Tugas Bahasa Indonesia’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Husnita Rahmani;1402408258 Oktober 16, 2008

Filed under: BAB II — pgsdunnes2008 @ 6:23 pm

Nama : Husnita Rahmani

NIM : 1402408258

Rombel : 4

BAB 2

LINGUISTIK SEBAGAI ILMU

Linguistik adalah ilmu yang mengambil bahasa sebagai objek kajiannya. Dalam ringkasan ini akan dibicarakan keilmiahan linguistik tersebut dengan segala persoalan yang berkaitan dengan label “ilmiah”. untuk bisa memahami cara kerja di dalam operasinya.

2.1. KEILMIAAHAN LINGUISTIK

Pada dasarnya setiap ilmu, termasuk juga ilmu linguistik, telah mengalami tiga tahap perkembamgan. Diantaranya

 Tahap pertama : spekulasi

Ini mengenai sesuatu dan cara mengambil keputusan dilakukan dengan sikap spekulatif. Artinya bahwa kesimpulan itu dibuat tanpa didukung oleh bukti-bukti empiris dan dilaksanakan tanpa menggunakan prosedur-prosedur tertentu.

 Tahap kedua : observasi dan klasifikasi

Para ahli di bidang bahasa baru mengumpulkan dan menggolongkan segala fakta bahasa dengan teliti tanpa memberi teori atau kesimpulan apapun. Pada saat ini cara kerja tahap kedua ini tampaknya masih diperlukan bagi kepentingan dokumentasi kebahasaan di negeri kita, sebab masih banyak sekali bahasa di Nusantara ini yang belum terdokumentasikan.

 Tahap ketiga : adanya perumusan materi

Kali ini sikap disiplin ilmu yang berusaha memahami masalah-masalah dasar dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan mengenai masalah-masalah itu berdasarkan data empiris yang dikumpulkan.

Dari ketiga tahap di atas dapat diartikan disiplin linguistik itu sekarang ini sudah bisa dikatakan merupakan kegiatan ilmiah. Jadi, kesimpulan yang dibuat pada kegiatan ilmiah hanya berlaku selama belum ditemukannya data baru yang dapat membatalkan kesimpulan itu.

Kegiatan empiris biasanya bekerja secara induktif dan deduktif dengan beruntun. Artinya, kegiatan itu dimulai dengaan mengumpulkan data empiris. Data empiris tersebut dianalisis dan diklasifikasikan. Dalam ilmu logika atau ilmu menalar selain adanya penalaran secara indulatif dan deduktif. Sebagai contoh di bawah ini bagaimana menarik kesimpulan deduktif dari premis mayor terhadap data khusus atau premis minor adalah :

Premis mayor : Semua warga Godong terkena sakit diare

Premis minor : Pak Ujang salah satu warga Godong

Kesimpulan deduktif : Pak Ujang terkena sakit diare

Mendekati bahasa dalam hal linguistik sejalan dengan ciri-ciri hakiki bahasa dapat dijabarkan diantaranya :

– Pertama : bahasa adalah bunyi ujaran, maka linguistik melihat bahasa sebagai bunyi

– Kedua : bahasa itu bersifat unik, maka linguistik tidak berusaha menggunakan kerangka suatu bahasa untuk dikenakan pada bahasa lain.

– Ketiga : bahasa adalah suatu sistem, maka linguistik mendekati bahasa bukan sebagai kumpulan unsur yang terlepas melainkan sebagai kumpulan unsur yang satu dengan lainnya mampunyai jaringan hubungan.

– Keempat : bahasa itu dapat beruna dari waktu ke waktu, sejalan dengan perkembangaan sosial budaya masyarakat pemakainya, maka linguistik memperlakukan bahasa sebagai sesuatu yang dinamis.

– Kelima : sifat empirisnya, maka linguistik mendekati bahasa secara deskriptif dan tidak secara preskriptif.

2.2. SUBDISIPLIN LINGUISTIK

Pembagian atau percabangan atas setiap disiplin ilmu ditentukan karena objek yang menjadi kajian disiplin ilmu itu sangat luas atau menjadi luas karena perkembangan dunia ilmu. Pengelompokan subdisiplin linguistik itu diantaranya :

2.2.1. Berdasarkan objek kajiannya apakah bahasa pada umumnya atau bahasa tertentu dapat dibedakan adanya linguistik umum dan linguistik khusus.

Linguistik umum adalah linguistik yang berusaha mengkaji kaidah-kaidah bahasa secara umum. Sedangkan linguistik khusus berusaha mengkaji kaidah-kaidah bahasa yang berlaku pada bahasa tertentu.

2.2.2. Berdasarkan objek kajiannya, apakah bahasa pada masa tertentu atau bahasa pada sepanjang masa dapat dibedakan adanya linguistik sinkronik dan linguistik diakronik.

