Tugas Bahasa Indonesia’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Zainia Mardiani;1402408167 Oktober 17, 2008

Filed under: BAB VI — pgsdunnes2008 @ 3:23 pm

BAB 6 SINTAKSIS

Istilah morfosintaksis merupakan gabungan dari morfologi dan sintaksis. Istilah ini muncul untuk menyebut kedua bidang itu sebagai satu bidang pembahasan. Meskipun demikian, orang biasa membedakan kedua tataran itu dengan pengertian morfologi membicarakan struktur internal kata sedangkan sintaksis membicarakan kata dalam hubungannnya dengan kata lain atau unsur-unsur lain sebagai suatau satuan ujaran. Secara etimologi, istilah sintaksis berarti menempatkan bersama-sama kata-kata menjadi kelompok kata atau kalimat.

6.1 Struktur Sintaksis

Secara umum struktur sintaksis terdiri dari susunan subjek (s), predikat (p), objek (o) dan keterangan (k). istilah nomina, verba ajektiva dan numeralia adalah istilah yang berhubungan dengan kategori sintaksis. sedangkan peran sintaksis berhubungan dengan istilah pelaku, penderita dan penerima.

Menurut Verhaar (1978) fungsi sintaksis yang terdiri dari S, P, O dan K merupakan kotak-kotak kosong atau tempat-tempat kosong yang tidak mempunyai arti apa-apa karena kekosongannya. Tempat kosong itu akan diisi oleh sesuatu yang berupa kategori dan memiliki peranan tertentu.

Keempat fungsi tidak harus selalu ada dalam setiap struktur sintaksis. Banyak pakar yang mengatakan bahwa suatu struktur sintaksis minimal harus memiliki fungsi subjek dan predikat, sedangkan objek dan keterangan boleh tidak muncul.

6.2 Kata sebagai Satuan Sintaksis

Dalam tataran morfologi kata adalah satuan terbesar (satuan terkecilnya adalah morfem) tetapi dalam tataran sintaksis merupakan satuan terkecil yaitu dalam hubungannnya dengan unsur-unsur pembentuk satuan yang lebih besar yaitu frase, klausa dan kalimat. Kata berperan sebagai pengisi fungsi sintaksis, penanda kategori sintaksis dan perangkai dalam penyatuan satuan atau bagian dari satuan sintaksis. Ada dua macam kata yaitu kata penuh dan kata tugas.

6.3 Frase

6.3.1 Pengertian Frase

Frase adalah gabungan kata yang mengisi salah satu fungsi sintakasis di dalam kalimat, sehingga salah satu unsur tidak dapat dipindahkan sendirian. Frase tidak memiliki makna baru melainkan makna sintaksis atau gramatikal komponen-komponen frase dapat disela unsure lain dan selalu terdiri dari morfem bebas.

6.3.2 Jenis Frase

6.3.2.1 Frase Eksosentrik

Frase yang komponen-komponennnya tidak mempunyai perilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhannnya. Secara keseluruhan atau secara utuh frase dapat mengisi fungsi keterangan.

6.3.2.2 Frase Endosentrik

Frase yang salah satu unsurnya atau komponennya memiliki perilaku sintaksis yang sama dengan keseluruhannya. Artinya salah satu unsur dapat menggantikan kedudukan keseluruhannnya. Biasa disebut juga frase subordinatif. Dilihat dari kategori intinya dapat dibedakan adanya frase nominal, verbal, abjektival dan numeral.

6.3.2.3 Frase Kooordinatif

Frase yang komponen pembentuknya terdiri dari dua komponen atau lebih yang sama dan sederajat dan secara potensial dapat dihubungkan oleh konjungsi koordinatif, baik yang tunggal maupun terbagi. Frase ini tidak menggunakan konjungsi secara eksplisit (ftrase parataksis)

6.3.2.4 Frase Apositif

Frase koordinatif yang kedua komponennya saling merujuk sesamanya, sehingga urutan komponennya dapat dipertukarkan.

