Tugas Bahasa Indonesia’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

NOVI SETYASTO;1402408124 Oktober 19, 2008

Filed under: BAB VIII — pgsdunnes2008 @ 3:44 pm

NAMA : NOVI SETYASTO

NIM : 1402408124

ROMBEL : 5

KELOMPOK      : 2

8. SEJARAH DAN ALIRAN LINGUISTIK

Dalam sejarah dan perkembangannya linguistik dipenuhi dengan berbagai aliran, paham, pendekatan, dan teknik penyelidikan.

8.1 LINGUISTIK TRADISIONAL

Istilah tradisional bertentangan dengan istilah struktural, sebagai akibat dari pendekatan keduanya yang tidak sama terhadap hakikat bahasa. Tata bahasa tradisional menganalisis bahasa berdasarkan filsafat dan semantik; sedangkan tata bahasa struktural berdasarkan struktur atau ciri-ciri formal yang ada dalam suatu bahasa tertentu.

8.1.1 linguistik Zaman Yunani

Masalah pokok kebahasaan yang menjadi pertentangan para linguis pada zaman ini adalah (1) pertentangan antara fisis dan nomos, dan (2) pertentangan antara anlogi dan anomali.

Sifat fisis atau alami maksudnya bahasa itu mempunyai hubungan asal – usul, sumber dalam prinsip-prinsip abadi dan tidak dapat diganti di luar manusia itu sendiri. Kaum naturalis merupakan penganut paham ini. Sedangkan menurut kaum konvensional, bahasa bersifat konvensi. Artinya makna-makna itu diperoleh dari hasil-hasil tradisi atau kebiasaan yang mempunyai kemungkinan berubah.

Pertentangan analogi dan anomali menyangkut masalah bahasa itu sesuatu yang teratur atau tidak teratur. Kaum anlogi antara lain Plato dan Aristoteles, berpendapat bahwa bahasa itu bersifat teratur.

8.1.1.1 Kaum Sophis

Muncul pada abad ke-5 S.M. dan dikenal dalam studi bahasa, karena mereka :

(a) Melakukan kerja secara empiris;

(b) Melakukan kerja secara pasti dengan menggunakan ukuran- ukuran tertentu;

(c) Sangat mementingkan bidang retorika dalam studi bahasa;

(d) Membedakan tipe-tipe kalimat berdasarkan isi dan makna.

8.1.1.2 Plato

Dalam studi bahasa terkenal, antara lain, karena :

(a) Memperdebatkan analogi dan anomali dalam bukunya dialoog. Juga masalah bahasa alamiah dan konvensional;

(b) Menyodorkan batasan bahasa yang bunyinya: bahasa adalah pernyataan pikiran manusia dengan perantaraan onomata dan rhemata;

(c) Dialah orang yang pertama kali membedakan kata dalam onoma dan rhema.

8.1.1.3 Aristoteles

(a) Membedakan kelas kata menjadi tiga macam, yaitu onoma, rhema dan syndesmoi;

(b) Membedakan jenis kelamin kata (gender) menjadi tiga, yaitu maskulin, feminin dan neutrum

Onoma : (1) nama, (2) nomina, (3) subjek. Rhema : (1) ucapan, (2) verba, (3) predikat.

Syndesmoi : kata-kata yang lebih banyak bertugas dalam hubungan sintaksis (preposisi)

8.1.1.4 Kaum Stoik

Berkembang pada abad ke-4 S.M. dan terkenal karena :

(a) Membedakan studi bahasa secara logika dan tata bahasa;

(b) Membagi jenis kata menjadi empat, yaitu kata benda, kata kerja, syndesmoi, dan arthoron ( kata- kata yang menyatakan jenis klelamin dan jumlah);

(c) Membedakan kata kerja aktif dan kata kerja pasif.

