Tugas Bahasa Indonesia’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Khalifatul Unsa;1402408333;bab 6 Oktober 18, 2008

Filed under: BAB VI — pgsdunnes2008 @ 7:40 pm

NAMA : KHALIFATUL UNSA

NIM : 1402408333

BAB 6

TATARAN LINGUISTIK (3)

SINTAKSIS

Morfologi dan sintaksis adalah bidang tataran linguistik yang secara tradisional di sebut tata bahasa atau gramatika.

Perbedaan morfologi dan sintsksis :

morfologi membicarakan struktur internal kata

sintaksis membicarakan kata dalam hubugannya denga kata lain atau unsur lain sebagai satuan ujaran.

Dalam pembahasan sintaksis yang baiasa di bicarakan adalah (1)struktur sintsksis ysng mencakup masalah fungsi ,kategori ,dan peran sintaksis,serta alat-alat yang di gunakan dalam membamngun strutur itu.(2)satuan sintaksis yang berupa kata frase,klausa ,kalimat dan wacana.(3)hal lain yang berkenaan dengan sintaksis seperti modus aspek dan sebagainya.

STRUKTUR SINTAKSIS

Stuktur sintaksis terdiri dari subjek(s),predikat(p),objek(o),dan keterangan (k)

Contoh kalimat :adik membeli nasi di warung

Struktur kalimat :adik:subjek,mermbeli=predikat ,nasi=objek,di warung=keterangan

KATA SEBAGAI SATUAN SINTAKSIS

Pembicaraan kata sebagai pengisi satuan sintaksis,harua kita bedakan dulu 2macam —— kata,yaitu kata penuh (fullward)dan kata tugas(functionward)

Kata penuh adalah kata yang secara leksikal memiliki makna mempunyai kemungkinan untuk mengalami proses metologi.merupakan kelas terbuka dan dapat berdiri sendiri sebagai sebuah satuan tuturan.kata tugas adalah kata yang secara leksikal tidak mempunyai makna tidak mengalami proses morfologi merupakan kelas tertutup dari dalam penuturan tidak dapat berdiri sendiri

Yang termasuk kategori nomina,verba ,adjektiva,adverbial,dan numeralia.sedangkan yang termasuk kata tugas kata-kata yang berkategori preposisi dan konjungsi sebaga kata penuh,kata-kata yang berkategori nomina,verba,adjektiva memiliki makna leksikal masing2 misalnya,kucing dan masjid.

FRASE

Di sini istilah frase di gunakan sebagai satuan sintaksis yang satu tingkat berada di bawah satuan klausa,atau 1tingkat berada di atas satuan kata satuan klausa,atau 1tingkat berada di atas satuan kata:

PENGERTIAN FRASE

Frase sebagai satuan gramatikal yang berupa gabungan kata yang bersifat non predikatif atau gabungan kata yang mengisi salah satu fungsi sintaksis di dalam kalimat .pembentuk frase harus berupa morfom bebes,bukan berupa morfem terikat.

JENIS FRASE

Di bedakam menjafi 4:

a) frase eksosentik

b) frase endosentik

c) frase koordinatif

d) frase opositif

a) frase eksosentrik adalah frase yang komponen2nya tidak mempunyai perilaku sintaksis yamg sama dengan keseluruhannya

b) frase endosentrik adalah frase yang salah1 unsurnya memiliki perilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhannya.

c) Frase kopordinatif adalah frase yang komponen pembentuknya terdiri dari 2 komponen atau lebih yang sama dan sederajat dan secra potensial dapat di hubungkan oleh konjungsi koordinatif maupun kanjungsi terbagi frase koordinatif

Yang tidak mengunakan konjungsi secara eksplisit .biasanya di sebut frase parataksis

d)frase opositif adalah frase koordinatif yang ke 2 komponennya saling merujuk sesamanya oleh karena itu urutan komponennya dapat di pertukarkan .

