Tugas Bahasa Indonesia’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

AHMAD ALFIYAN_1402408299_BAB 4 Oktober 18, 2008

Filed under: BAB IV — pgsdunnes2008 @ 6:36 pm

BAB 4

TATARAN LINGUISTIK (1): FONOLOGI

Disusun oleh AHMAD ALFIYAN (1402408299)

Silabel adalah satuan runtunan bunyi yang ditandai dengan satu-satuan bunyi yang paling nyaring.Adanya puncak kenyaringan/sonoritas yang menandai silabel.

Fonologi adalah bidang linguistik yang mempelajari, menganalisis dan membicarakan runtunan bunyi bahasa.

Fonologi memiliki 2 cabang yaitu: Fonetik dan Fonemik.

Fonetik adalah cabang fonologi yang mempelajari bunyi bahasa tanpa memperhatikan apakah bunyi tersebut mempunyai fungsi pembeda makna atau tidak.

Fonemik adalah cabang fonologi yang mempelajari bunyi bahasa dengan memperhatikan fungsi bunyi sebagai pembeda makna.

Contoh : a. Fonetik

Intan, batik, angin sehingga fonetik akan mempelajari perbedaan bunyi tersebut sertya sebabnya

b. Fonemik

(p)dan (b) dalam kata PARU dan BARU bunyi(P) dan (B) dalam 2 kata tersebut menyebabkan berbedanya makna.

4.1. FONETIK

Menurut urutan proses terjadinya bunyi dibagi menjadi 3, yaitu:

a. Fonetik artikulatoris/biologis mempelajari mekanisme alat ucap dalam menghasilkan bunyi bahasa.

b. Fonetik akustik mempelajari bunyi bahasa sebagai fenomena alam

c. Fonetik auditoris mempelajari mekanisme bunyi bahasa diterima telinga

4.1.1 ALAT UCAP

Fonetik artikulatoris mempelajari alat-alat ucap. Bunyi diberi nama sesuai nama alat ucap tersebut.

Misal bunyi dental,bunyi labial

.

4.1.2 PROSES FONASI

Proses fonasi adalah proses dalam menghasilkan bunyi bahasa. Dimulai dari proses pemompaan udara keluar dari paru-paru melalui pangkal tenggorokan yang terdapat pita suara sampai keluar ke udara bebas.

Berkenaan dengan hambatan pada pita suara ada 4 posisi pita suara:

a. Terbuka lebar sehingga tidak dihasilkan suara/bunyi

b.Terbuka agak lebar sehingga menghasilkan bunyi tak bersuara

c. Terbuka sedikit sehingga dihasilkan bunyi bersuara

d.Tertutup rapat sehingga langsung dihasilkan bunyi hamzah/glotal

Tempat bunyi bahasa terjadi disebut tempat artikulasi sedang alat yang digunakan untuk menghasilkan bunyi bahasa disebut artikulator

Macam artikulator,yaitu:

a. Artikulator aktif adalah alat ucap yang bergerak/digerakkan

b.Artikulator pasif adalah alat ucap yang tidak bergerak/didekati artickulator aktif.

Artikulasi tidak terjadi hanya satu kali saja melainkan ada komposisi dari artikulasi.

Artikulasi kedua/ artikulasi sertaan adalah

a. Labialisasi adalah dengan membulatkan bentuk mulut

b.Palatalisasi adalah dengan jalan menaikkan bagian depan lidah sesudah artikulasi pertama

c. Velarisasi adalah dengan cara menaikkan bagian belakang lidah ke arah langit-langit lunak

d.Faringalisasi adalah dengan cara menaikkan bagian belakang lidah ke dinding faring

4.1.3 TULISAN FONETIK

Tulisan fonetikditulis dengan huruf latin yang diberi tanda diakritik atau modifikasi huruf tersebut.

Setiap bunyi yang berbeda pada tulisan fonetik memiliki lambang sendiri.

4.1.4 KLASIFIKASI BUNYI

Bunyi vokal dihasilkan oleh pita suara terbuka sedikit dengan arus udara tidak mendapat hambatan

Klasifikasi vokal antara lain :

Berdasarkan Posisi lidah vertikal

a. Vokal tinggi yaitu (I) dan (U)

b.Vokal tengah yaitu (E)dan (O)

c. Vokal rendah yaitu(A)

Berdasarkan Posisi lidah horizontal

a. Vokal depan yaitu (I) dan (E)

b.Vokal pusat yaitu (A)

c. Vokal belakang yaitu (U) dan (O)

Berdasarkan Bentuk mulut

a. Vokal bundar yaitu(O) dan (U)

b.Vokal tak bundar yaitu (I),(E),(A)

Diftong( vokalrangkap )

Contoh:

Balai (ai)

Kerbau (au )

Sekoi (oi)

Bunyi konsonan dihasilkan pita suara terbuka sedikit atau agak lebar.dengan arus udara mendapat hambatan pada titik artikilasi tertentu.