8.1.1.5 Kaum Alexsandrian.

Dengan paham analoginya mereka mewariskan buku Tata Bahasa Dionysius Thrax sebagai hasil penyelidikan kereguleran bahasa yunani. Buku inilah yang menjadi cikal bakal tata bahasa tradisional karena dijadikan model dalam penyusunan buku tata bahasa Eropa lainnya. Tokoh yang terkenal dalah Panini yang disebut oleh Leonard Bloomfield sebagai one of the greatest monuments of the human intelligence dengan bukumya Astdhyasi.

8.1.2 Zaman Romawi

Studi bahasa zaman Romawi merupakan kelanjutan dari zaman Yunani. Tokoh zaman Romawi yang terkenal adalah Varro dan Priscia.

8.1.2.1 Varno dan “De Lingua Latina”

Dalam bukunya De Lingua Latina, Varro memperdebatkan analogi dan anomali dalam tiga bidang : etimologi, morfologi dan sintaksis.

(a) Etimologi adalah cabang linguistik yang menyelidiki asal-usul kata beserta artinya.

(b) Morfologi adalah cabang linguistik yang mempelajari kata dan pembentukannya

(c) Sintaksis yaitu tata susunan kata yang berselaras dan menunjukan kalimat itu selesai.

8.1.2.2 Tata Bahasa Priscia

Dalam bukunya Institutiones Grammaticae yang terdiri dari 18 jilid (16 jilid mengenai morfologi dan 2 jilid mengenai sintaksis) dianggap penting, karena :

(a) Merupakan buku tata bahasa latin yang paling lengkap yang dituturkan pembicara aslinya.

(b) Teori-teori tata bahasanya merupakan tonggak-tonggak uatama pembicaraan bahasa secara tradisional.

8.1.3 Zaman Pertengahan

Studi bahasa pada zaman pertengahan di Eropa mendapat perhatian penuh oleh para filsuf skolastik, dan bahasa latin menjadi lingua franca, karena dipakai sebagai bahasa gereja,diplomasi dan ilmu pengetahuan. Tokoh pada zaman ini antara lain , adalah Petrus Hispanus.

8.1.4 Zaman Renaisans

Zaman Renaisans dianggap sebagai zaman pembukaan abad pemikiran abad modern. Dalam sejarah studi bahasa ada dua hal pada zaman ini yang menonjol, yaitu : (1) selain menguasai bahasa Latin, sarjana-sarjana pada waktu itu juga menguasai bahasa Yunani, bahasa Ibrani dan bahasa Arab. (2) Selain bahasa – bahasa tersebut, bahasa lainnya juga mendapat perhatian dalam bentuk pembahasan, penyusunan tata bahasa dan perbandingan.

8.1.5 Menjelang Lahirnya Linguistik Modern

Masa antara lahirnya linguistik modern dengan masa berakhirnya zaman renaisans. Yang ditandai dengan adanya hubungan kekerabatan anatara bahasa sansekerta dan bahasa Yunani, latin dan jerman lainnya, yang dikemukakan oleh Sir William jones.

8.2. LINGUISTIK STRUKTURALIS

Linguistik strukturalis berusaha mendiskripsikan suatu bahasa berdasarkan ciri atau sifat khas yang dimiliki bahasa itu.

8.2.1 Ferdinan de Saussure (1857-1913)

Dianggap sebagai Bapak Linguistik Modern berdasar pada pandangan- pandangan yang dimuat dalam bukunya Course de Linguistique Generale. Buku tersebut memuat pandangan mengenai konsep : (1) telaah sinkronik dan diakronik, (2) perbedaan langue dan parole, (perbedaan signifiant dan signifie, dan (4) hubungan sintagmatik dan paradigmatik.

Telaah sinkronik adalah mempelajari suatu bahasa pada suatu kurun waktu tertentu. Telaah diakronik adalah telaah bahasa sepanjang masa, atau sepanjang zaman bahasa itu digunakan oleh para penuturnya.

