Tugas Bahasa Indonesia’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

DINA 1402408027 BAB 7 Oktober 18, 2008

Filed under: BAB VII — pgsdunnes2008 @ 7:08 pm

BAB 7

TATARAN LINGUISTIK (4) SEMANTIK

Semantik dengan obyeknya yakni makna berada diseluruh tataran yang bangun membangun (tataran fonologi,morfologi dan sintaksis).Semantik merupakan salah satu komponen dari tata bahasa (dua komponen lain adalah sintaksis dan fonologi)

7.1 “Hakikat Makna

Ferdinand de Saussure berpendapat tanda lingustik terdiri dari dua komponen (signifian:yang mengartikan berupa bunyi,signifie:yang mengartikan berupa konsep)

Contoh: meja (komponen signifian :/m/e/j/a/ )

(komponen signifie :sejenis perabot rumah tangga)

Kesimpulan makna menurut Ferdinand adalah pengertian atau konsep yang dimiliki pada sebuah tanda linguistik.

7.2 “Jenis Makna

1. Makna leksikal,gramatikal dan kontekstual

-Makna leksikal : Makna yang dimiliki leksem meski tanpa konteks apapun. Contoh :Kuda (hewan berkaki empat)

-Makna gramatikal :Bila terjadi afiksasi,reduplikasi,komposisi/kalimatisasi.

-Makna kontekstual :makna leksem yang berada dalam satu konteks ( berkenaan waktu, tempat, dan lingkungan)

2. Makna Referensial dan Non Referensial

-Makna Referensial : yang mempunyai acuan

-Makna Non Referensial : tidak mempunyai acuan

“ Kata Deitik “ (tidak mempinyai satu acuan yang tetap : kata-kata Promina, kata-kata ruang)

3. Makna Denotatif dan Konotatif

– Makna Denotatif : makna sebenarnya : makna leksikal

– Makna Konotatif : makna denotatif yang berhubungan dengan nilai rasa dari orang aatau kelompok yang menggunakan kata itu.

4. Makna Konseptual dan Makna Asosiatif

– Makna Konseptual : Makna leksem yang terlepas dari konteks atau

asosiasi apapun.

-Makna Asosiatif : Makna kata berkenaan dengan adanya hubungan kata

dengan suatu yang berada di luar bahasa ( lambang )

5. Makna Kata dan Makna Istilah

– Makna Kata : makna leksikal, denotative atau makna konseptual.

– Makna Istilah : makna jelas, pasti meskipun tanpa konteks kalimat (digunakan pada bidang keilmuan)

6. Makna Idiom dan Peribahasa

– Idiom : satuan ujaran yang maknanya tidak dapat diramalkan dari makna unsur-unsurnya. (idiom penuh dan sebagian)

– Peribahasa : memiliki makna yang masih dapat ditelusuri dari makna unsure-unsurnya karena adanya asosiasi antara makna asli dan maknanya sebagai peribahasa.

7. Relasi Makna

Hubungan semantik yang terdapat antar satuan bahasa

Sinonim : menyatakan kesamaan makna.

Antonim : menyatakan kebalikan.

Polisemi : sebuah kata atau satuan ujaran yang mempunyai makna

lebih dari satu.

Homonim : dua buah kata satu-satuan ujaran yang bentuknya kebetulan sama, makna berbeda karena masing-masing merupakan bentuk atau kata ujaran yang berlainan.

Ø Homofon : kesamaan bunyi tanpa memperhatikan ejaan

Ø Homograf : ujaran sama, ejaan , ucapan dan makna berbeda.

Hiponim : hubungan semantik antara sebuah bentuk ujaran yang

maknanya tercakup dalam makna bentuk ujaran yang lain.

Ambiguini : Kegandaan mkna akibat tefsiran gramatikal yang berbeda,

adanya homonim sedangkan konteksnya tidak jelas dan

terjasdi dalam bahasa lisan, karena ketidakcermatan

dalam munyusun konstruksi beranaforis.

Redunansi: Penggunaan unsure segmental yang digunakan secara

Berlabihan.

8. Perubahan Makna

Faktor yang menyebabkan sebagian kosa kata mengalami perubahan makna.

ü Perkembangan dalam IPTEK

ü Perkembangan Sosbud.

ü Perkembangan pemakaian kata

ü Pertukaran tanggapan indra, disebut sinestesia

ü Adanya asosisasi

– Macam perubahan makna : perubahan meluas ( khusus menjadi umum )

Perubahan menyempit ( umum menjadi

khusus)

Perubahan secara total (makna yang jauh dari

Aslinya).eufisme:menghaluskan ungkapan,

Disfemia: mengkasarkan ungkapan

9. Medan Makna dan Komponen Makna

Kata yang berada dalam satu medan makna (makna leksikal)adalah kata-kata yang berad dalam satu kelompok.

Analisis komponen makna : usaha menganalisis kata?leksem atas unsure-unsur makna.

· Medan Makna

Seperangkat unsur leksikal yang maknanya saling berhubungan karena menggambarkan bagian dari bidang kebudayaan/realitas dalam alam semesta tertentu.

Menurut Nida (1974- 1975) kata-kata dibagi menjadi:

a.kelompok bendaan (entiti)

b. Kelompok kejadian ( event )

c. Kelompok abstrak

d. Kelompok elastis

Berdasarkan sifat hubungan semantik medan magnet dibedakan atas :

a. Kelompok medan kolokasi

Hubungan sekmatik yang terdapt antara kata-kata atau unsure leksikal karena beersifat linier.

b. Kelompok medan set

Hubungan paradigmatic karena kata-kata berada dalm satu kelompok set saling disubtitusikan.

· Komponen Makna

Makna yang dimiliki setiap kata terdiri dari sejumlah komponen makna yang membentuk seluruh makna kata.

· Kesesuaian Semantik dan Sintaksis

Ketidakberterimaan masalah gramatikal dan semantik sebab :

a. kesalahan gramatikal

b. Kesalahan kesesuaian leksikal

c. Tidak ada persesuaian semantik

d. Kesalahan informasi

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s