Klasifikasi konsonan

Berdasarkan posisi pitasuara

a. Bunyi bersuara yaitu B,D,G,C

b.Bunyi tak bersuara yaitu S,P,K,F

Berdasarkan artikulasinya

a. Konsonan Bilabial yaitu konsonan yang terjadi pada kedua belah bibir

Contoh: B,P,M

b.Konsonan Dental yaitu konsonan antara bibir bawah dan gigiatas

Contoh: F,V

c.Konsonan LaminoAlveolar yaitu konsonan antara daun lidah dan gusi

Contoh: T,D

d.Konsonan Dorsevelar yaitu konsonan antara pangkal lidah dengan langit-langit lunak

Contoh: K,G

Berdasarkancara artikulasinya:

a. Hambatan yaitu artikulator aktif menutup penuh arus udara,kemudian dibuka tiba-tiba

Contoh: P,B,T,D,K,G

b.Geseran yaitu artikulator aktif mendekati artikulator pasif membentuk celah sempit

Contoh: F,S,Z

c.Paduan yaitu artikulator aktif menghambat arus udara lalu membentuk celah sempit.

Contoh: C,J

d.Sengauan yaitu artikulator menghambat aliran udara di mulut dan membiarkan lewat hidung.

Contoh: M,N
e.Getaran yaitu artikulator melakukan kontak beruntun dengan artikulator pasif.

Contoh: R

f.Sampingan yaitu artikulator aktif menghambat arus udara pada tengah mulut dan membiarkan lewat samping.

Contoh: L

g.Hampiran yaitu artikulator aktif dan pasif membentuk ruang yang mendekati posisi terbuka.

Contoh: W,Y

4.1.5 UNSUR SUPRA SEGMENTAL

Bagian bunyi yang tak dapat disegmentasikan/Bunyi prosodi

Nada/Pitch

Nada berkenaan dengan tinggi rendahnya bunyi

Dalam bahasa tonal / bahasa bernada dikenal 5 macam nada, yaitu:

a. Nada naik

b.Nada turun

c. Nada datar

d.Nada turun naik

e. Nada naik turun

Jeda/ Persendian

Jeda berkenaan dengan perhentian bunyi dalam arus ujar

Sendi Dalam (internal juncture) yaitu menunjukkan batas antara satu silabel

Contoh: LAMPU>>>LAM+PU

Sendi Luar yaitu menunjukkan batas dari segmen silabel.

a. Jeda antar kata dalam frase

b.Jeda antar kata dalam klausa

c. Jeda antar kata dalam kalimat

4.2 FONEMIK

Fonemik adalah cabang fonologi yang mempelajari bunyi bahasa dengan memperhatikan fungsi bunyi sebagai pembeda makna.

4.2.1 KLASIFIKASI FONEM

Dua buah kata mirip seperti LABA dan RABA

Atau BAKU dan BAHU disebut kata berkontras minim.

4.2.2 ALOFON

Alofon adalah bunyi yang merupakan realisasi dari sebuah fonem

4.2.3 KHAZANAH FONEM

Khazanah fonem adalah banyaknya fonem yang terdapat pada satu bahasa

4.2.4 PERUBAHAN FONEM

Ucapan sebuah fonem dapat berbeda sebab sangat tergantung pada lingkungannya/pada fonem lain yang berada di sekitarnya

4.2.4.1 ASIMILASI DAN DISIMILASI

Asimilasi adalah peristiwa berubahnya sebuah bunyi menjadi bunyi lain sebagai akibat dari bunyi yang ada di lingkungannya sehingga bunyi tersebut menjadi sama / punya ciri yang sama

Contoh: SABTU dan SAPTU

FIKIR dan PIKIR

Disimilasi adalah jika perubahan bunyi tersebut menyebabkan 2 bunyi yang berbeda menjadi sama, baik seluruhnya atau sebagian.

Contoh : CIPTA dan CINTA dari kata CITTA

4.2.4.2 UMLAUT dan ABLAUT

Amlaut adalah perubahan vocal demikian hingga vocal berubah jadi vocal yang lebih tinggi

Ablaut adalah perubahan vocal yang ditemukan dalam bahasa indo-jerman untuk menandai fungsi gramatikal.

4.2.4.3 KONTRAKSI

Kontraksi adalah pemendekan fonem yang dapat berupa hilangnya sebuah fonem/lebih

Contoh: SHALL+NOT menjadi SHALLN’T

4.2.4.4 METASIS DAN EPENTESIS

Metasis adalah mengubah urutan fonem yang terdapat dalam suatu kata

Contoh: SAPU,APUS,USAP

BERANTAS,BANTERAS

JALUR,LAJUR

Epentasis adalah penyisipan fonem tertentu kedalam sebuah kata

Contoh: SAMPI,SAPI

KAMPAK,KAPAK

JUMBLAH,JUMLAH.

Sekian terima kasih…

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s