Tugas Bahasa Indonesia’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

LULUS PRATIWININGRUM 1402408145 BAB 5 Oktober 18, 2008

Filed under: BAB V — pgsdunnes2008 @ 7:48 pm

Nama : Lulus Pratiwiningrum

NIM : 1402408145

Rombel : 04

Kelompok : 7

BAB 5

TATARAN LINGUISTIK (2) : MORFOLOGI

Morfem

v Fonem : suatu bunyi terkecil dari arus ujaran.

v Silabel : satuan Ritmis yang ditandai dengan adanya satu sonoritas atau puncak kenyaringan.

v Morfem : Satuan gramatikal terkecil yang mempunyai makna.

J Identifikasi morfem :

Bisa hadir berulang-ulang dengan bentuk lain.

J Untuk menentukan sebuah bentuk adalah morfem atau bukan kita memang harus mengetahui atau mengenal maknanya.

Morf dan Alomorf

v Morf : nama untuk semua bentuk yang belum diketahui statusnya.

v Alomorf : nama untuk bentuk tersebut kalau sudah diketahui status morfemnya.

Klasifikasi morfem

a. Morfem Bebas dan Morfem Terikat

v Morfem bebas : morfem yang tanpa kehadiran morfem lain dapat muncul dalam pertuturan.

v Morfem terikat : morfem yang tanpa digabung dulu dengan morfem lain tidak dapat muncul dalam pertuturan. Disebut juga bentuk prakategorial.

· Contoh : juang, henti, gaul, baur Þ termasuk morfem terikat

preposisi dan konjungsi Þ termasuk morfem bebas

b. Morfen Utuh dan Morfem Terbagi

v Morfem utuh : merupakan satu kesatuan yang utuh.

v Morfem terbagi : merupakan dua bagian yang terpisah atau terbagi karena disisipi morfem lain.

c. Morfem Segmental dan Morfem Suprasegmental

v Morfem segmental : morfem yang berwujud bunyi.

v Morfem Suprasegmental : dibentuk oleh unsur-unsur tekanan, nada,durasi.

a.Morfem beralomorf zero (f) : tidak berwujud segmental maupun suprasegmental (prosodi), berupa kekosongan.

v Morfem bermakna leksikal : secara inheren sudah memiliki makna sendiri.

v Morfem tak bermakna leksikal : tidak mempunyai makna apa-apa dalam dirinya sendiri.

morfem

dasar

afiks

bebas

terikat

Organization Chart

v Morfem dasar : dapat menjadi bentuk dasar melalui suatu proses morfologi (afiksasi, reduplikasi, komposisi)

v Bentuk dasar : digunakan untuk menyebut sebuah bentuk yang menjadi dasar dalam suatu proses morfologi, dapat berupa morfem tunggal, dapat juga berupa gabungan morfem.

v Pangkal (stem) : digunakan untuk menyebut bentuk dasar dalam proses infleksi, atau proses pembubuhan afiks inflektif.

v Akar (root) : digunakan untuk menyebut bentuk yang tidak dapat dianalisis lebih jauh lagi.

v Macam morfem dasar Bahasa Indonesia dilihat dari status atau potensinya :

1. Morfem dasar bebas

2. Morfem dasar yang kebebasannya dipersoalkan

3. Morfem dasar terikat

Klasifikasi kata

v Kriteria makna dalam klasifikasi kata : verba, nomina, adjektifa.

v Kriteria fungsi : – preposisi – adverbial – dll

– konjungsi – pronomina

Pembentukan kata

v Pembentukan kata bersifat inflektif :

J Konyugasi pada verba biasanya berkenaan dengan kala (tense), aspek, modus, diatesis, persona, jumlah, dan jenis.

J Deklinasi biasanya berkenann dengan jumlah, jenis, dan kasus.

v Inflektif tidak membentuk kata baru, sedangkan Derefatif membentuk kata baru.

Proses Morfemis

v Afiksasi : proses pembubuhan afiks pada sebuah dasar atau bentuk dasar.

v Reduplikasi : mengulang bentuk dasar, keseluruhan, sebagian, perubahan bunyi.

v Komposisi : hasil dari proses penggabungan morfem dasar dengan morfem dasar sehingga terbentuk sebuah kontruksi yang mempunyai identitas leksikal yang baru.

v Konversi : pembentukan kata dari sebuah kata menjadi kata lain tanpa perubahan unsure segmental.

v Modifikasi internal : penambahan unsure-unsur ke dalam morfem yang berkerangka tetap.

v Suplesi : perubahan sangat ekstrem, bentuk dasar tidak atau hamper tidak tampak lagi.

v Pemendekan : penaggalan bagian-bagian leksem sehinggamenjadi bentuk singkat, makna tetap.

Produktivitas Proses Morfemis.

v Inflektif / paradigmatic : kata yang identitas leksikalnya tidak sama dengan bentuk dasarnya. Tidak dapat dikatakan proses yang produktif.

v Derivasi merupakan proses produktif karena dapat membuat kata-kata baru.

Morfofonemik

v Perubahan Fonem :

1. Pemunculan fonem 4. Perubahan fonem

2. Pelepasan fonem 5. Pergeseran fonem

3. Peluluhan fonem

Iklan
 

2 Responses to “LULUS PRATIWININGRUM 1402408145 BAB 5”

  1. Siti Mu'awanah Says:

    Dari : Siti mu’awanah (1402408022)
    Untuk : Lulus pratiwiningrum

    Menurut saya ringkasan masih perlu ditambah dengan pengertian yang lebih jelas.
    Berikan masing-masing contoh dari proses Morfemis!

  2. Lulut Ulfatin (1402408085) Says:

    Menurut saya resum anda sudah cukup bagus,namun terlalu pendek.Namun ada hal yang ingin saya tanyakan kepada anda,tolong jelaskan pengertian dari morfologi. terimakasih……….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s