6.3.3 Perluasan Frase

Frase dapat diperluas artinya frase dapat diberi tambahan komponen baru sesuai dengan konsep atau pengertian yang akan ditampilkan.

6.4 Klausa

tataran di dalam sintaksis yang berada di atas tataran frase dan dibawah tataran kalimat.

6.4.1 Pengertian Klausa

Satuan sintaksis yang berupa runtutan kata-kata berkontruksi predikatif. Artinya ada komponen berupa kata atau frase yang berfungsi sebagai predikat dan yang lain berfungsi sebagai subjek, objek dan keterangan. Klausa berpotensi untuk menjadi kalimat mayor, letak klausa adalah didalam kalimat. Klausa berpotensi sebagai kalimat tunggal karena didalamnya sudah ada fungsi sintaksis wajib yaitu subjek dan predikat.

6.4.2 Jenis Klausa

Berdasarkan strukturnya dibedakan menjadi klausa bebas (strukturnya lengkap) dan klausa terikat (strukturnya tidak lengkap). Sedangkan berdasarkan kategori unsur segmentalyang menjadi predikatnya dapat dibedakan menjadi klausa verba, nominal, ajektifal, adverbial dan preposisional.

6.5 Kalimat

6.5.1 Pengertian Kalimat

Secara umum berarti susunan kata-kata yang teratur yang berisi pikiran yang lengkap. Secara khusus berarti satuan sintaksis yang disusun dari konstituen dasar yang biasanya berupa klausa, dilengkapi dengan konjungsi bila diperlukan serta disertai dengan intonasi final. Intonasi final yang memberi ciri kalimat ada tiga yaitu intonasi deklaratif (tanda titik), intonasi interogatif (tanda tanya), dan intonasi seru (tanda seru)

6.5.2 Jenis Kalimat

6.5.2.1 Kalimat Inti dan Kalimat Non-Inti

Kalimat inti/dasar adalah kalimat yang dibentuk dari klausa inti yang lengkap bersifat deklaratif, akif atau netral dan afirmatif. Kalimat inti dapat diubah menjadi kalimat non inti dengan proses transformasi misalnya pemasifan, pengingkaran, penanyaan, pemerintahan, penginversian, pelepasan dan penambahan. Kalimat inti yang ditambah proses transformasi akan menbentuk kalimat non inti.

6.5.2.2 Kalimat Tunggal dan Kalimat Majemuk

Kalimat tunggal memiliki satuan klausa sedangkan kalimat majemuk memiliki lebih dari satu. Kalimat majemuk berdasarkan sifat hubungan klausa-klausa dalam kalimat terbagi menjadi kalimat majemuk koordinatif (setara), subordinatif (bertingkat) dan kompleks.

6.5.2.3 Kalimat Mayor dan Kalimat Minor

Kalimat mayor memiliki klausa yang lengkap minimal ada subjek dan predikat sedangkan kalimat minor klausanya tidak lengkap.

6.5.2.4 Kalimat Verbal dan Non Verbal

Kalimat verbal adalah kalimat yang dibentuk dari klausa verbal atau kalimat yang yang predikatnya berupa kata atau frase yang berkategori verba sedangkan kalimat non verbal adalah kalimat yang predikatnya bukan kata atau frase verbal.

        1. Kalimat Bebas dan Kalimat Terikat

Kalimat bebas adalah kalimat yang mempunyai potensi untuk menjadi ujaran lengkap atau dapat memulai sebuah paragraf atau wacana tanpa bantuan kalimat atau konteks lain yang menjelaskannya. Sedangkan kalimat terikat adalah kalimat yang tidak dapat berdiri sendiri sebagai ujaran lengkap atau menjadi pembuka paragraf atau wacana tanpa bantuan konteks.

6.5.3 Intonasi Kalimat

Salah satu alat sintaksis yang penting dan merupakan ciri utama yang membedakan kalimat dari sebuah klausa. Aapbila intonasi daris ebuah kalimat ditanggalkan maka sisanya yang tinggal adalah klausa.

