Tugas Bahasa Indonesia’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Ahmad Syaiful_1402408235_BAB 8 Oktober 18, 2008

Filed under: BAB VIII — pgsdunnes2008 @ 6:46 pm

Nama : Ahmad Syaiful

NIM : 1402408235

BAB 8

SEJARAH DAN ALIRAN

LINGUISTIK

Dalam sejarah perkembangannya, linguistik dipenuhi dengan berbagai aliran, paham, pendekatan dan teknik penyelidikan dan teknik penyelidikan yang dari luar tampaknya sangat ruwet, saling berlawanan dan membingungkan, terutama bagi para pemuda. Berikut akan dibicarakan sejarah perkembangan, paham dan beberapa aliran linguistik zaman purba sampai zaman mutakhir secara singkat dan bersifat umum.

8.1. LINGUISTIK TRADISIONAL

Istilah tradisional dalam linguistik sering dipertentangkan dengan istilah struktural, sehingga dalam pendidikan formal ada istilah tata bahasa tradisional dan struktural. Keduanya merupakan dua hal yang bertentangan sebagai akibat dari pendekatan keduanya yang tidak sama terhadap hakikat bahasa.

8.1.1. Linguistik Zaman Yunani

Masalah pokok kebahasaan yang menjadi pertentangan para linguis pada waktu itu

1) Pertentangan antara fisis dan nomos

Bersifat fisis dengan maksud bahasanya mempunyai hubungan dengan asal-usul, sumber dalam prinsip-prinsip pribadi dan tidak dapat diganti.

2) Pertentangan antara analogi dan anomali

Analogi, bahwa bahasa itu bersifat teratur karena dengan keteraturan itu orang dapat menyusun tata bahasa.

Anomali, berpendapat bahwa bahasa itu tidak teratur. Kalau bahasa itu teratur kenapa bahasa inggris child menjadi children bukannya childs.

8.1.1.1. Kaum Sophis

Muncul pada abad ke-5 SM. Mereka dikenal dalam studi bahasa, karena:

a) Melakukan kerja secara empiris

b) Melakukan kerja secara pasti

c) Mementingkan bidang retorika dalam studi bahasa

d) Membedakan tipe-tipe kalimat berdasarkan isi dan makna

8.1.1.2. Plato (429 – 347 SM)

Plato dapat terkenal dalam studi bahasa karena :

a) Memperdebatkan analogi dan anomali

b) Menyodorkan batasan bahasa

c) Orang yang pertama kali membedakan kata anoma dan rhema.

8.1.1.3. Aristoteles (384 – 322 SM)

Aristoteles terkenal dalam studi bahasa, karena:

a) Dia menambahkan satu kelas kata atas pembagian yang dibuat gurunya

b) Dia membedakan jenis kelamin kata (gender) menjadi tiga yaitu maskulin, feminin dan neutrum.

8.1.1.4. Kaum Stoik

Berkembang pada permulaan abad ke -4 SM. Dalam studi bahasa terkenal, karena :

a. Membedakan studi bahasa secara logika dan tata bahasa.

b. Menciptakan istilah-istilah khusus untuk studi bahasa.

c. Membedakan komponen utama dari studi bahasa

d. Membedakan legein yaitu bunyi bagian fologogi tapi tak bermakna dan propheretal

e. Membagi jenis kata menjadi empat

f. Membedakan adanya kata kerja komplet dan tak komplet.

Kaum stodik lebih jauh daripada yang telah dihasilkan oleh Aristoteles.

8.1.1.5. Kaum Alexandrian

Kaum ini menganut paham analog dalam studi bahasa. Oleh karena itu mereka mewarisi sebuah buku tata bahasa yang disebut tata bahasa Dionysius thrax sebagai hasil mereka dalam menyelidik kereguleran bahasa Yunani.

8.1.2. Zaman Romawi

Studi bahasa pada zaman romawi, dapat dianggap kelanjutan dari zaman Yunani. Sejalan dengan jatuhnya Yunani dan munculnya kerajaan Romawi.

8.1.2.1. Varro dan “De Lingua Latina”

Buku ini dibagi dalam bidang-bidang etimologi, morfologi dan sintaksis.

a) Etimologi, adalah cabang linguistik yang menyelidiki asal-usul kata beserta artinya.

b) Morfologi, adalah cabang linguistik yang mempelajari kata dan pembentukannya.

