Tugas Bahasa Indonesia’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Hasan Triyakfi;1402408287 Oktober 15, 2008

Filed under: BAB VII — pgsdunnes2008 @ 12:10 pm

Nama : Hasan Triyakfi

NIM : 1402408287

BAB VII

TATARAN LINGUISTIK(4)

SEMANTIK

Dalam berbagai kepustakaan linguistik disebutkan bidang studi linguistik yang objek penelitiannya makna bahasa juga merupakan satu tataran linguistik. Semantik dengan objeknya yaitu makna,berada di seluruh tataran bahasa,karena makna berada dalam tataran fonologi,morfologi,dan sintaksis.

Chomsky,bapak linguistik transformasi menyatakan betapa pentingnya semantik dalam studi linguistik,maka studi semantik sebagai bagian dari studi linguistik menjadi semarak. Semantik tidak lagi menjadi objek peripheral, melainkan manjadi objek yang setaraf dengan bidang-bidang studi linguistik lainnya.

7.1 HAKIKAT MAKNA

Menurut Ferdinand de Saussure setiap tanda linguitik atau tanda bahasa terdiri dari dua komponen,yaitu komponen signifian atau “yang mengartikan” yang wujudnya berupa runtutan bunyi,dan komponen signifie atau “yang diartikan” yang bentuknya berupa pengertian atau konsep(yang dimiliki signifian).

Contoh: tanda linguistik meja terdiri dari :

-komponen signifian,yang berupa rangkaian fonem /m/,/e/,/j/,dan /a/

-komponen signifie,yang berupa konsep atau makna “sejenis perabot kantor atau rumah tangga”.

Jadi menurut Saussure makna adalah pengertian atau konsep yang dimiliki atau terdapat pada sebuah tanda linguistik.

7.2 JENIS MAKNA

Ada beberapa jenis makna dalam bahasa Indonesia,antara lain sebagai berikut :

1) Makna Leksikal,Gramatikal,dan Kontekstual

Makna kontekstual adalah makna yang dimiliki atau ada pada leksem meski tanpa konteks apapun. Makna leksikal juga biasa disebut dengan makna yang sebenarnya atau makna apa adanya.

Contoh : kata kuda makna leksikalnya adalah “sejenis binatang berkaki empat yang dapat dikendarai”.

Makna gramatikal adalah makna yang terjadi setelah adanya proses gramatikal seperti afiksasi,reduplikasi,komposisi,atau klimatisasi.

Contoh : Dalam proses afiksasi prefiks ber- dngan dasar baju melahirkan makna gramatikal “mengenakan/memakai baju”.

Makna kontestual adalah makna sebuah leksem atau kata yang berada dalam satu konteks.

Contoh : 1. Rambut di kepala nenek belum ada yang putih

2. Sebagai kepala sekolah dia harus menegur anak itu

Makna kata kepala pada kedua kalimat diatas tidak sama,karena konteks kalimatnya berbeda.

2) Makna Referensial dan non-Referensial

Makna referensial adalah makna kata/leksem yang mempunyai referens/acuan.

Contoh : kata-kata sepeti kuda,meja,dan gambar termasuk kata yang bermakna referensial,karena mempunyai acuan dalam dunia nyata.

Makna non-refrensial adalah makna kata yang tidak mempunyai acuan.

Contoh : kata-kata seperti dan,karena atau.

3) Makna Denotatif dan konotatif

Makna denotatif adalah makna asli,makna asal,makna yang sebenarnya yang dimiliki sebuah leksem atau kata.

Contoh : kata babi memiliki makna denotatif “sejenis binatang berkaki empat yang biasa diternakkan”.

Makna konotatif adalah makna lain yang yang ditambahkan pada makna denotatif yang berhubungan dengan nilai rasa dari orang atau kelompok orang yang menggunakan kata tersebut,

Contoh : kata babi dalam masyarakat islam memilki makna konotatif yang negatif.

4) Makna Konseptual dan makna asosiatif

Makna konseptual adalah makna yang dimiliki oleh sebuah leksem terlepas dari konteks atau asosiasi apapun.

