Tugas Bahasa Indonesia’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

NARALITA KUSUMA NOVIYANI;1402408155 Oktober 17, 2008

Filed under: BAB II — pgsdunnes2008 @ 3:14 pm

NAMA : NARALITA KUSUMA NOVIYANI

NIM :1402408155

KELAS : C

BAB 2. LINGUISTIK SEBAGAI ILMU

Linguistik adalah ilmu yang mengambil bahasa sebagai objek kajiannya, Martinet (1987:19)

2.1 KEILMIAHAN LINGUISTIK

Untuk mencapai keilmiahan, setiap disiplin ilmu harus mengalami beberapa tahap perkembangan terlebih dahulu dan pada dasarnya tiap ilmu telah melaluinya termasuk ilmu linguistik. tahapannya yaitu:

  • tahap spekulasi yaitu tahap pembicaraan mengenai sesuatu & pengambilan kesimpulan spekulatif (tanpa didukung oleh bukti empiris & dilaksanakan tanpa menggunakan prosedur-prosedur tertentu)

  • tahap observasi & klasifikasi yaitu tahap mengumpulkan & menggolong-golongkan segala fakta bahasa dengan teliti tanpa memberi teori/kesimpulan apapun.

  • tahap adanya perumusan teori yaitu tahap pemahaman masalah-masalah dasar dan pengajuan pertanyaan mengenai masalah itu berdasarkan data empiris yang dikumpulkan kemudian dirumuskan hipotesis & pengujian hipotesis itu.

Kesimpulan yang dibuat berdasar data empiris (data yang nyata ada, yang didapat dari alam yang wujudnya dapat diobservasi) yang pada kegiataan ilmiah akan berlaku selama belum ditemukannya data baru yang dapat mematahkan teori tersebut.

Linguistik sangat mementingkan data empiris dalam melaksanakan penelitianya dan tidak dicampuri pengetahuan/keyakinan si peneliti.

Kegiatan empiris bekerja secara induktif dan deduktif dengan beruntun. kegiatan dimulai dengan mengumpulkan data empiris lalu dianalisa & diklasifikasikan dan ditarik kesimpulan umum (induktif) lalu diuji lagi dengan data empiris yang diperluas, bila kesimpulan tetap berlaku maka kedudukannya semakin kuat.

Dalam ilmu logika, ada penalaran secara induktif dan deduktif. Secara induktif, dari data khusus (premis minor) ditarik kesimpulan umum (premis mayor) sedangkan deduktif adalah kebalikannya.

Ilmu linguistik sering disebut ilmu nonemik karena sebagai ilmu empiris linguistik berusaha mencari keteraturan atau kaidah-kaidah yang hakiki dari bahasa yang ditelitinya. Serta linguistik tidak pernah berhenti pada satu kesimpulan melainkan akan terus menyempurnakannya.

Linguistik mendekati bahasa, sejalan dengan ciri-ciri hakiki bahasa yaitu:

  1. bunyi ujaran artinya bahasa lisan adalah bahasa primer sedangkan tulis hanya bahasa sekunder.

  2. bersifat unik artinya tidak berusaha menggunakan kerangka suatu bahasa untuk dikenakan pada bahasa lain karena tiap bahasa memiliki ciri khas masing-masing.

  3. suatu sistem artinya mendekati bahasa bukan sebagai kumpulan unsur yang terlepas melainkan sebagai kumpulan unsur yang satu dengan yang lainnya mempunyai jaringan hubungan (pendekatan struktural)

  4. berubah dari waktu ke waktu artinya linguistik mempelajari bahasa secara sinkronik ( dari berbagai aspeknya pada masa waktu atau kurun waktu yang tertentu/terbatas) dan secara diakronik (dengan pelbagai aspeknya dan perkembangannya dari waktu, sepanjang kehidupan bahasa itu sering disebut sebagai historis komparatif)

  5. bersifat empiris artinya mendekati bahasa secara deskritif dan tidak preskiptif yaitu yang penting adalah apa yang sebenarnya diungkapkan seseorang (sebagai data empiris) dan bukan yang menurut ungkapan peneliti.