La langue adalah keseluruhan sistem tanda yang berfungsi sebagai alat komunikasi verbal antara anggota suatu masyarakat bahasa, sifatnya abstrak. Sedangkan La parole adalah pemakaian atau realisasi langue. Sifatnya konkret.

Signifiant adalah citra bunyi atau kesan psikologis yang timbul dalam pikiran kita. Sedangkan signifie adalah pengertian atau kesan makna yang ada dalam pikiran kita.

Hubungan Sintagmatik adalah hubungan antara unsur-unsur yang terdapat dalam suatu tuturan, yang tersusun secara berurutan, bersifat linear. Sedangkan hubungan Para digmatik adalah hubungan antara unsur-unsur yang terdapat dalam suatu tuturan dengan unsur-unsur sejenis yang tidak terdapat dalam tuturan yang bersangkutan.

8.2.2 Aliran Praha

Terbentuk pada tahun 1926 yang diperkarsai oleh Vilem Mathesius (1882-1945). Dalam bidang fonologi, aliran Praha merupakan yang pertama kali membedakan dengan tegas akan fonetik dan fonologi. Fonetik mempelajari bunyi-bunyi itu sendiri, sedangkan fonologi mepelajari fungsi bunyi tersebut dalam suatu sistem.

8.2.3 Aliran Glosematik

Lahir di Denmark, tokohnya, antara lain, Louis Hjemslev (1899-1965),dia terkenal karena usahanya untuk membuat ilmu bahasa menjadi ilmu yang berdiri sendiri bebas dari ilmu lain dengan peralatan, metodologis dan terminologis. Sejalan dengan pendapat Saussure, Hjemslev menganggap bahasa sebagai sistem hubungan dan mengakui adanya hubungn sintagmatik dan hubungn paradigmatik.

8.2.4 Aliran Firthian ( Aliran Firth atau Aliran London)

Tokohnya adalah John R. Firth (1890-1960) guru besar Universitas London yang terkenal karena teorinya mengenai fonologi prosodi. Fonologi prosodi adalah suatu cara untuk menentukan arti pada tataran fonetis.

8.2.5. Liguistik Sistemik

Tokohnya adalah M.A.K. Halliday, yang merupakan salah satu murid Firth.

Pokok-pokok pandangan Linguistik Sistemik (SL) adalah

(1) SL memberikan perhatian penuh pada segi kemasyarakatan bahasa.

(2) SL memandang bahasa sebagai pelaksana. Mengakui perbedaan langue dan parole

(3) SL lebih mengutamakan pemerian ciri-ciri bahasa tertentu beserta variasinya.

(4) SL mengenal adanya gradasi atau kontinum. Batas butir bahasa sering tidak jelas.

(5) SL menggambarkan tiga tataran bahasa, yaitu substansi, forma dan situasi.

8.2.6 Leonard Bloomfield dan Strukturalis Amerika

Tokohnya Leonard Bloomfield sangat terkenal karena bukunya yang berjudul Language (terbit 1933) dan selalu berkaitan dengan struktural Amerika. Linguistik Strukturalis Amerika berkembang pesat pada tahun tiga puluhan karena :

(1) Pada masa itu para linguis di Amerika mengahadapi masalah yang sama, yaitu banyak sekali bahasa indian di Amerika yang belum diperikan.

(2) Sikap Bloomfield yang menolak mentalistik sejalan dengan dengan iklim filsafat yang berkembang pada masa itu, yaitu filsafat behaviorisme.

(3) Diantara linguis-linguis itu ada hubungan yang baik, karena adanya The Linguistics Society of America, yang menerbitkan majalah Language; wadah tempat melaporkan hasil kerja mereka.

Aliran ini sering disebut sebagai aliran taksonomi karena aliran ini menganalisis dan mengklasifikasikan unsur-unsur bahasa berdasarkan hubungan interaksinya.

8.2.7 Aliran Tagmemik

Aliran ini dipelopori oleh Kenneth L.Pike seorang tokoh dari Summer Institute of Linguistics. Aliran ini bersifat strukturalis dan antropologis. Menurut aliran ini satuan dasar dari sintaksis adalah tagmem.