Contoh : kata radio memiliki makna konseptual “sejenis alat elektronik”.

makna asosiatif adalah makna yang dimilki sebuah leksem atau kata yang berkenaan dengan adanya hubungan kata itu dengan suatu yang ada di luar bahasa.

Contoh : kata merah berasosiasi dengan “berani”

Leech(1976) memasukkan beberapa makna ke dalam makna asosiatif ini,antara lain :

§ Makna konotatif,yaitu makna tambahan/makna bukan sebenarnya.

§ Makna afektif, yaitu makna yang berkenaan dengan perasaan pembicara terhadap laean bicara atau objek yang dibicarakan.

§ Makna stlistika, yaitu makna yang berkenaan dengan pembedaanpenggunaan kata sehubungan dengan perbedaan social/bidang kegiatan.

§ Makna kolokatif, yaitu makna yang berkenaan dengan cirri-ciri makna tertentu yang dimiliki sebuah kata dari sejumlah kata-kata yang bersinonim,sehingga kata tersebut hanya cocok untuk digunakan berpasangan dengan kata tertentu lainnya.

5) Makna kata dan makna istilah

makna kata adalah makna yang dimiliki oleh sebuah leksem/kata,yang masih bersifat umum,kasar,dan belum jelas.

Contoh : kata tangan dan lengan maknanya lazim dianggap sama,dan akan menjadi jelas bila sudah berada di dalam konteks kalimatnya atau situasinya.

Makna istilah adalah makna yang sudah pasti,jelas,dan tidak meragukan,meskipun tanpa konteks kalimat.

Contoh : istlah tangan dalam dunia kedokteran memiliki makna”bagian pergelangan sampai jari tangan”.

6) makna idiom dan Peribahasa

7.3 RELASI MAKNA

Relasi makna adalah hubungan semantik yang terdapat antara satuan bahasa yang satu dengan satuan bahasa yang lain.

a) Sinonim

Sinonom atau sinonimi adalah hubungan semantik yang menyatakan adanya kesamaan antara satu satuan ujaran dengan satuan ujaran yang lain.

Contoh : – kata benar bersinonin dengan kata betul

Budi membeli buku bersinonim dengan buku dibeli budi

Dari dua buah ujaran yang bersinonim,maknanya tidak akan persis sama. Hal itu terjadi karena adanya berbagai faktor,yaitu : faktor waktu,tempat atau wilayah,keformalan,sosial,bidang kegiatan,dan faktor nuansa makna.

b) Antonim

Antonim atau antonimi adalah hubungan semantik antara dua buah satuan ujaran yang maknanya menyatakan kebalikan,pertentangan,atau kontras antara yang satu dengan yang lain.

Contoh :- Hidup berantonim dengan mati

Besar berantonin dengan kecil

Dilihat dari sifat hubungan,maka antonim dibedakan atas beberapa jenis,yaitu:

§ Antonim yang bersifat mutlak

§ Antonim yang bersifat relative/bergadrasi

§ Antonim yang bersifat relasional

§ Antonim yang bersifat hierarkial

c) Polisemi

Sebuah kata dikatakan berpolisemi kalau kata tersebut mempunyai makna lebih dari satu.

Contoh : kata kepala mempunyai makna :

Bagian tubuh manusia

Ketua/pemimpin

Sesuatu yang ada di sebelah atas

Dll

d) Homonimi,homofoni,dan homografi

§ Homonimi adalah dua buah kata atau satuan ujaran yang bentuknya “kebetulan” sama,dan maknanya tentu saja berbeda.

Contoh : kata bisa(racun ular) dengan kata bisa(sanggup)

§ Homofoni adalah adanya kesamaan bunyi antara dua satuan ujaran,tanpa memperhatikan ejaannya.

Contoh : Kata bank(lembaga keuangan) dengan bang(abang)

§ Homografi adalah bentuk ujaran yang sama ortografinya/ejaannya,tetapi ucapan dan maknanya berbeda.

