Tugas Bahasa Indonesia’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Eko Siswanto_bab 2 Oktober 28, 2008

Filed under: BAB II — pgsdunnes2008 @ 9:15 pm

2. LINGUISTIK SEBAGAI ILMU

Linguistik adalah ilmu yang mengambil bahasa sebagai objek kajiannya. Atau lebih tepatnya telaah ilmiah mengenai bahasa manusia. Untuk memahami linguistik sebagai sebuah ilmu yang ilmiah akan dibahas pada bab ini.

2.1 KEILMIAHAN LINGUISTIK

Pada dasarnya setiap ilmu mengalami tiga tahap perkembangan antara lain sebagai berikut:

Tahap pertama, yakni tahap spekulasi. Pada tahap ini pengambilan kesimpulan dilakukan dengan sikap spekulatif. Artinya, kesimpulan itu dibuat tanpa didukung oleh bukti-bukti empiris dan dilaksanakan tanpa prosedur-prosedur tertentu.

Tahap kedua, adalah tahap observasi dan klasifikasi. Pada tahap ini para ahli di bidang bahasa baru mengupulkan dan menggolongkan segala fakta bahasa dengan teliti tanpa memberi teori atau kesimpulan apa pun.

Tahap ketiga, adalah tahap adanya perumusan teori. Pada tahap ini setiap disiplin ilmu berusaha memahami masalah-masalah dasar dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan berdasarkan data empiris yang dikumpulkan. Kemudian dalam disiplin itu dirumuskan hipotesis-hipotesis, dan menyusun tes untuk menguji hipotesis-hipotesis terhadap fakta-fakta yang ada.

Disiplin linguistik dewasa ini sudah menggalami ketiga tahap di atas. Artinya disiplin ilmu linguistik sudah bisa dikatakan merupakan kegiatan ilmiah.

Linguistik sangat mementingkan data empiris dalam melaksanakan penelitiannya. Itulah sebabnya, bidang simantik kurang mendapat perhatian dalam linguistik strukturalis dulu karena makna, yang menjadi objek simantik, tidak dapat diamati secara empiris; tidak seperti fonem dalam fonologi atau morfem dan kata dalam morfologi. Kegiatan empiris biasanya bekerja secara induktif dan deduktif dengan beruntun. Artinya, kegiatan itu dimulai dengan mengumpulkan data empiris. Data empiris itu dianalisis dan diklasifikasikan. Lalu, ditarik suatu kesimpulan umum berdasarkan data empiris itu. Kesimpulan ini disebut kesimpulan induktif. Secara deduktif adalah kebalikannya. Artinya suatu kesimpulan mengenai data khusus dilakukan berdasarkan kesimpulan umum yang telah ada. Namun, kebenaran kesimpulan deduktif ini sangat tergantung pada kebenaran kesimpulan umum, yang lazim disebut premis mayor, yang dipakai untuk menarik kesimpulan deduktif.

Sebagai ilmu empiris linguistik berusaha mencari keteraturan atau kaidah-kaidah yang hakiki dari bahasa yang ditelitinya. Karena itu, linguuistik sering disebut sebagai ilmu nomotetik.

Kemudian sesuai dengan predikat keilmiahan yang disandangnya, linguistik tidak pernah berhenti pada satu titik kesimpulan; tetapi akan menyempurnakan kesimpulan tersebut berdasarkan data empiris selanjutnya.

Pendekatan bahasa sebagai bahasa ini, sejalan dengan ciri-ciri hakiki bahasa, dapat dijabarkan dalam sejumlah konsep sebagai berikut:

Pertama, karena bahasa adalah bunyi ujaran, maka linguistik melihat bahasa sebagai bunyi. Artinya, bagi linguistik bahasa lisan adalah yang primer, sedangkan bahasa tulis hanya sekunder.

Kedua, karena bahasa itu bersifat unik, maka lingistik tidak berusaha menggunakan kerangka suatu bahasa untuk dikenakan pada bahasa lain.

Ketiga, karena bahasa adalah suatu sistem, maka linguistik mendekati bahasa bukan sebagai kumpulan unsur yang terlepas, melainkan sebagai kumpulan unsur yang satu dengan lainnya mempunyai jaringan hubungan. Pendekatan yang melihat bahasa sebagai kumpulan unsur yang saling berhubungan, atau sebagai sistem itu, disebut pendekatan struktural. Lawannya, disebut pendekatan atomistis, yaitu yang melihat bahasa sendiri sebagai kumpulan unsur-unsur yang terlepas, yang berdiri sendiri-sendiri.

Keempat, karena bahasa itu dapat berubah dari waktu ke waktu, sejalan dengan perkembangan sosial budaya masyarakat pemakainya, maka linguistik memperlakukan bahasa sebagai sesuatu yang dinamis. Karena itu pula, linguistik dapat mempelajari bahasa secara sinkronik dan diakronik. Secara sinkronik artinya, mempelajari bahasa dengan berbagai aspeknya pada kurun waktu yang tertentu atau terbatas. Secara diakronik artinya, mempelajari bahasa dengan berbagai aspeknya dan perkembangannya dari waktu ke waktu, sepanjang kehidupan bahasa itu.

Kelima, karena sifat empirisnya, maka linguistik mendekati bahasa secara diskriptif dan tidak secara preskriptif. Artinya, yang penting dalam linguistik adalah apa yang sebenarnya diungkapkan oleh seseorang (sebagai data empiris) dan bukan apa yang menurut peneliti seharusnya diungkapkan.

2.2 SUBDISIPLIN LINGUISTIK

Setiap disiplin ilmu biasanya dibagi atas bidang-bidang bawahan (subdisiplin). Demikian pula dengan linguistik. Di sini kita akan mencoba mengelompokkan nama-nama subdisiplin linguistik itu berdasarkan :

2.2.1 Berdasarkan objek kajiannya, apakah bahasa pada umumnya atau bahasa tertentu dapat dibedakan adanya linguistik umum dan linguistik khusus

Linguistik umum adalah linguistik yang berusaha mengkaji kaidah-kaidah bahasa secara umum. Pertanyaan-pertanyaan teoretis yang dihasilkan akan menyangkut bahasa pada umumnya, bukan bahasa tertentu.

Sedangkan linguistik khusus berusaha mengkaji kaidah-kaidah bahasa yang berlaku pada bahasa tertentu, seperti bahasa inggris, bahasa jawa, atau bahasa Indonesia.

2.2.2 Berdasarkan objek kajiannya, apakah bahasa pada masa tertentu atau bahasa pada sepanjang masa dapat dibedakan adanya linguistik sinkronik dan linguistik diakronik

Linguistik sinkronik mengkaji bahasa pada masa terbatas. Misalnya mengkaji bahasa Indonesia pada tahun dua puluhan. Studi linguistik sinkronik ini biasa disebut juga linguistik deskriptif. Linguistik diakronik berupaya mengkaji bahaasa (atau bahasa-bahasa) pada masa yang tidak terbatas; bisa sejak awal kelahiran bahasa itu sampai zaman punahnya bahasa tersebut. Kajian linguistik diakronik ini biasanya bersifat historis dan komperatif.

2.2.3 Berdasarkan objek kajiannya, apakah struktur internal bahasa atau bahasa itu dalam hubungannya dengan faktor-faktor di luar bahasa dibedakan adanya linguistik mikro dan linguistik makro

Linguistik mikro mengarahkan pada struktur internal suatu bahasa tertentu atau pada umumnya. Linguistik mikro mempunyai sudisiplin antara lain:

Fonologi menyelidiki ciri-ciri bunyi bahasa, cara terjadinya, dan fungsinya dalam sistem kebahasaan secara keseluruhan. Morfologi menyelidiki struktur kata, bagian-bagiannya, serta cara pembentukannya. Sintaksis menyelidiki satuan-satuan kata dan satuan-satuan lain diatas kata, hubungan satu dengan lainnya, serta cara penyusunannya sehingga menjadi satuan ujaran. Semantik menyelidiki makna bahasa baik yang bersifat leksikal, gramatikal, maupun kontekstual. Sedangkan leksikologi menyelidiki leksikon atau kosa kata suatu bahasa dari berbagai aspeknya.

Linguistik makro menyelidiki bahasa dalam kaitan-kaitannya dengan faktor-faktor di luar bahasa, lebih banyak membahas faktor luar bahasanya itu daripada struktur internal bahasa. Dalam berbagai buku biasanya terdapat subdisiplin linguistik makro antara lain:

Sosiolinguistik adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari bahasa dalam hubungan pemakaiannya di masyarakat. Psikolinguistik mempelajari hubungan bahasa dengan perilaku dan akal budi manusia, termasuk bagaimana kemampuan berbahasa itu dapat diperoleh. Antropolinguistik mempelajari hubungan bahasa dengan budaya dan pranata budaya manusia. Stilistika mempelajari bahasa yang digunakan dalam bentuk-bentuk karya sastra. Finologi mempelajari bahasa, kebudayaan, pranata dan sejarah suatu bangsa sebagaimana terdapat dalam bahan-bahan tertulis. Filsafat bahasa mempelajari kodrat hakiki dan kedudukan bahasa sebagai kegiatan manusia, serta dasar-dasar konseptual dan teoretis linguistik. Dialektologi mempelajari batas-batas dialek dan bahasa dalam suatu wilayah tertentu.

2.2.4 Berdasrkan aliran atau teori yang digunakan dalam penyelidikan bahasa di kenal adanya linguistik tradisional, linguistik struktural, linguistik transformasional, linguistik generatif semantik, linguistik relasional, dan linguistik semantik.

Karena luasnya cabang atau bidang linguistik ini, maka jelas tidak akan bisa menguasai semua bidang linguistik itu. Tapi meskipun cabang atau bidang linguistik itu sangat luas, yang dianggap inti dari ilmu linguistik hanyalah yang berkenaan dengan struktur internal bahasa, atau cabang-cabang yang yang termasuk linguistik mikro.

