Tugas Bahasa Indonesia’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Agil Bangkit Widiastuti_1402408335_BAB 3 Oktober 18, 2008

Filed under: BAB III — pgsdunnes2008 @ 6:32 pm

BAB 3

OBJEK LINGUISTIK

BAHASA

3.1 PENGERTIAN BAHASA

Kata bahasa dalam bahasa Indonesia memiliki lebih dari satu makna.

Coba perhatikan kata bahasa dalam kalimat-kalimat berikut:

a. Dika belajar bahasa Inggris, Nita belajar bahasa Jepang.

b. Manusia mempunyai bahasa, sedangkan binatang tidak.

c. Hati-hati bergaul dengan anak yang tidak tahu bahasa itu.

d. Dalam kasus ini ternyata lurah dan camat tidak mempunyai bahasa yang sama.

e. Katakanlah dengan bahasa bunga.

f. Pertikaian itu tidak bisa diselesaikan dengan bahasa militer.

g. Kalau dia memberi kuliah bahasanya penuh dengan kata daripada dan akhiran ken.

h. Kabarnya, Nabi Sulaiman mengerti bahasa semut.

Kata bahasa dalam kalimat (a) menunjuk pada bahasa tertentu. Pada kalimat (b) kata bahasa menunjuk bahasa pada suatu langage. Pada kalimat (c) kata bahasa berarti sopan santun. Pada kalimat (d) kata bahasa berarti kebijakan dalam bertindak. Pada kalimat (e) kata bahasa berarti maksud-maksud dengan bunga sebagai lambang. Pada kalimat (f) kata bahasa berarti dengan cara. Pada kalimat (g) kata bahasa berarti ujarannya. Pada kalimat (h) kata bahasa bersifat hipotesis.

Dari keterangan di atas, disimpulkan adanya persamaan hanya pada kalimat (a), (b), dan (g) kata bahasa yang digunakan secara kias. Bahasa sebagai objek linguistik pada kalimat (a) bahasa sebagai langue, pada kalimat (b) bahasa sebagai langage, dan pada kalimat (g) bahasa sebagai parole.

Sebagai objek kajian linguistik, parole merupakan objek konkret dan dikaji secara langsung. Langue merupakan objek yang abstrak. Langage merupakan objek yang paling abstrak karena berwujud sistem bahasa secara universal.

Dua buah tuturan disebut sebagai dua bahasa yang berbeda berdasarkan dua buah patokan, yaitu;

Ø Patokan linguistik, dua buah tuturan dianggap sebagai dua buah bahasa yang berbeda, kalau anggota dari dua masyarakat tuturan yang tidak mengerti.

Ø Patokan politis, misalnya pada bahasa Indonesia adalah bahasa nasional bangsa Indonesia.

3.2 HAKIKAT BAHASA

Ada beberapa ciri atau sifat yang hakiki dari bahasa, antara lain ;’

3.2.1 Bahasa sebagai sistem

Sistem berarti, susunan teratur berpola yang membentuk suatu keseluruan yang bermakna atau berfungsi. Sistematis, artinya bahasa itu tersusun menurut suatu pola; tidak tersusun secara acak. Sistemis, artinya bahasa itu bukan merupakan sistem tunggal, tetapi terdiri juga dari sub-subsistem; atau sistem bawahan.

Subsistem-subsistem bahasa terutama subsistem fonologi, morfologi, dan sintaksis tersusun secara hierarkial. Artinya kedudukan subsistem yang satu terletak di bawah subsistem yang lain; lalu subsistem yang lain ini terletak pula di bawah subsistem lainnya lagi.

3.2.2 Bahasa sebagai lambang

Ilmu semiotika atau semiologi, yaitu ilmu yang mempelajari tanda-tanda yang ada dalam kehidupan manusia, termasuk bahasa.

Dalam semiologi dibedakan adanya beberapa jenis tanda, yaitu, antara lain;

Ø Tanda (sign)

Tanda bersifat alamiah dan secara langsung.

Ø Lambang (simbol)

Menandai sesuatu yang lain secara konvesional, tidak secara ilmiah dan langsung.

Ø Sinyal (signal)

Adalah tanda yang disengaja yang dibuat oleh pemberi sinyal agar si penerima melakukan sesuatu.

Ø Gerak isyarat (gesture)

Adalah tanda yang dilakukan dengan gerak anggota badan, dan tidak bersifat imperatif.

Ø Gejala (symptom)

Adalah suatu tanda yang tidak disengaja, yang dihasilkan tanpa maksud, tetapi alamiah untuk mengungkapkan sesuatu yang sedang terjadi.

Ø Ikon

Adalah tanda yang paling mudah dipahami karena kemiripannya dengan sesuatu yang diwakili.

Ø Indeks

Adalah tanda yang menunjukkan adanya sesuatu yang lain.

Ø Kode

Ciri kode; adanya sistem, berupa simbol, sinyal, maupun gerak isyarat yang dapat mewakili pikiran, perasaan, ide, benda, dan tindakan untuk maksud tertentu.