Mengenai deklinasi yaitu perubahan bentuk kata berkenaan dengan kategori, kasus, jumlah, dan jenis. Varro membedakan adanya 2 deklinasi, yaitu naturalis dan valuntaris. Naturalis yaitu perubahan yang bersifat alamiah, bersifat reguler. Valuntaris yaitu perubahannya secara morfologis, bersifat selektif dan manasuka.

8.1.2.2. Institutiones Grammaticae atau tata bahasa Priscia

Buku Priscia ini terdiri dari 18 jilid (16 jilid morfologi dan 2 jilid mengenai sintaksis) dianggap sangat penting karena :

a) Merupakan buku tata bahasa latin yang paling lengkap yang dituturkan oleh pembicara aslinya.

b) Teori tata bahasanya merupakan tonggak utama pembicaraan bahasa secara tradisional.

Beberapa segi yang patut dibicarakan mengenai buku ini yaitu:

a) Fonologi ð hal yang dibicarakan pertama masalah huruf yang disebut litterae yakni bagian terkecil dari bunyi yang dituliskan.

b) Morfologi, yang dibicarakan dalam hal ini antara lain mengenai dictio atau kata. Dictio adalah bagian yang minimum dari sebuah ujaran dan diartikan terpisah dalam makna sebagai satu keseluruhan.

c) Sintaksis, bidang sintaksis membicarakan hal yang disebut oratio, yaitu tata susun kata yang berselaras dan menunjukkan kalimat itu selesai.

8.1.3. Zaman Pertengahan

Zaman pertengahan ini yang patut dibicarakan dalam studi bahasa, antara lain adalah peranan kaum kaum modistae, tata bahasa spekulativa, Petrus Hispanus.

1. Kaum Modistae

Membicarakan pertentangan fisis dan nomor dan antara analogi dan anomali.

2. Tata bahasa Spekulativa

Merupakan hasil integrasi deksripsi gramatikal bahasa latin ke dalam filsafat skolastik.

3. Petrus Hispanus

Peranannya dalam bidang linguistik :

Peranannya dalam bidang linguistik:

a) Dia telah memasukkan psikologi dalam analisis bahasa

b) Dia telah membedakan nomen atau dua macam, yaitu nomen substantivum dan adjectivum.

c) Dia juga membedakan partes orationes atas categorematik dan syntategorematik.

8.1.4. Zaman Renaisans

Zaman ini dianggap sebagai zaman pembukaan abad pemikiran abad modern.

Ibrani dan Arab banyak dipelajari orang pada akhir abad pertengahan dan sesungguhnya bahasa Ibrani dan bahasa Arab memang dua bahasa yang serumpun dan perkembangan studi bahasa Ibrani sejalan dengan perkembangan linguistik bahasa Arab yang memang sudah lebih dahulu memperoleh kemajuan, karena kedudukannya sebagai bahasa kita suci agama islam yaitu Qur’an; sedangkan bahasa kitab suci itu, menurut pendapat ulama islam, tidak boleh diterjemahkan ke dalam bahasa lain.

8.1.5. Menjelang Lahirnya Linguistik Modern

Sejak awal buku ini sudah nyebut-nyebut bahwa Fredinand de Saussure dianggap sebagai Bapak Linguistik Modern. Masa lahirnya linguistik modern dengan berakhirnya zaman Renaisans.

Bila dsimpulkan mengenai linguistik tradisional, bahwa:

a) Bahasa tradisional ini tidak dikenal adanya perbedaan antara bahasa ujaran dengan tulisan.

b) Bahasa yang disusun tata bahasanya dideskripsikan dengan mengambil patokan dari bahasa lain.

c) Kaidah bahasanya dibuat secara prespektif, yaitu benar atau salah.

d) Persoalan kebahasaan seringkali dideskripsikan dengan logika.

e) Penemuan terdahulu cenderung untuk selalu dipertahankan.

8.2. LINGUISTIK STRUKTURALIS

Linguistik strukturalis berusaha mendeskripsikan suatu bahasa berdasarkan ciri yang dimiliki bahasa itu. Pandangan ini adalah sebagai akibat konsep atau pandangan baru terhadap bahasa dan studi bahasa yang dikemukakan oleh Bapak Linguistik Modern.

8.2.1. Ferdinand de Saussure

Ferdinand de Saussure (1957 – 1913) dianggap sebagai Bapak Linguistik modern berdasarkan pandangan yang dimuat dalam bukunya Course de Linguistique Generale.