2.3 ANALISIS LINGUISTIK

Analisis linguistik dilakukan terhadap bahasa, atau lebih tepat terhadap semua tataran tingkat bahasa, yaitu fonetik, fonemik, morfologi, sintaksis, dan semantik. Semua tataran sistematika itu akan dibahas pada bab-bab selanjutnya.

2.3.1 Struktur, Sistem, dan Distribusi

Menurut F. De Saussure ada dua jenis hubungan atau relasi yang terdapat antara satuan-satuan bahasa, yaitu relasi sintagmatik dan relasi asosiatif. Relasi sintagmatik adalah hubungan yang terdapat antara satuan bahasa di dalam kalimat yang konkret tertentu; sedangkan relasi asosiatif adalah hubungan yang terdapat dalam bahasa namun tidak tampak susunan suatu kalimat.

Hubungan yang terjadi di antara satuan-satuan bahasa itu, baik antara fonem yang satu dengan yang lain, maupun antara kata yang satu dengan yang lain, disebut bersifai sigmantis. Jadi hubungan sintagmantis ini bersifat linear, atau horison antara satuan yang satu dengan satuan yang lain yang berada di kiri dan kanannya.

Struktur dapat dibedakan menurut tataran sistematik bahasanya, yaitu menurut susunan fonetis, menurut susunan alofonis, menurut susunan morfemis, dan menurut susunan sintaksis. Mengenai semuanya akan dibahas pada bab-bab selanjutnya.

Sistem pada dasarnya menyangkut masalah distribusi. Distribusi, yang merupakan istilah utama dalam analisis bahasa menurut model strukturalis L. Bloomfield adalah menyangkut masalah dapat tidaknya penggantian suatu konstituen tertentu dalam kalimat tertentu dengan konstituen lainnya.

2.3.2 ANALISIS BAWAHAN LANGSUNG

Analisis bawahan langsung, sering disebut juga analisis unsur langsung atau analisis bawahan terdekat (Immediate Constituent Analysis) adalah suatu teknik dalam menganalisis unsur-unsur atau konstituen-konstituen yang membangun suatu satuan bahasa, entah satuan kata, satuan frase, satuan klausa, maupun satuan kalimat.

Teknik analisis bawahan langsung bermanfaat untuk menghindari keambiguan karena satuan-satuan bahasa yang terikat pada konteks wacananya dapat dipahami dengan analisis tersebut.

2.3.3 Analisis Rangkaian Unsur dan Analisis Proses Unsur

Analisis rangkaian unsur (item and arrangement) mengajarkan bahwa setiap satuan bahasa dibentuk atau ditata dari unsur-unsur lain. Misalnya satuan tertimbun terdiri dari ter – + timbun. Jadi, dalam analisis rangkaian unsur ini setiap satuan bahasa “terdiri dari . . .”, bukan “dibentuk dari . . .” sebagai hasil dari suatu proses pembentukan.

Analisis proses unsur (item and process) menganggap setiap satuan bahasa adalah merupakan hasil dari suatu proses pembentukan. Jadi bentuk tertimbun adalah hasil dari proses prefiksasi ter- dengan dasar timbun.

2.4 MANFAAT LINGUISTIK

Lingustik akan memberikan manfaat langsung bagi mereka yang berkecimpung dalam kegiatan yang berhubungan dengan bahasa.

Bagi linguis sendiri pengetahuan yang luas mengenai linguistik tentu akan sangat membantu dalam menyelesaikan tugasnya. Bagi peneliti, kritikus, dan peminat sastra linguistik akan membantunya dalam memahami karya-karya sastra dengan lebih baik.

Bagi guru, terutama guru bahasa, penetahuan linguistik sangat penting. Dengan menguasai linguistik, maka mereka akan dapat dengan lebih mudah dalam menyampaikan mata pelajarannya.

Bagi penerjemah, pengetahuan linguistik mutlak diperlukan bukan hanya yang berkenaan dengan morfologi, sintaksis, dan semantik, tetapi juga berkenaan dengan sosiolinguistik dan kontrastif linguistik.

Bagi penyusun kamus atau leksikografer menguasai semua aspek linguistik mutlak diperliukan, sebab semua pengetahuan linguistik akan memberi manfaat dalam menyelesaikan tugas.

Pengetahuan linguistik juga memberi manfaat bagi penyusun buku pelajaran atau buku teks. Pengetahuan linguistik akan memberi tuntutan bagi penyusun buku teks dalam meyusun kalimat yang tepat, memilih kosa kata yang sesuai dengan jenjang usia pembaca buku tersebut.

 

Susi Nur Khamidah_1402408157_bab 2 Oktober 25, 2008

Filed under: BAB II — pgsdunnes2008 @ 12:19 pm

Nama : Susi Nur Khamidah

NIM : 1402408157

2. Linguistik Sebagai Ilmu

1. Keilmiahan Linguistik

Tahap-tahap perkembangan disiplin ilmu:

1. Tahap spekulasi

Adalah tahap pembicaraan mengenai sesuai dan cara mengambil kesimpulan dilakukan secara spekulatif, tanpa menggunakan bukti-bukti empiris dan prosedur-prosedur tertentu.

2. Tahap observasi dan klasifikasi

Adalah tahap mengumpulkan dan menggolongkan dengan teliti tanpa memberi teori atau kesimpulan apa pun.

3. Tahap perumusan teori

Adalah tahap memahami masalah dasar dan mengajukan pertanyaan mengenai masalah berdasarkan data empiris. Kemudian dirumuskan hipotesis.

Ciri-ciri hakiki bahasa

1. Bahasa adalah bunyi ujaran

2. Bahasa itu unik

3. Bahasa adalah suatu sistem

4. Bahasa itu dapat berubah dari waktu ke waktu (dinamis)

5. Bahasa itu deskriptif

2. Subdisiplin Linguistik

1. Berdasarkan objek kajian, apakah bahasa pada umumnya/bahasa tertentu

a. Linguistik umum

b. Linguistik khusus

2. Berdasarkan objek kajian apakah bahasa pada masa tertentu atau bahasa pada sepanjang masa

a. Linguistik sinkronik (deskriptif)

b. Linguistik diakronik (historik komparatif)

3. Berdasarkan objek kajian struktur internal bahasa atau bahasa itu dalam hubungannya dengan faktor-faktor di luar bahasa

a. Linguistik mikro

1. Fonologi

2. Morfologi

3. Sintaksis

4. Semantik

5. Leksikologi

b. Linguistik makro

1. Sosiolinguistik

2. Psikolinguistik

3. Antopolinguistik

4. Etnolinguistik

5. Statistika

6. Filologi

7. Dialektologi

8. Filsafat bahasa

9. Neurolonguistik

4. Berdasarkan tujuan

a. Linguistik teoritis

b. Linguistik terapan

5. Berdasarkan aliran/teori yang digunakan dalam penyelidikan bahasa

a. Linguistik tradisional

b. Linguistik struktural

c. Linguistik tansformasional

d. Linguistik generatif semantik

e. Linguistik relasional

f. Linguistik sistemik

3. Analisis Linguistik

1. Struktur, sistem, dan distribusi

a. Sistem

1. Relasi sintakmatik

2. Relasi asosiatif

b. Struktur

1. Susunan fonetis

2. Susunan alofonis

3. Susunan morfemis

4. Susunan sintaksis

c. Distribusi

1. Distribusi morfemis

2. Distribusi sintaksis

2. Analisis bawahan langsung (a. unsur langsung = A, bawahan terdekat = Immediate Constituent Analysis)

Adalah suatu teknik dalam menganalisis unsur-unsur atau konstituen-konstituen yang membangun suatu satuan bahasa.

3. Analisis rangkaian unsur dan analisis proses unsur

Ÿ Analisis rangkaian unsur adalah cara analisis yang menganggap setiap satuan bahasa dibentuk/ditata dari unsur-unsur lain.

Ÿ Analisis proses unsur adalah cara analisis yang menganggap setiap satuan bahasa merupakan hasil suatu proses pembentukan.

4. Manfaat linguistik

a. Bagi linguis

Membantu menyelesaikan dan melaksanakan tugasnya.

b. Bagi peneliti, kritikus dan peminat sastra

Membantu dalam memahami karya-karya sastra dengan lebih baik.

c. Bagi guru

Melatih keterampilan berbahasa, menulis (mengarang) ð guru bahasa, dan dapat dengan lebih mudah menyampaikan mata pelajarannya ð guru bidang studi lain.

e. Bagi penyusun kamus (leksikografer)

Membantu menyelesaikan tugas dalam hal menyusun kamus.

f. Bagi penyusun buku pelajaran atau buku teks

Memberi tuntunan dalam menyusun kalimat yang tepat dan memilih kosakata yang sesuai dengan jenjang usia pembaca buku tersebut.

g. Bagi negarawan/politikus

Membantu dalam memperjuangkan ideologi dan konsep-konsep kenegaraan atau pemerintahan.

Membantu meredam dan menyelesaikan gejolak sosial dalam masyarakat dari perbedaan dan pertentangan bahasa.

 

TIKA SARI 1402408200 BAB II LINGUISTIK SEBAGAI ILMU Oktober 24, 2008

Filed under: BAB II — pgsdunnes2008 @ 8:44 pm

NAMA : TIKA SARI

NIM : 1402408200

ROMBEL : 3

BAB II

LINGUISTIK SEBAGAI ILMU

Linguistik adalah ilmu yang mengambil bahasa sebagai objek kajiannya.

2.1 KEILMUAN LINGUISTIK

Setiap ilmu selalu mengalami tiga tahap perkembangan yaitu:

  1. Tahap Spekulasi yaitu tahap dengan cara menyimpulkan kajian tanpa didukung bukti-bukti empiris.
  2. Tahap Observasi dan klasifikasi yaitu tahapan mengumpulkan fakta melalui penelitian.
  3. Tahap Perumusan teori dengan cara memahami permasalahan yang ada serta mengajukan pertanyaan-pertanyaan.

