Tugas Bahasa Indonesia’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Noor Hesty Setya Dewi;1402408086 Oktober 19, 2008

Filed under: BAB IV — pgsdunnes2008 @ 3:39 pm

Nama : Noor Hesty Setya Dewi

NIM : 1402408086

BAB 4

TATARAN LINGUISTIK (1): FONOLOGI

Linguistik adalah ilmu tentang bahasa atau ilmu yang menjadikan bahasa sebagai objek kajiannya.Pada bidang linguistic yang mempelajari, menganalisis,dan membicarakan runtunan bunyi-bunyi bahasa ini disebut Fonologi.Menurut hierarki satuan bunyi yang menjadi obyek studinya fonologi dibedakan menjadi fonetik dan fonemik.

1. Fonetik→cabang studi fonologi yang mempelajari bunyi bahasa tanpa

memperhatikan apakah bunyi-bunyi tersebut mempunyai

fungsi sebagai pembeda makna atau tidak.

2. Fonemik→cabang studi fonologi yang mempelajari bunyi bahasa

yang memperhatikan fungsi bunyi tersebut sebagai

pembeda makna.

A. FONETIK

Berdasarkan urutan proses terjadinya bunyi bahasa,fonetik dibedakan menjadi 3,yaitu:

1. Fonetik artikulatoris

Mempelajari bagaimana mekanisme alat-alat bicara manusia bekerja

dalam menghasilkan bunyi bahasa serta bagaimana bunyi-bunyi itu

diklasifikasikan.

2. Fonetik akustik

Mempelajari bunyi bahasa sebagai peristiwa fisis atau fenomena alam.

Bunyi-bunyi itu diselidiki frekuensi getarannya,amplitudonya, timbrenya,dan intensitasnya.

3. Frekuensi auditoris

Mempelajari bagaimana mekanisme penerimaan bunyi bahasa itu oleh

telinga kita.

Dari ketiga macam fonetik ini,yang paling berhubungan dengan dunia linguistic adalah fonetik artikulatoris.Hal ini dikarenakan fonetik artikulatoris berkenaan dengan masalah bagaimana bunyi-bunyi itu dihasilkan atau diucapkan manusia.Sedangkan fonetik akustik lebih berkenaan dengan bidang fisika.

· Alat Ucap

Dalam fonetik artikulatoris hal pertama yang harus dibicarakan adalah alat ucap manusia untuk menghasilkan bunyi bahasa.Bunyi-bunyi yang terjadi pada alat ucap itu biasanya disebut sebagai bunyi dental dan bunyi labial.

· Proses Fonasi

Terjadinya bunyi bahasa pada umumnya dimulai dengan proses pemompaan udara keluar dari paru-paru melalui pangkal tenggorok yang di dalamnya terdapat pita suara.Dan selanjutnya udara diteruskan ke udara bebas lewat mulut/hidung.Jika udara dari paru-paru keluar tanpa hambatan maka tidak akan keluar bunyi.Hambatan ini biasanya berkenaan dengan pita suara.

Ada 4 macam posisi pita suara:

*Pita suara terbuka lebar:tidak ada bunyi yang dihasilkan.

*Pita suara terbuka agak lebar:tidak ada getaran pada pita suara.

*Pita suara terbuka sedikit:menghasilkan bunyi jika diteruskan ke hidung.

*Pita suara tertutup rapat:langsung menghasilkan bunyi hamzah/glottal.

Alat-alat yang digunakan untuk menghasilkan bunyi disebut articulator.

Artikulator ini dibedakan menjadi 2,yaitu:

a. articulator aktif: alat ucap yang bergerak/digerakkan.

Contoh: bibir bawah,ujung lidah,daun lidah.

b. articulator pasif: alat ucap yang tidak dapat bergerak dan didekati

articulator aktif.

Contoh: bibir atas,gigi atas,langit-langit keras.

Dalam berbagai bahasa ada pula yang menjumpai adanya bunyi ganda. Artinya,dua buah bunyi yang lahir dalam dua proses yang berangkaian yaitu artikulasi pertama dan artikulasi kedua.Dalam prosesnya,setelah berlangsung artikulasi pertama langsung disusul oleh artikulasi kedua.

Artikulasi kedua ini dapat berupa proses:

a. Labialisasi: membulatkan bentuk mulut.

b. Palatalisasi: menaikkan bagian depan lidah sesuai artikulasi pertama.

c. Velarisasi: artikulasi susulan (menaikkan lidah ke langit-langit lunak).