Pandangan yang dimuat dalam buku tersebut mengenai konsep:

1) Telaah sinkronik dan diakronik

2) Perbedaan langue dan parole

3) Perbedaan signifiant dan signifie

4) Hubungan sintagmatig dan paradigmatif

Telaah sinkronik dan diakronik. Telaah sinkronik adalah mempelajari suatu bahasa pada suatu kurun waktu tertentu saja. sedangkan telaah diakronik adalah telaah bahasa sepanjang masa, atau sepanjang zaman.

8.2.2. Aliran Praha

Dalam bidang fonologi aliran Praha ialah yang pertama membedakan dengan tegas akan fonetik dan fonologi. Fonetik mempelajari bunyi itu sendiri, fonologi mempelajari fungsi bunyi tersebut dalam suatu sistem.

Dalam bidang fonologi aliran Praha ini juga memperkenalkan dan mengembangkan suatu istilah yang disebut morfologi, bidang meneliti struktur fonologis morfem.

8.2.3. Aliran Glosematik

Analisis bahasa dimulai dari wacana, kemudian ujaran itu dianalisis atas kontituen yang mempunyai hubungan paradigmatik dalam rangka forma (hubungan gramatikal intern) substansi, ungkapan dan isi. Prosedur yang bersifat analitis dan seni aljabar ini menghasilkan satuan dasar yang disebut glosem.

8.2.4. Aliran Firthian

Fonologi prosodi adalah suatu cara untuk menentukan arti pada tataran fonetis. Ada 3 macam pokok prosodi, yakni (1) prosodi yang menyangkut gabungan fonem : struktur kata, suku kata, gabungan konsonan dan gabungan vokal, (2) prosodi yang terbentuk oleh sendi/jeda, (3) prosodi yang realisasi fonetisnya melampaui satuan yang lebih besar dari pada fonem suprasegmental.

8.2.5. Linguistik Sistemik

Pokok-pokok yang terdapat dalam linguistik sistemtik :

1) SL (Sistemic Linguistics) memberikan perhatian penuh pada segi kemasyarakatan bahasa

2) SL memandang bahasa sebagai “pelaksana”

3) SL lebih mengutamakan pemberian ciri-ciri bahasa tertentu beserta variasinya.

4) SL mengenal adanya gradasi atau kontinum.

5) SL menggambarkan 3 tataran utama bahasa.

Yang dimaksud substansi adalah bunyi yang kita ucapkan waktu kita berbicara dan lambang yang kita gunakan waktu kita menulis.

8.2.6. Leonard Bloomfield dan Strukturalis Amerika

Beberapa faktor yang menyebabkan aliran ini berkembang antara lain :

1) Menghadapi masalah yang sama, yaitu banyak sekali bahasa indian di Amerika yang belum diperikan.

2) Bloomfield yang menolak mentalistik, yaitu filsafat behavioisme.

3) Adanya hubungan yang baik, karena adanya The Linguistics Society of America, yang menerbitkan majalah Language.

8.2.7. Aliran Tagmemik

Menurut aliran ini satuan dasar dari sintaksis adalah tagmem, yaitu korelasi antara fungsi gramatikal dengan sekelompok bentuk-bentuk kata yang dapat saling dipertukarkan untuk mengisi slot tersebut.

Menurut Pike satuan dasar sintaksis tidak dinyatakan dengan fungsi-funsi saja, seperti subjek+predikat+objek, melainkan harus diungkapkan bersamaan dalam rentetan rumus seperti : S : FN + P : FV + O : FN. Rumus tersebut dibaca Fungsi subjek diisi oleh frase nominal diikuti oleh fungsi predikat yang diisi frase verbal dan fungsi objek yang diisi frase nominal.

8.3. LINGUISTIK TRANSFORMAL DAN ALIRAN-ALIRAN SESUDAHNYA

Dunia ilmu termasuk linguistik bukan merupakan kegiatan yang statis, melainkan merupakan kegiatan yang dinamis, berkembang terus, sesuai dengan filsafat ilmu itu sendiri yang selalu ingin mencari kebenaran yang hakiki.

8.3.1. Tata Bahasa Transformasi

Setiap tata bahasa dari suatu bahasa menurut Noam Chomsky adalah merupakan teori dari bahasa itu sendiri dan tata bahasa itu harus memenuhi dua syarat, yaitu :

1) Kalimat yang dihasilkan harus dapat diterima oleh pemakai bahasa tersebut.