Pada Bab pertama telah dijelaskan bahwa linguistic mendekati bahasa. Yang menjadi kajiannya bukan sebagai apa-apa melainkan sebagai bahasa. Oleh karena itu bahasa dapat dikelompokkan dalam beberapa konsep sebagai berikut:

  1. bahasa sebagai bunyi yaitu bagi manusia bahasa lisan adalah bahasa primer, sedangkan bahasa tulis hanyalah sebagai bahasa sekunder.
  2. bahasa bersifat unik sehingga tidak digunakan secara bersama-sama antara bahasa satu dengan yang lain.
  3. bahasa sebagai system maka bahasa diartikan sebagai suatu jaringan yang saling merangkai antara unsur satu dengan yang lain.
  4. bahasa bersifat dinamis dan dapat berubah karena waktu dan perkembangan sosial budaya masyarakat.
  5. bahasa bersifat empiris sehingga perlu pendekatan secara deskriptif dalam mengungkap makna yang sebenarnya. Kalimat deskriptif dan preskriptif dapat dilihat dalam contoh berikut:

a) yang benar kata silakan bukan silahkan.

b) Kata silakan dipakai bersama dengan kata silahkan.

c) Kata baku adalah kata mengubah bukan merubah atau merobah.

d) Bentuk kata merubah atau merobah dapat dipakai disamping kata mengubah.

2.2 SUBDISIPLIN LINGUISTIK

Subdisiplin linguistic dapat dikelompokkan berdasarkan:

2.2.1 Berdasarkan objek kajiannya,apakah bahasa pada umumnya atau bahasa tertentu dapat dibedakan adanya linguistic umum dan linguistic khusus.

Linguistik umum adalah linguistic yang berusaha mengkaji kaidah-kaidah bahasa secara umum.Pernyataan teoretis yang dihasilkan menyangkut bahasa pada umumnya,bukan bahasa tertentu.Linguistik khusus berusaha mengkaji kaidah-kaidah bahasa yang berlaku pada bahasa tertentu,seperti bahasa Inggris,bahasa Indonesia,bahasa Jawa

.

2.2.2 Berdasarkan objek kajiannya,apakah bahasa pada masa tertentu atau bahasa sepanjang masa dapat dibedakan adanya linguistic sinkronik dan linguistic diakronik.

Linguistik sinkronik mengkaji bahasa pada masa yang terbatas.Studi linguistic sinkrinik ini biasa disebut linguistic deskriptif.Linguistik diakronik berupaya mengkaji bahasa pada masa yang tidak terbatas dan biasanya bersifat historis dan komparatif.Tujuannya adalah untuk mengetahui sejarah struktural bahasa itu beserta dengan segala bentuk perubahan dan perkembangannya.

2.2.3 Berdasarkan apakah struktur internal bahasa atau bahasa itu dalam hubungannya dengan faktor-faktor diluar bahasa dibedakan adanya linguistic mikro dan linguistic makro(mikrolinguistik dan makrolinguistik)

Linguistik mikro mengarahkan kajiannya pada struktur internal suatu bahasa tertentu atau pada umumnya.Dalam linguistic mikro ada subdisiplin linguistic fonologi,morfologi,sintaksis,semantic,dan leksikologi.Fonologi menyelidiki ciri-ciri bunyi bahasa,cara terjadinya,dan fungsinya.Morfologi menyelidiki struktur kata,bagian-bagiannya,serta cara pembentukannya.Sintaksis menyelidiki satuan-satuan kata,hubungan satu dengan lainnya,cara penyusunannya sehingga menjadi satuan ujaran.Semantik menyelidiki makna bahasa baik yang bersifat leksikal,gramatikal,maupun kontekstual.Sedangkan Leksikologi menyelidiki leksikon atau kosa kata suatu bahasa dari berbagai aspeknya.

Sosiolinguistik adalah subdisiplin linguistic yang mempelajari bahasa dalam hubungan pemakaiannya didalam masyarakat.Psikolinguistik adalah subdisiplin linguistic yang mempelajari hubungan bahasa dengan perilaku dan akal budi manusia.Antropolinguistik adalah subdisiplin linguistic yang mempelajari hubungan bahasa dengan budaya dan pranata budaya manusia.Stilistika adalah subdisiplan linguistic yang mempelajari bahasa yang digunakan dalam bentuk-bentuk karya sastra.Filologi adalah subdisiplin linguistic yang mempelajari bahasa,kebudayaan,pranata,dan sejarah suatu bangsa sebagaimana terdapat dalam bahan-bahan tertulis.Filsafat bahasa merupakan subdisiplin linguistic

manusia.Dialektologi adalah subdisiplin linguistic yang mempelajari batas-bats dialek dan bahasa dalam wilayah tertentu.

2.2.4 Berdasarkan tujuannya,apakah penyelidikan linguistic itu semata-mata untuk merumuskan teori ataukah untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari bisa dibedakan adanya linguistic teoretis dan linguistic terapan

Linguistik teoretis mengadakan penyelidikan terhadap bahasa,juga terhadap hubungan bahasa dengan faktor-faktor yang berada diluar bahasa untuk menemukan kaidah-kaidah yang berlaku dalam objek kajiaannya.Sedangkan linguistic terapan mengadakan penyelidikan terhadap bahasa atau hubungan bahasa dengan faktor diluar bahasa untuk memecahkan masalah-masalah praktis didalam masyarakat

.

2.2.5 Berdasarkan aliran atau teori yang digunakan dalam penyelidikan bahasa dikenal adanya linguistic tradisional, linguistic structural, linguistic transformasional, linguistic generatif, linguistic semantic, linguistic relasional, dan linguistic sistemik.

Objek linguistic yaitu bahasa mempunyai ruang lingkup yang sangat luas, tetapi inti dari ilmu linguistic adalah internal bahasa.

2.3 ANALISIS LINGUISTIK

Analisis bahasa dilakukan terhadap semua tataran tingkat bahasa

2.3.1 Struktur, Sistem, dan Distribusi

Bapak Linguistik modern membedakan adanya dua jenis relasi yaitu relasi sintagmatik dan relasi asosiatif. Hubungan antara satuan bahasa bersifat sintagmatis, sedangkan hubungan yang terdapat dalam bahasa tapi tidak tampak dalam susunan kalimat disebut hubungan asosiatif. Istilah struktur dan system dapat diterapkan dalam kajian ini. Struktur adalah susunan bagian kalimat secara linear. Sedangkan system menyangkut masalah distribusi.

2.3.2 Analisis Bawahan langsung

Adalah suatu teknik menganalisis unsure-unsur yang membangun bahasa. Misalnya kata dimakan unsur langsungnya adalah di dan makan. Bila kata dimakani maka unsur langsungnya adalah di dan makani atau dimakan dan –i. tafsiran pertama berdasar pada sufiks –I, sedang tafsiran yang kedua berdasar pada teori distribusi linear.

2.3.3 Analisis rangkaian unsur dan analisis proses unsur

Analisis rangkaian unsur mengajarkan bahwa setiap satuan bahasa dibentuk atau ditata dari unsur lain. Misalnya, satuan tertimbun terdiri dari ter- + timbun, satuan kedinginan terdiri dari dingin + k-/-an

Analisis proses unsur menganggap setiap satuan bahasa adalah merupakan hasil dari suatu proses pembentukan. Jadi bentuk tertimbun adalah hasil dari proses prefiksasi ter- dengan dasar timbun, bentuk kedinginan adalah hasil dari proses konfiksasi ke-/-an

2.1 MANFAAT LINGUISTIK.

Setiap ilmu betapapun teoritisnya tentu mempunyai manfaat praktis bagi kehidupan manusia. Begitu juga dengan linguistik

Bagi linguis sendiri pengetahuan yang luas mengenai linguistik tentu akan sangat membantu dalam menyelesaikan dan melaksanakan tugasnya. Bagi peneliti, kritikus dan peminat sastra linguistik dan membantunya dalam memahami karya sastra dengan lebih baik.

Bagi guru terutama guru bahasa, pengetahuan linguistik sangat penting mulai dari subdisiplin sampai dengan pengetahuan mengenai hubungan bahasa dengan kemasyarakatan dan kebudayaan .

Bagi penerjemah, pengetahuan linguistik mutlak diperlukan. Seorang penerjemah bahasa inggris – indonesia harus memilih terjemahan, misalnya my brother itu menjadi “kakak saya”,”adik saya”,atau cukup “saudara saya”.

Bagi penyusun kamus atau leksikograf menguasai semua aspek linguistik mutlak diperlukan, sebab semua pengetahuan linguistik akan memberi manfaat dalam menyelesaikan tugasnya untuk menyelesaikan tugasnya, memahami seluk beluk bentuk dan pembentukan kata, struktur frase, struktur kalimat.