Yang disebut dengan tagmem adalah kolerasi antara fungsi gramatikal dan slot dengan sekelompok bentuk-bentuk kata yang dapat saling di pertemukan untuk mengisi slot tersebut.

8.3 LINGUISTIK TRANSFORMASIONAL DAN ALIRAN-ALIRAN SESUDAHNYA.

Dunia ilmu, termasuk linguistik merupakan kegiatan yang dinamis; berkembang terus sesuai dengan filsafat ilmu itu sendiri yang selalu ingin mencari kebenaran yang hakiki. Perubahan total terjadi dengan lahirnya linguistik transformasional yang mempunyai pendekatan dan cara yang berbeda dengan linguistik struktural.

8.3.1 Tata Bahasa Transformasi

Tata bahasa Transformasi lahir dengan terbitnya buku Noam Chomsky yang berjudul Syntactic Structure pad tahun 1957. Setiap tata bahasa dari suatu bahasa menurut Noam Chomsky adalah merupakan teori dari bahasa itu sendiri dan tata bahasa itu harus memenuhi dua syarat, yaitu :

(1) Kalimat yang dihasilkan harus dapat diterima oleh pemakai bahasa tersebut.

(2) Tata bahasanya harus dibentuk sedemikian rupa tidak berdasarkan pada gejala bahasa tertentu saja dan harus sejajar dengn teori linguistik.

Chomsky membedakan adanya kemampuan (competence) dan perbuatan berbahasa (performance). Kemampuan merupakan pengetahuan yang dimiliki pemakai bahasa mengenai bahasanya; sedangkan perbuatan bahasa adalah pemakaian bahasa itu sendiri dalam keadaan yang sebenarnya.

8.3.2 Semantik Generatif

Tokoh – tokohnya, antara lain, Lakoff, Postal, Mc Cawly, dan Kiparsky. Menurut semantik generatif, sudah seharusnya semantik dan sintaksis diselidiki bersama sekaligus karena keduanya adalah satu. Struktur semantik itu serupa dengan struktur logika, berupa ikatan tidak berkala antara predikat dan seperangkat argumen dalam suatu proposisi.

Menurut teori semantik generatif, argumen predikat adalah segala sesuatu yang yang dibicarakan, sedangkan predikat itu semua yang menunjukkan hubungan, perbuatan, sifat,dan keanggotaan. Dalam mengabstrasikan predikatnya, teori ini berusaha untuk menguraikan lebih jauh sampai diperoleh predikat yang tidak dapat diuraikan lagi, yang disebut predikat inti.

8.3.3 Tata Bahasa Kasus

Tata bahasa kasus pertama kali dikenalkan oleh Charles J. Fillmore dalam karangannya berjudul “ The Case for Case ” tahun 1968..Dalam karangannya Fillmore membagi kalimat atas (1) modalitas, yang berupa unsur negasi, kala, aspek, dan adverbia; dan (2) proposissi, yang terdiri dari sebuah verba disertai dengan sejumlah kasus. Yang dimaksud dengan kasus dalam teori ini adalah hubungan antara verba dengan nomina. Verba sama dengan predikat, sedangkan nomina sama dengan argumen dalam teori semantik generatif. Maka sebuah kalimat dalam teori ini dirumuskan dalam bentuk :

+ [— X,Y,Z ]

Tanda — dipakai untuk menandai posisi verba dalam struktur semantis, sedangkan X,Y,Z adalah argumen yang berkaitan dengan verba / predikat itu yang biasanya diberi label kasus.

8.3.4 Tata Bahasa Relasional

Tokoh-tokoh aliran ini, antara lain, David M. Perlmutter dan Paul M. Postal. Dengan karangan mereka, antara lain, Lectures on Relational Grammar (1974), “Relational Grammar” dalam Syntax and Semantics Vol.13 (1980).