Contoh : Teras(bagian serambi rumah) dengan teras(inti)

e) Hiponimi dan hipernimi

Hiponomi adalah hubungan semantik antara bentuk ujaran yang maknanya tercakup dalam makna bentuk ujaran yang lain.

Contoh : Kata merpati tercakup dalam makna kata burung.

Relasi hiponimi bersifat searah,sebab kalau merpati berhiponim dengan burung,maka burung bukan berhiponim dengan merpati,melainkan berhipernim.

f) Ambiguiti

ambiguiti atau ketaksaan adalah gejala dapat terjadinya kegandaan makna akibat tafsiran gramatikal yang berbeda.

Contoh: bentuk Buku sejarah baru dapat ditafsirkan maknanya menjadi:

Buku sejarah itu baru terbit

Buku itu memuat sejarah zaman baru

g) Redundasi

Redundasi bisa diartikan sebagai berlebih-lebihannya penggunaan unsur segmental dalam suatu bentuk ujaran.

Contoh : Penggunaan preposisi oleh dalam kalimat “bola itu ditendang oleh Dika” merupakan redundasi.

7.4 PERUBAHAN MAKNA

Secara sinkronis makna kata atau leksem tidak dapat berubah,tetapi secara diakronis ada kemungkinan dapat berubah,yaitu dalam waktu yang cukup lama.

Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan makna tersebut antara lain:

Perkembangan dalam bidang ilmu dan teknologi

Perkembangan social budaya

Perkembangan pemakaian kata

Pertukaran tanggapan indera

Adanya asosiasi

Perubahan makna kata atau satuan ujaran itu ada beberapa macam,antara lain :

· Perubahan makna yang meluas. Artinys kalau tadinya sebuah kata bermakna A, maka kemudian bermakna B.

· Perubahan makna menyempit. Artinya kalau tadinya sebuah kata memiliki makna yang masih umum tetapi kini maknanya menjadi khusus atau sangat khusus.

Contoh : kata sarjana

· Perubahan makna secara total. Artinya makna yang dimiliki sekarang sudah jauh berbeda dengan makna aslinya.

Contoh: kata ceramah dan seni

7.5 MEDAN MAKNA DAN KOMPONEN MAKNA

Kata-kata atau leksem dalam bahasa dapat dikelompokkan atas kelompok-kelompok tertentu atas dasar kesamaan ciri semantik yang dimiliki kelompok kata itu. Kata-kata yang ada dalam satu kelompok lazim dinamai kata-kata yang berada dalam satu medan makna atau satu medan leksikal.

Contoh: kata-kata seperti merah,kuning,hijau,dan biru berada dalam satu kelompok yaitu warna.

§ Medan Makna

Medan makna atau medn leksikal adalah seperangkat unsur leksikal yang maknanuya saling berkaitan karena menggambarkan bagian dari bidang kebudayaan atau realitas dalam alam semesta tertentu. Misalnya nama-nama warna,nama hewan,dll.

Kata-kata atau leksem yang mengelmpok dalam satu medan makna berdasarkan sifat hubungan semantisnya dapat dikelompokkan atas kelompok medan kolokasi dan medan set. Medan kolokasi menunjuk pada hubungan sintagmantik,sedangkan medan set menunjuk pada hubungan paradigmantik.

§ Komponen makna

Setiap kata,leksem,atau butir leksikal tentu mempunyai makna. Makna yang dimiliki oleh setiap kata itu terdiri atas sejunlah komponen(yang disebut komponen makna),yang membentuk keseluruhan makna itu.

Contoh: – Kata ayah memiliki komponen makna : /+manusia/, /+dewasa/, /+jantan/, /+punya anak/.

– kata ibu memilki komponen makna: /+manusia/, /+dewasa/, /- jantan/, /+punya anak/.

Analisis komponen makna dapat digunakan untuk :

Mancari perbedaan dari bentuk-bentuk yang bersinonim

Membuat prediksi makna-makna gramatikal afiksasi,

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s