Tugas Bahasa Indonesia’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

DONA AYU SAPUTRI_1402408013_BAB 3_ROMBEL 5 Oktober 18, 2008

Filed under: BAB III — pgsdunnes2008 @ 7:11 pm

BAB 3

OBJEK LINGUISTIK : BAHASA

3.1 Pengertian Bahasa

Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitier yang digunakan oleh para anggota kelompok sosial untuk bekerja sama, dan mengintifikasi diri.

3.2 Hakikat Bahasa

3.2.1 Bahasa sebagai sistem

Bahasa terdiri dari unsur-unsur atau komponen-komponen yang secara teratur tersusun menurut pola tertentu dan membentuk suatu kesatuan.

3.2.2 Bahasa sebagai lambang

Bahasa sebagai suatu sistem lambang dalam wujud bunyi bahasa bukan dalam wujud yang lain.

3.2.3 Bahasa adalah bunyi

Bahasa adalah sistem lambang bunyi, berupa lambang yang wujudnya berupa bunyi atau bahasa lisan.

3.2.4 Bahasa itu bermakna

Bentuk-bentuk bunyi yang tidak bermakna dalam bahasa apapun, bukanlah bahasa, sebab fungsi bahasa adalah menyampaikan pesan, konsep, ide, atau pemikiran.

3.2.5 Bahasa itu Arbitier

Yaitu tidak adanya hubungan wajib antara lambang bahasa dengan konsep atau pengertian yang dimaksud lambang tersebut.

3.2.6 Bahasa itu Konvensional

Bila kearbiteran terletak pada hubungan antara lambang-lambang bunyi dengan konsep yang dilambangkannya, maka konvensional bahasa terletak pada kepatuhan para penutur bahasa untuk menggunakan lambang itu sesuai dengan konsep yang dilambangkannya.

3.2.7 Bahasa itu Produktif

Meskipun unsur-unsur bahasa itu terbatas tetapi dapat dibuat satu-satuan bahasa yang jumlahnya tidak terbatas .

3.2.8 Bahasa itu Linik

Setiap bahasa mempunyai ciri khas sendiri yang tidak dimiliki oleh bahasa lainnya. Baik dalam sistem bunyi, sistem pembentukan kata dan kalimat, atau sistem-sistem lainnya.

3.2.9 Bahasa itu Universal

Ada ciri-ciri yang sama yang dimiliki oleh setiap bahasa di dunia ini, bahasa-bahasa itu mempunyai bunyi bahasa yang terdiri dari vokal dan konsonan.

3.2.10 Bahasa itu Dinamis

Satu-satunya milik manusia yang tidak pernah lepas dari segala kegiatan dan gerak manusia sepanjang keberadaan manusia itu, sebagai makhluk yang berbudaya dan bermasyarakat.

3.2.11 Bahasa itu Bervariasi

Bahasa itu bervariasi bila terdapat tiga istilah yaitu idiolek, dialek, dan ragam.

3.2.12 Bahasa itu Manusiawi

Alat komuniksi manusia yang namanya bahasa adalah bersifat manusiawi, dalam arti hanya milik manusia dan hanya dapat digunakan oleh manusia.

3.3 BAHASA DAN FAKTOR LUAR BAHASA

Masalah bahasa dalam kaitannya dengan kegiatan sosial di dalam masyarakat, atau hubungan bahasa dengan masyarakat itu.

3.3.1 Masyarakat Bahasa

Sekelompok orang yang menggunakan bahasa yang sama .

3.3.2 Variasi dan status sosial bahasa

Anggota masyarakat penutur bahasa itu sangat beragam, dan bahasa itu sendiri digunakan untuk keperluan yang beragam pula.

3.3.3 Penggunaan Bahasa

Komunikasi lewat bahasa harus memperhatikan faktor-faktor siapa lawan bicara, topik, situasi, tujuan, jalur, dan ragam bahasa.

3.3.4 Kontak Bahasa

Dalam masayarakat terbuka, para anggotanya dapat menerima kedatangan anggota dari masyarakat lain baik satu atau lebih dari satu masyarakat.

3.3.5 Bahasa dan Budaya

Hubungan bahasa dan budaya sangat erat, karena bahasa merupakan bagian dari kebudayaan.

3.4 KLASIFIKASI BAHASA

3.4.1 Klasifikasi Genetis

Suatu bahasa berasal atau diturunkan dari bahasa yang lebih tua .

3.4.2 Klasifikasi Tipologis

Unsur tertentu yang dapat menimbulkan berulang-ulang dalam suatu bahasa.

3.4.3 Klasifikasi Areal

Hubungan timbal balik antara bahasa yang satu dengan bahasa yang lain, dalam satu areal tanpa memperhatikan apakah bahasa itu berkerabat secara genetik atau tidak.

3.4.4 Klasifikasi Sosiallinguistik

Hubungan antara bahasa dengan faktor-faktor yang berlaku dalam masyarakat.

3.5 BAHASA TULIS DAN SISTEM AKSARA

Meskipun dikatakan bahasa lisan adalah bahasa primer dan bahasa sekunder, fungsi bahasa tulis di dalam kehidupan modern sangat besar sekali.

Para ahli memperkirakan tulisan itu berawal dan tumbuh dari gambar-gambar yang terdapat dari gua-gua Altamira. Gambar-gambar seperti ini disebut piktogram yang digunakan zaman modern sebagai alat komunikasi.

Gambar-gambar piktogram berubah menjadi sistem tulisan yang disebut piktograf.

Pada zaman modern, seorang sarjana Jerman, mengembangkan sistem tulisan piktografik yang disebut pikto. Piktograf yang menggambarkan gagasan, ide atau konsep disebut ideograf.

Ada pendapat umum yang mengatakan bahwa ejaan yang ideal adalah ejaan yang melambangkan tiap fonem hanya dengan satu huruf dan sebalik setiap huruf dipakai untuk melambangkan satu fonem. Namun, ejaan Bahasa Indonesia masih jauh lebih baik daripada ejaan Bahasa Inggris.

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s