· Tulisan Fonetik

Dalam studi linguistic dikenal adanya beberapa macam system tulisan dan ejaan:

a. Tulisan fonetik: setiap bunyi mempunyai lambangnya sendiri-sendiri

meskipun perbedaannya hanya sedikit.

b. Tulisan fonemik: hanya perbedaan bunyi yang distingtif saja yakni

membedakan makna,yang diperbedakan lambangnya.

c. Tulisan ortografi: digunakan secara umum di dalam masyarakat suatu

bahasa.

· Klasifikasi Bunyi

Pada umumnya bunyi bahasa dibedakan atas vocal dan konsonan.

Perbedaannya,jika pada bunyi vocal setelah melewati pita suara arus udara tidak mengalami hambatan apa-apa.Sedangkan pada bunyi konsonan arus udara masih mendapat gangguan.

@ Bunyi vokal biasanya diklasifikasikan dan diberi nama berdasarkan

Posisi lidah dan bentuk mulut.

Posisi lidah: – vertikal (vocal tinggi,tengah,rendah)

– horizontal (vocal depan,pusat,belakang)

Pada bunyi-bunyi vocal terdapat istilah diftong/vocal rangkap.

Yaitu,ketika posisi lidah memproduksi bunyi pada bagian awal dan akhir

tidak sama.

Macam diftong:

Diftong naik: bunyi pertama posisinya lebih rendah dari posisi

bunyi yang kedua.

Diftong turun: posisi bunyi pertama lebih tinggi dari posisi

Bunyi yang kedua.

@ Bunyi konsonan biasanya dibedakan berdasarkan 3 kriteria,yaitu:

Posisi pita suara: bunyi bersuara dan bunyi tidak bersuara.

Tempat artikulasi (konsonan)

Cara artikulasi

Unsur Suprasegmental

Dalam studi mengenai bunyi/unsur,suprasegmental biasanya dibedakan atas:

a. Tekanan/stress: menyangkut masalah keras lunaknya bunyi

b. Nada/pitch: berkenaan dengan tinggi rendahnya suatu bunyi.

c. Jeda/persendian: berkenaan dengan hentian bunyi dalam arus ujar.

Silabel

Silabel/suku kata adalah satuan ritmis terkecil dalam suatu arus ujaran/runtunan bunyi ujaran.Silabel sebagai satuan ritmis mempunyai puncak kenyaringan yang biasanya jatuh pada sebuah vocal.

– Onset: bunyi pertama pada sebuah silabel

– Koda: bunyi akhir pada sebuah silabel

– Interlude: bunyi yang sekaligus dapat menjadi onset dan koda pada

Sebuah silabel yang berurutan.

B. FONEMIK

Fonem adalah objek penelitian yang merupakan bunyi bahasa yang dapat atau berfungsi membedakan makna kata.

· Identifikasi Fonem

Untuk mengetahui apakah sebuah bunyi termasuk fonem/bukan fonem,kita harus mencari sebuah satuan bahasa yang biasanya sebuah kata yang mengandung bunyi tersebut dan membandingkannya dengan satuan bahasa lain yang mirip dengan satuan bahasa yang pertama.

Contoh: kata laba dan raba.Kedua kata tersebut dibedakan oleh bunyi yang pertama yaitu [l] dan [r].Ternyata maknanya berbeda.Demikianlah yang disebut fonem [l] dan fonem [r].

· Alofon

Alofon adalah bunyi-bunyi yang merupakan realisasi dari sebuah fonem.Distribusi alofon-alofon dari sebuah fonem dibedakan menjadi 2,

yaitu:

a. Distribusi Komplementer: distribusi yang tidak bias dipertukarkan

Juga tidak akan menimbulkan perbedaan makna.

b. Distribusi Bebas: disebutkan bahwa alofon-alofon itu boleh digunakan tanpa persyaratan lingkungan bunyi tertentu.

Kalau diperhatikan bahwa alofon adalah realisasi dari fonem,maka dapat dikatakan bahwa fonem bersifat abstrak karena fonem itu hanyalah abstraksi dari alofon.Dengan kata lain yang konkret atau nyata ada dalam bahasa adalah alofon itu sebab alofon itulah yang diucapkan.

Klasifikasi Fonem

Kriteria klasifikasi fonem sebenarnya sama dengan criteria klasifikasi bunyi,maka penanaman fonempun sama dengan penanaman bunyi.Kalau ada bunyi vocal dan konsonan maka ada juga fonem vocal dan konsonan.