3.2.3 Bahasa adalah bunyi

Bunyi adalah kesan pada pusat saraf sebagai akibat dari getaran gendang telinga yang bereaksi karena perubahan-perubahan dalam tekanan udara.

Bunyi bahasa adalah satuan bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia sebagai ”fon” dan sebagai ”fonem”.

3.2.4 Bahasa itu bermakna

Makna yang berkenaan dengan morfem dan kata disebut makna leksikal; berkenaan dengan frase, klausa, dan kalimat disebut makna gramatikal; dan yang berkenaan dengan wacana disebut makna pragmatik atau makna konteks.

3.2.5 Bahasa itu arbitrer

Arbitrer adalah tidaknya hubungan wajib antara lambang bahasa dengan konsep atau pengertian yang dimaksud oleh lambang tersebut.

3.2.6 Bahasa itu konvesional

Bersifat konvesional Artinya semua anggota masyarakat bahasa itu mematuhi konvensi bahwa lambang tertentu itu digunakan untuk mewakili konsep yang diwakilinya.

3.2.7 Bahasa itu produktif

Bersifat produktif maksudnya meskipun unsur-unsur bahasa terbatas, tetapi dengan unsur tersebut dapat dibuat satuan-satuan bahasa yang tidak terbatas.

Ada dua kerbatasan dalam keproduktifan bahasa, yaitu;

Ø Keterbatasan pada tingkat parole

Terjadi pada ketidaklaziman bentuk-bentuk yang dihasilkan.

Ø Keterbatasan pada tingkat langue

Pada tingkat langue keproduktifan itu dibatasi karena kaidah atau sistem yang berlaku.

3.2.8 Bahasa itu unik

Bersifat unik artinya; setiap bahasa mempunyai ciri khas sendiri, menyangkut sistem bunyi, sistem pembentukan kata, sistem pembentukan kalimat, atau sistem lainnya.

3.2.9 Bahasa itu universal

Ciri-ciri yang universal, mempunyai bunyi bahasa yang terdiri dari vokal dan konsonan, mempunyai satuan bahasa yang bermakna.

3.2.10 Bahasa itu dinamis

Perubahan bahasa bisa terjadi pada semua tataran, baik fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, maupun leksikon.

3.2.11 Bahasa itu bervariasi

Faktor yang mempengaruhi bahasa itu menjadi bervariasi, karena adanya latar belakang budaya dan lingkungan yang tidak sama.

Ada 3 istilah dalam variasi bahasa, yaitu;

Ø Idiolek yaitu; variasi atau ragam bahasa yang bersifat perseorangan.

Ø Dialek yaitu; variasi bahasa yang digunakan oleh sekelompok anggota masyarakat pada suatu tempat atau waktu.

Ø Ragam yaitu; variasi bahasa yang digunakan dalam situasi, keadaan, atau untuk keperluan tertentu.

3.2.12 Bahasa itu manusiawi

Alat komunikasi yang dimiliki binatang bersifat terbatas. Binatang tidak dapat menyampaikan konsep baru atau ide baru dengan alat komunikasinya itu, selain yang secara alamiah telah dimiliki.

3.3 BAHASA DAN FAKTOR LUAR BAHASA

3.3.1 Masyarakat bahasa

Masyarakat bahasa adalah sekelompok orang yang merasa menggunakan bahasa yang sama.

3.3.2 Variasi dan status sosial bahasa

Bahasa itu bervariasi karena anggota masyarakat penutur bahasa itu sangat beragam, dan bahasa itu sendiri digunakan untuk keperluan yang beragam-ragam pula.

3.3.3 Penggunaan bahasa

Menurut Hymes, bahasa harus memperhatikan 8 unsur dalam SPEAKING, yakni;

v Setting and scene

Yaitu: unsur yang berkenaan dengan tempat dan waktu terjadinya percakapan.

v Participants

Yaitu: orang-orang yang terlibat dalam percakapan.

v Ends

Yaitu: maksud dan hasil percakapan.

v Act Sequences

Yaitu: hal yang menunjuk pada bentuk dan isi percakapan.

v Key

Yaitu: menunjuk pada cara atau semangat dalam melakanakan percakapan.

v Instrumentalities

Yaitu: menunjuk pada jalur percakapan, apakah secara lisan atau bukan.

v Norms

Yaitu: menunjuk pada norma perilaku peserta percakapan.

v Genres

Yaitu: menunjuk pada kategori atau ragam bahasa yang digunakan.

3.3.4 Kontak bahasa

Dalam masyarakat terbuka, para anggotanya dapat menerima kedatangan anggota dari masyarakat lain, baik dari satu atau lebih dari satu masyarakat, disebut kontak bahasa.

Sebagai akibat adanya kontak bahasa, dapat terjadi peristiwa;

o Interfensi

Terbawa masuknya unsur bahasa lain dalam bahasa yang sedang digunakan itu.

o Integrasi

Dalam integrasi unsur-unsur dari bahasa lain yang terbawa masuk itu, sudah diperlukan, dan dipakai sebagai bagian dari bahasa tersebut.

o Alihkode

Yaitu: beralihnya penggunaan suatu kode ke dalam kode lain.

o Campur kode

Campur kode terjadi tanpa sebab dan biasanya terjadi dalam situasi santai.

