Tugas Bahasa Indonesia’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

BINA EKA L. 1402408012 BAB 6 TATARAN LINGUISTIK (3) SINTAKSIS Oktober 18, 2008

Filed under: BAB VI — pgsdunnes2008 @ 6:59 pm

BAB 6

TATARAN LINGUISTIK (3);

SINTAKSIS

Morfologi dan sintaktis adalah bidang linguistik yang disebut tata bahasa atau gramatika. Pengertian morfologi memberikan struktur internal kata, sedangkan sintaksis membicarakan kata dalam hubungannya.

6.1 Struktur Sintaksis

Yang dibahas dalam sintaksis yang utama adalah fungsi, sintaksis, kategori sintaksis dan peran sintaksis. Susunan secara umum sintaksis terdiri dari S.P.O.K dan harus selalu berurutan.

Eksistensi struktur sintaksis terkecil ditopang oleh, kita sebut saja urutan kata, bentuk kata dan intonasi.

Pealing adalah pelaku, petola adalah sasaran. Fungsi subjek dalam kalimat ditentukan oleh urutan kata sedangkan batas subjek dan predikat dalam bahasa Indonesia ditentukan oleh intonasi. Kelompok kata atau frase ditandai dengan tekanan pada kata terakhir.

6.2 Kata sebagai Satuan Sintaktis

Kata adalah satuan terbesar tetapi dalam sintaksis adalah terkecil yang lebih besar adalah frase.

6.3 Frase

Frase banyak digunakan sebagai satuan sintaksis yang satu tingkat berada dibawah satuan klausa dan satu tingkat diatas satuan kata.

6.3.1 Pengertian frase sebagai satuan gramatikal yang berupa gabungan kata yang bersifat nonpredikatif.

6.3.2 Jenis frase (1) eksosentrik (2) endosentrik (3) koordinatif (4) apositif

6.4 Klausa

6.4.1 Pengertian Klausa adalah satuan sintaksis yang runtutan kata-kata berkontruksi predikatif.

6.5 Kalimat

6.5.1 Pengertian kalimat adalah satuan langsung yang digunakan dalam berbahasa.

6.5.2 Jenis Kalimat

6.5.2.1 Kalimat Inti dan Kalimat Non-Inti

Kalimat Inti bersifat deklaratif, aktif atau netral dan afiunatif.

6.5.2.2 Kalimat tunggal dan Kalimat Majemuk

Kalimat tunggal adalah kalimat yang mempunyai satu klausa. Kalimat majemuk mempunyai lebih dari satu klausa.

6.5.2.3 Kalimat Mayor dan Kalimat Minor

Kalimat mayor mempunyai subjek dan predikat. Jika klausanya tidak lengkap disebut kalimat minor.

6.5.2.4 Kalimat Verbal dan Kalimat Non Verbal

Kalimat verbal dibentuk dari klausa verbal.

6.5.2.5 Kalimat Bebas dan Kalimat Terikat

Kalimat bebas, kalimat yang berpotensi untuk ujaran-ujaran lengkap. Kalimat terikat, kalimat yang tidak bias berdiri sendiri.

6.5.3 Intonasi Kalimat.

Intonasi merupakan cirri utama membedakan kalimat dalam klausa.

6.5.4.1 Modus

Modus adalah pengungkapan tafsiran si pembicara.

6.5.4.2 Aspek

Aspek adalah cara untuk memandang pembentukan waktu secara internal dalam suatu situasi.

6.4.4.3 Kala

Kala atau tenses adalah informasi kalimat yang menyatakan waktu terjadinya perbuatan yang disebutkan dalam predikat.

6.4.4.4 Modalitas

Adalah keterangan dalam kalimat yang menyatakan sikap pembicara terhadap hal yang dibicarakan.

6.4.4.5 Fokus

Adalah unsur yang menonjolkan bagian kalimat sehingga perhatian pendengar atau pembaca tertuju pada bagian tertentu.

6.4.4.6 Diatesis

Diatesis adalah gambaran hubungan antara pelaku atau peserta dalam kalimat dengan perbuatan yang dikemukakan dalam kalimat itu.

6.6. Wacana

Adalah satuan terbesar dalam sintaksis dan digunakan pokok analisis.

Nama : Bina Eka Lestari

NIM : 1402408012

Rombel : 4

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s