Sama halnya dengan tata bahasa transformasi, tata bahasa relasional juga berusaha mencari kaidah kesemestaan bahasa. Dalam hal ini tata bahasa relasional (TR) menganggap teori-teori tata bahasa transformasi (TT) itu tidak dapat diterapkan pada bahasa-bahasa lain selain bahasa Inggris. Menurut teori bahasa relasional, setiap struktur klausa melibatkan tiga macam maujud (entity), yaitu :

(a) Seperangkat simpai ( nodes ) yang menampilkan elemen-elemen dalam struktur.

(b) Seperangkat tanda relasional (relational sign)

(c) Seperangkat “coordinates” yang dipakai untuk menunjukkan pada tataran manakah elemen itu menyandang relasi gramatikal.

8.4 TENTANG LINGUISTIK DI INDONESIA

Hingga saat ini linguistik di Indonesia belum ada catatan yang lengkap, meskipun sudah berlangsung lama dan cukup semarak.

8.4.1 Pada awalnya penelitian bahasa di Indonesia dilakukan oleh para ahli Belanda dan Eropa lainnya,dengan tujuan untuk kepentingan pemerintah kolonial untuk melancarkan jalannya administrasi dan roda pemerintahan kolonial di Indonesia, selain itu juga untuk penyebaran agama nasarani. Sesuai dengan masanya penelitian bahasa-bahasa daerah itu baru sampai pada tahap sederhana mengenai sistem fonologi, morfologi dan sintaksis. Yang pencatatan butir-butir leksikal beserta terjemahan maknanya masih dalam bahasa Belanda dalam bentuk kamus. Tokoh- tokoh pada masa kolonial, antara lain, adalah Van der Tuuk, Dempwolf, dan Kem.

8.4.2 Perkembangan waktulah yang kemudian menyebabkan konsep-konsep linguistik modern dapat diterima, dan konsep-konsep linguistik tradisional mulai agak tersisih. Pada awal tahun tujuh puluhan dengan terbitnya buku Tata Bahasa Indonesia karangan Gorys Keraf, yang membahas kekurangan tata bahasa tradisional, dan menyajikan kelebihan tata bahasa struktural menyebabkan kedudukan linguistik modern dalam pendidikan formal semakin kuat.

8.4.3 Sejalan dengan perkembangan dan semakin semaraknya linguistik yang tentu saja diikuti dengan bermunculannya linguis-linguis Indonesia. Maka semakin diperlukan wadah untuk berdiskusi, bertukar pengalaman dan mempublikasikan hasil penelitian. Pada tanggal 15 November 1975 berdirilah organisasi Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI). Pada tahun 1983 MLI menerbitkan jurnal yang diberi nama Linguistik Indonesia, yang dimaksudkan sebagai wadah untuk melaporkan atau mempublikasikan hasil penelitian anggota-anggota MLI.

8.4.4 Penyelidikan bahasa daerah Indonesia dan bahasa nasional Indonesia, banyak pula dilakukan orang luar negeri. Universitas Leiden di Negeri Belanda telah mempunyai sejarah panjang dalam penelitian bahasa-bahasa nusantara. Tokoh-tokohnya antara lain, adalala Uhlenbeck dengan kajian bahasa jawa, Voorhove, Teeuw, dan terakhir Grijns dengan kajian dialek Jakarta.

8.4.5 Sesuai dengan fungsinya sebagai bahasa nasioanal, bahasa persatuan dan bahasa negara, maka bahasa Indonesia menduduki tempat sentral dalam kajian linguistik dewasa ini, baik dalam negeri maupun luar negeri.

Dalam kajian bahasa nasional Indonesia di Indonesia tercatat nama- nama seperti Kridalaksana, Kaswanti Purwo, Dardjowidjojo, dan Soerdajanto yang telah banyak menghasilkan tuliasan mengenai berbagai segi dan aspek bahasa Indonesia.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s