3.3.5 Bahasa dan budaya

Hubungan bahasa dan kebudayaan ini, dikeluarkan oleh dua pakar yaitu Edward Sapir dan Benjamin Lee Whorf yang menyatakan bahwa bahasa itu mempengaruhi berpikir dan bertindak anggota masyarakat penuturnya.

3.4 KLASIFIKASI BAHASA

Menurut Greenberg, suatu klasifikasi harus memenuhi persyaratan;

* Nonarbitrer

Bahwa kreteria klasifikasi itu tidak boleh semaunya, hanya harus ada satu kreteria.

* Ekshaustik

Artinya; semua bahasa yang ada dapat masuk ke dalam salah satu kelompok.

* Unik

Maksudnya, kalau suatu bahasa sudah masuk ke dalam salah satu kelompok, tidak bisa masuk ke dalam kelompok yang lain.

Ada 4 jenis klasifikasi, antara lain;

3.4.1 Klasifikasi genetis

Artinya suatu bahasa berasal atau diturunkan dari bahasa yang lebih tua.

Sebuah bahasa menjadi sejumlah bahasa lain dengan cabang-cabang disebut teori batang pohon oleh A. Schleicher.

Perkembangan atau perpecahan bahasa itu seperti gelombang yang disebabkan oleh sebuah batu yang dijatuhkan ke tengah kolam disebut teori gelombang oleh J. Schmidt.

3.4.2 Klasifikasi tipologis

Klasifikasi ini berdasarkan kesamaan tipe yang terdapat pada sejumlah bahasa, dan bersifat arbirtrer.

Klasifikasi pada tataran morfologi dibagi 3 kelompok;

o Kelompok pertama

o Kelompok kedua

o Kelompok ketiga

3.4.3 Klasifikasi areal

Bersifat arbitrer karena dalam kontak sejarah bahasa memberikan pengaruh timbal-balik dalam hal-hal yang terbatas. Bersifat nonekshaustik, sebab masih banyak bahasa yang masih bersifat tertutup. Bersifat nonunik, sebab ada bahasa dapat masuk dalam kelompok tertentu.

3.4.4 Klasifikasi sosiolinguistik

Kreteria dalam klasifikasi ini, yaitu;

¨ Historisitas

Berkenaan dengan sejarah perkembangan bahasa atau sejarah pemakaian bahasa.

¨ Standardisasi

Berkenaan dengan statusnya sebagai bahasa baku atau tidak.

¨ Vitalitas

Berkenaan dengan apakah bahasa itu mempunyai penutur yang menggunakan dalam kegiatan sehari-hari secara aktif.

¨ Homogenesitas

Berkenaan dengan apakah leksikon dan tata bahasa dari bahasa yang diturunkan.

3.5 BAHASA TULIS DAN SISTEM AKSARA

Perbedaan antara bahasa tulis dan bahasa lisan anatara lain, dalam bahasa tulis dibuat dengan berbagai pertimbangan dan pemikiran, sebab tanpa pemikiran akan terjadi kesalahan dan tidak dapat diperbaiki. Dalam bahasa lisan setiap kesalahan dapat diperbaiki, karena dibantu oleh intonasi, tekanan, mimik, dan gerak-gerik si pembicara.

Gambar yang bentuknya yang sederhana secara langsung menyatakan maksud atau konsep yang ingin disampaikan disebut piktogram. Piktograf yang menggambarkan gagasan, ide, atau konsep disebut ideograf. Aksara yang menggambarkan suku kata disebut aksara silabis.

Dalam bahasa tulis, ada istilah, antara lain; huruf, yaitu istilah umum dalam graf dan grafem. Abjad/ alfabet, yaitu urutan huruf-huruf dalam suatu sistem aksara. Aksara, yaitu keseluruhan sistem tulisan. Grafem, yaitu satuan terkecil dalm aksara yang menggambarkan fonem, suku kata, atau morfem. Alograf, yaitu varian dari grafem. Kaligrafi, artinya seni lukis indah. Grafiti, artinya corat-coret di dinding, tembok, pagar, dengan huruf-huruf dan kata-kata tertentu.

Ejaan yang ideal adalah ejaan yang melambangkan tiap fonem hanya dengan satu huruf, atau sebaliknya. Ejaan bahasa Indonesia belum ideal, sebab masih ada digunakan gabungan huruf untuk melambangkan sebuah fonem.

Nama : Agil Bangkit Widiastuti

NIM : 1402408335

Rombel : 4

 

One Response to “Agil Bangkit Widiastuti_1402408335_BAB 3”

  1. Ratna Kusumawati Says:

    Dari : Ratna Kusumawati (Nim : 1402408224)
    Untuk : Agil Bangkit Widiastuti (Nim: 1402408335)
    Pertanyaan :
    Bagaimana penerapan bahasa sebagai makna gramatikal, bahasa sebagai makna leksikal dan bahasa sebagai makna prakmatik ?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s