Ciri-ciri intonasi antara lain tekanan yaitu ciri suprasegmental yang menyertai bunyi ujaran. Tempo yaitu waktu yang dibutuhkan untuk melafalkan suatu arus ujaran. Dan nada yaitu unsur suprasegmental yang diukur berdasarkan kenyaringan suatu segmen dalam suatu arus ujaran.

6.5.4 Modus, Aspek, Kala, Modalitas, Fokus dan Diatesis

6.5.4.1 Modus

Pengungkapan atau penggambaran suasana psikologis perbuatan menurut tafsiran si pembicara atau sikap si pembicara tentang apa yang diucapkannnya. Ada beberapa modus yaitu modus indikatif dan deklaratif, optatif, imperatof, interogatif, obligatif, desideratif dan kondisional.

6.5.4.2 Aspek

Cara untuk memandang pembentukan waktu secara internal di dalam suatu situasi, keadaan, kejadian atau proses. Ada beberapa aspek yaitu aspek kontinuatif, inseptif, progresif, porfektif, imperfektif dan sesatif.

6.5.4.3 Kala

Informasi alam kalimat yang menyatakan waktu terjadinya perbuatan, kejadian, tindakan atau pengalaman yang disebutkan di dalam predikat.

6.5.4.4 Modalitas

Keterangan dalam kalimat yang menyatakan sikap pembicara terhadap hal yang dibicarakan yaitu mengenai perbuatan, peristiwa atau keadaan atau juga sikap terhadap lawan pembicaranya. Ada beberapa modalitas yaitu modalitas intensional, opistemik, deontik dan dinamik.

6.5.4.5 Fokus

Unsur yang menonjolkan bagian kalimat sehingga perhatian pendengar atau pembaca tertuju pada bagian itu.

6.5.4.6 Diatesis

Gambaran hubungan antara pelaku atau peserta dalam kalimat dengan perbuatan yang dikemukakan dalam kalimat itu. Ada bebarapa diatesis yaitu diatesis aktif, pasif, refleksif, resiprokaf dan kausatif.

6.6. Wacana

6.6.1 Pengertian Wacana

Wacana adalah satuan bahasa yang lengkap sehingga dalam hirearki gramatikal merupakan satuan gramatikal tertinggi atau terbesar. Sebagai satuan terbesar maka dalam wacana itu terdapat konsep, gagasan, pikiran atau ide yang utuh yang bisa dipahami oleh pembaca dan pendengar tanpa keraguan apapun. Kekohesian yaitu adanya keserasian hubungan antara unsur-unsur yang ada dalam wacana.

6.6.2 Alat Wacana

Alat-alat gramatikal yang dapat digunakan untuk membuat sebuah wacana menjadi kohesif antara lain:

  1. konjungsi yakni alat untuk menghubungkan bagian kalimat atau paragraf.

  2. menggunakan kata ganti dia, nya, mereka, ini dan itu sebagi rujukan anaforis

  3. menggunkan elipsis yaitu penghilangan bagian kalimat yang sama yang terdapat pada kalimat yang lain.

dan bisa dengan bantuan aspek semantik yaitu menggunakan hubungan pertentangan dan perbandingan, generik-spesifik, sebab dan akibat, tujuan di dalam isi sebuah wacana, rujukan yang sama.

6.6.3 Jenis Wacana

Sesuai dengan sudut pandang dilihatnya ada wacana lisan dan tulis, prosa dan puisi, narasi eksposisi persuasi dan argumentasi.

6.6.4 Subsatuan Wacana

Dalam karangan ilmiah subsatuannya disebut sebagai bab, subbab, paragraf atau juga subparagraf. Tapi dalam wacana singkat tidak ada.

6.7 Catatan Mengenai Hierarki Satuan

Satuan yang kecil akan membentuk satuan yang lebih besar. Fonem akan membentuk morfem lalu membentuk kata lalu frase kemudian klausa selanjutnya akan membentuk kalimat dan pada akhirnya akan membentuk wacana.

Dalam praktek bahasa banyak terjadi faktor penyebab penyimpangan urutan yaitu pelompatan tingkat, pelapisan tingkat dan penurunan tingkat.

Zainia Mardiani

1402408167

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s