Linguistik sinkronik mengkaji bahasa pada masa yang terbatas. Sedangkan linguistik diakronik berupaya mengkaji bahasa pada masa yang tidak terbatas.

2.2.3. Berdasarkan objek kajiannya, apakah stuktur internal bahasa atau bahasa itu dalam hubungannya dengan faktor-faktor di luar bahasa dibedakan adanya linguistik mikro dan linguistik makro.

Linguistik makro mengarahkan kajiaannya pada stuktur internal suatu bahasa tertentu atau struktur internal bahasa pada umumnya. Studi linguistik mikro ini sesungguhnya merupakan studi dasar. Sosio-linguistik adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari bahasa dalam hubungan pemakaiannya di masyarakat. Psikolinguistik adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari hubungan bahasa dengan perilaku dan akal budi manusia. Antropolinguistik adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari hubungan bahasa dengan budaya dan pranata budaya manusia. Stilistika adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari bahasa yang digunakan dalam bentuk-­bentuk karya sastra. Filologi adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari bahasa, kebudayaan, pranata, dan sejarah suatu bangsa sebagaimana terdapat dalam bahan-bahan tertulis.

2.2.4. Berdasarkan tujuannya, apakah penyelidikan linguistik itu semata-mata untuk merumuskan teori ataukah untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari biasa dibedakan adanya linguistik teoritis dan linguistik terapan.

Linguistik teoritis berusaha mengadakan penyelidikan terhadap bahasa atau bahasa-bahasa, atau juga terhadap hubungan bahasa dengan faktor-faktor yang berada di luar bahasa hanya untuk menemukan kaidah-kaidah yang berlaku dalam objek kajiannya itu. Sedangkan linguistik terapan berusaha mengadakan penyelidikan terhadap bahasa atau bahasa untuk kepentingan memecahkan masalah-masalah yang terdapat dalam masyarakat.

2.2.5. Berdasarkan aliran atau teori yang digunakan dalam penyelidikan bahasa dikenal adanya linguistik tradisional, linguistik struktural, linguistik transformasional, linguistik generatif semantif, linguistik relasional, dan linguistik sistemik.

Objek linguistik dapat dilihat begitu luasnya dalam bidang, cabang, atau subdisiplin linguistik itu sendiri. Karen luasnya cabang atau bidang linguistik ini, maka jelas tidak akan ada yang bisa menguasai semua cabang atau bidang linguistik itu.

2.3. ANALISIS LINGUISTIK

Analisis linguistik dilakukan terhadap bahasa, atau lebih tepat terhadap semua tataran tingkat bahasa, yaitu fonetik, fonemik, morfologi, sintaksis, dan semantik.

2.3.1. Struktur, Sistem, dan Distribusi

Dalam hubungan atau relasi yang terdapat antara satuan-satuan bahasa terdapat dua jenis hubungan, yaitu relasi sintagmatik dan relasi asosiasif. Yang dimaksud relasi sintagmatik adalah hubungan yang terdapat antara satuan bahasa di dalam kalimat yang konkret tertentu, sedangkan relasi asosiasif adalah hubungan yang terdapat dalam bahasa, namun tidak tampak dalam susunan satuan kalimat. Struktur linguistik adalah susunan bagian-bagian kalimat atau konsituen kalimat secara linear. Sedangkan sistem pada dasamva menyangkuit masalah distiibusi. Disbtribusi itu sendiri dalam analisis bahasa adalah menyangkut masalah dapat tidaknya penggantian suatu konsituen tertentu dalam kalimat tertentu dengan konsituen lainnya.

2.3.2. Analisis Bawahan Langsung

Analisis bawahan langsung, adalah suatu teknik dalam menganalisis unsur-unsur atau konsituen-konsituen yang membangun suatu satuan bahasa, entah satuan kata, satuan frase, satuan klausa, maupun satuan kalimat.

2.3.3. Analisis Rangkaian Unsur dan Analisis Proses Unsur

Analisis rangkaian unsur mengajarkan bahwa setiap satuan bahasa dibentuk atau ditata dari unser-unser lain. Sedangkan analisis proses unser menganggap setiap satuan bahasa adalah merupakan hasil dari suatu proses pembentukan.

2.4. MANFAAT LINGUISTIK

Linguistik akan memberi manfaat langsung kepada mereka yang berkecimpung dalam kegiatan yang berhubungan bahasa. Antara lain :

– Bisa membantu dalam memahami karya-karya sastra, dengan lebih baik.

– Memberikan pengetahuan mengenai hubungan bahasa dengan kemasya-rakatan dan kebudayaan.

– Memberikan pengetahuan dalan pengertian-pengertian di dalam bidang tertentu memudahkan dalam menvelesaikan tugas bahasa apabila menguasai semua aspek linguistik.

– Memberikan tuntunan dalam menyusun kalimat yang tepat serta memilih kosakata.

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s