Tugas Bahasa Indonesia’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Eni Rianawati;1402408063 Oktober 17, 2008

Filed under: BAB III — pgsdunnes2008 @ 3:20 pm

BAB III

OBJEK LINGUISTIK : BAHASA

Disusun oleh :

Eni Rianawati

1402408063

3.1 Pengertian Bahasa

Pemakaian kata bahasa dalam bentuk kalimat-kalimat berikut!

    1. Dika belajar bahasa Inggris, Nita belajar bahasa Jepang.

menunjuk pada bahasa tertentu (langue).

    1. Manusia mempunyai bahasa, sedangkan binatang tidak.

bahasa menunjuk bahasa pada umumnya (langage).

    1. Hati-hati bergaul dengan anak yang tak tahu bahasa itu.

bahasa berarti sopan santun.

    1. Dalam kasus itu ternyata Lurah dan Camat tidak mempunyai bahasa yang sama.

bahasa berarti kebijakan dalam bertindak.

    1. Katakanlah dengan bahasa bunga !

bahasa berarti maksud-maksud dengan bunga sebagai lambang.

    1. Pertikaian itu tidak bisa dengan bahasa militer.

bahasa berarti dengan cara.

    1. Kalau dia memberi kuliah bahasanya penuh dengan kata daripada dan akhiran ken.

bahasa berarti ujarannya.

    1. kabarnya, Nabi Sulaiman mengerti bahasa semut.

bahasa bersifat hipotesis.

Menurut Kridalaksana (1983) dan Djoko Kentjono (1982) bahasa adalah sistem lambang bunyi yang abitrer yang digunakan oleh para anggota kelompok sosial untuk bekerja sama, berkomunikasi dan mengidentifikasi diri.

3.2 Hakikat Bahasa

Beberapa ciri atau sifat yang hakiki dari bahasa :

  1. bahasa itu adalah sebuah sistem.

  2. bahasa itu berwujud lambang.

  3. bahasa itu berupa bunyi.

  4. bahasa itu bersifat abitrer.

  5. bahasa itu bermakna.

  6. bahasa itu bersifat konvensional.

  7. bahasa itu bersifat unik.

  8. bahasa itu bersifat universal.

  9. bahasa itu bersifat produktif.

  10. bahasa itu bervariasi.

  11. bahasa itu bersifat dinamis.

  12. bahasa itu berfungsi sebagai alat interaksi sosial.

  13. bahasa itu merupakan identitas penuturnya.

3.2.1 Bahasa sebagai sistem

Sistem artinya cara atau aturan.

Sebagai sebuah sistem bahasa itu sekaligus bersifat sistematis dan sistemis.

Sistematis artinya bahasa tersusun menurut suatu pola, tidak tersusun secara acak secara sembarangan.

Sistemis artinya behasa itu bukan merupakan sistem tunggal tetapi terdiri juga dari sub-sub sistem atau sistem bawahan.

Jenjang subsistem dalam linguistik dikenal dengan nama tataran linguistik atau tataran bahasa.

Kajian linguistik dibagi dalam beberapa tataran yaitu tataran fonologi, tataran morfologi, tataran sintaksis, tataran semantik, dan tataran leksikon.

3.2.2 Bahasa sebagai lambang

Lambang dalam kegiatan ilmiah, bidang kajian yang disebut ilmu semiotikan atau semiologi yaitu ilmu yang mempelajari tanda-tanda yang ada dalam kehidupan manusia.

Lambang menandai sesuatu yang lain secara konvensional tidak secara alamiah dan langsung.

Gerak isyarat atau gesture adalah tanda yang dilakukan dengan gerakan anggota badan dan tidak bersifat imperative seperti pada sinyal.

Gejala atau Symptom adalah suatu tanda yang tidak disengaja, yang dihasilkan tanpa maksud tetapi alamiah untuk menunjukan atau mengungkapakan bahasa sesuatu akan terjadi.

Ikon adalah tanda yang paling mudah dipahami karena kemiripan dengan sesuatu yang diwakili.

Indeks adalah tanda yang menunjukan adanya sesuatu yang lain.

3.2.3 Bahasa adalah bunyi

Menurut Kridalaksana bunyi adalah kesan pada pusat saraf sebagai akibat dari getaran gendang telinga yang bereaksi karena perubahan-perubahan dalam tekanan udara.

3.2.4 Bahasa itu bermakna

Lambang itu mengacu pada sesuatu konsep, ide, atau pikiran, makna dapat dikatakan bahwa bahasa itu mempunyai makna.

Lambang-lambang bunyi bahasa yang bermakna itu didalam bahasa berupa satuan-satuan bahasa yang berwujud morfem, kata , frase, kalimat dan wacana.