2) Tata bahasanya harus dibentuk sedemikian rupa, tidak berdasarkan bahasa tertentu saja dan sejajar dengan teori linguistik.

8.3.2. Semantik Generatif

Menurut semantik generatif, sudah seharusnya semantik dan sintasis diselidiki bersama sekaligus karena keduanya adalah satu. Struktur semantik itu serupa dengan struktur logika, berupa ikatan tidak berkala antara predikat dengan superangkat argumen dalam suatu proposisi.

Menurut teori semantif generatif, argumen adalah segala sesuatu yang dibicarakan. Sedangkan predikat itu semua yang menunjukkan hubungan, perbuatan, sifat, keanggotaan. Dalam mengabstraksikan predikatnya teori ini berusaha untuk menguraikan karya lebih jauh sampai diperoleh predikat yang tidak dapat diuraikan lagi, yang disebut predikat inti (atomit predicate).

8.3.3. Tata Bahasa Kasus

Yang dimaksud dengan kasus dalam teori ini adalah hubungan antara verba dengan nomina. Verba disini sama dengan predikat, sedangkan nomina sama dengan argumen dalam teori semantik generatif. Hanya argumen dalam kasus ini diberi label kasus.

Makna sebuah kalimat dalam teori ini dirumuskan dalam bentuk :

+ [ … X, Y, Z]

Tanda … dipakai untuk menandai posisi verba dalam struktur semantik, sedangkan X, Y, dan Z adalah argumen yang berkaitan dengan verba/predikat itu yang biasanya diberi label kasus.

8.3.4. Tata Bahasa Relasional

Sama halnya dengan tata bahasa transformasi, tata bahasa relasional juga berusaha mencari kaidah kesemestaan bahasa. Menurut tata bahasa rasional, setiap struktur melibatkan tiga macam maujud, yaitu :

a) Seperangkat simpai (nodes) yang menampilkan elemen di dalam suatu struktur.

b) Seperangkat tanda relasional (relational sign)

c) Seperangkat “coordinates” yang dipakai untuk menunjukkan pada tataran manakah elemen itu menyandang relasi gramatikal.

8.4. TENTANG LINGUISTIK DI INDONESIA

Hingga saat ini studi linguistik di Indonesia belum ada catatan yang lengkap, meskipun studi linguistik di Indonesia sudah berlangsung lama dan cukup semarak.

8.4.1. Sesuai dengan masanya, penelitian bahasa-bahasa daerah itu baru sampai pada tahap deskripsi sederhana mengenai sistem fonologi, morfologi, sintaksis, serta pencatatan butir-butir leksikal beserta terjemahan maknanya dalam bahasa Belanda dalam bentuk kamus.

8.4.2. Perkembangan waktu jualah yang kemudian menyebabkan konsep-konsep linguistik nodern dapat diterima, dan konsep-konsep linguistik tradisional mulai agak tersisih. Selain itu buku Keraf itu, sejumlah buku Ramlan, juga menyajikan analisis bahasa secara struktural, menyebabkan kedudukan linguistik modern dalam pendidikan formal menjadi semakin kuat, meski konsep linguistik tradisional masih banyak yang mempertahankannya.

8.4.3. Sejalan dengan perkembangan dan makin semaraknya studi linguistik, yang tentu saja dibarengi dengan bermunculnya linguis-linguis Indonesia, baik yang tamatan luar negeri maupun dalam negeri, maka semakin dirasakan perlunya suatu wadah untuk berdiskusi, bertukar pengalaman dan mempublikasikan hasil penelitian yang telah dilakukan.

8.4.4 Penyelidikan terhadap bahasa daerah Indonesia dan bahasa nasional Indonesia banyak pula dilakukan orang di luar negeri. Universitas Laiden di Belanda telah mempunyai sejarah panjang dalam penelitian bahasa Nusantara.

8.4.5. Sesuai dengan fungsinya sebagai bahasa nasional, bahasa nasional, persatuan dan bahasa negara. Maka bahasa Indonesia tampaknya menduduki tempat sentral dalam kajian linguistik dewasa ini baik dalam maupun luar negeri.

Dalam kajian bahasa nasional Indonesia di Indonesia tercatat nama seperti Kridalaksana, Kaswanti Purwo, Dardjowidjojo, dan Soedarjanto yang telah banyak menghasilkan tulisan mengenai pelbagai segi dan aspek bahasa Indonesia.

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s