 

PEBY NOKA PRASETYA; 1402408283

Filed under: BAB II — pgsdunnes2008 @ 8:18 pm

NAMA : PEBY NOKA PRASETYA
NIM : 1402408283

2. LINGUISTIK SEBAGAI ILMU
Linguistik adalah ilmu yang mengambil bahasa sebagai objek kajiaannya. Atau lebih tepat seperti dikatakan Martinet (1987:19) linguistik adalah telaah ilmiah mengenai bahasa

2.1. KEILMIAHAN LINGUISTIK
Tahap-tahap perkembangan yang pernah terjadi dalam setiap
disiplin ilmu. Tahap pertama,yakni tahap spekulasi. Dalam tahap ini pembicaraan mengenai sesuatu dan cara mengambil kesimpulan dilakukan dengan sikap spekulatif. Tahap kedua, tahap observasi dan klasifikasi. Pada tahap ini para ahli di bidang bahasa baru mengumpulkan dan menggolongkan segala fakta bahasa dengan tekiti tanpa memberi teori atau kesimpulan apapun. Tahap ketiga adalah tahap adanya perumusan teori. Pada tahap ini setiap disiplin ilmu berusaha memahamimasalah-masalah dasar dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan berdasarkna data empiris yang di kumpulkan, kemudian dirumuskan hipotesis-hipotesis untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Kemudian menyusun tes untuk menguji hipotesis terhadap fakta-fakta yang ada.
Disiplin ilmu sudah mengalami tiga tahap tersebut. Sehingga linguistik sudah bisa dikatakan sebagai kegiatan ilmiah. Selain itu dalam pengambilan kesimpulan tidak bersifat spekulatif, dan didasarkan pada data yang empiris yakni data yang nyata, ada, yang didapat dari alam wujudanya dapat diobservasi. Kegiatan empiris bekerja secara induktif dan dedukatif. Artinya kegiaatan dimulai dengan mengumpulkan data, lalu dianalisa, dan diklasifikasi, kemudian ditarik kesimpulan. Kesimpulan biasanya disebut kesimpulan induktif

2.2. SUBDISIPLIN LUNGUISTIK
Objek kajian linguistik adalah bahasa yang menjadi fenomena yang tidak bias dilepaskan dalam kehidupan bermasyarakat. Sedangkan kegiatan itu sangat luas maka subdisiplin linguistik menjadi banyak sehingga pelu dikelompokkan bedasarkan kriteria atau dasar tertentu,
2.2.1 Berdasarkan objek kajiannya, apakah bahasa pada umumnya atau bahasa tertentu.
a. Linguistik umum adalah linguistik yang berusaha mengkaji kaidah- kaidah secara umum.
b. Linguistik khusus adalah linguistik yang berusaha mengkaji kaidah bahasa yang berlaku pada bahsa tertentu
2.2.2 Berdasarkan objek kajiannya, apakah bahas pada masa tertentu atau bahasa sepanjang masa
a. Linguistik sinkronik (lingistik deskriptif) yaitu linguistik yang mengkaji bahasa pada masa terbatas.
b. Linguistik diakronik yaitu linguistik yang mengkaji bahasa pada masa tidak terbatas/ histories, komparatif

2.2.3 Berdasarkan objek kajiannya, apakah struktur internal bahasa tertentu atau bahas itu dalam hubungan dengan factor-faktor luar biasa
a. Linguistik mikro yaitu linguistik yang mengarahkan kajiannya pada struktur internal suatu bahasa pada umumnya. Subdisiplinnya yaitu fonologi, morfologi, sintaksis, semantic, leksikologi, morfosintaksis, leksikosemantik.
b. Linguistik makro yaitu linguistik yang menyelediki bahasa dalam kaitannya dengan factor-faktor diluar bahasa. Subdisplinnya yaitu sosiolinguistik, psikolinguistik, antropologilinguitik, etnologilinguistik.
2.2.4. Berdasarkan tujuannya, apakah penyelidikan linguistik linguistik itu semata-mata untuk merumuskan teori ataukah untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari
a. Linguistik teoris, linguistik teoris berusaha mengadakan penyelidikan terhadap bangsa atau bahasa-bahasa atau juga terhadap hubungan bahasa dengan factor-faktor yang berada diluar bahasa hanya untuk menemukan kaidah-kaidah yang berlaku dalam objek kajian itu. Jadi kegiatannya hanya untuk kepentingan teori belaka.
b. Linguistik terapan, linguistik terapan berusaha mengadakanpenyelidikan terhadap bahasa atau hubungan bahsa dengan factor-faktor diluar bahasa untuk kepentingan memecahkan masalah-masalah praktis yang ada dalam kehidupan masyarakat.
2.2.5. Berdasarkan aliran atau teori yang digunakan dalam penyelidikan bahasa
a. Linguistik tradisional
b. linguistik struktiral
c. linguistik transformasional
d. linguistik generatif semantik
e. linguistik relasional
f. linguistik sistematik

2.3. ANALISIS LINGUISTIK
2.3.1 Struktur, system dan distribusi
Bapak linguistik modern,reidian de saussure (1851-1913) dalam bukunya saurse de linguistik generale (1946) membedakan dua jenis hubungan atau relasi yang terdapat antara satuan bahasa didalam kalimat konkret tertentu. Kedua, relasi asosiatif yaitu hubungan yang terdapat dalam bahasa, namun tidak tampak dalam susunan satuan kalimat. Hubungan kalimat baru tampak apabila suatu kalimat dibandingkan dengan kalimat lainnya. Hubungan-hubungan yang terjadi itu disebut bersifat sintagmatis. Jadi hubungan sintagmatis bersifat linear, atau horizontal antara satuan yang satu dengan yang lain yang berada dikiri dan kanannya. Firth, sorang ilmuan Inggris, menyebut hubungan yang bersifat sintagmatik itu adlah struktur. Dan hubungan yang paradigmatik itu dengan istilah system. Jadi struktur adalah susunan bagian-bagian kalimat atau konstituen kalimat secara linear. Struktur dapat dibedakan menurut tataran sistematik bahasanya yaitu menurut susunan fonetis, menurut susunan alofonis, menurut susunan sintaksis.
Sistem pada dasarnya menyangkut masalah distribusi. Menurut Beonard ( tokoh linguis Amerika dengan bukunya Languange, tertib 1933 ), distribusi yaitu hal yang menyangkut dapat tidaknya pergantian suatu konstituen tertentu dalam kalimat tertentu dan konstituen lainnya.
2.3.2 Analisis bawahan langsung
Analis bawahan langsung, sering disebut juga analis unsur langsung, atau analis bawahan terdekat ( Immediate Constituent Analysis ) adalah suatu tehnik dalam menganalisa unsure-unsur atau konstituen-konstituen yang yang membangun suatu satuan bahasa. Mungkin satuan kata, satuan frase, satuan klausa, maupun satuan kalimat. Setiap satuan bahasa secara apriori diamsusikan terdiri dari dua buah konstituen yang langsung menbangun satuan itu.
2.3.3. Analis rangkaian dan analisis prose unsur
Satuan bahasa dapat pula dianalisis menurut tehnik analisi rangkaian unsure dan analisi proses unsur. Satuan bahasa yang dianalisis biasanya terbatas hanya pada satuan morfologi. Analisis rangkaian unsur ( item-and-arrangement ) mengajarkan bahwa setiap satuan bahasa dibentuk atau ditata dari unsure yang lain, misalnya, satuan kedinginan terdiri dari dingin dan dan ke-i-an.
2.4. MANFAAT LINGUISTIK
Setiap ilmu pasti memiliki manfaat setiap praktis bagi kehidupan manusia.begitu juga dengan linguistik .Berikut ini manfaat linguistik.
a. Bagi linguis, Membantu menyelesaikan dan melaksanakan
tugasnya.
b. Bagi penelitian, kritikus dan peminat sastra, membatu dalam
memahami karya-karya sastra dengan lebih baik.
c. Bagi Guru, melatih keterampilan berbahasa, menulis (mengarang) dan dapat dengan mudah menyampaikan mapelnya (guru bidang studi lain).
d. Bagi Penerjemah, untuk memilih terjemahan.
e. Bagi penyusun kamus (leksikografer), membantu menyelesaikan
tugas dalam hal menyusun kamus.
f. Bagi penyusun buku pelajaran atau buku teks, memberi tuntunan
dalam yang tepat dan memilih kosa kata yang sesuai dengan
jenjang usia yamg membacabuku tersebut.
g. Bagi negarawan / politikus, membatu dalam memperjuangkan
ideologi-ideologi kenegaraan atau pemerintah dan membatu
meredakan dan menyelesaikan gejolak sosial dalam masyarakat
akibat dari perbedaan dan pertentangan bahasa.

 

Retnosari _1402408031_BAB 2

Filed under: BAB II — pgsdunnes2008 @ 6:36 pm

Retnosari

1402408031

BAB 2.

LINGUISTIK SEBAGAI ILMU

Dalam bab ini akan dibicarakan keilmiahan linguistik dengan segala persoalan yang berkaitan dengan label “ilmiah”, untuk bisa memahami cara kerja ilmu ini di dalam operasinya.

2.1. Keilmuan Linguistik

Pada dasarnya, setiap ilmu termasuk ilmu linguistik telah mengalami 3 tahap perkembangan sebagai berikut:

1. Tahap Spekulasi

Dalam tahap ini pembicaraan mengenai sesuatu dan cara mengambil kesimpulan dilakukan dengan sikap spekulatif. Artinya, kesimpulan itu dibuat tanpa didukung oleh bukti-bukti empiris dan dilaksanakan tanpa menggunakan prosedur-prosedur tertentu. Misalnya: anggapan bahwa bumi berbentuk datar.

2. Tahap Observasi dan Klasifikasi

Pada tahap ini para ahli di bidang bahasa baru mengumpulkan dan menggolongkan segala fakta bahasa dengan teliti tanpa memberi teori atau kesimpulan apapun. Bahasa-bahasa di nusantara didaftarkan, ditelaah ciri-cirinya, lalu dikelompokkan berdasarkan kesamaan ciri yang dimiliki bahasa-bahasa tersebut. Tahap seperti ini belum dapat dikatakan “ilmiah” sebab belum sampai pada penarikan suatu teori.

3. Tahap Adanya Perumusan Teori

Pada tahap ini setiap disiplin ilmu berusaha memahami masalah-masalah dasar dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan mengenai masalah-masalah itu berdasarkan data empiris yang dikumpulkan. Kemudian dirumuskan hipotesis dan menyusun tes untuk menguji hipotesis-hipotesis terhadap fakta-fakta yang ada.