2.2.SUBDISIPLIN LINGUISTIK

Bahasa sebagi objek kajian linguistik adalah fenomena yang tidak dapat dilepaskan dari segala kegiatan bermasyarakat yang sangat luas sehingga cabangnya/subdisiplinnya pun menjadi sangat banyak.

Penamaan subdisiplin berdasarkan kriteria/ dasar tertentu yaitu:

2.2.1 berdasarkan objek kajiannya, apakah bahasa pada umumnya (lingistik umum) atau bahasa tertentu (linguistik khusus)

2.2.2. berdasarkan objek kajiannya, apakah bahasa pada masa tertentu (linguistik sinkronik/deskritif) atau bahasa pada sepanjang masa (linguistik diakronik/historis komparatif)

2.2.3 berdasarkan objek kajiannya, apakah struktur internal bahasa (linguistik mikro) atau bahasa itu dalam hubungan dengan faktor di luar bahasa (linguistik makro)

Subdisplin linguistik mikro yaitu fonologi, morfologi, sintaksis, semantik & leksikologi sedangkan subdisiplin linguistik makro yaitu sosiolinguistik, psikolinguistik, antriopolinguistik, etnolinguistik, stilistka, filologi, dialektologi, filsafat bahasa dan neurolinguistik.

2.2.4 berdasarkan tujuannya, apakah penyelidikan linguistik itu semata-mata untuk merumuskan teori (linguistik teroritis) atau untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari (linguistik terapan)

2.2.5 bedasarkan aliran/ teori yang digunakan dalam penyelidikan bahasa dikenal adanya linguistik tradisional, linguistik struktural, linguistik transformasional, linguistik generatif, semantik, linguistik relasional dan linguistik sistemik.

2.3. ANALISIS LINGUISTIK

Dilakukan terhadap bahasa atau lebih tepat terhadap semua tataran tingkat bahasa yaitu fonetik, fonemik, morfologi, sintaksis dan semantik.

2.3.1 Struktur, Sistem dan Distribusi

Bapak linguistik modern, Ferdinand de Saussure membedakan adanya dua jenis hubungan atau relasi yang terdapat antara satuan bahasa yaitu relasi sintagmatik dan relasui asosiatif.

Relasi sintagmatik adalah hubungan yang terdapat antara satuan bahasa didalam kalimat yang konkret tertentu sedang relasi asosiatif adalah hubungan yang terdapat dalam bahasa, namun tidak tampak dalam susunan satuan kalimat.

Menurut Verhaar (1978) membagi menjadi struktur & sistem.

Struktur adalah susunan bagian-bagian kalimat atau konstituen kalimat secara linier sedangkan sistem adalah bagian-bagian kalimat tertentu dengan kalimat lainnya.

Menurut Leonard Bloomfield (1933) sistem pada dasarnya menyangkut masalah distribusi. Distribusi adalah menyangkut masalah dapat tidaknya penggantian suatu konstituen tertentu dalam kalimat tertentu dengan konstituen lainnya.

2.3.2 Analisis Bawahan Langsung

Sering disebut unsur bawahan langsung atau analisis bawahan terdekat (Immediate Constituent Analysis) adalah suatu teknik dalam menganalisis unsur-unsur atau konstituen-konstituen yang membangun satuan bahasa, entah satuan kata, frase, klausa atau kalimat.

Setiap satuan bahasa secara apriori diasumsikan terdiri dari dua buah konstituen yang langsung membangun satuan itu. walaupun analisis ini memiliki banyak kelemahan tapi ada manfaat dalam memahami satuan bahasa dan menghindari keambiguan.

2.3.3 Analisis Rangkaian Unsur & Analisis Proses Unsur

Analisis rangkaian unsur mengajarkan bahwa setiap satuan bahasa dibentuk atau ditata dari unsur-unsur lain sedangkan analisis proses unsur menggangap setiap satuan bahasa adalah merupakan hasil dari suatu proses pembentukan.

2.4 MANFAAT LINGUISTIK

Linguistik akan memberi manfaat langsung kepada mereka yang berkecimpung dalam kegiatan yang berhubungan dengan bahasa, seperti linguis itu sendiri, guru bahasa, penerjemah, penyusun buku pelajaran, penyusun kamus, petugas penerangan, para jurnalis, politikus, diplomat, dsb.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s