Tugas Bahasa Indonesia’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Nurnilawati;1402408216 Oktober 16, 2008

Filed under: BAB II — pgsdunnes2008 @ 1:11 pm

BAB II
LINGUISTIK SEBAGAI ILMU

1. Keilmiahan Linguistik
Pada dasarnya disiplin ilmu linguistik telah mengalami tiga tahap
perkembangan sebagai berikut :
Tahap pertama adalah tahap spekulasi artinya kesimpulan itu dibuat tanpa
didukung oleh bukti-bukti empiris dan dilaksanakan tanpa menggunakan
prosedur-prosedur tertentu.
Tahap kedua adalah observasi dan klasifikasi. Pada tahap ini para ahli
bidang bahasa baru mengumpulkan dan menggolongkan segala fakta bahasa
dengan teliti tanpa memberi teori atau kesimpulan apapun.
Tahap ketiga adalah perumusan teori. Pada tahap ini setiap disiplin ilmu
berusaha memahami masalah-masalh dasar dan mengajukan beberapa pertanyaan
mengenai masalah itu berdasarkan data empiris yang dikumpulkan. Kemudian
dikumpulkan hipotesis yang berusaha menjawab pertanyaan itu dan menyusun tes
untuk menguji hipotesis terhadap fakta-fakta yang ada.
Disiplin linguistik dewasa ini sudah mengalami ketiga tahap diatas. Artinya
disiplin linguistik saat ini sudah bisa dikatakan merupakan kegiatan ilmiah.
Linguistik mendekati bahasa sebagai bahasa. Pendekatan ini sejalan dengan
ciri-ciri bahasa sebagai berikut :
Pertama, karena bahasa adalah bunyi ujaran, maka linguistik melihat bahasa
sebagai bunyi.
Kedua, karena bahasa itu bersifat unik, maka linguistik tidak berusaha
menggunakan kerangka suatu bahasa untuk dikenakan pada bahasa lain.
Ketiga, karena bahasa adalah suatu sistem, maka linguistik mendekati
bahasa bukan sebagai unsur terlepas, melainkan sebagai kumpulan unsur yang satu
dengan yang lainnya mempunyai jaringan hubungan.
Keempat, karena sifat empirisnya, maka linguistik mendekati bahasa secara
deskriptif bukan perskriptif.
2. Subdisiplin Linguistik
a. Berdasarkan objek kajiannya bahasa pada umumnya dibedakan adanya
linguistik umum dan linguistik khusus.Linguistik umum berusaha mengkaji
kaidah-kaidah bahasa secara umum, sedangkan linguistik khusus mengkaji
kaidah-kaidah bahasa tertentu.
b. Berdasarkan objek kajiannya, bahasa pada masa tertentu atau bahasa
sepanjang masa dapat dibedakan adanya linguistik sinkronik dan linguistik
diakronik.Linguistik sinkronik artinya mempelajari bahasa dan aspeknya
dalam kurun waktu tertentu atau terbatas. Sedangkan linguistik diakronik
biasanya bersifat historis komparatif. Tujuan linguistik diakronik untuk
mengetahui sejarah struktural bahasa beserta dengan segala bentuk
perubahan dan perkembangannya.
c. Berdasarkan objek kajiannya, struktur internal bahasa dengan hubungannya
dengan faktor-faktor diluar bahasa dibedakan adanya mikrolinguistik dan
makrolinguistik.
d. Berdasarkan tujuannya, dibedakan atas linguistik teoritis dan linguistik
terapan. Linguistik terapan misalnya penyelidikan linguistik untuk
penyusunan buku ajar, penerjemahan buku, dan penyusunan kamus.
e. Berdasarkan aliran teori yang digunakan dalam penyelidikan bahasa dikenal
adanya linguistik tradisional, linguistik struktural, transformasional,
generatif semantik, linguistik relasional dan linguistik sistemik.
3. Analisis Linguistik
a. Struktur, sistem dan distribusi
Struktur adalah susunan bagian-bagian kalimat atau konstituen
kalimat secara linier. Sistem yaitu hubungan antara bagian kalimat tertentu
dengan kalimat lainnya. Distribusi adalah menyangkut dapat tidaknya
penggantian suatu konstituen tertentu dalam kalimat dengan konstituen
lainnya.
b. Analisis bawahan langsung
Menganalisis satuan unsur yang membangun satuan kata, satuan
bahasa, satuan frasa, satuan klausa maupun satuan kalimat.
c. Analisis satuan unsur dan analisis proses unsur (item and arrangement)
analisis satuan.
Unsur mengajarkan bahwa setiap bahasa dibentuk dari unsur-unsur
lain. Misalnya : satuan tertimbun terdiri dari ter + timbun. Sedangkan
analisis proses untuk menganggap satuan bahasa adalah hasil dari
konfiksasi ke-an.
4. Manfaat Linguistik
Bagi guru terutama guru bahasa, linguistik sangat penting mulai dari
subdisiplin mikrolinguistik atau unsur internal yaitu fonologi, morfologi sintaksis,
semantik dan leksikologi agar seorang guru dapat melatih ketrampilan bahasa
kepada anak didiknya.
Bagi penyusun kamus atau leksikografer menguasai semua aspek linguistik
mutlak diperlukan. Untuk bisa mnyusun kamus dia harus mulai menentukan grafer
fonem-fonem bahasa atau menetukan ejaannya terhadap bahasa yang akan
dikamuskan.
Bagi penyusun buku pelajaran atau teks akan memberi tuntunan dalam
menyusun kalimat yang tepat, memilih kosakata yang sesuai dengan jenjang usia
pembaca buku tersebut.
Bagi para pembaca negarawan atau politikus yang harus memperjuangkan
idiologi dan konsep-konsep kenegaraan atau pemerintahan secara lisan.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s