Disiplin linguistik sekarang ini sudah bisa dikatakan merupakan kegiatan ilmiah karena sudah mengalami ketiga tahap di atas. Linguistik sangat mementingkan data empiris dalam melaksankan penelitiannya. Bidang semantik kurang mendapat perhatian dalam linguistik, strukturalis karena maknanya tidak dapat diamati secara empiris. Kegiatan linguistik juga tidak boleh “dikotori” oleh pengakuan/pengetahuan si peneliti.

Kegiatan empiris biasanya bekerja secara induktif dan deduktif dengan beruntun. Artinya kegiatan itu dimulai dengan mengumpulkan data empiris, menganalisis dan mengklasifikasinya. Lalu ditarik suatu kesimpulan. Dalam ilmu logika/ilmu menalar, selain adanya penalaran secara induktif ada juga penalaran secara deduktif. Secara induktif, mula-mula dikumpulkan data-data khusus lalu ditarik kesimpulan umum. Secara deduktif adalah sebaliknya.

Sebagai ilmu empiris linguistik berusaha mencari keteraturan atau kaidah-kaidah yang hakiki dai bahasa yang ditelitinya. Karena itu, linguistik sering juga disebut sebagai ilmu nomotetik. Pendekatan bahasa sebagai bahasa sejalan dengan ciri-ciri hakiki bahasa yang dapat dijabarkan dalam sejumlah konsep sebagai berikut:

Pertama, karena bahasa adalah bunyi ujaran, maka linguistik melihat bahasa sebagai bunyi. Bagi linguistik bahasa lisan adalah yang primer. Sedangkan bahasa tulis hanya sekunder.

Kedua, karena bahasa itu bersifat unik, maka linguistik tidak berusaha menggunakan kerangka suatu bahasa untuk dikenakan pada bahasa lain.

Ketiga, karena bahasa adalah suatu sistem, maka linguistik mendekati bahasa bukan sebagai kumpulan unsur yang satu dengan lainnya mempunyai jaring-jaring hubungan.

Keempat, karena bahasa itu dapat berubah dari waktu ke waktu, sejalan dengan perkembangan sosial budaya masyarakat pemakaiannya, maka linguistik memperlakukan bahasa sebagai suatu yang dinamis. Karena itu pula linguistik dapat mempelajari bahasa secara sinkronik (kurun waktu terbatas) dan secara diakronik (sepanjang kehidupan bahasa itu).

Kelima, karena sifat empirisnya, maka linguistik mendekati bahasa dalam linguistik adalah apa yang sebenarnya diungkapkan oleh seseorang (sebagai data empiris) dan bukan apa yang menurut si peneliti seharusnya diungkapkan.

2.2. Subdisiplin Linguistik

Subdisiplin linguistik, meliputi:

2.2.1. Berdasarkan objek kajiannya, apakah bahasa pada umumnya atau bahasa tertentu dapat dibedakan adanya linguistik umum dan linguistik khusus.

Linguistik umum adalah linguistik yang berusaha mengkaji kaidah-kaidah bahasa secara umum. Kajian umum dan khusus dapat dilakukan terhadap keseluruhan sistem bahasa/juga hanya pada satu bahasan dari sistem bahasa itu. Oleh karena itu, mungkin ada studi mengenai fonologi umum/khusus, morfologi umum/khusus ada sintaksis umum/khusus.

2.2.2. Berdasarkan obyek kajiannya, apakah bahasa pada masa tertentu bahasa pada sepanjang masa dapat dibedakan adanya linguistik sinkronik dan diakronik.

Linguistik sinkronik mengkaji bahasa pada masa yang terbatas. Studi linguistik sinkronik biasa disebut juga linguistik deskriptif karena berupaya mendeskripsikan sesuatu. Linguistik diakronik berupaya mengkaji bahasa pada masa yang tidak terbatas. Kajian ini biasanya bersifat historis dan komparatif.

2.2.3. Berdasarkan obyek kajiannya, apakah struktur internal bahasa itu dalam hubungannya dengan faktor-faktor di luar bahasa dibedakan adanya linguistik mikro dan linguistik makro. (dalam kepustakaan lain disebut mikrolinguistik dan makrolinguistik).

Linguistik mikro mengarahkan kajiannya pada struktur internal suatu bahasa tertentu/struktur internal bahasa pada umumnya. Subdisiplin mikrolinguistik meliputi:

Fonologi ð menyelidiki ciri-ciri bunyi bahasa. Cara terjadinya dan fungsinya.

Morfologi ð menyelidiki struktur kata, bagian-bagiannya dan cara pembentukannya.

Sintaksis ð menyelidiki satuan-satuan kata dan satuan-satuan lain di atas kata, hubungan satu dengan lainnya dan cara penyesuaiannya.

Semantik ð menyelidiki makna bahasa baik yang bersifat leksikal, gramatikal ataupun kontekstual.

Leksikologi ð menyelidiki leksikon/kosakata suatu bahasa dari berbagai aspek.

Sedangkan subsdisiplin makrolinguistik meliputi:

Sosiolinguistik ð mempelajari bahasa dalam hubungan pemakaiannya di masyarakat.

Antropolinguistik ð mempelajari hubungan bahasa dengan budaya dan pranata budaya manusia.

Stilistika ð mempelajari bahasa yang digunakan dalam bentuk karya sastra.

Filologi ð mempelajari bahasa, kebudayaan, pranata dan sejarah suatu bahasa sebagaimana terdapat dalam bahan-bahan tertulis.

Filsafat bahasa ð mempelajari kodrat hakiki dan kedudukan bahasa sebagai kegiatan manusia, serta dasar-dasar konseptual dan teori linguistik.

Dialektologi ð mempelajari batas-batas dialek dan bahasa dalam suatu wilayah tertentu.

2.2.4. Berdasarkan tujuannya, apakah penyelidikan linguistik itu semata-mata untuk merumuskan teori ataukah untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari bisa dibedakan adanya linguistik teoritis dan linguistik terapan.

Linguistik teoritis berusaha mengadakan penyelidikan terhadap bahasa/bahasa-bahasa, atau juga terhadap hubungan bahasa dengan faktor yang berada di luar bahasa hanya untuk menemukan kaidah-kaidah yang berlaku dalam objek kajiannya itu.

2.2.5. Berdasarkan aliran atau teori yang digunakan dalam penyelidikan bahasa dikenal adanya linguistik tradisional, linguistik struktural, linguistik transformasional, linguistik generatif semantik, linguistik relasional dan linguistik sistemik. (di Bab 8)

Luasnya cabang linguistik, maka tidak ada yang menguasai semua cabang linguistik. Namun pada dasarnya ilmu linguistik hanyalah yang berkenaan dengan struktur internal bahasa/cabang-cabang yang termasuk linguistik mikro.

2.3. Analistik Linguistik

Analitik linguistik dilakukan terhadap bahasa, atau lebih tepat terhadap semua tatanan tingkat bahasa, yaitu fonetik, fonemik, morfologi, sintaksis dan semantik.

2.3.1. Struktur, Sistem dan Distribusi

Struktur adalah susunan bagian-bagian kalimat/konstituen kalimat secara linear. Sedangkan hubungan antara bagian-bagian kalimat tertentu dengan kalimat lainnya disebut sistem. Jadi, fakta adanya bentuk kata kerja aktif dalam suatu bahasa menyangkut masalah sistem dalam bahasa tersebut. Fakta bahwa obyek selalu terletak di belakang predikat dalam bahasa Indonesia adalah struktur dalam bahasa Indonesia.

Sistem pada dasarnya menyangkut masalah distribusi. Distribusi menurut Leonard Bloomfield (tokoh linguis Amerika dengan bukunya Language, terbit 1933), adalah menyangkut masalah dapat tidaknya penggantian suatu konstituen tertentu dalam kalimat tertentu dengan konstituen lainnya.

1.3.2. Analisis Bawahan Langsung

Analisis bawahan langsung/analisis unsur langsung/analisis bawahan terdekat adalah suatu teknik dalam menganalisis unsur-unsur konstituen-konstituen yang membangun suatu satuan bahasa, contoh satuan kata, satuan frase, satuan klausa/satuan kalimat. teknik analisis bawahan langsung berguna untuk menghindari keambiguan suatu kalimat.

2.3.3. Analisis Rangkaian Unsur dan Analisis Proses Unsur

Analisis rangkaian unsur mengjarkan bahwa setiap satuan bahasa dibentuk/ditata dari unsur-unsur lain. Dalam analisis rangkaian unsur ini setiap satuan bahasa “terdiri dari . . . .” bukan “dibentuk dari . . . .” sebagai hasil dari suatu proses pembentukan.

Analisis proses unsur menganggap setiap satuan bahasa adalah merupakan hasil dari suatu proses pembentukan. Jadi bentuk tertimbun adalah hasil dari proses prefiksasi ter- dengan dasar timbun, dst.

2.4. Manfaat Linguistik

Kita tidak dapat memahami karya sastra dengan baik tanpa mempunyai pengetahuan dan hakikat dan struktur bahasa dengan baik. bagi guru, terutama bahasa, pengetahuan linguistik sangat penting. Bagi guru bidang studi juga penting karena dia harus menjelaskan mata pelajaran bidang studinya dengan bahasa. Bagi penejemah, pengetahuan linguistik mutlak diperlukan bukan hanya yang berkenaan dengan morfologi, sintaksis dan semantik saja, tetapi juga yang berkenaan dengan sosiolinguistik dan kontra stif linguistik.

Bagi penyusun kamus/leksiko grafer menguasai semua aspek linguistik mutlak diperlukan, sebab semua pengetahuan linguistik akan memberi manfaat dalam menyelesaikan tugasnya dengan menentukan fonem-fonem bahasa yang akan dikamuskan, dsb. Pengetahuyan linguistik juga memberi manfaat bagi penyusun buku pelajaran/buku teks. Sebagai negarawan/ pemerintahan, secara lisan dia harus menguasai bahasa dengan baik.

