Tugas Bahasa Indonesia’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Nurul Aini Rohmah;1402408256 Oktober 17, 2008

Filed under: BAB V — pgsdunnes2008 @ 3:25 pm

MORFOLOGI

  1. Morfem

Satuan bunyi terkecil disebut fonem. Di atas satuan fonem yang fungsional ada satuan yang lebih tinggi yang disebut silabel. D atas satuan silabel secara kualitas ada satuan lain yang fungsional disebut morfem. Morfem ini merupakan satuan gramatikal terkecil yang mempunyai makna. Morfem mempunyai ciri atau identitas tersendiri yaitu kesamaan arti dan kesamaan bentuk.

Morf dan alomorf adalah dua buah nama untuk bentuk yang sama. Morf adalah nama untuk semua bentuk yang belum diketahui statusnya. Alomorf adalah nama untuk bentuk tersebut kalau sudah diketahui statusnya. Untuk memudahkan pembelajaran morfem diklasifikasikan menjadi:

  1. Morfem bebas dan morfem terikat

Morfem bebas adalah morfem yang tanpa kehadiran morfem lain dapat muncul dalam pentuturan, misal : makan, minum, kapal dan dapur. Morfem terikat adalah morfem yang tanpa digabung tidk dapat muncul pentuturan, semua afiks merupakan morfem terikat.

  1. Morfem utuh dan morfem terbagi

Yang termasuk morfem utuh adalah semua morfem dasar bebas, sedangkan morfem terbagi adalah sebuah morfem yang terdiri dari dua buah bagian yang terpisah.

  1. Morfem segmental dan morfem suprasegmental

Yang membedakan kdua morfem ini adalah jenis morfem yang membentuknya. Morfem segmental adalah morfem yang dibentuk oleh fonem-fonem segmental. Morfem suprasegmental adalah morfem yang dibentuk oleh unsur-unsur suprasegmental.

  1. Morfem beralomorf zero

Adalah morfem yang salah satu alomorfnya tidak berwujud bunyi segmental maupun berupa unsur suprasegmental melainkan berupa kekosongan. Dalam bahasa Inggris ada alomorf zero untuk morfem penanda waktu lampau.

  1. Morfem bermakna leksikal dan morfem yang tak bermakna leksikal

Morfem bermakna leksikal adalah morfem yang secara inheren telah memiliki makna pada dirinya sendiri tanpa perlu diproses dulu dengan morfem lain. Sedangkan morfem tidak bermakna leksikal tidak mempunyai makna apa-apa pada dirinya sendiri, biasanya morfem-morfem afiks.

Ada tiga macam morfem dasar dalam bahasa Indonesia :

  1. Morfem dasar bebas, adalah morfem dasar yang secara potensial dapat langsung menjadi kata

  2. Morfem dasar yang kebebasannya dipersoalkan

  3. Morfem dasar terikat, yakni morfem dasar yang tidak mempunyai potensi untuk menjadi kata tanpa terlebih dahulu mendapat proses morfologi.

  1. Kata

Kata adalah satuan bahas ayang memiliki satu pengertian, susunan kata yang stabil dan tidak berubah serta tidak dapat disisipi fonem lain. Klasifikasi kata berdasarkan kriteria makna :

  1. Kelas verba, adalah kata yang menyatakan tindakan atau perbuatan.

  2. Kelas nomina, adalah kata yang menyatakan benda.

  3. Kelas ajektifa, adalah kata sifat.

Berdasarkan kriteria fungsi digunakan untuk mengklasifikasikan preposisi, konjungsi, adverbia, pronomina, dll. Pembentukan kata mempunyai dua sifat yaitu membentuk kata-kata yang bersifat inflektif dan bersifat derivatif. Di dalam bahasa Indonesia tidak ada masalah konyugasi dan deklinasi karena bahasa Indoesia bukan bahas berfleksi. Prefiks me-, di-, ter-, ku-, dan kau- adalah inflesional. Pembentuk kata inflektif tidak membentuk kata baru atau kata lain yang berbeda identitas leksikalnya dengan bentuk dasarnya. Sedangkan pembentuk kata derivatif, kata yang dibentuk identitas leksikalnya tidak sama dengan kata dasarnya.

  1. Proses morfemis

Afiksasi adalah proses perubahan afiks pada sebuah bentuk dasar. Dalam proses ini terlibat unsur-unsur seperti bentuk dasar, afiks, dan makna gramatikal yang dihasilkan. Dilihat dari posisi melekatnya imbuhan pada bentuk dasar dibedakan menjadi :

  1. Prefiks, yaitu afiks yang diimbuhkan di muka kata

  2. Infiks, yaitu afiks yang diimbuhkan di tengah kata

  3. Sufiks, yaitu afiks yang dimbhkan di akhir kata

  4. Konfiks, yaitu afiks yang diimbuhkan di depan dan akhir kata

  5. Interfiks, adalah sejenis afiks yang muncul dalm proses penggabungan dua buah unsur

  6. Transfiks, adalah afiks yang berwujud vokal-vokal yang diimbuhkan pada keseluruhan dasar.

Reduplikasi adalah mengulang bentuk dasar baik secara keseluruhan, sebagian mupun perubahan bunyi. Maka sering dibedakan menjadi reduplikasi penuh, sebagian, perubahan bunyi, dan semu.

Komposisi adalah hasil dari proses penggabungan morfem dasar dengan merfem bebas maupun terikat sehinggan terbentuk sebuah konstruksi yang memiliki identitas leksikal yang berbeda atau baru. Ada juga yang mengartikan sebagai kata majemuk kalau identitas leksikal komposisi itu sudah berubah dari identitas leksikal unsur-unsurnya.

Konversi adalah proses pembentukan kata dari sebuah kata menjadi kata lain tanpa perubahan segmental. Modifikasi internal adalah proses pembentukan kata dengan penambahan unsur-unsur ke dalam morfem yang berkerangka tetap.

Pemendekan adalah proses penanggalan bagian-bagiab leksem atau gabungan leksem sehingga menjadi sebuah singkatan tetapi maknanya masih sama dengan bentuk utuhnya. Hasil pemendekan ini dibedakan atas penanggalan, singkatan, akronim.

Akronim adalah pemendekan yang berupa kata atau bisa dilafalkan sebagai kata. Produktivitas proses morfemis adalah dapat tidaknya proses pembentukan kata terutama afiks, reduplikasi dan komposisi digunakna berulang-ulang yang secara relatif tak terbatas.

  1. Morfofomik

Adalah peristiwa berubah wujudnya morfemis dalam suatu proses morfologis, baik afiks, reduplikasi maupun komposisi. Perubahan fonem dalam proses morfofomik berwujud pemunculan fonem, pelepasan fonem, peluruhan fonem, perubahan fonem dan pergeseran fonem.

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s