PERLUASAN FRASE

Dalam bahasa Indonesia perluasan frase sangat produktif karena untuk menyatukan konsep2 khusus biasanya di terangkan secara leksikal dan ke2 produk sanagt produket pengugkapan konsep kala,modalitas ,aspek,jenis ,jumlah dan lain2.

KLAUSA

Klausa meripakan tataran di dalam sintaksis yang berada di atas tataran frase dan di bawah tataran kalimat.

PENGERTIAN KALUAS

Klausa adalah satuan sintaksis berupa runtutan kata2 berkonstruksi prediktif artinya di dalam konstruksi itu ada komoonen berupa kata frase

JENIS KLAUSA

Klausa dapat di bedakan berdasar stukturnya.yang di maksud klausa bebas adalah klausa mempuyai unsur2 lengkap.mempunyai predikat danb kalimat mayor

PENGERTIAN KALIMAT

Kalimat adalah satuan sintaksis yang di susun dari konstituen dasar

JENIS KALIMAT

a)Kalimat inti dan kalimat non inti

b)kalimat mayor dan minor

c)kalimat verbal dan non verbal

d)kalimat bebas dan kalimat terikat

INTONASI KALIMAT

Intonasi kalimat adalah tekanan ,nada,tempo,pada bahasa2 tertentu tidak berlaku pada tatarn fonologi dan morfologi pada tataran sintaksis

MODUS

Modus adalah pengugkapan /pengammbaran suasana pisokologis perbutan menurut tafsiran si pembicara tentang apa yang diucapkannya.

Macam-macam modus :

-modus indikatif

-modus optatif

-modus imperative

-modus interagatif

-modus obligatif

-modus desideratif

-modus kondisionsal

ASPEK

Adalah cara untuk memandang pembentukan waktu secara internal di dalam suatu situasi keadaan,kejadian,proses.

Mmacam2 aspek:

-aspek kontinuatif

-aspek progesif

-aspek repetitive

-aspek prefektif

-aspek imperfektif

-aspek srsatif

KALA

Adalah informasi dalam kalimat yang menyatakan waktuterjadinay perbuatan pada waktu lampau ,.sekarang,dan akan lampau

MODALITAS

Adalah keterangan dalam kalimat yang menyatakan sikap pembicara terhadap hal yang di bicarakan.

Jenis2 modalitas :

-modalitas internasional

-modalitas episcemik

-modalitas deontik

-modalitas dinamik

FOKUS

Adalah unsur yang menonjolkan bagian kaliamt sehingga perhatian pendengar atau pembaca tertuju pada bagian itu.

DIATESIS

Adalah gambaran hubungan antar pelaku dalam perbuatan yang din kemukakan dalam kalimat itu.

Macam diatesis :

-diatesis aktf

-diatesis pasif

-diatesis refleksif

-diatesis resiprokal

-diatesis kausatif

WACANA

Adalah satuan bahasa yang lengkap dalam hierrki gramatikal meruoakan satuan gramatikal tertinggi atau terbesar

ALAT WACANA

1)konjugasi

2)mengunakan kata ganti

3)mengunakan ellipsis

JENIS WACANA

1.Wacana narasi

2. wacana eksposisi

3. wacana persusi

4. wacana argumentasi

CATATAN MENGENAI HIERARKI SATUAN

Sebuah kata/frase dengan persaratan tertentu dapat menjadi sebuah kalimat.Urutanhierarki adalah urutan norma teoritis dalam praktek bahsa banyak faktor yang menyebakan terjadinya penyimpangan urutan.urutan normal bisa di catat adanya kasus (1)pelompatan tingkat (2)pelapisan tingkat (3)penurunan tingkat.

Pelapisan tingaktb tertjadi kalau sebuah konstituen menjadi unsur pada konstruksi yang tingkatanya sama.penurunan tingakat terjadi apabila sebuah konstituen menjadi unsur konstituen lain yang tingkatanya lebih renda dari tinkatan konstituen asalnya.

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s