 

Rifqi Fawzi;1402408221

Filed under: BAB II — pgsdunnes2008 @ 4:19 pm

Nama : Rifqi Fawzi

NIM   : 1402408221

2. LINGUISTIK SEBAGAI ILMU

Lingustik adalah Ilmu yang mengambil bahan sebagai objek kajiannya. Martinet (1987:19) telaah ilmiah mengenai bahasa manusia.

2.1 KEILMIAHAN LINGUISTIK

Pada dasarnya setiap ilmu termasuk Linguistik, telah mengalami tiga tahap perkembangan sebagai berikut tahap pertama yakni Spekulasi artinya pengambilan kesimpulan tanpa didukung oleh bukti-bukti empiris dan tanpa menggunakan prosedur tertentu. Tahap kedua observasi dan klasifikasi yaitu tahap dimana baru mengumpulkan dan menggolongkan segala faktor bahasa dengan teliti tanpa memberi teori atau kesimpulan apapun. Tahap ketiga adalah perumusan teori pada tahap ini setiap disiplin ilmu berusaha memahami masalah-masalah dasar dan mengajukan pertanyaan mengenai masalah itu berdasarkan data empiris yang dikumpulkan.

Kegiatan empiris bisanya bekerja secaa induktif dan deduktif dengan beruntun artinya kegiatan itu dimulai dengan mengumpulkan data empiris lalu di analisis dan di klasifikasikan dan ditarik kesimpulan umum berdasarkan data empiris atau disebut kesimpulan induktif. Secara deduktif mula-mula dikumpulkan data khusus lalu dari data khusus itu ditarik kesimpulan umum. Namun kebenaran kesimpulan deduktif ini sangat tergantung pada kebenaran kesimpulan kebenaran umum. Linguistik berusdaha mencari keteraturan atau kaidah yang hakiki dari bahan yang ditelitinya yang disebut Ilmu Nomotetik

Ciri-ciri hakiki bahasa seperti pertama bahasa adalah bumi ujaran, maka linguistik melihat bahasa dari bumi. Kedua bahasa itu bersifat unik ketiga bahasa adalah suatu sistem sebagai kumpulan unsur yang erat dengan yang lain mempunyai jaringan hubungan keempat bahasa itu dapat berubah dari waktu ke waktu sejalan dengan perkembangan kelima sifat empirisnya linguistik mendekati bahasa secara deskriptif dan tidak secara preskriptif

.

2.2 SUBDISIPLIN LINGUISTIK

Setiap disiplin ilmu biasanya dibagi atas bidang-bidang bawahan (subdisipin) demikian pula dengan lingustik antaralain Linguistik Umum Linguistik Diskriptif, Linguistik Komperatif, Linguistik Structural, Linguistic Antropologis, dan sebagainya. Penamaan itu berdasarkan kriteria akan dikelompokan subdisiplin linguistik.

.

2.2.1Berdasarkan objek kajiannya,apakah bahasa pada umumnya atau bahasa pada tentunya dpat dibedakan adanya linguistik umum dan linguitik khusus.

Linguistik umum adalah linguistik yang berusaha mengkaji kaidah-kaidah bahasa secara umum.sedangkan linguistik khusus berusha mengkaji kaidah-kaidah bahasa yang berlaku pada bahasa tertentu seperti bahasa jawa.

2.2.2 Berdasarkan objek kajiannya, apakah bahasa pada masa tertentu atau bahasa panjang maa dapat dibedakan adanya linguistik sinkronik dan linguistik diakronik.

Linuistik sinkronik mengkaji bahasa pada masa yang terbatas atau disebut juga linguistk diskriptif. Linguistik dikronik berupaya mengkaji bahasa pada masa yang tak terbatas, biasanya bersifat historis dan komparatif dan juga dikenal sebagai linguistik historis komparatif.

2.2.3Berdasarkan objek kajiannya, apakah struktur internal bahasa atau bahasa itu dalam hubungannya dengan factor-faktor di luar bahasa dibedakan adanya linguistik mikro dan linguistik makro.

Linguistic makro mengarahkan kajiannya pada stuktur internal sutu bahasa tetentu atau stuktur internal suatu bahasa tertentu atau struktur internal pada umumnya.linguistik makro yang menyelidiki bahaa dalam kaitanya dengan faktor-faktor di luar bahasa. Sosiolinguistik adalah subdisiplin linguistik yang mempeljari bahasa dalam hubungan pemakaiannya di masyarakat.

2.2.4Berdasarkan tujuannya, apakah penyelidikan linguistik itu semata-mata untuk perumusan teori ataukah untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari bisa dibedakan adanya linguitik teoritis dan linguistik terapan.

Linguistik teoritis berusaha mengdakan penyelidikan terhadap bahasa atau bahasa-bahasa, atau juga terhadap hubungan bahasa dengan factor-faktor yang barada di luar bahasa hanya untuk menemukan kaidah-kaidah yang berlaku dalam objek kajiannya itu. Sedangkan linguistik terapan berusaha mengadakan penyelidikan terhadap bahasa atau bahasa atau hubungan bahasa dengan faktor-faktor di luar bahasa untuk kepentingan memecahkan masalah prakti s yang terdapat dalam masyarakat.

2.25 berdasarkan teori atau aliran yang digukan dalam penyelidikan bahasa dikenal Linguistik Tradisional, Linguistik Structural, Linguistik Transformasional, Linguistik Generatif, Linguistik Semantic, Linguistik Relational, Linguistik Sistemik.

Di luar bidang yang sudah dibicarakan ada bidang lain yaitu linguistik sejarah yang barusaha menyelidiki parkembangan seluk beluk ilmu lingustik itu sendiri dari masa ke masa.

2.3 ANALISIS LINGUISTIK

Analisis linguistik dilakukan terhadap bahasa, atau terhadap semua tataran tingkat bahasa.

2.3.1 Stuktur, Sistem, Distribusi

Bapak linguistik modern, Ferdinand De saussure(1857-1913) membedakan dua jenis hubungan yaitu relasi sintagmatik dan relasi asosiatif. Relasi sintagmatik adalah hubungan yang terdapat antara satuan bahasa di dalam kalimat yang kongkrit tertentu, sedangkan relasi ososiatif adalah hubungan yang terdapat dalam bahasa, namun tidak tanpak dalam susunan, satuan kalimat. Oleh Louis Hjelmsleu istilah asositif diganti dengan paradigmatik dan berlaku pada semua.

Stuktur adalah sunan bagian-bagian kalmat atau konstituen kalimat secara linea. Sedangkan hubungan antara bagian-bagian kalimat tertentu dengan kalimat yang lainnya kita sebut sistem. Sistem pada dasarnya menyangkut masalah distribusi. Menurut Leonard Bloomffield distribusi adalah menyangkut masalah dapat tidaknya penggantian suatu kontituen tertentu dalam kalimat tertenteu dengan konstituen lain.

2.3.2 Analisis Bawahan Langsung

Analisis bawahan langsung adalah suatu tehknik dalam menganalisis unsur-unsur atau konstituen-konstituen yang membangun suatu satuan bahasa, enteh satuan kata, satuan frase, satuan klausa maupun satuan kalimat. Manfaat analisis bawahan lasung adalah untuk menghindari keambiguan karena satuan-satuan bahasa yang terkait pada konteks wacananya dapat di pahami dengan analisis tersebut.

2.3.3 Analisis Rangkaian Unsur dan Analisis Proses Unsur

Analisis rangkaian unsur mengajarkan bahwa setip satuan bahasa dibentuk atau ditata dari unsur-unsur lain. Beda dengan analisis proses unsur menganggap satuan bahasa adalah murupakan hasil dari suatu proses pembentukan.

2.4 MANFAAT LINGUISTIK

a. Llinguistik dapat membantu dalam menyelesaikan dan melaksakan tugas.

b. Pengetahuan linguistik sangat penting bagi guru bahasa dan guru bidang.

c. Untuk menerjemahkan bahasa yang satu ke bahasa yang lain.

d. Untuk menyusun kamus

Untuk menyusun buku pelajaran atau teks selain itu linguistik bermenfaat bagi para negarawan atau politikus antalain:

1. Sebagai bangsawan atau politikus yang harus memperjuangkan ideologi dan konsep-konsep kengaraan atau pemerintahan secara lisan dia harus bahasa dengan baik.

2. kalau politikus atau negrwan itu menguasai masalah linguistik dan sosiollinguistik, khususnya dalam kaitannya dengan kemasyarakatannya, maka tentu dia akan dapat meredam dan penyesaian masalah gejolak social yang terjadi dalam masysarakat akibat dari perbedaan dan pertentangan bahasa.

 

Nengrum,1402408006;bab 2 Oktober 23, 2008

Filed under: BAB II — pgsdunnes2008 @ 1:37 pm

Nama : Wiwin Retnani

NIM : 1402408187

Rombel : 04

Kelompok : 7

BAB 2

LINGUISTIK SEGAGAI ILMU

Linguistik adalah ilmu yang mengambil bahasa sebagai objek kajiannya.

KEILMUAN LINGUISTIK

Ilmu linguistik telah mengalami 3 tahap perkembangan :

a. Tahap pertama

Tahap spekulasi artinya pengambilan kesimpulan tanpa didukung oleh bukti-bukti empiris dan dilaksanakan tanpa menggunakan prosedur-prosedur tertentu.

b. Tahap kedua

Tahap observasi dan klasifikasi artinya tahap mengumpulkan dan menggolongkan segala fakta bahasa dengan teliti tanpa memberi teori atau kesimpulan apapun.

c. Tahap ketiga

Tahap perumusan teori. Tahap ini setiap disiplin ilmu berusaha memahami masalah-masalah dasar dan mengajukan pertanyaan mengenai masalah itu berdasarkan data empiris yang dikumpulkan. Kemudian dirumuskan hipotesis yang berusaha menjawab pertanyaan dan menyusun tes untuk menguji hipotesis terhadap fakta yang ada.