Bedanya kalau bunyi-bunyi vocal dan konsonan itu banyak sekali maka fonem vocal dan konsonan agak terbatas.Sebab hanya bunyi-bunyi yang dapat membedakan makna saja yang dapat menjadi fonem.Itupun hanya pada bahasa tertentu saja.

· Khazanah Fonem

Khazanah fonem adalah banyaknya fonem yang terdapat dalam satu bahasa.

Berapa jumlah fonem yang dimiliki suatu bahasa tidak sama jumlahnya dengan yang dimiliki bahasa lain.Hal ini diperkirakan adanya perbedaan tafsiran.Maka jumlah fonem dalam suatu bahasa menjadi tidak sama banyaknya menurut pakar yang satu dengan pakar yang lain.

· Perubahan Fonem

Ucapan sebuah fonem dapat berbeda-beda sebab sangat tergantung pada lingkungannya.

Beberapa kasus perubahan fonem,diantaranya:

a. Asimilasi dan Disimilasi

Asimilasi adalah peristiwa berubahnya sebuah bunyi menjadi bunyi yang lain sebagai akibat dari bunyi yang ada dilingkungannya.

Sehingga bunyi itu menjadi sama atau mempunyai cirri-ciri yang sama dengan bunyi-bunyi yang mempengaruhinya.

Asimilasi dibedakan menjadi 3,yaitu:

a.Asimilasi progresif (bunyi yang diubah terletak di belakang bunyi

yang mempengaruhinya).

b.Asimilasi Regresif (bunyi yang diubah terletak di muka bunyi yang

mempengaruhinya).

c.Asimilasi Resiprokal (perubahan itu terjadi pada kedua bunyi yang

mempengaruhi sehingga menjadi fonem atau bunyi yang lain).

Kalau perubahan dalam proses asimilasi menyebabkan 2 bunyi yang berbeda

menjadi sama,baik seluruhnya maupun sebagian dari cirinya.Maka dalam proses disimilasi perubahan itu menyebabkan 2 buah fonem yang sama menjadi berbeda.

· Umlaut,Ablaut,dan Harmoni Vokal

Dalam studi fonologi,Umlaut berarti perubahan vocal sedemikian rupa sehingga vocal itu diubah menjadi vocal yang tidak tinggi sebagai nakibat dari vocal yang berikutnya yang tinggi.

Ablaut adalah perubahan vocal yang kita temukan dalam bahasa-bahasa Indonesia Jerman untuk menandai berbagai fungsi gramatikal.

Umlaut berbeda dengan Ablout.Kalau amlout terbatas pada peninggian vocal akibat pengaruh bunyi berikutnya dan bukan pula terbatas pada peninggian bunyi.,

· Metatesis dan Epentesis

Proses metatesis bukan mengubah bentuk fonem menjadi fonem lain melainkan mengubah urutan fonem yang terdapat dalam suatu kata.

Proses Epentesis sebuah fonem tertentu biasanya yang homorgan dengan lingkungannya dan disisipkan dalam sebuah kata.

 

3 Responses to “Noor Hesty Setya Dewi;1402408086”

  1. nurul hidayati Says:

    Penjelasan yang hesti sajikan cukup bisa dimengerti tapi menurut saya lebih baik kalau setiap subbab diberi contoh untuk mempermudah pembaca dalam memahaminya.
    terima kasih…….

  2. nurul hidayati Says:

    saya ingin bertanya sebagai mahasiswa bagaimana hesti menyikapi perubahan bahasa yang terjadi di zaman seperti ini yang sering dimodifikasi oleh para remaja???

  3. Noor Hesty Setya Dewi Says:

    Terimakasih atas saran yang diberikan oleh saudara Nurul. Menurut saya,kita sebagai remaja boleh memodifikasi bahasa tetapi perlu kita ingat bahwa bahasa merupakan alat komunikasi terpenting. Kita harus sadar,dengan memodifikasi bahasa komunikasi akan terganggu karena tidak semua kalangan tahu akan bahasa yang kita gunakan.Maka dari itu sebaiknya sejak dini kita harus berlatih dan membiasakan diri menggunakan bahasa dengan baik dan benar,agar bahasa kita yang merupakan identitas bangsa tidak akan pudar dan komunikasi akan tetap lancar. Terimakasih.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s