahap observasi dan klasifikasi. Pada tahap ini para ahli dibidang bahasa baru mengumpulkan dan menggolongkan segala fakta bahasa dengan teliti tanpa memberi teori atau kesimpulan apapun. Pada saat ini cara kerja tahap kedua ini tampaknya masih diperlukan bagi kepentingan dokumentasi kebahasan di negeri ini yang belum terdokumentasikan.

Tahap ketiga adalah tahap adanya perumusan teori.pada tahap ini setiap disiplin ilmu berusaha memahami masalah-masalah dasar dan mengajukan pertanyaan mengenai masalah itu berdasarkan data empiris yang dikumpulkan.

2.2 SUBDISIPLIN LINGUISTIK

Dalam buku ini kita akan mencoba mengelompokkan nama subdisiplin linguistik itu berdasarkan : (a) objek kajiannya adalah bahasa pada umumnya atau bahasa tertentu, (b) objek kajiannya adalah pada masa tertentu atau bahasa sepanjang masa, (c) objek kajiannya adalah struktur internal bahasa itu atau bahasa itu dalam kaitannya dengan berbagai faktor di luar bahasa,(d) tujuan pengkajiannya apakah untuk keperluan teori belaka atau untuk tujuan terapan dan (e) teori atau aliran yang digunakan untuk menganalisa objeknya

2.2.1 Berdasarkan objek kajiannya,apakah bahasa pada umumnya atau bahasa tertentu dapat dibedakan adanya linguistik umum dan linguistik khusus.

Lingustik umum adalah lingustik yang berusaha mengkaji kaidah bahasa secara umum.pernyataan teoritis yang dihasilkan akan menyangkut bahasa pada umumnya, bukan bahasa tertentu

Linguistik khusus adalah berusaha mengkaji kaidah bahasa tertentu, seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, atau Bahasa Jawa

2.2.2 Berdasarkan objek kajian, apakah bahasa pada masa tertentu atau bahasa pada sepanjang masa dapat dibedakan adanya linguistik sinkronik dan diakronik.

Linguistik sinkronik mengkaji bahasa pada masa yang terbatas ,biasanya juga lingustik deskriptif. Misalnya mengkaji bahasa Indonesia pada tahun dua puluhan, Bahasa Jawa dewasa ini, Bahasa Inggris pada masa William Shakespare.

Linguistik diakronik berupaya mengkaji bahasa pada masa yang tidak terbatas bisa sejak bahasa itu lahir sampai zaman punahnya bahasa tersebut seperti latin dan sanskerta.

2.2.3 Berdasarkan objek kajiannya, apakah struktur internal bahasa atau bahasa itu dalam hubungannya dengan faktor di luar bahasa dibedakan adanya linguistik mikro dan linguistik makro.

Linguistik mikro mengarahkan kajiannya pada struktur internal suatu bahasa tertentu atau struktur internal suatu bahasa tertentu atau struktur internal bahasa pada umumnya.

Linguistik makro yang menyelidiki bahasa dalam kaitannya dengan faktor di luar bahasa, lebih banyak membahas faktor luar bahasanya itu daripada struktur internal bahasa

2.2.4 Berdasarkan tujuannya, apakah penyelidikan linguistik itu semata-mata untuk merumuskan teori ataukah untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari bisa dibedakan adanya linguistik teoritis dan linguistik terapan.

Linguistik teoritis berusaha mengadakan penyelidikan terhadap bahasa atau terhadap hubungan bahasa dengan faktor yang berada diluar bahasa hanya untuk menemukan kaidah yang berlaku dalam objek kajiannya itu. Jadi, kegiatannya hanya untuk kepentingan teori belaka .

Linguistik terapan berusaha mengadakan penyelidikan terhadap bahasa atau hubungan bahasa dengan faktor di luar bahasa untuk kepentingan memecahkan masalah praktis yang terdapat didalam masyarakat.

2.2.5 Berdasarkan aliran atau teoritis yang digunakan dalam penyelidikan bahasa dikenal adanya linguistik tradisional, linguistik struktural, linguistik transformasional, linguistik generatif, linguistik sematik, lingustik relasional,dan linguistik sistemik.