· Linguistik mementingkan data empiris dalam penelitiannya. Kegiatan empiris bekerja secara induktif dan deduktif. Kegiatan dimulai dengan mengumpulkan data empiris, dianalisis, dan diklasifikasikan kemudian ditarik kesimpulan umum. Biasa disebut kesimpulan induktif.

Dalam ilmu logika terdapat penalaran induktif dan penalaran deduktif.

Penalaran induktif yaitu data-data khusus yang dikumpulkan lalu ditarik kesimpulan umum. Penalaran deduktif yaitu kesimpulan mengenai data khusus dilakukan berdasarkan kesimpulan umum yang ada.

Kesimpulan deduktif dari premis mayor terhadap data khusus (premis Minor).

· Ciri-ciri hakiki bahasa :

1. Bahasa adalah bunyi ujaran, bahas lisan (primer) dan bahasa tulis (sekunder).

2. Bahasa bersifat unik, setiap bahasa memiliki ciri khas masing-masing meski terdapat beberapa kesamaan.

3. Bahasa adalah suatu sistem, bahasa sebagai kumpulan unsur yang saling berhubungan.

4. Bahasa bersifat dinamis (berubah dari waktu ke waktu). Secara sinkronik : mempelajari bahasa dengan berbagai aspeknya pada masa waktu tertentu atau terbatas. Studi sinkronik bersifat deskreptif, memberikan gambaran keadaan bahasa itu apa adanya. Secara diakronik : mempelajari bahasa dengan berbagai aspeknya dan perkembangan sepanjang kehidupan bahasa itu. Studi diakronik disebut studi historis komparatif.

5. Bersifat empiris, mendekati bahasa secara deskriptif tidak preskriptif.

SUBDISIPLIN LINGUISTIK

a. Berdasarkjan objek kajiannya, apakah bahasa pada umumnya / bahasa tertentu.

ü Linguistik umum : mengkaji kaidah-kaidah bahasa secara umum.

ü Linguistik khusus : mengkaji kaidah bahasa yang berlaku pada bahasa tertentu.

b. Berdasarkan objek kajiannya, apakah bahasa pada masa tertentu atau bahasa sepanjang masa.

ü Linguistik sinkronik : mengkaji bahasa pada masa terbatas (linguistik deskriptif).

ü Linguistik diakronik : mengkaji bahasa pada masa tidak terbatas (bersifat historis dan komparatif)

Tujuannya untuk mengetahui sejarah struktural dengan segala perubahan dan perkembangannnya.

c. Berdasarkan objek kajiannya, struktur internal bahasa (hubungannya dengan faktor di luar bahasa)

ü Linguistik mikro : Kajiannya pada struktur internal bahasa.

ü Linguistik makro : menyelidiki bahasa yang berkaitan dengan faktor di luar bahasa.

Sub disiplin linguistik makro :

a. sosiolinguistik : mempelajari bahasa dalam hubungan pemakaiannya di masyarakat.

b. Antropolinguistik : mempelajari hubungan bahasa dengan budaya dan pranata budaya manusia.

c. Stilistika : mempelajari bahasa yang digunakan dalam bentuk karya sastra.

d. Filologi : mempelajari bahasa, kebudayaan, pranata, dan sejarah suatu bangsa terdapat dalam bahan tertulis.

e. Dialektologi : mempelajari batas-batas dialek dan bahasa dalam suatu wilayah tertentu.

d. Berdasarkan tujuannya

ü Linguistik teoretis : beruasaha untuk menemukan kaidah-kaidah yang berlaku dalam objek kajiannya itu.

ü Linguistik terwapan :beruasaha memecahkan masalah-masal praktis yang terdapat di dalam masyarakar.

e. Berdasarkan aliran atau teori

ü Linguistik tradisional

ü Linguistik struktural

ü Linguistik transformasional

ü Linguistik generatif semantik

ü Linguisti relasional

ü Linguistik sistemik

ANALISIS LINGUISTIK

Analisis linguistik dilakukan terhadap bahasa (semua tataran tingkat bahasa) yaitu fonetik, fenemik, morfologi, sintaksis, dan semantik.

a. Struktur, Sistem dan Distribusi

Bapak linguistik modern, Ferdinand de Saussure (1857 – 1913) dalam buku Course de Linguistique General. Membedakan dua jenis hubungan antara satuan-satuan bahasa relasi sintagmatik adalah hubungan yang terdapat antara satuan bahasa di dalam kalimat yang konkrit. Relasi asosiatif adalah hubungan yang terdapat dalam bahasa namun tidak tampak dalam susunan kalimat.

b. Analisis bawahan langsung

Sering disebut juga analisis unsur langsung yaitu suatu teknik dalam menganalisis unsur-unsur yang membangun suatu satuan bahasa, kata, frase, klausa, kalimat. Manfaatnya menghindari keambiguan karena satuan-satuan bahasa yang terikat pada wacana.

c. Analisis rangkaian unsur : bahwa setiap satuan bahasa ditata dari unsur-unsur laijn.

Analisi persis unsur : merupakan hasil dan proses pembentukan.

MANFAAT LINGUISTIK

Linguistik akan memberi manfaat langsung bagi mereka yang berkecimpung dalam kegiatan yang berhubungan dengan bahasa (linguis, guru bahasa, penyusun buku dan lain-lain).

 

Dwi lestari_1402908237_bab II

Filed under: BAB II — pgsdunnes2008 @ 1:20 pm

Disusun oleh

Dwi Lestari

NIM : 1402908237

Rombel : 5

BAB II

LINGUISTIK SEBAGAI ILMU

Liunguistik adalah ilmu yang mengambil bahasa sebagai kajiannya atau ilmu tatabahasa.

2.1 Keilmiahan linguistik

a. Spekulasi : kesimpulan tanpa bukti empiris

b. Observasi : mengumpulkan dan menggolongkan fakta bahasa dengan teliti tanpa teori dan kesimpulan.

c. Perumusan materi : mengumpulkan data khusus ( Induktif ) lalu disimpulkan ( Deduktif )

Linguistik merupakan pendekatan bahasa yang di konsepkan sebagai berikut :

Bahasa adalah bunyi ujaran ( Lisan ) ; bahasa bersifat unik ; bahasa adalah suatu system ; berubah dari waktu ke waktu dan pengungkapan seseorang berdasarkan data empiris ( Deskriptif ).

2.2 Subdisiplin Linguistik di dasarkan pada lima hal, yaitu :

a. Bahasa menjelaskan tentang fonologi,. Morfologi, dan sintaksis bahasa ( Umum ).

b. Bahasa sepanjang masa dibedakan adanya linguistic sinkronik dean linguistic diakronik ( masa tertentu ).

c. Bahasa yang berhubungan di luar factor bahasa di bedakan mikro dan makro linguistic ( struktur internal bahasa )

d. Linguistik teoritis dan linguistic terapan ( tujjuan penyelidikan )

e. Penggunaan dalam penyelidikan bahasa ( aliran atauy teori )

2.3 Analisis Linguistik

a. Struktur : susunan bagian – bagian kalimat.

Sistem : Hubungan antara kalimat dengan kalimat lain

Distribusi : Menyangkut masalah dapat tidaknya penggantian suatu konstituen dalam kalimat tertentu dengan konstituen lainya.

b. Analisis bawahan langsung: Suatu teknik menganalisis unsur-unsur yang membangun suatu system bahasa.

c. Manfaat Linguistik

- Memberi tuntutan penyusun buku teks dalam menyusun kalimat.

- Memilih kosakata sesuai dengan kondisi perubahan.

- Negarawan harus memperjuangkan Ideologi dan konsep-konsep kenegaraan atau pemerintahan.

- Negarawan bisa meredam dan menyelesaikan gejolak social akibat perbedaan pertentangan bahasa.

 

Deasy

Filed under: BAB II — pgsdunnes2008 @ 12:48 pm

Bab 2

LINGUISTIK SEBAGAI ILMU

1. Keilmiahan Linguistik

Tahap-tahap perkembangan disiplin ilmu :

1. Tahap Spekulasi

Adalah tahap pembicaraan mengenai sesuatu dan cara mengambil kesimpulan dilakukan secara spekulatif, tanpa menggunakan bukti-bukti empiris dan prosedur-prosedur tertentu.

2. Tahap Observasi dan Klasifikasi

Adalah tahap mengumpulkan dan menggolongkan dengan teliti tanpa memberi teori atau kesimpulan apapun.

3. Tahap Perumusan Teori

Adalah tahap memahami masalah dasar dan mengajukan pertentangan mengenai masalah berdasarkan data empiris, kemudian dirumuskan hipotesis dan menyusun tes uji hipotesis.

Ciri-Ciri Hakiki Bahasa :

1. Bahasa adalah bunyi ujaran

2. Bahasa itu unik

3. Bahasa adalah suatu system

4. Bahasa dapat berubah dari waktu ke waktu

5. Bahasa itu deskriptif

2. Subdisiplin Linguistik

1. Berdasarkan objek kajian, apakah bahasa pada umumnya / bahasa tertentu :

a. Linguistik umum

b. Linguistik khusus

2. Berdasarkan objek kajian apakah bahasa pada masa tertentu atau bahasa pada sepanjang masa :

a. Linguistik sinkronik (deskriptif)

b. Linguistik diakronik (histories komparatif)

3. Berdasarkan objek kajian struktur internal bahasa atau bahasa itu dalam hubungannya dengan factor-faktor di luar bahasa

a. Linguistik mikro

1. Fonologi

2. Morfologi

3. Sintaksis

4. Semantik

5. Leksikologi

b. Linguistik makro

1. Sosiolinguistik

2. Psikolinguistik

3. Antropolinguistik

4. Etnolinguistik

5. Statistika

6. Filologi

7. Dialektologi

8. Filsafat bahasa

9. Neurolinguistik

4. Berdasarkan Tujuan

a. Linguistik teoretis

b. Linguistik terapan

5. Berdasarkan aliran/teori yang digunakan dalam penyelidikan bahasa

a. Linguistik tradisional

b. Linguistik structural

c. Linguistik transformasional

d. Linguistik generatif semantic

e. Linguistik relasional

f. Linguistik sistemik

3. Analisis Linguistik

1. Struktur, Sistem dan Distribusi

a. Sistem

1. Relasi sintagmatik

2. Relasi asosiatif

b. Struktur

1. Susunan fonetis

2. Susunan alofonis

3. Susunan morfemis

4. Susunan sintaksis

c. Distribusi

1. Distribusi morfemis

2. Distribusi sintaksis

2. Analisis bawahan langsung (unsure langsung = A, bawahan terdekat = Immediate Constituent Analysis)

Adalah suatu teknis dalam menganalisis unsure-unsur atau konstituen yang membangun suatu satuan bahasa.