3.2.5 Bahasa itu abitrer

Abitrer artinya sewenang-wenang, berubah-ubah, tidak tetap.

Istilah abitrer dalam masalah ini artinya tidak adanya hubungan wajib antara lambang bahasa (yang berwujud bunyi itu) dengan konsep / pengertian yang dimaksud oleh lambang tersebut.

3.2.6 Bahasa itu konvensional

Artinya semua anggota mesyarakat bahasa itu mematuhi konvensi bahwa lambang tertentu itu digunakan untuk mewakili konsep yang diwakilinya.

3.2.7 Bahasa itu produktif

Produktif artinya banyak hasilnya atau lebih tepat “terus-menerus menghasilkan”.

keproduktifan bahasa ada batasnya, ada dua macam keterbatasan yaitu keterbatasan pada tingkat parole dan keterbatasan pada tingkat langue.

3.2.8 Bahasa itu unik

Bahasa mempunyai ciri khas sendiri yang tidak dimiliki oleh bahasa lainnya. Ciri khas ini bisa menyangkut sistem bunyi, sistem pembentukan kata, sistem pembentukan kalimat atau sistem lainnya.

3.2.9 Bahasa itu universal

Artinya ada ciri-ciri yang sama yang dimiliki oleh setiap bahasa yang ada di dunia ini.

3.2.10 Bahasa itu dinamis

Kehidupan masyarakat tidak tetap dan selalu berubah maka bahasa juga ikut berubah, menjadi tidak tetap, menjadi tidak statis karena itulah bahasa disebut dinamis.

3.2.11 Bahasa itu bervariasi

Tiga istilah dalam variasi bahasa yaitu idiolek, dialek dan ragam.

3.2.12 Bahasa itu manusaiwi

Artinya hanya milik manusia dan hanya dapat digunakan oleh manusia.

3.3 Bahasa dan Faktor Luar Bahasa

3.3.1 Masyarakat bahasa

Artinya sekelompok orang yang merasa menggunakan bahasa yang sama akibat dari konsep “merasa menggunakan bahasa yang sama” maka patokan linguistik umum mengenai bahasa menjadi longgar.

3.3.2 Variasi dan status sosial bahasa

Ada 2 macam variasi bahasa yaitu variasi bahasa tinggi (disingkat variasi bahasa T) dan variasi bahasa rendah (disingkat variasi bahasa R).

3.3.3 Penggunaan bahasa

Hymes (1974) mengatakan suatu konumikasi dengan menggunakan bahasa harus memperhatikan 8 unsur (SPEAKING) yaitu :

  1. Setting dan scene

  2. Participants

  3. Ends

  4. Act sequences

  5. Key

  6. Instrumentalities

  7. Norms

  8. Genres

3.3.4 Kontak bahasa

Akibat dari kontak bahasa adalah dalam masyarakat yang bilingual / multilingual, dapat terjadi peristiwa / kasus yang disebut interferensi, integrasi, ahlikode (code-swith-ing) dan campur kode (code-mixing).

3.3.5 Bahasa dan budaya

Pakar menyatakan hubungan antara bahasa dan kebudayaan digambarkan sebagai bayi kembar siam, dua hal yang tidak bisa dipisahkan.

3.4.1 Klasifikasi Genetis

Klasifikasi genetis dilakukan berdasarkan garis keturunan bahasa-bahasa itu artinya bahasa berasal / diturunkan dari bahasa yang lebih tua.

3.4.2 Klasifikasi Tipologis

Klasifikasi tipologis dilakukan berdasarkan kesamaan tipe / tipe-tipe yang terdapat pada sejumlah bahasa.

3.4.3 Klasifikasi Areal

Klasifikasi Areal dilakukan berdasarkan adanya hubungan timbal balik antara bahasa yang satu dengan bahasa yang lain didalam suatu areal atau wilayah tanpa memperhatikan apakah bahasa itu berkerabat secara genetik atau tidak.

3.4.4 Klasifikasi Sosiolinguistik

Klasifikasi sosiolinguistik dilakukan berdasar hubungan antara bahasa dengan faktor-faktor yang berlaku dalam masyarakat yaitu status, fungsi, penilaian yang diberikan masyarakat terhadap bahasa itu.

3.5 Bahasa Tulis dan Sistem Aksara

Bahasa tulis dapat disimpan lama sampai waktu yang tak terbatas.

Bahasa lisan (dalam bentuk rekaman) bisa menembus waktu dan ruang.

Ada beberapa jenis aksara yaitu aksara piktografis, aksara ideografis, aksara silabis dan aksara fonemis.

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s