Dari uraian di atas kita lihat betapa luasnya bidang, cabang, atau subdisiplin linguistik itu. Ini terjadi karena objek linguistik itu yaitu bahasa memang mempunyai jangkauan hubungan yang sangat luas didalam kehidupan manusia.Karena luasnya cabang atau bidang linguistik ini maka jelas tak akan ada yang bisa menguasai semua cabang atau linguistik itu.

2.3 ANALISIS LINGUISTIK .

Analisis linguistik dilakukan terhadap bahasa atau lebih tepat terhadap semua tatanan tingkat bahasa yaitu fonetik, fonemik, morfologi, sintaksis dan semantik. Semua tataran sistematika itu akan dibicarakan pada bab-bab selanjutnya. Namun, dalam bab 3 akan di bicarakan dulu apa hakikat bahasa sebagai objek studi linguistik.

2.3.1 Struktur , Sistem, dan Distribusi.

Menurut Verhaar (1978) istilah struktur dan sistem ini lebih tepat untuk digunakan karena istilah tersebut dapat digunakan atau diterapkan pada semua tataran bahasa. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa struktur adalah susunan bagian-bagian kalimat atau konstituen kalimat secara linear.

Sistem pada dasarnya menyangkut masalah distribusi.Distribusi yang merupakan istilah utama dalam analisis bahasa menurut model strukturalis Leonard Bloomfield (tokoh linguis Amerika) adalah menyangkut masalah dapat tidaknya penggantian suatau konstituen tertentu dalam kalimat tertentu dengan konstituen lainnya

2.3.2 ANALISIS BAWAHAN LANGSUNG.

Analisis bawahan langsung sering disebut juga analisis unsur langsung atau analisis bawahan terdekat adalah suatu teknik dalam menganalisis unsur-unsur atau konstituen yang membangun suatu satuan bahasa.

Meskipun teknik analisis bawahan langsung ini banyak kesalahannya, tetapi analisis ini cukup memberi manfaat dalam memahami satuan bahasa bermanfaat dalam menghindari keambiguan karena satuan bahasa yang terikat pada konteks wacananya dapat di pahami dengan analisis tersebut

2.3.3 Analisis Rangkaian Unsur dan Analisis Proses Unsur.

Analisis rangkaian unsur mengajarkan bahwa setiap satuan bahasa dibentuk atau ditata dari unsur lain. Misalnya, satuan tertimbun terdiri dari ter- + timbun, satuan kedinginan terdiri dari dingin + k-/-an

Analisis proses unsure menganggap setiap satuan bahasa adalah merupakan hasil dari suatu proses pembentukan. Jadi bentuk tertimbun adalah hasil dari proses prefiksasi ter- dengan dasar timbun, bentuk kedinginan adalah hasil dari proses konfiksasi ke-/-an

2.4 MANFAAT LINGUISTIK.

Setiap ilmu betapapun teoritisnya tentu mempunyai manfaat praktis bagi kehidupan manusia. Begitu juga dengan linguistik

Bagi linguis sendiri pengetahuan yang luas mengenai linguistik tentu akan sangat membantu dalam menyelesaikan dan melaksanakan tugasnya. Bagi peneliti, kritikus dan peminat sastra linguistik dan membantunya dalam memahami karya sastra dengan lebih baik.

Bagi guru terutama guru bahasa, pengetahuan linguistik sangat penting mulai dari subdisiplin sampai dengan pengetahuan mengenai hubungan bahasa dengan kemasyarakatan dan kebudayaan .

Bagi penerjemah, pengetahuan linguistik mutlak diperlukan. Seorang penerjemah bahasa inggris – indonesia harus memilih terjemahan, misalnya my brother itu menjadi “kakak saya”,”adik saya”,atau cukup “saudara saya”.

Bagi penyusun kamus atau leksikograf menguasai semua aspek linguistik mutlak diperlukan, sebab semua pengetahuan linguistik akan memberi manfaat dalam menyelesaikan tugasnya untuk menyelesaikan tugasnya, memahami seluk beluk bentuk dan pembentukan kata, struktur frase, struktur kalimat.

 

One Response to “Sri Sulistyono;1402408139”

  1. Singgih Wijayanto(1402408104) Says:

    apa perbedaan yang mendasar antara antropolinguistik dengan filologi, mengingat salah satu hal yang dipelajari menyangkut “hubungan bahasa dengan kebudayaan”?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s