3. Analisis Rangkaian Unsur dan Analisis Proses Unsur

Analisis rangkaian unsure adalah cara analisis yang menganggap setiap satuan bahasa dibentuk atau ditata dari unsure-unsur lain.

Analisis proses unsure adalah cara analisis yang menganggap setiap satuan bahasa merupakan hasil suatu proses pembentukan.

4. Manfaat Linguistik

a. Bagi Linguis

Membantu menyelesaikan dan melaksanakan tugasnya

b. Bagi peneliti, leritikus dan peminat sastra

membantu dalam memahami karya-karya sastra dengan lebih baik

c. Bagi guru

Melatih keterampilan berbahasa, menulis (mengarang), guru bahasa dan dapat dengan lebih mudah menyampaikan mapelnya (guru bidang studi lain).

d. Bagi penerjemah

Untuk memilih terjemahan

e. Bagi penyusun kamus

Membantu menyelesaikan tugas dalam hal menyusun kamus

f. Bagi penyusun buku pelajaran atau buku teks

Memberi tuntunan dalam menyusun kalimat yang tepat dan memelih kosakata yang sesuai dengan jenjang usia pembaca buku tersebut.

g. Bagi negarawan/politikus

Membantu dalam memperjuangkan ideology dan konsep-konsep kenegaraan atau pemerintahan.

Membantu meredam dan menyelesaikan gejolak social dalam mesyarakat akibat dari perbedaan dan pertentangan bahasa.

 

Anisa Aulia_(1402408290)_BAB 2

Filed under: BAB II — pgsdunnes2008 @ 12:40 pm

Nama : Anisa Aulia

N I M : (1402408290)

BAB 2

LINGUISTIK SEBAGAI ILMU

Disusun oleh :

(1402408)

  • Lingusitik adalah ilmu yang mengambil bahasa sebagai obyek kajiannya.

A. Keilmiahan linguistik

Pada dasarnya setiap ilmu telah mengalami 3 tahap perkembangan,yaitu :

1. Tahap Spekulasi

Dalam tahap ini pembicaraan mengenai sesuatu dan cara mengambil kesimpulan dilakukan dengan sikap spekulatif .

Artinya : kesimpulan itu dibuat tanpa didukung oleh bukti-bukti empiris dan

dilaksanakan tanpa prosedur-prosedur tertentu .

2. Tahap observasi dan klarifikasi

Dalam tahap ini para ahli dibidang bahasa dan menggolongkan segala fakta

bahasa dengan teliti tanpa memberi teori atau kesimpulan apapun .

3. Tahap adanya perumusan teori

Dalam tahap ini setiap disiplin ilmu berusaha mendalami / memahami masalahmasalah dasar dan mengjukan pertanyaan – pertanyaan mengenai masalah itu

berdasarkan data empiris yang dikumpulkan . Kemudian dalam disiplin ilmu itu

dirumuskan hipotesis / hipotesis-hipotesis yang berusaha menjawab pertanyanaanpertanyaan itu dan menyusun tes untuk menguji hipotesis-hipotesis terhadap fakta-fakta yang ada .

B. Metode yang digunakan dalam Linguistik

1. Metode Secara Induktif

Mula-mula dikumpulkan data khusus lalu dari data-data khusus ditarik

kesimpulan umum .

2. Metode secara deduktif

Mula – mula dikumpulkan data-data umum lalu dari data – data umum ditarik

kesimpulan khusus.

Linguistik sangat mementingkan data empiris dalam melaksanakan penelitiannya itulah sebabnya bidang semantik tidak / kurang mendapatkan perhatian dalam linguistik strukturalis dulu karena makna yang menjadi obyek simantik yidak dapat diamati secara empiris .

Linguistik berusaha mencari keteraturan / kaidah – kaidah yang hakiki dari bahasa yang ditelitinya karena itu linguistik linguistik sering disebut ilmu sebagai ilmu Nomotenik .

Pendekatan dan pandangan linguistik terhadap objek kajiannya yaitu bahasa .

Pendekatan bahasa sebagai bahasa ini sejalan dengan ciri – ciri hakiki bahasa .

Pertama karenabahasa adalah bunyi ajaran ,kedua karena bahasa itu bersifat unik ,

ketiga karena bahasa adalah suatu sistem , keempat karena bahasa berubah dari

waktu kewaktu ,kelima karena sifat empirisnya .

C. Subdisiplin Linguistik

Setiap disiplin ilmu biasanya dibagi atas bidang – bidang bawahan / cabang –

cabang berkenanan dengan masalah- masalah lain pembagian itu dilakukankarena

obyek menjadikan disiplin ilmu itu sangant luas / menjadi luas karena perkembangan

dunia ilmu.

Bahasa sepanjang masa dapat dibedakan adanya Linguisik sinkronik dan

linguistik diakronik .

1. Linguistik Sinkronik mengkaji bahasa pada masa yang terbatas . Studi Linguistik

Sinkronik ini disebut juga linguistik Deskriptif .

2. Linguistik Diakronik berupaya mengkaji bahasa paa masa yang tidak terbatas .

Kajian linguistik Diakronik ini biasanya bersifat historis dan komparatif .

Bahasa itu dalam hubungan dengan faktor – faktor luar bahasa itu dalam hubunganya dengan faktor – faktor diluar bahasa dibedakan adanya linguistik mikro dan Linguistik Makro .

1. Linguistik Mikro mengarahkan kajiannya pada struktur Internalsuatu bahan

tertentu .

2. Linguistik Makro menyelidiki bahasa dalam kajiannya dengan faktor – faktor dari

luar .

  • Berdasarkan tujuannya penyelidikan Linguistik dapat dibedakan menjadi dua :

1. Linguistik Teoritis berusaha mengadakan penyelidikan terhadap bahasa / bahasa

– bahasa juga terhadap hubungan bahasa dengan faktor – faktor yang berada

diluar bahasa hanya untuk menemukan kaidah – kaidah yang berlaku dalam

obyek kajiannya itu .

2. Linguistik Terapan berusaha mengadakan penyelidikan terhadap bahasa /

hubungan bahasa dengan faktor – faktor yang berada diluar bahasa untuk

kepentingan memecahkan masalah – masalah praktis yang terdapat di

masyarakat.

D. Struktur , Sistem, dan Distribusi

Bapak Linguistik modern “ Ferdinand de Saurseire (1857 – 1913) dalam bukunya

Course de Linguistik General (1916) membedakan adanya dua jenis hubungan / relasi

yang terapan antara satuan – satuan bahasa yaitu relasi sintagmatik dan relasi

asosiasif.

1. Relasi Sintagmatik adalah hubungan yang terdapat antara satuan bahasa didalam

kalimat yang konkret tertentu . Hubungan Sintagmatik bersifat Linear / Horizontal

antara satuan yang satu dengan yang lain yang berada di kiri dan kanannya.

2. Relasi Asosiasif Adalah Hubungan yang terdapat dalam bahasa namun tidak

tampak dalam susunan satuan kalimat. Hubungan asosiasif baru tampak bila suatu

kalimat dibandingkan dengan kalimat yang lain.

Louis Hjmelm ,linguis denmark menganti istilah asosiasif menjadi Paradikmatik.

Sruktur dapat dibedakan menurut tatanan sistematik bahasanya , sistem pada dasarnya

menyangkut masalah distribusi , Distribusi merupakan masalah dapat tidaknya

pergantian suatu konsituen tertentu dalam kalimat tertentu dengan konsituen yang

lain.

E. Analisis Bawahan Langsung

Adalah suatu teknik dalam menganalisis unsur – unsur / konsituen – konsituen

yang membangun satu satuan bahasa , entah suatu kata , satuan frase , satuan klusa

maupun satuan kalimat.

F. Analisis Rangkaian Unsur dan Analisis dan Analisis Proses Unsur

Suatu bagasa dapat pula dianalisis menurut teknik analisis rangkaian unsur dan

analisis proses unsur.

1. Analisis rangkaian unsur mengajarkan bahwa setiap satuan bahasa dibentuk / ditata

dari unsur – unsur lain.

2. Analisis proses unsur menganggap setiap satuan bahasa adalah merupakan hasil

dari proses pembentukan.

G. Manfaat Linguistik

Setiap Ilmu pasti mempunyi manfaat praktis bagi kehidupan manusia begitu

juga dengan Linguistik . Bagi guru pengetahuan Linguistik sangatlah penting mulai

supdisiplin fonologi , morfologi , sampai dengan pengetahuan mengenai hubungan

bahasa dengan kemasyarakatan dan kebudayaan . Guru akan dapat merumuskan

kaidah – kaidah preskriptif dari kaidah – kaidah deskriptif sehingga pelajaran dapat

berhasil dengan baik . Manfaat Linguistik bukan hanya untuk atau bagi guru,

penerjemah , penyusun kamus , dan politikus juga sangat bermanfaat.

 

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.